PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Efektivitas LKS berisi materi etnosains hidrolisis garam dalam meningkatkan literasi sains siswa SMA. Hal ini bisa kita ajarkan pada mata pelajaran IPA yang mengandung literasi sains terkait zat adiktif dan zat adiktif. Pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis etnosains pada materi pencemaran lingkungan untuk melatih literasi sains siswa kelas VII SMP.
Oleh karena itu peneliti mengembangkan modul berbasis etnosains pada materi zat adiktif dan zat adiktif untuk meningkatkan literasi sains siswa. Dengan adanya inovasi bahan ajar baru seperti modul berbasis etnosains, pembelajaran IPA dapat meningkatkan minat belajar siswa dengan tujuan meningkatkan literasi sains siswa mengenai zat adiktif dan zat adiktif. Untuk mengatasi permasalahan diatas, penulis bermaksud melakukan penelitian tentang pengembangan modul pembelajaran berbasis etnosains dengan judul Pengembangan modul pembelajaran sains berbasis etnosains pada materi zat aditif dan zat adiktif untuk melatih literasi sains siswa SMP.
Identifikasi Masalah
Batasan masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui kepraktisan modul pembelajaran sains berbasis etnosains pada bahan aditif dan zat adiktif untuk pembelajaran literasi sains pada siswa VIII.
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Kajian Teori
- Pengembangan
- Modul
- Modul IPA Berbasis Etnosains
- Pendekatan Etnosains
- Materi zat adiktif dan aditif
Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Model Pengembangan dan Prosedur Pengembangan
- Jenis Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Sehubungan dengan penelitian pengembangan tersebut, peneliti melakukan analisis kebutuhan terhadap modul pembelajaran sains berbasis etnosains materi zat aditif dan zat adiktif untuk melatih keterampilan sains siswa SMP. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan modul pembelajaran sains berbasis etnosains dengan materi zat aditif dan zat adiktif untuk melatih keterampilan sains siswa SMP. Penulisan modul pembelajaran IPA berbasis etnosains mengenai zat aditif dan zat adiktif dibagi dalam beberapa tahap.
Tahap penyelesaian merupakan tahap pembuatan bahan ajar modul ajar IPA berbasis materi etnosains, zat aditif dan substansi masalah. Asesmen kebahasaan ini dilakukan oleh ahli bahasa untuk menilai kesesuaian modul ilmiah berbasis etnosains pada materi zat aditif dan zat adiktif. Validasi kebahasaan ini dilakukan untuk memperoleh evaluasi ahli bahasa untuk mengevaluasi model keilmuan berbasis ilmu etnis untuk materi zat aditif dan zat adiktif.
Penilaian ahli media ini dilakukan untuk menilai modul sains berbasis etnosains pada Materi Aditif dan Zat Adiktif. Penilaian ini dilakukan untuk menilai apakah modul IPA berbasis etnosains pada materi zat aditif dan zat adiktif untuk kelas VIII sudah sesuai atau belum. Validasi ini digunakan untuk menilai modul sains berbasis etnosains tentang Bahan Aditif dan Zat Adiktif yang dilakukan oleh ahli media.
Nilai validasi guru menunjukkan bahwa modul etnosaintifik pada materi zat aditif dan zat adiktif layak digunakan dalam proses pembelajaran. Kemudian modul ethno-science science diujicobakan dengan materi materi aditif dan adiktif untuk melihat respon siswa terhadap modul ethno-science science. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul IPA berbasis etnologi pada mata pelajaran IPA Kelas VIII Bahan Aditif dan Zat Adiktif.
Setelah diperoleh hasil pengembangan modul sains berbasis etnosains tentang zat aditif dan zat adiktif, diperoleh beberapa usulan, antara lain:
DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
Deskripsi Hasil
- Analisis Data dan Tahapan Pengembangan Produk
- Hasil Uji Kelayakan Modul
- Hasil Uji Kepraktisan Modul
Analisis kebutuhan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan belajar siswa dan karakteristik modul pembelajaran IPA berbasis etnosains, suplemen, dan materi adiktif yang diperlukan sebagai sumber bagi siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran alternatif. Analisis kebutuhan siswa terhadap modul pembelajaran berbasis sains ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Setelah melakukan proses analisis kebutuhan dan mengetahui permasalahan yang ada di lapangan, selanjutnya peneliti melakukan tahap awal pengembangan produk modul pembelajaran IPA berbasis etnosains dengan zat aditif dan zat adiktif yang dapat menjawab permasalahan yang ada di bidang tersebut.
Perancangan suatu produk merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk mengembangkan suatu produk awal dari modul berbasis ilmu etnik tentang zat adiktif dan zat adiktif untuk siswa SMP kelas VIII. Maka hasil kesimpulan tersebut adalah modul pembelajaran IPA berbasis etnosains pada materi zat aditif dan zat adiktif siap melakukan validasi untuk menguji kualitas kesesuaian modul pembelajaran IPA berbasis etnosains pada materi zat aditif dan zat adiktif. Modul berbasis ilmu etnik tentang zat adiktif dan zat adiktif untuk kelas VIII sekolah menengah telah disiapkan dan disetujui oleh pengawas I yaitu Bpk. Abdul Azis, M.
Penilaian oleh pakar tentang modul IPA berasaskan etnosains bagi bahan aditif dan ketagihan ini kemudiannya diagregatkan untuk menghasilkan data. Dan markah akhir ialah markah 5 digunakan apabila modul IPA berasaskan etnosains ini amat sesuai (SK) digunakan untuk pembangunan pelajar. Komponen yang dinilai oleh pakar media mengenai modul IPA berasaskan etnosains mengenai bahan ketagihan dan ketagihan ialah skor 1 digunakan jika modul berasaskan etnosains sangat lemah (SKB), skor 2 diberi jika berasaskan etnosains. modul ialah. Modul IPA adalah lemah (KB) untuk digunakan, skor 3 digunakan apabila modul IPA berasaskan etnosains mencukupi (C) untuk digunakan dalam aktiviti pembelajaran, maka skor 4 diberikan apabila IPA berasaskan etnosains - modul adalah baik (B) untuk digunakan dalam aktiviti pembelajaran, kemudian yang terakhir skor 5 diberikan apabila modul IPA berasaskan sains adalah sangat baik atau sangat layak (SB) untuk digunakan dalam aktiviti pembelajaran harian.
Penilaian ini melibatkan dosen ahli media untuk mengetahui apakah modul sains berbasis etnosains pada materi zat adiktif dan zat adiktif digunakan sebagai bahan ajar siswa kelas VIII SMP. Berdasarkan uraian di atas, modul IPA berbasis materi etnosains, zat aditif dan zat adiktif dapat dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran kelas VIII SMP. Berikut hasil persentase dari 3 ahli yaitu ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media, dapat dilihat pada grafik di bawah ini. Berdasarkan hasil tabel di atas terlihat bahwa modul IPA berbasis etnosains tentang zat adiktif dan zat adiktif ini memperoleh total skor sebesar 76, dengan skor maksimal sebesar 95, sehingga tercapai persentase hasil sebesar 80.
Kemudian kami berjumlah 15 siswa SMPN 06 VIII. melakukan analisis terhadap hasil respon siswa terhadap modul etnosaintifik IPA tentang zat aditif dan zat adiktif.
Pembahasan
Dari diagram grafik pada pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan bahwa modul sains berbasis etnosains pada materi zat aditif dan adiktif untuk melatih literasi sains siswa mempunyai kriteria layak digunakan karena telah divalidasi dengan 3 orang ahli. Pengembangan Modul Fisika Berbasis Kajian Terbimbing Materi Global Warming untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI SMA/MA. Pengembangan Modul Sains Berbasis Etnosains pada Bahan Aditif Bahan Makanan untuk Kelas VIII SMP NEGERI 1 Pegandon Kemdak.
Setelah diperoleh data-data dan memperoleh hasil pembahasan pengembangan modul IPA berbasis etnologi pada materi zat aditif dan adiktif yang telah diuraikan dan diuraikan sebagaimana dibahas pada bab diatas, maka dapat disimpulkan bahwa. Pengembangan modul sains berbasis etnologi tentang zat aditif dan zat adiktif diteliti dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga zat adiktif tersebut diteliti dan dikembangkan sedemikian rupa dengan menggunakan metode dari Borg &. Bagi mahasiswa diharapkan penelitian ini dapat menjadi landasan dan juga sumber belajar mahasiswa berupa modul pembelajaran saintifik berbasis etnosains, materi zat aditif dan zat adiktif untuk melatih literasi sains mahasiswa.
Bagi peneliti guru, pengembangan modul IPA berbasis etnosains, materi tentang zat aditif dan zat adiktif ini dapat menjadi acuan dalam proses pembelajaran dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memperlancar proses belajar mengajar. Peneliti dapat membawa modul keilmuan berbasis etnosains ini ke jenjang berikutnya, yaitu tahap pengujian produk skala besar. Kemudian bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan lebih lanjut modul IPA berbasis etnosains ini menjadi bahan ajar IPA yang belum ditulis atau dimasukkan dalam modul IPA berbasis IPA terkait zat aditif dan zat adiktif.
Kelayakan lembar kegiatan siswa (ASS) berbasis etnosains tema herbal untuk melatih literasi sains siswa. Pengembangan modul Fisika berbasis investigasi terbimbing pada materi pemanasan global untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas XI SMA/MA. “Pengembangan modul sains berbasis etnosains tentang bahan tambahan makanan untuk kelas VIII SMP Negeri 1 Pegandon Kendal” Jurnal Pendidikan Sains Unnes.
Efektivitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (LPP) Berbasis Etnosains untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada materi penyalahgunaan narkoba.
PENUTUP
Kesimpulan
Oleh karena itu, telah diteliti dan dikembangkan pengembangan modul ilmiah berbasis etnosains pada materi zat aditif dan zat adiksi. Ada 8 langkah yang diuji, antara lain: a. Modul ini diuji kelayakannya oleh 3 orang ahli yang meliputi ahli bahasa, ahli media, dan ahli konten, serta 1 orang guru IPA SMPN 06 Kota Media, serta 1 orang guru IPA SMPN 06 Kota Media, serta 1 orang guru IPA SMPN 06 Kota Bengkulu. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan tes praktek menganalisis respon guru terhadap modul IPA berbasis etnosains ini, memperoleh skor 80%, dan dilanjutkan dengan tahap uji coba respon siswa terhadap modul IPA berbasis etnosains.
Saran
Diperoleh 21 Juni 2021 dari Indonesianchefassociation.com: https://indonesianchefassociation.com/art icle/content/teknik-peng awetan-makanan. Diperoleh dari pakdok.com pada 21 Juni 2021: https://pakd ok .com/blog/kopi-bisa-jadi-obat-sakit-head Atmojo, S.E. Profil Keterampilan Sains dan Penilaian Siswa. tentang pekerjaan pengrajin sementara dalam pengajaran sains berbasis etnosains. Peningkatan Hasil Belajar IPA Materi Aditif dan Zat Adiktif melalui Model Pembelajaran Problrm Based Intruction (PBI) Siswa Kelas VIII Semester 1 SMP Negeri 2 Salatiga Tahun Pelajaran 2018/2019.
Pengembangan modul pembelajaran matematika menggunakan strategi PQ4R untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa sekolah menengah. Towort alasan baru untuk pendidikan sains di masyarakat non-barat, Jurnal pendidikan sains Eropa. Mengembangkan modul fisika untuk mengintegrasikan kearifan lokal. Pembuatan minyak lala untuk melatih karakter Sanggam.
Pengembangan LKS IPA berbasis permainan edukatif tema pencemaran dan kesehatan lingkungan melalui Lesson Study. Pengembangan bahan ajar pokok permasalahan sosial pada mata pelajaran IPS kelas IV SD Negri 82 Dompu. Metode penelitian kualitatif kuantitatif dan R&D. 2003) Pengembangan dan penggunaan bahan ajar modul dalam proses pembelajaran.
2015) Pengembangan modul berbasis pembelajaran saintifik untuk meningkatkan penerapan dan keterampilan belajar siswa dalam proses pembelajaran akuntansi. Pengembangan SSP material dan energi berbasis keunggulan lokal untuk meningkatkan literasi sains dan kesadaran lingkungan. Pengembangan modul pembelajaran difokuskan pada pembelajaran berbasis masalah (PBL) untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa pada perangkat cahaya dan optik.