Berdasarkan hasil analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa peneliti menemukan (8) gaya bahasa dalam puisi Mata Luka Sengkon Karta. Konsistensi data yang ditemukan peneliti adalah (17) meliputi (1) data gaya Aliterasi, (4) data gaya Assonance, (3) data gaya Aseton, (1) data gaya Ellipsis, (2)) data gaya Simile , (1) data dengan gaya Fable, (4) data dengan gaya Personifikasi, dan (1) data dengan gaya Sarkasme. Karya sastra puisi disebut juga sebagai karya seni dengan penggunaan bahasa dan gaya yang menarik dan menjadi objek utama dalam pembuatan karya sastra, dalam hal ini disebut kajian stilistika.
Ratna menggambarkan stilistika atau gaya kebahasaan sebagai penggunaan kata-kata kiasan dan simile yang tepat untuk menyatakan maksud agar tepat dalam bentuk pilihan kebahasaan. Seseorang dapat atau mampu menggunakan gaya bahasa sesuai dengan situasi sosial sehingga mampu menciptakan suatu gaya dalam suatu karya sastra. Dari sudut pandang kebahasaan, gaya kebahasaan adalah suatu cara penggunaan bahasa yang diungkapkan dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya.
Berdasarkan uraian di atas, alasan peneliti memilih judul tersebut karena objek penelitian disini menganalisis gaya bahasa puisi.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
Manfaat Praktis
KAJIAN TEORIKAJIAN TEORI
Pengertian Puisi
Unsur-Unsur puisi
Diksi yang baik adalah pemilihan kata yang efektif dan akurat maknanya serta sesuai dengan subjek, audiens, dan peristiwa. Diksi atau pilihan kata Waluyo adalah kata-kata dalam puisi yang dipilih dan disusun oleh penyair dengan memperhatikan maknanya, susunan bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata dalam konteks, kata lain dan kedudukannya. kata-kata di sepanjang puisi itu. Majas sendiri merupakan salah satu bentuk gaya kebahasaan yang menambah suasana pada suatu kalimat agar lebih hidup.
Majas juga merupakan gaya bahasa sastra yang digunakan untuk mengungkapkan makna atau perasaan melalui penggunaan bahasa yang indah, imajinatif dan kreatif atau dalam bentuk kiasan. Bahasa atau gaya adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa khusus yang menunjukkan jiwa dan kepribadian penulisnya. Gaya berbahasa yang baik hendaknya mengandung tiga unsur, yaitu kejujuran, kesantunan, dan minat.
Ahmadi dalam keseluruhannya (Mihardja dkk. menyatakan bahwa gaya bahasa adalah kualitas visi, pandangan penulis/pembicara karena gaya bahasa mencerminkan cara seorang penulis memilih dan menempatkan kata dan kalimat dalam tubuh sebuah karangan.
Stilistika
- Pengertian Stilistika
Tema merupakan gagasan pokok yang menunjang suatu karya sastra dan terkandung dalam teks yang diungkapkan penyair dalam puisinya. Tema Nurgivantoro juga merupakan keseluruhan makna yang didukung oleh cerita, tema itu sendiri akan “tersembunyi” atau tersirat di balik cerita pendukung. Ahmadi oleh (Mihardja ddk menyatakan bahwa gaya bahasa adalah kualitas visi, pandangan penulis/pembicara, karena gaya bahasa mencerminkan cara seorang penulis memilih dan menempatkan kata dan kalimat dalam tubuh karangan. Akhmad Muzakki, 2009 : 9 ) mengatakan bahwa stilistika dapat diartikan sebagai kajian linguistik yang objeknya adalah gaya.
Stilistika deskriptif sebagai daya umum ekspresi psikis yang terkandung dalam suatu bahasa, mengkaji nilai-nilai ekspresif tertentu yang terkandung dalam suatu bahasa, yaitu secara morfologis, sintaksis, dan sistematis. Melalui analisa yang detail (motif, pilihan kata) suatu karya, dapat ditelusuri pandangan batin seorang pengarang, yaitu cara mengungkapkan sesuatu. Menurut Kridalaksana (Pradopo, 2005: 4), pengertian gaya bahasa salah satunya adalah penggunaan kekayaan bahasa oleh seseorang dalam berbicara atau menulis, lebih khusus lagi penggunaan jenis bahasa tertentu untuk memperoleh efek tertentu, dan banyak lagi. Secara umum gaya bahasa merupakan ciri umum gaya bahasa – ciri kebahasaan sekelompok penulis sastra.
Majas (Gaya Bahasa) 1. Jenis-Jenis Gaya Bahasa
- Aliterasi adalah semacam gaya bahasa yang berwujud perulangan konsonan yang sama
- Asonansi adalah semacam gaya bahasa yang berwujud perulangan bunyi vokal yang sama
- Anastrof adalah semacam gaya bahasa retoris yang diperoleh dengan pembalikan susunan kata yang biasa dalam kalimat
- Apofasis adalah gaya bahasa dimana penulis atu pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal
- Apostrof adalah semacam gaya yang berbentuk penglihatan amanat dari para hadirin kepada sesuatu yang tidak hadir
- Kiamus adalah semacam acuan atau gaya bahasa yang terdiri dari dua bagian, baik frasa atau klausa, yang sifatnya berimbang, dan
- Elipsis adalah suatu gaya yang berwujud menghilangkan suatu unsur kalimat yang dengan mudah dapat diisi atau ditafsirkan sendiri oleh
- Eufemismus adalah semacam acuan berupa ungkapan-ungkapan yang tidak menyinggung perasaan orang, atau ungkapan-ungkapan yang
- Litotes Adalah semacam gaya bahasa yang dipakai untuk menyatakan scsuatu dengan tujuan merendahkan diri. Sesuatu hal dinyatakan
- Histeron Proteron Adalah semacam gaya bahasa yang merupakan kebalikan dari sesuatu yang logis atau kebalikan dari sesuatu yang
- Perifrasis adalah gaya yang mirip dengan pleonasme, yaitu mempergunakan kata lebih banyak dari yang diperlukan
- Prolepsis atau antisipasi adalah semacam gaya bahasa di mana orang mempergunakan lebih dahulu kata-kata atau sebuah kata sebelum
- Erotests atau pertanyaan retoris adalah semacam pertanyaan yang dipergunakan dalam pidato atau tulisan dengan tujuan untuk mencapai
- Silepsis dan zeugma adalah gaya di mana orang mempergunakan dua konstruksi rapatan dengan menghubungkan sebuah kata dengan dua
- Koreksio atau epanortosis adalah suatu gaya yang berwujud, mula- mula menegaskan sesuatu, tetapi kemudian memperbaikinya
- Persamaan atau simile adalah perbandingan yang bersifat eksplisit Yang dimaksud dengan perbandingan yang bersifat eksplisit salah
- Metafora adalah semacam analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, tetapi dalam bentuk yang singkat, bunga bangsa,
- Personifikasi adalah semacam gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda-benda mati atau barang-barang yang tidak
- Eponim adalah suatu gaya di mana seseorang yang namanya begitu sering dihubungkan dengan sifat tertentu, sehingga nama itu dipakai
- Epitet (epitela) adalah semacam acuan yang menyatakan suatu sifat atau ciri yang khusus dari seseorang atau sesuatu hal. Keterangan itu
- Sinekdoke adalah semacam bahasa figuratif yang mempergunakan sebagian dari sesuatu hal untuk menyatakan keseluruhan (pars pro
- Metonimia adalah suatu gaya bahasa yang mempergunakan sebuah kata untuk menyatakan suatu hal lain, karena mempunyai pertalian
- Hipalase adalah semacam gaya bahasa di mana sebuah kata tertentu dipergunakan untuk menerangkan sebuah kata, yang seharusnya
- Inuendo adalah semacam sindiran dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya. Ia menyatakan kritik dengan sugesti yang tidak
- Paronomasi adalah kiasan dengan mempergunakan kemiripan bunyi
13) Pleonasme dan tautologi adalah acuan yang menggunakan lebih banyak kata daripada yang diperlukan untuk mengungkapkan suatu pemikiran atau gagasan. Sebaliknya, acuan disebut tautologi apabila kata redundansi tersebut sebenarnya mengandung pengulangan kata lain. Bedanya, kata-kata mubazir itu sebenarnya bisa diganti dengan satu kata saja.
Konstruksi lengkapnya adalah hilangnya topi kehilangan semangat, yang salah satunya mempunyai makna denotasi.. 19 . zeugma, kata yang digunakan untuk mensubordinasikan dua kata berikut, sebenarnya hanya cocok untuk salah satunya baik secara logika maupun gramatikal). 19) Hiperbola adalah jenis gaya bahasa yang memuat pernyataan berlebihan, dengan melebih-lebihkan sesuatu. 20) Paradoks adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta yang ada.
Perumpamaan adalah cerita pendek yang biasanya berwatak manusia dan selalu mengandung tema moral. Fabel adalah cerita tentang dunia binatang, tempat binatang bahkan makhluk mati beraksi. seolah-olah manusia. Biasanya kiasan ini merupakan rujukan tersurat maupun tersirat terhadap peristiwa, tokoh, atau tempat dalam kehidupan nyata, mitologi, atau karya sastra terkenal.
Deskripsi adalah kalimat deskriptif yang menjelaskan atau menggantikan nama seseorang atau suatu benda. Hubungan tersebut dapat berupa inventor terhadap hasil penemuan, pemilik unsur yang dimiliki, akibat terhadap sebab, sebab akibat, isi untuk menunjukkan cangkang dan sebagainya. Sarkasme adalah rujukan yang lebih keras dibandingkan ironi dan sinisme. Itu adalah rujukan yang mengandung kepahitan dan celaan yang pahit.
Misal : Setiap ada pesta pasti dia akan sedikit mabuk karena terlalu banyak minum. .. 15) Antifrasis adalah salah satu jenis ironi yang berupa penggunaan kata yang berlawanan makna, yang dapat dianggap ironi itu sendiri atau kata-kata yang digunakan untuk menangkal kejahatan.
Penelitian yang Relevan
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan prosedur analitis yang tidak menggunakan prosedur analisis statistik atau metode kuantifikasi lainnya. Penelitian kualitatif didasarkan pada upaya mengkonstruksi pandangan mereka yang dieksplorasi secara rinci, dibentuk dengan kata-kata, gambaran holistik dan kompleks. Penelitian kualitatif juga merupakan penelitian yang menggunakan setting terbuka untuk mengkaji dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu atau kelompok orang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, metode analisis dan metode penyajian hasil analisis data. Selain itu, metode penelitian dapat diartikan sebagai upaya untuk menemukan, mengungkapkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan. Dalam penelitian ini peneliti dapat menggunakan metode kualitatif dimana peneliti dapat menganalisis setiap data penelitian ke dalam berbagai kelompok yang akan dianalisis untuk memperoleh hasil penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian yaitu.
Tempat dan Waktu Penelitian
- Data Sekunder
Sumber data utama dalam penelitian ini menggunakan puisi Mata Luka Sengkonkarta karya Peri Sandi Huizche. Sumber data sekunder merupakan sumber data yang berasal dari sumber lain yang mungkin tidak berkaitan langsung dengan kejadian tersebut. Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku, jurnal, artikel dan sumber lain yang berhubungan dengan penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Analisis Data
- Reduksi Data
- Penyajian Data
- Penarikan Kesimpulan
Melalui tahap reduksi data, data-data mengenai gaya bahasa, meliputi jenis-jenis gaya bahasa dan makna gaya bahasa yang dikumpulkan dari pengumpulan data, diseleksi sesuai dengan kebutuhan penelitian yaitu mengenai gaya bahasa. Penyajian data adalah sekumpulan informasi terorganisir yang memungkinkan peneliti mengembangkan deskripsi informasi terstruktur untuk menarik kesimpulan dan bertindak. Verifikasi atau penarikan kesimpulan adalah penarikan kesimpulan dari data yang muncul dengan melibatkan pemahaman peneliti.
Kegiatan penutup ini dilakukan dengan memaparkan hasil analisis ditinjau dari gaya bahasa yang terkandung dalam puisi Peri Sandi Huizche.
Hasil Penelitian
Pembahasan Hasil Penelitian
- Aliterasi
- Asonansi
- Asindeton
- Elipsis
- Simile
- Fabel
- Personifikasi
- Sarkasme
Kutipan penggalan kalimat pada bait ke-20 di atas merupakan salah satu bentuk gaya bahasa aliteratif karena berbentuk pengulangan bunyi konsonan yang sama. Keraf menyatakan bahwa asonansi adalah salah satu jenis gaya bahasa yang berupa pengulangan bunyi vokal yang sama. Kutipan penggalan kalimat pada bait ketiga, baris pertama dan kedua di atas merupakan jenis gaya bahasa asonansi karena setiap kata dalam kalimat menunjukkan unsur penyusun rangkaian vokal yang indah. Ada pula asonansi atau pengulangan bunyi vokal /a/ yang lebih dominan.
Kutipan penggalan kalimat pada bait keempat, baris kedua dan keempat di atas merupakan jenis gaya bahasa asonansi karena setiap kata dalam kalimat menunjukkan unsur penyusun rangkaian vokal yang indah. Kutipan penggalan kalimat pada bait kelima, baris pertama hingga ketiga di atas, merupakan gaya bahasa jenis asonansi karena setiap kata dalam kalimat menunjukkan unsur penyusun rangkaian vokal yang indah. atau pengulangan bunyi vokal /u/ pada ekstrak kalimat di atas yang bunyi vokalnya lebih dominan. Kutipan penggalan kalimat pada bait ketiga, baris pertama dan kedua di atas, merupakan gaya bahasa jenis asonansi karena setiap kata dalam kalimat menunjukkan unsur penyusun rangkaian vokal yang indah.
Kutipan penggalan kalimat pada bait kesembilan belas baris kesepuluh di atas merupakan salah satu gaya bahasa elips yang terlihat jelas pada kata-katanya. Penggalan kalimat kutipan di atas juga mempunyai gaya bahasa serupa, hal ini dibuktikan dengan adanya kata 'as' pada kalimat 'penduduk desa kejam seperti serigala'. Pada kalimat ini dikatakan gaya bahasanya karena penulis menyamakan ‘penduduk desa’ dengan binatang ‘serigala’.
Keraf menyatakan bahwa personifikasi adalah salah satu jenis gaya bahasa kiasan yang menggambarkan benda mati atau benda mati seolah-olah mempunyai sifat manusiawi. Kalimat kutipan pada poin pertama bait pertama baris kedua di atas merupakan gaya bahasa personifikasi yang tercermin dalam kalimat tersebut. Sedangkan kutipan pada poin kedua bait pertama baris ketiga di atas merupakan gaya bahasa personifikasi; Hal ini terlihat pada kutipan 'harpa', sebuah alat musik tradisional.
Kutipan bait lima belas baris ke empat di atas merupakan gaya personifikasi kebahasaan yang mana kata 'bintang' yang merupakan benda mati tampak berperan sebagai manusia, kata tersebut diartikan mengucapkan dan memuji nama Tuhan. Kutipan puisi pada bait dua puluh satu baris sembilan di atas merupakan gaya bahasa personifikasi yang merepresentasikan benda mati seolah-olah ada.
Kesimpulan
Total data yang ditemukan ada 17, diantaranya 1 data gaya bahasa Aliterasi, 4 data gaya bahasa Assonance, 3 data gaya bahasa Asyndeton, 1 data gaya bahasa Ellipsis, 2 data gaya bahasa Simile, 1 data gaya bahasa Fable, 4 data dengan gaya bahasa Personifikasi dan 1 data dengan gaya bahasa Sarkasme.
Saran
BIOGRAFI
PERI SANDI HUIZCHE