Penulis ingin memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas karunia dan rahmat-Nya penulis akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang ditulis dalam bentuk skripsi ini sesuai waktu yang telah ditentukan. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Agama di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam penulisan skripsi ini tentunya banyak pihak yang telah memberikan bantuan berupa motivasi, bimbingan, dukungan dan doa agar penulis semangat dalam menulis skripsi ini.
Alim Ruswantoro, M.Ag., selaku Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Abdul Mustaqim M.Ag., selaku Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Afdawaiza, M.Ag., selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Muhammad, M.Ag., selaku pembimbing skripsi yang telah mempersiapkan diri dengan penuh keikhlasan untuk selalu memberikan semangat dan bimbingan kepada penulis, serta membimbing, mengoreksi dan memberikan banyak data serta memperbaiki kesalahan-kesalahan penulis. penulis, sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Seluruh dosen Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir serta Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Sebab, sebagaimana telah menjadi prinsip umum, Al-Qur'an itu s{a>lih li kulli zama>n ue meka>n.
Kemudian pada pembahasan akhir, penulis menambahkan solusi dari Al-Qur’an terhadap permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, agar pembaca dapat memahami hasil penelitian ini.
PENDAHULUAN
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Telaah Pustaka
- Kerangka Teori
- Sistematika Pembahasan
Dalam penelitian ini, peneliti mengambil gagasan moral dari Al-Quran yaitu tentang pentingnya pemberitaan yang benar, akurat dan tidak mencemarkan nama baik. Untuk itu penelitian ini lebih fokus pada istilah-istilah yang berkaitan dan merespon kata ifk. Solusi terbaik tentu saja dengan mengacu pada Al-Qur’an sebagai sumber hukum, sehingga para ulama mencoba memahami fenomena penipuan dari sudut pandang Al-Qur’an.
Untuk mengetahui pandangan Al-Qur'an tentang tipu daya dalam arti, ciri-cirinya, dan lain sebagainya. Namun Al-Nadawi hanya memaparkan data sejarah tanpa mengkajinya secara lebih spesifik dan komprehensif mengenai kata ifk dalam Al-Qur'an. 11 Tesis ini diserahkan ke Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Program Studi Agama dan Filsafat, konsentrasi Kajian Al-Qur'an dan Hadits pada tahun 2016.
Sementara penelitian ini jelas bukan hasil copy-paste dari survei yang dilakukan MASTEL. Al-Quran sebagai objek material dengan model kajian tematik ala al-Farmawi menjadikan penelitian ini mempunyai ciri khas tersendiri dan berbeda dengan karya-karya sebelumnya. Dengan demikian, kajian tematik penipuan dalam penelitian ini seperti yang dikemukakan oleh Al-Farmawi setidaknya akan memiliki konsentrasi yang berbeda dengan memfokuskan kajian pada seluruh ayat yang berbicara tentang penipuan atau ifk dalam Al-Quran.
Penelitian ini juga bersifat kualitatif, sehingga memerlukan data atau sumber kualitatif dari ayat Al-Quran dan tafsirnya. Sumber yang digunakan adalah sumber data primer berupa ayat Al-Quran terkait isu hoax. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini akan mengikuti langkah-langkah metode tematik seperti yang diperkenalkan oleh Abd al-Hayy al-Farmawi.
Kedua, menelusuri dan mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi, yaitu ayat-ayat makkijah dan medaniyah. Keempat, menyusun ayat-ayat itu secara berurutan mengikut kronologi masa turunnya, disertai dengan pengetahuan sebab turunnya. Kedua, istilah atau perkataan yang bersilang dan berkaitan dengan masalah penipuan, serta set frasa yang berkaitan dengan penipuan.
Sedangkan pada Bab IV penulis akan memaparkan solusi Al-Qur'an terhadap permasalahan hoax yang dilengkapi dengan etika komunikasi yang baik. Kesimpulannya merangkum hasil akhir penelitian ini terhadap permasalahan yang diangkat pada bab-bab sebelumnya.
PENUTUP
Saran
Shihab, Muhammad Quraish, Al-Lubab: Makna, Tujuan dan Hikmah dari Surat Al-Quran Jilid 2, Tangerang: Lentera Hati, 2012. Ahmad Budiman, “Berita Palsu (Hoax) di Media Sosial dan Pembentukan Opini Masyarakat " , Majalah Info Singkat, Vol Di bawah ini adalah berita-berita yang muncul di WhatsApp atau sekarang lebih dikenal dengan istilah siaran.
34;Mulai hari Senin, WhatsApp akan dikenakan biaya (biaya) karena saat ini WhatsApp sudah dibeli oleh Facebook. Dengan cara ini kita akan melihat bahwa Anda adalah pengguna yang sangat membutuhkan WhatsApp ini, dan kemudian logo Anda akan berwarna biru (�) dan akan tetap gratis. Seperti berita yang dimuat di surat kabar hari ini). Jika Anda mengirim pesan, warna logo Anda akan menjadi biru, jika tidak, setiap penggunaan WhatsApp akan dikenakan biaya.
Hal itu disampaikan Waryono pada Rabu (11/10) saat membuka Dialog Keterlibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di Kampus UIN Kalijaga. Terkait kegiatan dialog yang melibatkan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam pencegahan terorisme, Waryono menegaskan pihaknya sangat mendukung pelaksanaannya. Syahrin juga mengingatkan, untuk meningkatkan kemampuan siswa, hendaknya anggota LDK belajar pada guru yang memahami agama dengan baik dan benar, tidak tanggung-tanggung atau hanya melalui buku dan media sosial.
Kegiatan dialog yang melibatkan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan birokrasi kampus dalam pencegahan terorisme di kampus UIN Kalijaga dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Yogyakarta. Dosen saya di Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) tidak terlalu vokal dalam melarang siswi bercadar, setahu saya saat mengikuti kegiatan beliau mengatakan “boleh saja bercadar, tapi tidak Jangan mengaku paling benar, dan beritahu orang lain bahwa Jika tidak bercadar berarti kafir/Islam tidak kaaffah Pesan ini beredar setidaknya di WhatsApp dan Facebook dan diklaim berisi petunjuk dari Wakil Komandan Intelijen dan Keamanan Dalam Brimob mengenai keamanan demonstrasi besar yang direncanakan pada 4 November.
RIWAYAT HIDUP