PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Namun, ditemukan literatur yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan dan ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan usia ibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan antenatal care. Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan yang peneliti ajukan adalah apakah ada hubungan antara tingkat pendidikan dan usia ibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur.
Tujuan
- Tujuan Umum
- Tujuan Khusus
Manfaat Penelitian
Secara praktis diharapkan hasil penelitian ini menjadi masukan bagi perawat dan bidan di Puskesmas untuk program pelayanan antenatal care di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dengan kunjungan antenatal care sehingga diharapkan ibu hamil dapat aktif mencari informasi tentang manfaat kunjungan antenatal care.
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi Kepatuhan
0,005 < α = 0,05 artinya ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu hamil dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Siwalankerto Kota Surabaya. Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan usia ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Kelurahan Pasar Rebo Jakarta Timur. Variabel yang akan dianalisis dengan distribusi frekuensi pada penelitian ini adalah tingkat pendidikan ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan antenatal care.
Sedangkan analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan usia ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan antenatal care ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kembangan Jakarta Barat. Judul penelitian: Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Usia Ibu Hamil Menurut Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Kecamatan Keramat Jati Jakarta Timur Tahun 2019.
Pendekatan Praktis Untuk Meningkarkan Kepatuhan Pasien
Derajat Ketidakpatuhan Ditentukan Oleh Faktor
Berdasarkan Tabel 5.3 terlihat bahwa mayoritas responden pada kategori patuh terhadap variabel observasi kunjungan antenatal care. Di perguruan tinggi, 18,5% responden patuh melakukan kunjungan antenatal, sedangkan 2,6% responden tidak patuh. Yang berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara tingkat pendidikan ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan antenatal dengan nilai r : 0,550 yang artinya menunjukkan hubungan yang kuat.
Rendahnya tingkat pendidikan ibu hamil menyebabkan lambatnya memperoleh pengetahuan baru, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kepatuhan kunjungan antenatal care. Berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa mayoritas responden berada pada kategori patuh pada variabel kepatuhan kunjungan antenatal. Sementara itu, semakin rendah tingkat pendidikan seorang ibu, maka semakin tidak patuh ibu untuk mengunjungi antenatal care.
Faktor Yang Mempengaruhi ANC
Konsep antenatal care (ANC)
- Definisi ANC
- Fungsi ANC
- Tujuan ANC
- Standar Pelayanan ANC
- Kunjungan ANC
- Jenis Pelayanan ANC
- Intervensi Pelayanan
Terdapat beberapa penelitian dalam asuhan kehamilan terpadu, antara lain menilai aspek umum (fisik) dan psikologis (psikologis) ibu hamil. Intervensi dalam pemeriksaan kehamilan adalah pengobatan yang diberikan kepada ibu hamil setelah diagnosis kehamilan ditegakkan.
Konsep Usia
Konsep Pendidikan
- Definisi Pendidikan
- Tingkat Pendidikan
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan
- Lembaga Pendidikan
Hasil penelitian (Putri et al, 2017) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan jumlah kunjungan ANC. Lembaga pendidikan formal adalah semua bentuk pendidikan yang berlangsung di sekolah atau di tempat tertentu, secara teratur, sistematis, berjenjang dan dalam kurun waktu tertentu dan berlangsung dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Jenis lembaga pendidikan formal Jenis lembaga pendidikan formal dibedakan menjadi dua, yaitu umum dan kejuruan.
Lembaga pendidikan informal atau pendidikan ekstrakurikuler adalah semua bentuk pendidikan yang dilaksanakan dengan sengaja, teratur, dan terencana di luar kegiatan sekolah.
Kerangka Teori
KERANGKA KONSEP
Hipotesis
Hipotesis adalah suatu kesimpulan yang masih perlu dibuktikan atau diuji kebenarannya.Pengujian ini menghadirkan hipotesis yang berlawanan, yaitu apakah hipotesis awal (nol) diterima atau ditolak.
Definisi Operasional
Oleh karena itu ibu hamil yang berpendidikan tinggi akan lebih mudah menerima informasi dan bersedia melakukan kunjungan pemeriksaan kehamilan yang berkelanjutan (Notoatmodjo, 2012). Bab ini menyajikan kesimpulan dari hasil penelitian dan beberapa saran terkait dengan penelitian yang berjudul “Hubungan tingkat pendidikan ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Pasar Rebo Takarta Timur. Artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara umur ibu hamil dan kepatuhan kunjungan antenatal care dengan nilai r : 0,650, artinya menunjukkan hubungan yang kuat.
Hubungan tingkat pendidikan dan usia ibu hamil terhadap kepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Tahun 2019 “Saya mengharapkan partisipasi ibu dalam penelitian ini dengan menjawab pertanyaan yang diajukan.
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel
- Populasi
- Sampel
Hasil penelitian serupa yang dilakukan oleh Ahmalia (2018) didapatkan bahwa dari 10 responden dengan pendidikan tinggi terdapat 9 responden (90,0%) yang rutin melakukan kunjungan antenatal dan hanya 1 responden (10,0%) yang tidak melakukan kunjungan antenatal. dia. secara teratur melakukan kunjungan antenatal care control. Hasil penelitian Mukaromah & Saenun (2014) diperoleh p-value = 0,005 < α = 0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu hamil dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Siwalankerto Kota Surabaya. Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 20-35 tahun adalah pendukung kunjungan antenatal care sebesar 52,6% dan responden yang tidak patuh terhadap kunjungan antenatal sebesar 6,6% usia.
Jumlah ibu yang mengikuti kunjungan antenatal care terbanyak adalah pada kategori ibu yang mengikuti kunjungan antenatal care (64,5).
Kriteria Inklusi dan Ekslusi
- Inklusi
- Ekslusi
Tempat penelitian
Waktu Penelitian
Etika Penelitian
Instrumen Penelitian
Prosedur Pengumpulan Data
Teknik Pengolahan Data
Berdasarkan tabel 5.4 diperoleh hasil bahwa sebagian besar responden dengan tingkat pendidikan dasar termasuk responden yang tidak menghormati kunjungan pemeriksaan kehamilan sebanyak 2,6% dan yang menghormati kunjungan pemeriksaan kehamilan sebanyak 1,3% dan responden satu tingkat. Berdasarkan tabel 5.5 ternyata mayoritas responden usia 20-35 adalah 52,6% responden yang menghargai kunjungan antenatal care dan 6,6% responden yang tidak menghormati kunjungan antenatal care, umur. Berdasarkan uraian di atas didukung dengan konsep teori dan penelitian yang relevan, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar tingkat pendidikan ibu hamil pada kategori SMA dan perguruan tinggi mengalami kepatuhan dalam kunjungan antenatal care.
Hal ini dibuktikan dengan nilai p = 0,000 < p = 0,05 yang berarti ada hubungan yang sangat signifikan antara tingkat pendidikan ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan antenatal care dengan nilai r = 0,501 yang berarti terlambat melihat hubungan yang kuat.
Analisa Data
HASIL PENELITIAN
Tingkat Pendidikan
Sebaran Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Di Puskesmas Kelurahan Pasar Rebo Jakarta Timur, Tingkat Pendidikan, Frekuensi. Berdasarkan tabel 5.1 diperoleh hasil mayoritas responden berpendidikan SLTP sebanyak 55,3%, pendidikan tinggi 23,7%, pendidikan menengah 17,1% dan tingkat pendidikan dasar sebanyak 3,9% responden.
Usia
Berdasarkan Tabel 5.2 terlihat bahwa mayoritas responden berada pada kelompok umur 20-35 tahun sebesar 59,2%, 25% responden <20 tahun dan 15,8% responden > 35 tahun.
Kepatuhan
Analisa Bivariat
- Tingkat Pendidikan Dan Kepatuhan ANC
- Usia dan kepatuhan ANC
Dari hasil penelitian di atas diketahui ibu hamil yang patuh melakukan kunjungan antenatal care paling banyak dan yang tidak patuh sedikit karena berpendidikan tinggi sehingga mudah mendapatkan informasi. Sedangkan responden dengan tingkat pendidikan menengah lebih patuh melakukan kunjungan antenatal care sebanyak 42,1%, dan 13,2% responden tidak patuh melakukan kunjungan antenatal care. Hasil uji statistik hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan ibu terhadap kunjungan antenatal care diperoleh nilai p = 0,043 yang berarti ada hubungan yang bermakna.
Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai p:0,000 < p:0,05. Artinya terdapat hubungan yang sangat signifikan antara tingkat pendidikan ibu hamil dengan kepatuhan kunjungan antenatal dengan nilai r : 0,550 yang berarti menunjukkan hubungan yang kuat.
PEMBAHASAN
Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Ibu Hamil
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 55,3% responden berpendidikan SLTA, 23,7% berpendidikan tinggi, 3,9% berpendidikan SD, dan 17,1% berpendidikan menengah pertama. Irmawati (2011) di Tanzania menunjukkan bahwa ibu hamil dengan pendidikan SLTP atau lebih tinggi akan meningkatkan kesadaran sikap dalam mengenali tanda bahaya Menurut pendidikan, mayoritas responden adalah lulusan SMA yaitu 25,0%. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi akan memantau kehamilannya dengan baik guna menjaga kesehatan dirinya dan bayi yang dikandungnya.
Dapat disimpulkan bahwa pendidikan yang lebih tinggi akan meningkatkan motivasi yang tinggi untuk mematuhi kunjungan antenatal care, sehingga kepatuhan melakukan kunjungan antenatal care lebih banyak dilakukan pada kategori pendidikan tinggi.
Distribusi Responden Berdasarkan Usia Ibu Hamil
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sri (2016) dengan hasil penelitian responden yang berumur 35 tahun sebanyak 42% dan 20-35 tahun sebanyak 54%. Penelitian yang mendukung penelitian tersebut adalah yang dilakukan oleh Dewi (2014) yang menjelaskan bahwa mayoritas responden berusia 20-35 tahun 64,3% sedangkan responden < 20 tahun cukup 25%, dan 10,7% responden berusia > 35 tahun. bertahun-tahun. Penelitian ini berbeda dengan penelitian Putri, Christiani, dan Nirmasari (2015) yang berusia <20 tahun yaitu 33 orang (51,6%).
Berdasarkan uraian di atas, didukung konsep teori dan penelitian terkait, dapat disimpulkan bahwa usia ibu hamil pada sebagian besar responden berada pada rentang usia 20-35 tahun, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada rentang usia 20 tahun. -35 tahun. tahun, ibu.
Distribusi Responden Berdasarkan Kepatuhan Kunjungan ANC
Berdasarkan hasil tersebut, sangat penting bagi ibu untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko kehamilan terutama kehamilan matur dan pengaruh lainnya, sehingga ibu sering meningkatkan kepatuhan agar risiko pada ibu hamil dapat dicegah dan terdeteksi secepatnya. mungkin. sebanyak mungkin. Ibu yang patuh melakukan kunjungan ANC akan mendapat fasilitas untuk mendapatkan informasi tentang pentingnya kehamilan, mendapatkan pertolongan profesional jika ada masalah dalam proses kehamilan dan mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga ibu terdorong untuk melakukan kunjungan kehamilan secara rutin. . Ibu diharapkan memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan sebaik-baiknya, karena ibu yang patuh melakukan kunjungan ANC, selain mendapat informasi tentang pentingnya menjaga kehamilan, ibu dapat memantau tumbuh kembang janin, guna memantau gizi ibu. ibu dan janin. dengan baik.
Meningkatkan kepatuhan kunjungan ke fasilitas kesehatan untuk mengurangi risiko kehamilan, khususnya kehamilan matur dan dampak lainnya, sehingga selain meningkatkan kepatuhan ibu hamil juga dapat mencegah dan mendeteksi risiko pada ibu hamil sedini mungkin.
Pembahasan Analisa Bivariat
- Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Kepatuhan Kunjungan ANC
- Hubungan Usia Ibu Hamil Terhadap Kepatuhannya Kunjungan ANC
Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai p = 0,003 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu hamil dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Lubuk Alung. . Hasil penelitian Dewi (2014) berdasarkan hasil uji statistik diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kunjungan ibu terhadap pelayanan antenatal care. Berdasarkan hasil pembahasan yang didukung oleh teori dan penelitian terkait, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kepatuhan kunjungan antenatal care di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wulantika (2013) menunjukkan bahwa hasil uji statistik hubungan usia dengan kepatuhan ibu dalam kunjungan antenatal care diperoleh p-value : 0,409 yang berarti tidak ada hubungan yang bermakna. Peneliti hanya melihat satu. dikunjungi ibu.
Implikasi
Keterbatasan Penelitian
PENUTUP
Kesimpulan
Analisis faktor ibu hamil pada kunjungan antenatal di Puskesmas Siwalankerto Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya (online): (online): (http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-jupromkesd69b0080f9full.pdf diakses 4 Juli 2019). Https://Www.Researchgate.Net/Publication/324118140_HUBUNG AN_TINGKAT_PENDIDIKAN_IBU_HAMIL_TRIMESTER_III_D ENGAN_KETERATURAN_KINJUNGAN_ANC. Noviana.2018). Hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu hamil terhadap kepatuhan dalam pelaksanaan antenatal care (Anc) di Rsi Pekajangan. (Online): (http://eprints.ums.ac.id/58165/24/Naskah%20Publication.pdf diakses 2 Juli 2019).
Wirandoko, H, I (2017) Hubungan dukungan suami, paritas, tingkat pendidikan, dan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester. Daring): (Http://Www.Jurnal.Syntaxliterate.Co.Id/Index.Php/Syntax-Literate/Article/View/68 diakses 5 Juli 2019.