BAB II
Pengetahuan dan Keyakinan
1. Hubungan antara Pengetahuan dan Keyakinan
Pengetahuan maupun keyakinan merupakan sama-sama bentuk penyikapan mental dengan objek tertentu yang disadarinya ada atau terjadi, namun dalam keyakinan objeknya itu tidak harus wujud, berbanding terbalik dengan pengetahuan yang objeknya harus wujud. Sehingga jika keyakinan itu keliru masih dianggap sah-sah saja berbeda dengan pengetahuan yang jika keliru maka tidak bisa lagi dianggap sebagai pengetahuan melainkan berubah status sebagai keyakinan belaka, karena
pengetahuan harus selalu mengandung kebenaran maka ada syarat yang harus dipenuhi agar dapat dinamakan sebagai pengetahuan. Berupa acuan pada bukti yang menunjang, seperti fakta, saksi, memori, cacatan historis, rumusan proposi.
2. Macam-macam pengetahuan menurut polanya a. Tahu bahwa (Pengetahuan Teoritis)
Pengetahuan tentang informasi tertentu bahwa ini atau itu memang benar adanya.
b. Tahu bagaimana (Pengetahuan Praktis)
Pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu (know-how) berdasarkan keahlian dan kemahiran.
c. Tahu akan mengenai (Pengetahuan langsung bersifat personal)
Unsur paling pentingnya berupa pengenalan (Knowing) dan pengalaman pribadi secara langsung dengan objeknya. Ciri modelnya sebagai berikut :
1) Berdasarkan pengalaman pribadi 2) Benar-benar tahu dari dalam
3) Singular (berkaitan dengan objek khusus) d. Tahu mengapa
“Pengetahuan Bahwa-tahu mengapa” merupakan pengetahuan ilmiah karena paling tinggi dan mendalam. Sebab hakikatnya manusia adalah selalu ingin mengetahui lebih.
3. Hubungan di antara Empat macam Pengetahuan a. Antara “tahu bahwa” dan “tahu bagaimana”
b. Antara “tahu bahwa” dan “tahu akan”
c. Antara “tahu bagaimana” dan “tahu akan”
d. Antara tahu mengapa dan jenis pengetahuan lainnya
4. Skeptisisme
Skeptisisme adalah sikap bahwa merasa tidak tahu tentang suatu apapun, anggapan penganutnya bahwa merasa mustahil mencapai pengetahuan mengenai sesuatu dan meragukan kemungkinan bahwa dirinya bisa mengetahui sesuatu karena tidak ada bukti yang cukup untuk mempertahankan bahwa manusia benar-benar tahu tentang sesuatu.