• Tidak ada hasil yang ditemukan

hidayah boarding school depok - Repository UMJ

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "hidayah boarding school depok - Repository UMJ"

Copied!
250
0
0

Teks penuh

III Faktor Pendukung dan Penghambat Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok. IV Solusi Hambatan Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Fokus Penelitian dan Subfokus Penelitian
  • Kegunaan Penelitian
    • Kegunaan Praktis
  • Sistematika Penulisan

1 Fokus Penelitian: Penerapan manajemen berbasis sekolah di MTs Al Hidayah Residence Depok, Jawa Barat. 3 Apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan manajemen berbasis sekolah di Pondok Pesantren Al Hidayah MT Depok.

TINJAUAN PUSTAKA

Sebagai sumbangsihnya terhadap dunia pendidikan khususnya di MT Pondok Pesantren Al Hidayah Depok. Kegunaan praktis dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kinerja pimpinan Madrasah, pendidik dan tenaga kependidikan serta warga madrasah lainnya untuk mencapai peningkatan mutu pembelajaran dan program pendidikan yang dilaksanakan di MTs Al Hidayah Boarding School Depok.

METODOLOGI PENELITIAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  • Pengertian Manajemen
  • Fungsi Fungsi Manajemen
  • Pengertian Manajemen Berbasis Sekolah
  • Sejarah Perkembangan Manajemen Berbasis Sekolah di Dunia dan di Indonesia
  • Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah
  • Ruang Lingkup Manajemen Berbasis Sekolah

Berdasarkan makna leksikal tersebut, manajemen berbasis sekolah adalah penggunaan sumber daya yang berbasis pada sekolah itu sendiri dalam proses dan pembelajaran37. Konstruk Peneliti : Manajemen berbasis sekolah merupakan suatu konsep sistem pendidikan yang terdesentralisasi yang memberikan kesempatan kepada sekolah untuk memaksimalkan pemberdayaan seluruh potensi sumber daya yang dimilikinya. Manajemen berbasis sekolah merupakan salah satu bentuk reformasi pendidikan yang memungkinkan sekolah memberikan pendidikan yang lebih baik dan memadai kepada siswanya.

Sementara itu, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Indonesia baru benar-benar melejit pada tahun 2015, dengan diluncurkannya dana bantuan bernama Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM).

  • Pengertian Kepemimpinan Kepala Madrasah
  • Fungsi Kepemimpinan Kepala Madrasah
  • Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah

Miftah Thoha menyatakan bahwa kepemimpinan “adalah suatu kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mau diarahkan untuk mencapai tujuan lembaga”.79. Kepemimpinan adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang dengan segenap kemampuannya untuk mempengaruhi, mendorong, mengarahkan dan menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya agar mereka bersedia bekerja dengan semangat dan percaya diri untuk mencapai tujuan organisasi80. Kepemimpinan merupakan suatu proses interaksi antara kedua belah pihak yaitu pemimpin dengan pihak yang dipimpin dalam hubungan antarmanusia81.

Dari uraian pengertian kepemimpinan di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan pendidikan adalah proses menggerakkan, mempengaruhi, memotivasi dan mengarahkan orang-orang dalam lembaga pendidikan tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya. Dalam menjalankan fungsi tersebut, pemimpin berusaha mengaktifkan orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam partisipasi pengambilan keputusan maupun pelaksanaannya. Fungsi ini dilakukan dengan cara melimpahkan wewenang untuk mengambil keputusan/memutuskan, baik dengan persetujuan atau tanpa persetujuan pemimpin. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti bahwa orang-orang yang menerima delegasi harus dipercaya untuk menjadi pembantu pemimpin yang mempunyai prinsip yang sama. , persepsi dan aspirasi.

Gaya kepemimpinan merupakan hasil interaksi antara pemimpin dengan orang-orang yang dipimpinnya dalam berbagai keadaan yang mempengaruhinya. Gaya kepemimpinan merupakan pola tingkah laku khas seorang pemimpin ketika mempengaruhi bawahannya, apa yang dipilih pemimpin untuk dilakukan, bagaimana pemimpin bertindak dengan mempengaruhi anggota kelompok membentuk gaya kepemimpinannya. Dalam gaya manajemen ini, setiap kemauan, keinginan, kemampuan, pemikiran, ide, pendapat, ide cerdas, minat dan perhatian dan sebagainya.

Faktor Faktor Pendukung dan Penghambat Pada Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah

  • Faktor Pendukung Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Apabila perkembangan masyarakat bergerak menuju masa
  • Faktor Penghambat Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Pengelolaan lembaga pendidikan yang profesional adalah suatu

Faktornya adalah guru mempunyai pola mengajar tersendiri yang tercermin dari perilakunya terhadap proses belajar mengajar. Jika tidak, maka lembaga pendidikan Islam yang berada di sepanjang jalan tersebut tidak akan mampu berperan aktif dan inovatif dalam pembangunan masyarakat. Sebab keterlibatan seluruh pemangku kepentingan merupakan salah satu modal dasar untuk mendukung terwujudnya penerapan manajemen berbasis sekolah di sekolah92.

Keterlambatan yang terjadi dalam pendidikan Islam selama ini hendaknya menjadi cambuk untuk bersikap lebih optimis dan dijadikan motivasi untuk lebih mengembangkan pendidikan Islam. Saking beratnya tugas lembaga pendidikan, pengelolaannya pun tidak lepas dari berbagai kendala yang harus dihadapi. Siswa merupakan salah satu faktor dan komponen proses belajar mengajar yang dapat mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar, seperti yang diungkapkan oleh Tim Guru IKIP Malang: “Jika kita memperhatikan siswa, kita akan segera mengetahui bahwa mereka mempunyai kecerdasan yang berbeda-beda, walaupun umur penanggalannya sama, namun kemampuan mentalnya tidak sama.” Perbedaan yang ada dapat menjadi hambatan bagi...perkembangan aspek diri peserta didik, yang pada akhirnya menjadi hambatan bagi perkembangan pendidikan 93 b) Pendidik. Banyak lembaga pendidikan yang tidak berkembang dengan lancar karena kurangnya pembiayaan dan infrastruktur.

Partisipasi masyarakat sangat berpengaruh dalam pengelolaan lembaga pendidikan, seperti pendapat Tim Dosen IKIP Malang jika bantuan dan kesadaran masyarakat atau orang tua mahasiswa semakin tinggi maka akan menunjang kelangsungan pendidikan swasta. Menurut Dr Nurhayati Djamas, pesantren adalah lembaga pendidikan yang dikelola langsung oleh wali lembaga pendidikan tersebut dengan model pendidikan agama terpadu yang dipadukan dengan kurikulum pengetahuan umum96. Istilah pesantren sendiri bukanlah suatu lembaga pendidikan yang baru di Indonesia, sebab pendidikan pesantren sudah lama dilaksanakan yaitu pendidikan pesantren. Menurut Masy'ud, ada komponen lain yang ada di pesantren ini, antara lain penghuni asrama, wali, santri. dan masjid97.

Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian ini juga didasarkan pada teori dan tinjauan pustaka berdasarkan konsep penerapan manajemen yang lebih luas, namun penelitian ini tidak membahas tentang penerapan manajemen sekolah, melainkan membahas tentang penerapan manajemen mutu pendidikan pada lembaga pendidikan SMKN 2 Surakarta. . Penelitian relevan berikutnya yang dijadikan referensi adalah penelitian Muhammad Amin, mahasiswa S1 Fakultas Keguruan Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2014, dengan judul penelitian “Implementasi Pilar Manajemen Sekolah di Muhammadiyah SMA Negeri 3 Sleman Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dan dokumentasi terkait implementasi pilar manajemen sekolah di SMP Muhammadiyah 3 Sleman Yogyakarta.

Metode penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang menggambarkan subjek dan objek penelitian berdasarkan pengamatan di lapangan, peneliti mencatat informasi dan data yang diperlukan, untuk mendukung metode penelitian ini, peneliti juga menggunakan metode penelitian dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan. dari pilar Manajemen Berbasis Sekolah di SMP Muhammadiyah 3 Sleman, berdasarkan subjek dan objek penelitian. Konsep dan tinjauan pustaka yang peneliti peroleh juga berdasarkan referensi dari penelitian ini, karena penelitian ini memiliki kesamaan dengan penerapan manajemen berbasis sekolah, meskipun bertempat di lembaga pendidikan sekolah menengah atas, namun penjelasan dan penyajian konsepnya dan komponen manajemen sekolah masih terdiri dari tujuh komponen. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan pilar Manajemen Berbasis Sekolah secara simultan dan bertahap memberikan pengaruh terhadap peningkatan proses belajar mengajar di SMP Muhammadiyah 3 Sleman.

Penerapan manajemen berbasis sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan transparansi pengelolaan keuangan di Madresah Ibtidaiyah 01 Banten‟. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif terkait penerapan manajemen berbasis sekolah di Madresah Ibtidaiyah 01 Banten sebagai upayanya. Hasil akhir penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan manajemen berbasis sekolah telah dilaksanakan di Madresah Tsanawiyah 01 Banten, meskipun mempunyai permasalahan yang harus diselesaikan oleh seluruh warga Medresah Ibtidaiyah 01 Banten guna mencapai peningkatan mutu pembelajaran dan meningkatkan mutu pembelajaran. mencapai transparansi dalam pengelolaan keuangan.

Tujuan Penelitian

Latar Penelitian

Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian manajemen sekolah ini, dengan subjek penelitian seluruh warga madrasah MTs Al Hidayah. Penelitian kualitatif ini menggunakan studi lapangan.

Metode dan Prosedur Penelitian

Metode penelitian selanjutnya yang digunakan peneliti adalah metode penelitian deskriptif, yaitu metode meneliti kelompok manusia, subjek dengan uraian data yang jelas dan sistematis mengenai fakta dan fenomena yang diselidikinya, atau fenomenologi, khususnya pada aspek pelaksanaan manajemen sekolah. di MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok Sedangkan penjelasan prosedur penelitian meliputi gelar. Tahap deskriptif: pada tahap ini peneliti menggambarkan apa yang diamatinya langsung di lapangan mengenai objek penelitian, peneliti mencatat informasi dan data yang diperolehnya. Tahap reduksi : pada tahap ini peneliti mereduksi seluruh data yang diperoleh pada tahap deskripsi untuk fokus pada suatu masalah tertentu. Tahap seleksi : peneliti menguraikan fokus yang telah ditentukan secara lebih rinci, kemudian melakukan analisis fokus secara mendalam. . masalah, hasilnya adalah topik yang dibangun berdasarkan data yang diperoleh100.

Data dan Sumber Data

  • Teknk Penelitian Observasi
  • Teknik Penelitian Dokumentasi

Menurut Said, teknis analisis data adalah proses pengorganisasian dan pemilahan data ke dalam satuan-satuan deskriptif dasar.105 Dalam penjelasan lain, teknik analisis data sebagaimana dijelaskan oleh Miles dan Huberman dibagi menjadi tiga komponen utama, yaitu reduksi data, analisis data, dan analisis data. Penyajian dan Penarikan Kesimpulan 106. Analisis data adalah suatu cara mengolah data menjadi informasi sehingga sifat-sifat data tersebut dapat dipahami dan bermanfaat dalam memecahkan masalah. Sedangkan prosedur dalam teknik analisis data meliputi: (a) Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang memfokuskan, mengklasifikasikan, mengarahkan dan mengorganisasikan data sehingga dapat dirumuskan kesimpulan akhir penelitian.

Reduksi data dapat berupa suatu bentuk analisis yang menghilangkan data-data yang tidak diperlukan sehingga diharapkan dapat menghasilkan data yang akurat dan tepat (b) Penyajian data dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data yang akurat dan tepat. mendapatkan gambaran yang jelas terhadap data yang ada, dalam hal ini semua data yang terangkum dan ringkas akan memudahkan peneliti sendiri, misalnya matriks, gambar. Kesimpulan yang diverifikasi dapat berupa pengulangan yang ada di benak peneliti pada saat penulisan, atau dengan replikasi.Secara umum teknik analisis data dalam penelitian ini adalah induktif dan deduktif. Analisis induktif adalah analisis penelitian yang dilakukan dari hal yang umum ke hal yang khusus, dan analisis deduktif adalah analisis penelitian yang dilakukan dari hal yang khusus ke hal yang umum.

Validitas Data

  • Keadaan Pendidik MTs Al Hidayah Boarding School Depok
  • Kepemimpinan Kepala Madrasah pada Implementaasi Manajemen Berbasis Sekolah di MTs Al Hidayah Boarding School Depok pada Fungsi
  • Lingkungan Madrasah

Berikut data terkait pengelolaan keuangan di MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok yang peneliti peroleh. II “Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok. 2 Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam penerapan manajemen berbasis sekolah di MTs Al Hidayah Residence Depok pada Fungsi Manajemen Pengorganisasian.

4 Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di Depo Pondok Pesantren MTs Al Hidayah dalam fungsi manajemen pengawasan/pengendalian. Berdasarkan observasi dan data penelitian mengenai penerapan manajemen berbasis sekolah di MTs Al Hidayah School Convikt Depok. III Faktor Penghambat Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di Depo Pondok Pesantren MTs Al Hidayah.

IV Solusi Mengatasi Hambatan Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok. Analisis Proses Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (Perencanaan, Pengorganisasian, Pengaktifan, Pengendalian) MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok. Berikut pembahasan mengenai perencanaan pengelolaan sarana prasarana pendidikan di Pondok Pesantren Al Hidayah MT Depok.

B Menyelenggarakan/menyelenggarakan pengelolaan hubungan Madrasah dengan masyarakat di MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok. Adakah kendala dalam penerapan manajemen berbasis sekolah khususnya di MTs Pondok Pesantren Al Hidayah Depok?

Referensi

Dokumen terkait

Daftar Nilai Mahasiswa Daftar Nilai Mahasiswa Tingkat II TA 2020-2021 Tingkat II