• Tidak ada hasil yang ditemukan

hak asasi manusia dalam al-qur'an - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "hak asasi manusia dalam al-qur'an - Digilib UIN SUKA"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk memenuhi beberapa syarat untuk memperoleh gelar. Almamater Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Petunjuk transliterasi Arab Latin ini sesuai dengan SKB Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. Nama Huruf Arab Huruf Latin Keterangan ا alif tidak dilambangkan dan tidak dilambangkan. ع 'ain' koma terbalik di atas.

Apabila ia didayakan kerana, dengan kata lain, ia dirangkaikan, sebagai contoh, t ditulis:. fatḥah) menulis contoh َبَرَﺿ ditulis daraba ِ◌ (kasrah) ditulis i contoh َمِﮭَﻓ ditulis fahima ُ◌ (dammah) ditulis u contoh َبِﺗُﻛ ditulis kutiba E.

Vokal-vokal yang berurutan dalam satu kata, dipisahkan dengan apostrof (‘)

Huruf besar

Penulisan kata-kata dalam rangkaian kalimat 1. Dapat ditulis menurut penulisannya

Kementerian Agama RI khususnya Direktorat Pendidikan Usia Dini dan Pondok Pesantren memberikan penulis beasiswa penuh untuk menimba ilmu dan pengalaman di UIN Sunan Kalijaga. Hak asasi manusia adalah masalah utama yang dihadapi semua orang di dunia. Hal inilah yang melatarbelakangi disusunnya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia yang diluncurkan pada sidang PBB tahun 1948.

Namun jauh sebelum itu, Islam mengajarkan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Oleh karena itu, dengan ilmu yang dimilikinya, ia menafsirkan Al-Qur'an dengan menggunakan hermeneutika yang disebut hermeneutika pembebasan. Tafsir Al-Qur’an melalui hermeneutika ini diharapkan dapat membuktikan bahwa Islam dapat menjadi sarana untuk membantu menghapuskan penindasan dan kekerasan terhadap kemanusiaan.

Dengan ini penulis mencoba menggali pemikiran Farid Esack tentang hak asasi manusia dalam Alquran. Penelitian ini didasari oleh dua rumusan masalah yaitu: bagaimana konsep hak asasi manusia dalam Al-Quran menurut Farid Esack dan apa implikasi konsep hak asasi manusia dalam Al-Quran menurut pandangan Farid Esack terhadap kehidupan manusia modern. Dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengacu pada hak asasi manusia, Esack selalu berpegang teguh pada kunci hermeneutika pembebasan yang dicetuskannya.

Namun kontekstualisasi penafsiran Esack tidak bisa hanya diterapkan oleh masyarakat Afrika Selatan saja. Setelah diteliti, ternyata menurut Esack, prinsip hak asasi manusia dalam Al-Quran adalah larangan melanggar hak orang lain dan perintah untuk melindungi hak diri sendiri agar tidak dilanggar oleh orang lain. Bapak Afdawaiza, S.Ag., M.Ag selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga.

Seluruh guru yang mengajar di UIN Sunan Kalijaga khususnya di Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Mas Ahmad Mutjaba (Amu) selaku Manajer PBSB UIN Sunan Kalijaga yang sangat memastikan proses membaca penulis berjalan lancar dari awal hingga akhir. Terima kasih telah mewarnai hari-hariku di kota istimewa ini, aku bersyukur dan merasa beruntung bisa bertemu denganmu.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Meskipun tidak ada ekspresi yang jelas mengenai hak asasi manusia pada awal Islam, Islam sejak itu mengajarkan rasa hormat dan hormat terhadap manusia. Landasan ontologis hak asasi manusia ini telah disebutkan dalam Al-Qur'an3 yaitu pada QS.

نﻮُﻤَﻠْﻈُﺗةﺮﻘﺒﻟا]

  • Rumusan Masalah
  • Tujuan dan Kegunaan Penelitian
  • Tinjauan Pustaka
  • Metode Penelitian
  • Sistematika Pembahasan

Suyuthi Pulungan, Asas Pemerintahan dalam Piagam Madinah Dilihat dari Perspektif Al-Quran (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada), hal Hal inilah yang menjadikan penafsiran Esack merupakan tafsir yang progresif dan merupakan penafsiran yang tepat bila membahas HAM dalam Al-Quran . Apa implikasi konsep HAM dalam Al-Qur'an menurut pandangan Farid Esack terhadap kehidupan manusia modern.

Temukan implikasi konsep hak asasi manusia dalam Al-Qur'an menurut pandangan Farid Esack terhadap kehidupan manusia modern. Begitu pula dengan pembahasan mengenai peran Al-Qur'an dalam membantu memberikan konsep mengenai permasalahan ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya karya yang membahas Al-Qur'an dan hubungannya dengan hak asasi manusia.

Lain halnya jika peran Al-Quran dalam pembentukan konsep hak asasi manusia dihubungkan dengan hermeneutika Farid Esack yang notabene adalah seorang penafsir modern, pendiri Islam progresif. Variabel pertama adalah hak asasi manusia dalam Al-Quran, dan variabel kedua adalah hermeneutika Farid Esack. Selain itu, ada juga buku yang membahas tentang HAM dalam Al-Qur'an namun dengan fokus berbeda yaitu Hak Asasi Manusia dari Perspektif Islam: Mengungkap Persamaan dan Perbedaan Islam dan Barat karya Dr.

Karya-karya lain tentang hak asasi manusia dalam Islam atau Al-Quran juga dimasukkan dalam berbagai tesis. Meski terdapat kesamaan permasalahan yang dibahas (Al-Qur'an dan HAM), namun penelitian ini lebih fokus pada penafsiran Farid Esack terhadap ayat-ayat terkait permasalahan tersebut. Sehubungan dengan penafsiran Farid Esack terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hak asasi manusia, Esack menggunakan hermeneutikanya yang disebut hermeneutika pembebasan.

Ketika menafsirkan Al-Qur'an menggunakan hermeneutika pembebasan Farid Esack, mufassir harus selalu berpegang pada kunci-kunci tersebut. Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitis, yaitu mendeskripsikan bagaimana Farid Esack memaknai ayat-ayat terkait HAM dalam Al-Qur’an kemudian menganalisisnya secara kritis dengan mencari akar pemikiran para tokoh, implikasinya, dan lain-lain. Dengan pendekatan ini, penulis membandingkan hermeneutika yang digunakan Farid Esack dalam menafsirkan ayat-ayat terkait hak asasi manusia dalam Al-Qur'an dengan hermeneutika Fazlur Rahman dan M.

Bab Empat, pada bab ini penulis menjelaskan tafsir Farid Esack tentang Hak Asasi Manusia dalam Al-Qur'an. Bab Lima Bab ini berisi analisis penulis terhadap penafsiran Farid Esack tentang Hak Asasi Manusia dalam Al-Qur'an.

PENUTUP

Simpulan

Kedua, mengenai penegakan hak asasi manusia yang disebutkan dalam Al-Qur'an, Esack mengatakan bahwa Al-Qur'an telah melarang melanggar hak orang lain dan memerintahkan untuk melindungi hak diri sendiri agar tidak dilanggar oleh orang lain. Hal ini mempunyai arti beberapa hal, antara lain: Pertama, setiap orang mempunyai kewajiban untuk memperjuangkan dan melindungi hak-haknya agar tidak dilanggar oleh orang lain. Ketiga, hak merupakan tanggung jawab setiap orang, bukan tanggung jawab dirinya sendiri, namun juga tanggung jawab orang lain.

Ketiga, berdasarkan penafsiran Farid Esack terhadap ayat-ayat terkait Hak Asasi Manusia dalam Al-Qur'an, jika dikaitkan dengan tiga jenis pandangan hubungan Islam dan Hak Asasi Manusia sebagaimana disebutkan pada bab I, maka penulis dapat mengklasifikasikan pemikiran Esack tentang manusia. Hak asasi manusia dalam Al-Qur’an termasuk dalam kelompok ketiga, yaitu pandangan yang menyatakan bahwa hak asasi manusia modern merupakan khazanah kemanusiaan yang bersifat universal, dan Islam memberikan landasan normatif yang kuat terhadap hal tersebut.

Saran

Sebagai contoh, ambil sahaja salah satu poin hak asasi manusia berdasarkan pemikiran Farid Esack.

Kata Penutup

Hak Asasi Manusia dalam Dimensi/Dinamika Hukum, Sosial, Politik: Dan proses penyusunan/penerapan HA-KHAM (UU Hak Asasi Manusia) di masyarakat. Konsep Syariah dan Implikasinya Terhadap Masalah Hak Asasi Manusia (Studi Banding Pemikiran Muhammad Abid Al-Jabiri dan Abdullah Ahmed An-Na'im)”. Hak Asasi Manusia dalam Pandangan Islam dan Pasca Amandemen UUD 1945 (Studi Banding Universalitas dan Partikularitas Hak Asasi Manusia).

Referensi

Dokumen terkait