Narasumber I
Nama : Yolanda Friska Oktaviani Sijabat
Jabatan : Staf Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Hasil Penelitian :
Dalam penelitian yang dilaksanakan pada Jumat, 20 Oktober 2023 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam, didapatnya data secara akurat mengenai profil serta sistem organ dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam sendiri menurut narasumber yang telah kami wawancarai yaitu Ibu Yolanda Friska Oktaviani Sijabat selaku Staf Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan. Beliau memaparkan dan menerangkan bahwa di dalam Lembaga Pemasyarakatan ini terdapat 1.600 Narapida dengan penjabaran, 1.557 narapidana berjenis kelamin laki – laki , 37 narapidana Wanita, dan 6 narapidana anak. Setiap narapidana memiliki tempat dan pembinaannya masing – masing sesuai dengan regulasi Lembaga Pemasyarakatan itu sendiri. Dalam hasil wawancara kepada narasumber yang telah disebutkan sebelumnya kami juga mendapatkan data bahwa terdapat 181 narapidana lagi yang ditempatkan diluar lapas. Dengan penjabarannya sebagai berikut :
a. 103 orang, keterangan 98 orang laki-laki, 5 orang perempuan (dititp di b. Polres Lubuk Pakam),
c. 13 orang ket. 12 orang laki-laki, 1 orang perempuan (dititip di Polsek d. Tanjung Morawa),
e. 11 orang ket. 9 orang laki-laki, 2 orang perempuan (dititip di Polsek f. Patumbak)
g. d. 14 orang laki-laki (dititip di Polsek Beringin) h. e. 6 orang laki-laki (dititip di Polsek Batang Kuis) i. f. 5 orang laki-laki (dititip di Polsek Galang) j. g. 3 orang laki-laki (dititip di Polsek Talun Kenas) k. h. 2 orang laki-laki (dititip di Polsek Paga Merbau) l. 3 orang laki-laki (dititip di BNNK)
Penelitian yang kami lakukan telah mengindikasi bahwa sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 03 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata cara pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti menjelang Bebas, Cuti Bersyarat, sangat membantu Lembaga Pemasyarakatan untuk mengatasi Over kapasitas.
Narasumber II
Nama : Iswan Roffles S,H.
Jabatan : Seksi Bimbingan Narapidana atau Anak Didik Hasil Penelitian :
Dalam wawancara yang telah dilaksanakan sebelumnya kepada narasumber tersebut diatas, beliau menjelaskan bahwa tindak pidana atau kejahatan yang dominan terjadi dibawah naungan dari Lembaga Pemasyarakatan ini adalah Narkotika dan Begal dengan rentan umur 30 tahun ke atas serta berjenis kelamin pria. Untuk 30% diantaranya adalah seorang Wanita , 60% pria serta 10% anak dibawah umur. Dalam kasus tindak pidana narkotika sendiri disini bukan hanya sebagai pemakai , namun juga sebagai kurir dan pengedar yang dalam tanda kutip masih di batas ringan ruang lingkupnya. Mengenai narkotika sendiri, factor penyebab para narapidana melakukan tindakan tersebut dikarenakan factor lingkungan pergaulan mereka yang pada mulanya diperkenalkan oleh orang lain untuk mencoba dan mereka ikut mencobanya, serta factor lingkungan keluarga yang cukup lalai dalam mengawasi anak mereka sehingga dapat terjerumus kedalam narkotika itu sendiri. Para narapidana yang menjadi kurir, mereka lakukan karena factor ekonomi yang tidak mendukung sehingga dengan adanya iming- iming jumlah pundi rupiah yang cukup banyak guna membangun dan mengembangkan perekonomian mereka, mereka bersedia menjadi kurir narkoba dan juga bahkan untuk kelas tertingginya adalah sebagai pengedar. Begitu juga untuk tindak pidana begal, para narapidana yang melakukan begal tersebut kebanyakan mengikuti pergaulan yang negative serta kurangnya pengawasan dari orang tua dan keluarga.
Factor ekonomi dan rendahnya Pendidikan juga menjadi dasar mereka melakukan kejahatan tersebut. Kurangnya lapangan pekerjaan mengharuskan mereka melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum guna memiliki uang untuk melanjutkan hidup. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam juga melakukan Langkah – Langkah preventif dan reprensif dalam penyelesainnya. Untuk tindakan preventif sendiri, dari Aparat Lembaga Pemasyarakatan sendiri tidak banyak berkontribusi dikarenakan menurut narasumber yang kami wawancarai hal tersebut merupakan kewenangan dari kepolisian untuk mengayomi serta menjaga keamanan dan kesejahteraan Masyarakat. Dalam hal Langkah preventif sendiri, Aparat Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Lubuk Pakam sendiri mengharapkan Langkah antisipasi dari pihak kepolisian guna mencegah adanya tindakan criminal serupa terjadi di Kawasan lingkungan ini. Untuk Langkah reprensif sendiri, Aparat Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam melakukan serangkaian pembinaan di dalam Lapas baik secara keagamaan, lifeskill maupun memupuk kemahiran lain yang membangun integrasi sehingga jika bebas nanti para napi dapat memiliki potensi – potensi baik dalam diri mereka. Menurut narasumber, di dalam Lapas adanya suatu Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian. Mengenai pembinaan kepribadian maka yang dilakukan adalah memberikan pondasi agama yang kuat baik secara Rohani (beragama nonis) maupun Islami (beragama muslim). Untuk pembinaan kemandirian ini yang dilakukan adalah memberikan skill kepada para napi seperti pelatihan menjahit, pelatihan kerja serta adanya penyuluhan yesaya 69 yaitu sebagai contoh memberikan suatu pengertian kepada narapidana
bahwa kasus persetubuhan dan pencabulan adalah dua tindak pidana yang berbeda. Biasanya untuk penyuluhan yesaya 69 ini dilaksanakan untuk Narapidana Anak.
Narasumber III
Nama : David
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Selaku : Narapidana
Kasus : Narkotika dan Begal
Hasil Penelitian :
Kegiatan penelitian yang kami laksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam telah mempertemukan kami untuk mewawancarai salah satu narapidana yang Bernama David yang terkena kasus tindak pidana narkotika dan pembegalan. Menurut hasil wawancara kami, beliau saat ini berumur 20 tahun. Menurut hasil wawancara, beliau telah di Lapas Lubuk Pakam selama 6 Bulan dan divonis 2 Tahun, 8 Bulan. Beliau menjelaskan kepada kami bahwa beliau terkena kasus narkotika disertai dengan pembegalan. Alasan beliau melakukan tindakan tersebut adalah karena untuk kasus narkotika sendiri beliau adalah pemakai yang masih terbilang ringan dikarenakan fktor lingkungan pertemanan serta pergaulan. Beliau diperkenalkan salah satu temannya untuk mencoba narkoba dan seiring berjalannya waktu beliau kecanduan dan tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli narkoba sehingga beliau melakukan begal tetapi tidak disertai dengan kekerasan. Beliau merasa di Lapas sendiri beliau dilatih, dididik dan diperdayakan untuk melakukan serangkain hal – hal yang positif guna Melatih diri sehingga pada saat bebas nanti memiliki integritas dan diri yang baik.
DOKUMENTASI
1. Wawancara kepada Bapak Iswan Roffles S.H. selaku Seksi Bimbingan Narapidana atau Anak Didik
2. Wawancara kepada Ibu Yolanda Friska Oktaviani Sijabat selaku Staf Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan
3. Wawancara kepada Narapidana Kasus Narkotika dan Begal David
4. Suasana di Dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam
5. Suasana tempat kunjungan Narapidana