• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hari Raya Kenaikan Tuhan, Kamis, 25 Mei 2017

N/A
N/A
Antonius Garbito

Academic year: 2024

Membagikan "Hari Raya Kenaikan Tuhan, Kamis, 25 Mei 2017"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Hari Raya Kenaikan Tuhan, Kamis, 25 Mei 2017

Pengantar

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus.

Setiap tahun kita dibantu secara liturgis untuk merenungkan tugas pelayanan Yesus di dunia ini. Setelah Ia berkeliling dan berbuat baik, kini tiba saat-Nya Ia pergi kepada Bapa untuk menyiapkan tempat bagi kita semua. Ia sendiri mengatakan bahwa di rumah Bapa-Nya ada banyak tempat, Ia pergi untuk menyiapkannya, ketika sudah siap maka Ia akan datang kembali untuk menjemput kita supaya di mana Ia berada, kita juga ada bersama-Nya. Ia kembali kepada Bapa tetapi Ia sendiri sudah berjanji untuk mengirim Roh Penghibur untuk menyertai, membimbing, mengajar dan mengingatkan para murid-Nya untuk saling mengasihi.

Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus, ini meneguhkan segala niat baik kita untuk meresukan karya penyelamatan-Nya. Kita diajak untuk tidak ragu-ragu menghayati penugasan sebagai pewarta dalam kehidupan kita sehari-hari.

Homili

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, dalam bacaan pertama hari ini, Kisah Para Rasul mengkisahkan peristiwa kenaikan Tuhan Yesus diawali dengan kisah-kisah kebangkitan. Yesus sudah wafat dan bangkit dengan mulia. Ia menampakkan diri-Nya kepada para muridNya selama empat puluh hari. Mereka duduk dan makan bersama dengan-Nya serta mendengarkan pengajaran-Nya tentang Kerajaan Allah. Ia menghendaki mereka untuk tetap tinggal di Yerusalem sambil menanti kedatangan Roh Kudus. Kehadiran Roh Kudus memampukan mereka untuk menjadi saksi dari Yerusalem sampai ke ujung dunia.

Setelah menyampaikan wejangan-wejangan-Nya ini maka Yesus 1

(2)

terangkat ke Surga. Para murid menyaksikan kenaikan-Nya ke Surga dengan mulia dan awan gemawan menutupi-Nya. Sambil memandang ke langit nampaklah dua Malaikat yang berpakaian Putih berkata: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

Apa yang dikisahkan oleh Lukas dalam Kisah Para Rasul, mau menunjukkan persekutuan yang mendalam antara Yesus dan para murid atau juga antara Yesus dengan Gereja-Nya. Mengapa? Karena dikisahkan bahwa Ia naik ke Surga untuk bersatu kembali dengan Bapa. Dialah Sang Sabda yang berinkarnasi. Tugas pengabdian-Nya di atas bumi sudah selesai tetapi Ia akan tetap bersatu dengan gereja-Nya melalui kehadiran- Nya yang terus menerus di dalam Gereja. Ia menjiwai Gereja dan mengantar Gereja untuk terus menerus melanjutkan karya penyelamatan bagi seluruh umat manusia. Para murid yang selalu melihat ke atas, menunjukkan kerinduan dan harapan akan tempat istimewa yang dijanjikan Yesus kepada mereka. Kita pun boleh mengangkat mata kita ke atas sambil memuji dan menyembah-Nya dalam doa-doa kita. Kita percaya akan sabda-Nya bahwa Ia sendiri akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati.

Dalam Injil hari ini terkandung banyak unsur yang khas. Pertama, tempat, Yesus mengutus para rasul adalah sebuah bukit. Dalam seluruh Alkitab, bukit atau gunung adalah tempat penting karena di situlah Allah menyatakan diri dan menyampaikan wahyu. Misalnya, Taurat atau 10 Perintah Allah diberikan kepada Musa di Gunung Sinai, Sabda Bahagia disampaikan oleh Yesus dalam kotbah-Nyas di bukit, dan akhirnya sabda pengutusan dalam Injil hari ini juga terjadi di sebuah bukit. Kedua, beberapa orang ragu-ragu, Pelajaran yang ingin disapaikan ialah keraguan dan ketakutan akan terus menghantui kaum beriman, termasuk kita, di segala zaman persisi seperti yang terjadi atas para rasul. Kapan pun juga iman selalu ada masalahnya, ada segi-segi yang membuat kita

2

(3)

menjadi cemas, was-was. Namun sebagai orang beriman kita tidak boleh menjadi lumpuh menghadapi kenyataan hidup.

Saudara-saudari yang terkasih, inti dari permenungan kita terletak pada 3 ayat terakhir dari Injil hari ini:

"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan, ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:18-20)

Ada tiga pesan yang harus kita renungkan dan hayati, pesan-pesan ini tak dapat terpisahkan karena saling terkait satu sama lain.

1). "Jadikanlah semua bangsa murid-Ku." Semangat atau jiwa 'kemuridan' itulah yang harus kita hayati. Marilah kita menjadi murid Yesus yang baik, yang setia mendengarkan dan melaksanakan sabda- Nya dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari.

Keteladanan merupakan cara utama dan pertama yang tak tergantikan, untuk menjadikan semua orang menjadi murid Tuhan. Kami berharap kepada mereka yang berpengaruh dalam kehidupan bersama sungguh dapat menjadi teladan sebagai murid Tuhan atau orang beriman, sehingga mereka yang melihatnya tergerak untuk mengikutinya. Semoga para pemimpin, guru, orangtua, pejabat dst. dapat menjadi teladan penghayatan hidup beriman yang handal dan tangguh.

2). "Baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus."

Dibaptis berarti dipersembahkan seutuhnya kepada Tuhan, sehingga orang yang dibaptis menjadi hidup suci. Godaan setan pada masa kini merajalela dimana-mana dalam aneka bentuk atau tawaran yang menggiurkan, berupa kenikmatan-kenikmatan duniawi seperti seks, makanan dan minuman, harta benda atau uang, jabatan dan kehormatan

3

(4)

duniawi dst.. Semuanya itu memang perlu dalam kehidupan kita, maka hendaknya menikmati atau menghayatinya sebagai wahana untuk semakin suci atau semakin berbudi pekerti luhur.

3). "Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu". Perintah Tuhan telah banyak kita dengarkan melalui orangtua, guru, sahabat, atasan atau saudara-saudari kita dalam dan melalui berbagai kesempatan. Namun dalam kenyataannya, kita mudah melupakannya, sehingga kita hidup dan bertindak seenaknya, hanya mengikuti selera pribadi, yang berdampak kekacauan di sana-sini.

Maka baiklah pesan Yesus ini kita hayati dengan mengingatkan dan mengajak siapapun juga untuk senantiasa setia dan taat pada tata tertib dan aturan yang terkait dengan hidup dan panggilan masing-masing.

Saudara-saudari yang terkasih, melaksanakan ketiga pesan Yesus tersebut tak akan terlepas dari aneka tantangan, hambatan atau masalah yang dapat membuat kita mundur atau tak sanggup lagi melaksanakan pesan tersebut. Maka baiklah kita imani dan hayati pesanNya bahwa

"Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman". Marilah penyertaan Yesus ini kita hayati dalam aneka penyertaan atau pendampingan saudara-saudari kita, mereka yang memperhatikan kita.

Dengan kata lain marilah kita saling memperhatikan dan mendampingi alias bekerjasama dalam melaksanakan pesan-pesan Yesus sebelum naik ke sorga di atas.

Sabda Tuhan pada Hari Raya Kenaikan Tuhan ini mengorientasikan kita untuk tetap bersatu dengan Tuhan. Ia memiliki rencana supaya mata kita selalu tertuju kepada-Nya dan dengan bantuanNya kita juga dapat bersatu dalam himpunan para Kudus-Nya. Ia naik ke Surga dengan tubuhNya yang mulia dan akan datang kembali untuk mengadili orang yang hidup dan mati. Mari kita bersyukur karena Ia sangat mengasihi kita.

Berkat Tuhan menyertai kita.

4

Referensi

Dokumen terkait