• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hal : Pemanggilan Peserta Pelatihan

N/A
N/A
Diharsih Masrikan

Academic year: 2023

Membagikan "Hal : Pemanggilan Peserta Pelatihan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DINAS KESEHATAN

BALAI PELATIHAN KESEHATAN

Jl. Wilis No. 1 Wero, Gombong, Kabupaten Kebumen Telepon (0287) 472585 Faksimile (0287) 471353 Laman www.bapelkesjateng.id

Surat Elektronik [email protected]

Gombong, 13 Juli 2023

Nomor : 890.0/944 Kepada

Sifat : Biasa

Lampiran : 2 Yth. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati

Hal : Pemanggilan Peserta Pelatihan

di - PATI

Disampaikan dengan hormat, bahwa Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan “Pelatihan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KTPA) dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bagi Petugas Kesehatan Angkatan I ” dengan metode full clasical mulai tgl 17 s/d 21 Juli 2023 dengan jumlah peserta 30 orang pada :

Hari : Senin -Jumat Tanggal : 17 s/d 21Juli 2023

Tempat : Bapelkes Provinsi Jawa Tengah Kampus Ungaran Jl. Merapi No 17 A Sewakul Ungaran Kab Semarang

Sehubungan dengan hal tersebut, mohon berkenan menugaskan calon peserta pelatihan sesuai dengan kriteria sebagaimana tersebut dalam Kerangka Acuan (terlampir). Calon peserta pelatihan diharapkan melakukan pendaftaran online di alamat https://bro.bapelkesjateng.id 2 (dua) hari sebelum tanggal pelaksanaan pelatihan.

Diinformasikan bahwa dalam rangka pengurangan sampah plastik, Bapelkes tidak menyediakan air minum dalam kemasan, sehingga peserta wajib membawa tumbler (gembes).

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telpon (0287) 472585 atau narahubung Sdri.

Erna (WA 0853-2949-5315).

Kami informasikan bahwa Bapelkes Provinsi Jawa Tengah adalah institusi yang menerapkan wilayah Zona Integritas, sehingga apabila ada penyimpangan dan/atau pelanggaran kode etik oleh pegawai kami dalam memberi dan/atau menerima pelayanan, Bapak Ibu dapat melaporkan melalui Layanan Cepat Halo BRO&SIST : 0811-2653-352 atau email ke [email protected] dengan menyertakan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan (identitas pelapor akan dijamin kerahasiaannya).

Plt. KEPALA BALAI PELATIHAN KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

Administrator Kesehatan Ahli Muda

HERI PURNOMO, SKM, M.Kes Pembina

NIP 19690527 199402 1 002

TEMBUSAN:

1. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah

Dokumen ini ditandatangani secara elektronik dengan menggunakan Sertifikat Elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik (BSrE) BSSN.

(2)

Pengendali Pelatihan: Erna Dwi Rahayu, SKM M.Kes Full Clasical

T P PL Minggu, 16

Juli 2023 15:00 03:00 18:00 Registrasi Peserta Panitia

07:15 - 00:30 07:45 Pre test Pengendali Pelatihan

07:45 - 00:30 08:15 Penjelasan Program Pelatihan Pejabat Struktural Bapelkes 08:15 - 00:15 08:30 Gladi bersih pembukaan pelatihan Panitia

08:30 - 00:45 09:15 Pembukaan Pelatihan Ka. Bapelkes Prov. Jateng dan Kadinkes Kab/Kota 09:15 - 01:30 10:45

Kebijakan dan Strategi Pelayanan Kesehatan Kasus KTPA, Termasuk

TPPO

2 Dinas Kesehatan Kab Kota

10:45 - 00:15 11:00 Istirahat -

11:00 - 00:45 11:45 BLC 1 M Jauhar Fu'adi, S.Kep Ns

M.Kes

11:45 - 01:15 13:00 Ishoma -

13:00 - 01:30 14:30 BLC 2 M Jauhar Fu'adi, S.Kep Ns

M.Kes 14:30 - 01:30 16:00

Konsep Kekerasan Berbasis Gender dan KTPA, termasuk TPPO dan

Pemenuhan Hak-Hak Korban

2

dr. Sari Dewi Masti Jatiningrum (Puskesmas Bulu

Lor Kota Semarang) 16:00 - 00:30 16:30 Istirahat

16:30 - 00:45 17:15 Aspek hukum dan etika KTPA,

termasuk TPPO 1

dr. Sari Dewi Masti Jatiningrum (Puskesmas Bulu

Lor Kota Semarang) 07:45 - 00:15 08:00 Refleksi

08:00 - 01:30 09:30 Aspek hukum dan etika KTPA,

termasuk TPPO 2

dr. Sari Dewi Masti Jatiningrum (Puskesmas Bulu

Lor Kota Semarang) 09:30 - 00:15 09:45 Istirahat

09:45 - 01:30 11:15 Deteksi Dini KTPA, termasuk TPPO 2

dr. Retno Mrati Hartani, M.H.Kes (Balkesmas

Magelang)

11:15 - 01:00 12:15 Ishoma

12:15 - 02:15 14:30 Deteksi Dini KTPA, termasuk TPPO 3

dr. Retno Mrati Hartani, M.H.Kes (Balkesmas

Magelang) 14:30 - 01:30 16:00 Tata laksana korban KTPA termasuk

TPPO: 2

dr. Julia Ike Haryanto, MH Sp.FM ( RSUD Tugurejo

Semarang) 16:00 - 00:30 16:30 Istirahat

16:30 - 01:30 18:00 Tata laksana korban KTPA termasuk

TPPO: 2

dr. Julia Ike Haryanto, MH Sp.FM ( RSUD Tugurejo

Semarang) Rabu, 19

Juli 2023 Libur Kamis, 20

Juli 2023 07:45 - 00:15 08:00 Refleksi

08:00 - 02:15 10:15 Tata laksana korban KTPA termasuk

TPPO (Penugasan) 3 Tim Fasilitator

10:15 - 00:15 10:30 Istirahat

JADWAL PELATIHAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI KORBAN KTPA DAN TPPO BAGI PETUGAS PUSKESMAS DI BAPELKES PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023

Selasa, 18 Juli 2023 Senin, 17

Juli 2023

WAKTU KEGIATAN FASILITATOR

HARI/

TANGGAL

JPL

(3)

T P PL Kamis, 20

Juli 2023 10:30 - 01:30 12:00 Tata laksana korban KTPA termasuk

TPPO (Penugasan) 2 Tim Fasilitator

12:00 - 01:00 13:00 Ishoma

13:00 - 02:15 15:15 Tata laksana korban KTPA termasuk

TPPO (Penugasan) 3 Tim Fasilitator

15:15 - 00:15 15:30 Istirahat 15:30 - 02:15 17:45

Jejaring dan mekanisme rujukan Korban KtP/A termasuk TPPO 1 2

dr. Retno Mrati Hartani, M.H.Kes (Balkesmas

Magelang) 07:15 - 00:15 07:30 Refleksi

07:30 - 02:15 09:45

Pencatatan dan pelaporan pelayanan KTPA

termasuk TPPO 1 2 Dinkes Prov Jateng

09:45 - 00:15 10:00 istirahat

10:00 - 01:30 11:30 Anti Korupsi 2 PAK Jateng

11:30 - 01:30 13:00 ISHOMA

13:00 - 00:45 13:45 RTL (Rencana Tindak Lanjut) 1 Dinkes Kab Kota 13:45 - 00:30 14:15 Post Test & Evaluasi Penyelenggaraan Panitia

14:15 - 01:00 15:15 Gladi bersih dan Penutupan Ka. Bapelkes Prov. Jateng dan Kadinkes Kab /Kota 15 21 0

Tim Fasilitator terdiri dari : Panita Penyelenggara

dr. Julia Ike Haryanto, MH Sp.FM ( RSUD Tugurejo Semarang) Bapelkes Prov. Jateng dr. Retno Mrati Hartani, M.H.Kes (Balkesmas Magelang)

dr. Sari Dewi Masti Jatiningrum (Puskesmas Bulu Lor Kota Semarang)

36 Jumat, 21

Juli 2023 HARI/

TANGGAL WAKTU KEGIATAN JPL

FASILITATOR

(4)

KERANGKA ACUAN (FULL CLASICAL)

PELATIHAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI KORBAN KTPA DAN TPPO BAGI PETUGAS KESEHATAN ANGKATAN I

A. LATAR BELAKANG

Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KTPA), termasuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) merupakan masalah global yang terkait Hak Asasi Manusia (HAM) dan ketimpangan gender. Permasalahan ini masih menjadi „fenomena gunung es‟, yaitu kasus KTPA dan TPPO yang teridentifikasi di pelayanan kesehatan dasar dan rujukan serta kepolisian belum menggambarkan jumlah seluruh kasus yang ada di masyarakat. Hal tersebut disebabkan sebagian besar masyarakat masih menganggap bahwa kasus KTPA merupakan “aib” dan masalah “domestik” dalam keluarga, yang tidak pantas diketahui orang lain. Sedangkan untuk kasus TPPO, sebagian besar masyarakat belum memahami tentang TPPO sehingga menganggap hal tersebut wajar dan tidak pantas dilaporkan, terutama jika pelaku merupakan keluarga sendiri, sehingga diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut World Health Organization (WHO), sedikitnya satu diantara lima penduduk perempuan di dunia, semasa hidupnya pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual yang dilakukan oleh laki-laki. Kekerasan terhadap Perempuan (KtP) merupakan penyebab kematian urutan ke-10 terbesar bagi perempuan usia subur pada tahun 1998. Data dari cataan tahunan Komisi Nasional Perempuan Indonesia tercatat peningkatan kasus dari tahun 2011 sebanyak 119.107 kasus menjadi 321.752 kasus KtP. Di Indonesia, dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan kasus KtP, KtA dan trafficking secara bermakna, berdasarkan laporan Lembaga yang terkait. Kekerasan tersebut, bisa berbentuk kekerasan seksual, kekerasan fisik dan kekerasan psikis. Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk mengatasi permasalahan KTPA termasuk TPPO.

Hal ini dapat dilihat dengan berbagai dukungan kebijakan terkait permasalahan tersebut, antara lain: Undang-Undang nomor 7 tahun 1984 tentang ratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Againts Women /CEDAW); Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT); Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang yang mengatur hak korban untuk memperoleh rehabilitasi kesehatan dan sosial, pemulangan dan reintegrasi sosial apabila korban mengalami penderitaan fisik dan psikis. Pada tahun 2015 BAPENAS telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional

(5)

Perlindungan Anak (RAN-PA) 2015-2019 yang didalamnya memuat penjabaran lebih rinci atas pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 untuk mencapai sasaran pembangunan perlindungan anak. Sejalan dengan hal tersebut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak pada tahun yang sama telah meluncurkan Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Anak 2016-2020 (STRANAS PKTA 2016-2020) untuk mencegah dan merespon segala bentuk kekerasan terhadap anak secara sistematis, terintegrasi, berbasis bukti, terkoordinasi, partisipatoris, dan berbasis pada kepentingan terbaik bagi anak.Kemudian pada tahun 2013, diterbitkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kewajiban Pemberi Layanan Kesehatan untuk Memberikan Informasi atas Adanya Dugaan Kekerasan terhadap Anak. Kementerian Kesehatan telah melakukan upaya peningkatan pelayanan kesehatan bagi korban KTPA melalui sosialisasi/pelatihan/orientasi secara berjenjang di 34 provinsi dalam upaya Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (PPKTPA).

Namun kegiatan tersebut masih dilaksanakan secara terpisah antara penatalaksanaan korban kekerasan terhadap perempuan dengan anak. Oleh karena itu sejak tahun 2013 Kementerian Kesehatan berupaya melakukan integrasi kurikulum dan modul pelatihan KtP dan KtA. Upaya ini sesuai dengan adanya perubahan struktur organisasi sesuai dengan Permenkes No 64/ Menkes/ Per/ VIII/ 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan Puskesmas mampu tatalaksana PP-KtP dan PP-KtA yang telah dilaksanakan sejak tahun 2003 dan kedepannya akan diintegrasikan menjadi Puskesmas mampu tata laksana PP-KTPA. Dengan demikian, dalam upaya pengembangan Puskesmas PP-KTPA dan Rumah Sakit yang memiliki unit Pusat Kesehatan Terpadu/PKT atau Pusat Pelayanan Terpadu/PPT, perlu dilakukan peningkatan kemampuan tenaga kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit agar mampu tata laksana melalui pelatihan pelayanan kesehatan bagi korban KTPA, termasuk TPPO. Agar pelatihan tersebut diselenggarakan sesuai dengan tujuan yang diharapkan maka disusun kurikulum pelatihan sebagai acuan.

(6)

B. TUJUAN DAN SASARAN

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melakukan tatalaksana kasus KTPA termasuk TPPO di Puskesmas sesuai dengan standar

C. KOMPETENSI

Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:

1. Menjelaskan aspek hukum dan etika KTPA termasuk TPPO 2. Melakukan deteksi dini terhadap korban KTPA termasuk TPPO

3. Melakukan tatalaksana korban KTPA termasuk TPPO sesuai dengan kompetensi dan kewenangan

4. Melakukan jejaring dan mekanisme rujukan pelayanan KTPA termasuk TPPO 5. Melakukan pencatatan dan pelaporan pelayanan KTPA termasuk TPPO

D. WAKTU DAN TEMPAT PENYELENGGARAAN 1. Waktu penyelenggaraan

Pelatihan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KTPA Dan TPPO Bagi Petugas Puskesmas ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari efektif sejumlah 36 jam pelajaran @45 menit pada tanggal 17 s/d 21 Juli 2023.

2. Tempat penyelenggaraan

Pelatihan Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama diselenggarakan di Bapelkes Provinsi Jawa Tengah Kampus Ungaran, Jl. Merapi No 17 A Ungaran Kab Semarang

E. PESERTA

KRITERIA PESERTA

1. Peserta puskesmas, yaitu pengelola program PP-KTPA dari puskesmas yang sama, berjumlah 2 orang, terdiri dari: a). Satu orang dokter umum b). Satu orang perawat atau bidan.

2. Peserta rumah sakit, yaitu dokter dan perawat/bidan dari rumah sakit yang sama, berjumlah 2 orang, terdiri dari: a). Satu orang dokter yang bertugas di IGD b). Satu orang perawat atau bidan yang bertugas di IGD

3. Dengan kriteria diutamakan pegawai tetap dan tidak akan dimutasi dalam kurun waktu 2 (dua) tahun setelah pelatihan dan bersedia mengkuti pelatihan secara penuh.

(7)

F. PELATIH/ FASILITATOR Kriteria Pelatih

1. Berpengalaman dalam bidang PP-KTPA termasuk TPPO.

2. Menguasai materi yang akan dilatihkan.

3. Telah mengikuti dan dinyatakan lulus pada pelatihan bagi pelatih (TOT) Penanganan Kekerasan terhadap Anak, Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal/TPPK/ Widyaswara dasar / memiliki pengalaman dalam melatih.

4. Berpengalaman menjadi pelatih/fasilitator pada pelatihan sejenis yang dilaksanakan oleh Kemenkes

G. METODE

Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bagi Korban KTPA Dan TPPO Bagi Petugas Puskesmas ini dilakukan dengan metode Full Clasical.

H. STRUKTUR PROGRAM/ KURIKULUM

NO MATE

RI

NAKES WAKTU JML dr Prwt/

Bdn

T P P L A. Materi dasar

1. Kebijakandan Strategi Pelayanan

Kesehatan Kasus KTPA, Termasuk TPPO

2 0 0 2

2. Konsep Kekerasan Berbasis Gender dan KTPA, termasuk TPPO dan Pemenuhan Hak-Hak Korban

2 0 0 2

Sub Total 4 0 0 4

B Materi Inti

1. Aspek hukum dan etika KTPA, termasuk TPPO

1 2 0 3

2. Deteksi Dini KTPA, termasuk TPPO 2 3 0 5

3. Tata laksana korban KTPA termasuk TPPO:

4 8 0 12

4. Jejaring dan mekanisme rujukan Korban KTPA termasuk TPPO

1 2 0 3

5. Pencatatan dan pelaporan pelayanan KTPA

termasuk TPPO

1 2 0 3

Sub Total 9 17 0 26

C. Materi Penunjang

1. Building Learning Commitment (BLC) 0 3 0 3

2. Rencana Tindak lanjut (RTL) 0 1 0 1

(8)

3. Anti Korupsi 2 0 0 2

Sub Total 2 4 0 6

Jumla h

15 21 0 36

Ket: T= Teori; P = Penugasan; PL = Praktik Lapangan; 1 JPL = 45 menit

I. EVALUASI

Evaluasi dilaksanakan untuk mengetahui kemajuan tingkat pengetahuan dan keterampilan yang dicapai peserta, penilaian proses pembelajaran, dan penyelenggaraan kegiatan pelatihan. Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk menilai efektivitas pelatihan dan memperbaiki pelaksanaan berikutnya.

A. Evaluasi terhadap Peserta

Evaluasi terhadap peserta dilakukan melalui:

1. Penjajagan awal melalui pre test.

2. Penjajagan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terhadap materi yang telah diterima melalui post test.

3. Penilaian terhadap kehadiran pada setiap sesi pembelajaran.

B. Evaluasi terhadap Fasilitator

Evaluasi terhadap fasilitator dilakukan melalui pengisian lembar penilaian fasilitator oleh peserta setiap selesai sesi pembelajaran, untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta terhadap kemampuan fasilitator dalam menyampaikan pengetahuan dan atau keterampilan kepada peserta dengan baik, dapat dipahami dan diserap peserta, meliputi:

1. Penguasaan materi 2. Ketepatan waktu 3. Sistematika penyajian

4. Penggunaan metode dan alat bantu pelatihan 5. Empati, gaya dan sikap kepada peserta 6. Pencapaian Tujuan Pembelajaran Umum 7. Kesempatan tanya jawab

8. Kemampuan menyajikan

9. Penampilan dan kerapihan pakaian 10. Kerjasama antar tim pengajar

C. Evaluasi terhadap Penyelenggara Pelatihan

Evaluasi dilakukan oleh peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Obyek evaluasi adalah pelaksanaan administrasi dan akademis, yang meliputi:

1. Tujuan pelatihan

2. Relevansi program pelatihan dengan tugas

3. Manfaat setiap materi bagi pelaksanaan tugas peserta di tempat kerja 4. Manfaat pelatihan bagi peserta/instansi

5. Hubungan peserta dengan pelaksana pelatihan 6. Pelayanan sekretariat terhadap peserta

7. Pelayanan akomodasi dan lainnya 8. Pelayanan konsumsi

9. Pelayanan komunikasi dan informasi

(9)

J. Sumber Pembiayaan

Sumber pembiayaan pelatihan ini dari dana Dana DAK non fisik Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota tahun anggaran 2023.

K. Lain-lain

1. Calon peserta pelatihan diharapkan melakukan pendaftaran online di alamat http://bro.bapelkesjateng.id paling lambat 2 (dua) hari sebelum tanggal pelaksanaan pelatihan (15 Juli 2023).

2. Peserta melakukan registrasi di Bapelkes Prov. Jateng kampus Ungaran pada hari Minggu (16 Juli 2023) paling lambat pukul 18.00 WIB dengan menyerahkan: Surat Tugas

3. Pakaian :

Pakaian selama pelatihan:

a. Atasan putih, bawah hitam/gelap saat pembukaan, penutupan pelatihan dan saat PKL, serta sepatu tertutup (yang berhijab, hijab warna hitam, laki-laki berdasi)

b. Hari biasa pakaian batik, tidak boleh memakai celana jeans c. Malam bebas rapi dan sopan

d. Membawa pakaian dan sepatu olah raga

4. Hak Peserta:

a. Akomodasi dan konsumsi selama pelatihan b. Satu (1) paket kit pelatihan

c. Transport dan uang harian sesuai aturan yang berlaku

5. Perlengakapan yang harus dibawa:

a. Peralatan Ibadah b. Peralatan mandi

c. Obat-obatan (sesuai kebutuhan) d. Laptop

e. APD (masker, hand sanitizer dll) f. Tumbler/gembes

g. Hal lain yang belum tercantum di kerangka acuan akan diberitahukan lebih lanjut melalui WA group

(10)

6. Kewajiban peserta:

a.Membawa seluruh kelengkapan pelatihan

b.Mematuhi peraturan selama penyelenggaraan pelatihan c.Mengikuti pelatihan sampai selesai

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa Faktor Resiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Pasien Dewasa di Balai Pegobatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2007.. Tesis

Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Surat Keputusan Kepala Dinas.. Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Nomor

Berdasarkan uraian di atas, sebagai tindak lanjut dari optimasi pemanfaatan Aset Gedung Balai Pelatihan Kesehatan (BAPELKES) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melalui strategi

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Surabaya.. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH..

Diberitahukan dengan hormat, bahwa Balai Pengembangan Pendidikan Kejuruan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2012, akan menyelenggarakan Pelatihan bagi Teknisi

Permohonan dari Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur untuk mengadakan pelatihan bagi Pengawas Sekolah dalam rangka meningkatkan

Lampiran Nomor : 200.1.2/37/418.62/2024 Tanggal : 30 April 2024 Perihal :Pemanggilan Peserta Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2024 DAFTAR NAMA CALON PASKIBRAKA