DAMPAK INDIKATOR MAKROEKONOMI TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERIODE SEBELUM DAN SAAT COVID-19 PADA NON-PERUSAHAAN. Judul Skripsi: Pengaruh Indikator Makroekonomi terhadap Financial Distress pada Periode Sebelum dan Saat Covid-19 pada Perusahaan Non-Siklikal Tahun 2017-2021. Dampak indikator makroekonomi terhadap financial distress periode sebelum dan saat Covid-19 pada perusahaan non-siklus tahun 2017-2021.”
Dengan mengucap basmallah dan terima kasih, saya panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir skripsi yang berjudul “Dampak Indikator Ekonomi Makro tentang financial distress pada periode sebelum dan pada masa Covid-19 pada tahun perusahaan non-siklus sebagai salah satu syarat kelulusan untuk memperoleh gelar Sarjana (S1) Jurusan Akuntansi STIE Indonesia Banking School. Saat ini yang menjadi permasalahan adalah financial distress bagi para pelaku usaha mengkhawatirkan karena menggambarkan kemampuan melanjutkan usaha di masa pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak makroekonomi Inflasi dan Nilai Tukar terhadap variabel terikat yaitu Financial Distress untuk dianalisis. .
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel makroekonomi berdasarkan inflasi dan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap economic distress pada periode sebelum Covid, namun inflasi dan nilai tukar berpengaruh negatif terhadap economic distress pada periode Covid. Financial distress merupakan kondisi dimana perusahaan berada dalam situasi kesulitan keuangan secara umum yang dapat berujung pada kebangkrutan. Saat ini isu financial distress menjadi permasalahan bagi para pelaku bisnis karena menggambarkan kemampuan kelangsungan usaha di masa pandemi Covid-19 yang terjadi pada awal tahun 2020.
The purpose of this study is to analyze the macroeconomic impact of inflation and exchange rates on the dependent variable, namely financial distress.
PENDAHULUAN
- Ruang Lingkup Masalah
- Identifikasi Masalah
- Rumusan Masalah
- Pembatasan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Situasi perekonomian di Indonesia mengalami resesi sehingga menyebabkan beberapa perusahaan mengalami kesulitan keuangan (CNN, 2020). Financial distress merupakan suatu tahapan penurunan kondisi keuangan suatu perusahaan yang terjadi sebelum bangkrut atau dilikuidasi (Widarjo & Setiawan, 2009). Pandangan lain menyebutkan bahwa financial distress merupakan kondisi tidak sehat atau krisis keuangan perusahaan (Widati & Pratama, 2015).
Ketiga aspek tersebut saling berkaitan, sehingga keseimbangan ketiga aspek tersebut harus dijaga agar perusahaan terhindar dari permasalahan keuangan yang berujung pada kebangkrutan (Rodoni, Ahmad & Ali, 2014). Financial distress merupakan suatu keadaan dimana suatu perusahaan mengalami permasalahan keuangan sebelum terjadinya kebangkrutan atau likuidasi perusahaan tersebut. Penelitian ini menggunakan variabel makroekonomi yang diproksi dengan tingkat inflasi dan nilai tukar.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Kholisoh & Dwiarti, 2020), (Priyatnasari, S. & Hartono, 2019) menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap inflasi dan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap prediksi kesulitan keuangan suatu perusahaan. Namun penelitian yang dilakukan oleh (Oktarina, 2018) menyatakan bahwa sensitivitas makroekonomi yang dimediasi oleh inflasi dan nilai tukar mempengaruhi financial distress. Penelitian ini akan menguji kembali dampak indikator keuangan dan variabel makroekonomi dalam memprediksi kesulitan keuangan pada perusahaan non-siklus, dengan membandingkan periode sebelum dan sesudah Covid-19.
Penelitian ini merupakan modifikasi dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Sheila Priyatnasari & Ulil Hartono (2019) mengenai “RASIO KEUANGAN, MAKROEKONOMI DAN DARURAT KEUANGAN: STUDI PERUSAHAAN PERDAGANGAN, JASA DAN INVESTASI DI INDONESIA”. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan model Altman Z-Score untuk mengetahui financial distress dan menambahkan rasio aktivitas sebagai variabel independen yang akan diuji pengaruhnya terhadap financial distress. Selanjutnya penelitian ini menggunakan makroekonomi yang diproksikan dengan inflasi dan nilai tukar sebagai variabel independen untuk melihat pengaruhnya dalam memprediksi financial distress yang merupakan variabel dependen dalam penelitian ini.
Sampel tersebut dipilih sebagai unit analisis dalam penelitian ini karena penulis ingin membuktikan bahwa perusahaan-perusahaan non-siklikal tersebut hanya memberikan dampak yang kecil selama wabah Covid-19 dan memiliki potensi yang kecil untuk mengalami kesulitan keuangan. Financial distress merupakan suatu keadaan dimana keuangan perusahaan sedang lemah dan berpotensi mengalami kebangkrutan, serta perusahaan sedang menghadapi tahap penurunan kondisi perusahaan yang mengakibatkan tidak dapat menepati janji kepada kreditur atau investor. Dalam penelitian ini hanya fokus membahas isu-isu terkait prediksi keadaan darurat keuangan suatu perusahaan dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti indikator keuangan dan makroekonomi (inflasi dan nilai tukar).
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber referensi untuk penelitian selanjutnya, sehingga dapat menambah pengetahuan pembaca mengenai apa saja kondisi financial distress pada suatu perusahaan. Penelitian ini dapat dijadikan bahan literatur untuk penelitian selanjutnya terkait peramalan kondisi financial distress perusahaan, serta sebagai referensi dalam memperluas wawasan perkuliahan.
METODE PENELITIAN
Meliputi uraian tentang latar belakang masalah, rumusan masalah penelitian, maksud dan tujuan penelitian, rumusan hipotesis, dan uraian singkat metode penelitian.
ANALISIS PEMBAHASAN
KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
Analisis rasio keuangan untuk memprediksi financial distress pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Indonesia. Analisis pengaruh tata kelola perusahaan, variabel makroekonomi terhadap financial distress dengan variabel kontrol ukuran perusahaan dan jenis kepemilikan. Hubungan antara financial distress dan model prediksi kesehatan keuangan: Studi pada perusahaan manufaktur publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengaruh return on assets (ROA), leverage dan ukuran perusahaan terhadap penghindaran pajak pada perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode tahunan. Pengaruh Aspek Operasional, Corporate Governance dan Makroekonomi terhadap Financial Distress (Studi pada perusahaan pertanian yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Universitas Brawijaya.) Pengaruh rasio keuangan dan makroekonomi terhadap financial distress pada perusahaan industri barang konsumsi yang beroperasi di BEI adalah tercatat pada periode 2015-2019.
Analisis financial distress pada perusahaan sektor konstruksi properti, real estate dan bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh rasio keuangan, pertumbuhan, ukuran perusahaan dan inflasi terhadap financial distress pada sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode. Pengaruh Inflasi, Nilai Tukar dan Suku Bunga Terhadap Financial Distress (Studi Pada Seluruh Perusahaan Yang Tercatat Di Bursa Efek Indonesia Periode.
Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Financial Distress (Studi Pada Perusahaan Transportasi Yang Listing Di Bursa Efek Indonesia. Analisis Pengaruh Risk Based Bank Rating Dalam Memprediksi Financial Distress Pada Bank Pembangunan Daerah Periode 2015-2020. Pengaruh Current Ratio , Rasio utang terhadap ekuitas, dan laba atas ekuitas untuk memprediksi kesulitan keuangan.