Bagi Hasil Pada Sistem Gaduh Kambing Dalam Perspektif Akad Musyarakah - Etheses IAIN Kediri
Teks penuh
(2) 64. kambing jantan cara bagi hasilnya dengan dijual terlebih dahulu setelah itu keuntungan dari penjualan dibagi dua. Secara hukum Islam musyarakah itu diperbolehkan sebagai dasar hukum Al- Qur'an dan sunnah tidak ada larangan untuk melakukan musyarakah dan bagi hasil. Asal musyarakah dilakukan sesuai dengan rukun dan syarat-syarat musyarakah. Musyarakah boleh dilakukan dalam hal bagi hasil ternak kambing tapi tidak dengan merugikan masing-masing pihak. B. Saran 1. Pada saat akad sebaiknya ada ketentuan maupun akad yang jelas mengenai kerjasama nggaduh ini, baik dari segi modal hingga pada bagi hasil. Akan lebih baik jika akad tersebut tidak hanya secara lisan tetapi juga dicatatkan hal ini untuk mengetahui lebih jelas tentang modal awal dikarenakan harga kambing juga dapat berubah-ubah. Hal ini bertujuan agar tidak ada gharar dalam akad yang dilaksanakan oleh pemilik kambing dengan penggaduh dan tidak mengakibatkan akad tersebut menjadi cacat. 2. Dalam mekanisme bagi hasil, sebaiknya pemilik kambing dengan penggaduh melakukan kesepakatan dengan pembagian bagi hasil berdasarkan pada prosentase, bukan berdasarkan pada keputusan pemilik kambing saja sebagai ṣahibul mal. Hal ini bertujuan untuk menghindari hal-hal yang merugikan dan hanya menguntungkan salah satu pihak saja..
(3)
Dokumen terkait
atas sistem bagi hasil yang diterapkan oleh pemilik lahan atau kebun. yang saya garap, yakni sepertiga untuk pemilik dan dua
Setelah penulis menguraikan bebrapa hal memngenai bagaimana Mekanisme Bagi Hasil pada Produk PRUlink Syariah Investor Account Dalam Perspektif Akad Mudharabah
Pembagian hasil kerjasama melautnya ini kurang menguntungkan bagi para jurag (nelayan), karena dalam kerjasama melautnya juragan (pemilik perahu) mendapatkan bagian
Dibutuhkan tenaga lebih dalam memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga terwujudlah sistem bagi hasil atau dalam bahasa daerah disebut PAROAN.Bentuk kerja sama antara pemilik kebun
Bagi hasil yang di lakukan di Desa Moncongkomba Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar adalah bagi hasil hewan ternak yaitu dalam pembagiannya jika
Sistem pembagian sisa hasil usaha (SHU) pada Koperasi Bulog Banda Aceh berdasarkan sistem bagi hasilnya telah sesuai dengan hukum Islam, karena setiap anggota koperasi
Berdasarkan data keuangan yang diperoleh dari Restoran “Sederhana” Surabaya, yakni bagi hasil antara pemilik dana dan pengelola dana pada tabel 3.1 dapat diketahui bahwa
Kerugian yang ditanggung oleh masing-masing pihak harus sama dengan proporsi investasi mereka.20 Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bagi hasil merupakan pembagian hasil