• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identifikasi dan Pengembangan Area yang Perlu Ditingkatkan

N/A
N/A
dheniaaa sukmadiantii

Academic year: 2024

Membagikan "Identifikasi dan Pengembangan Area yang Perlu Ditingkatkan"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

B.1. Bagaimana cara Anda mengidentifikasi area yang perlu di tingkatkan/dikembangkan? Mengapa Anda merasa perlu meningkatkan/mengembangkan area tersebut?

Ketika awal masuk perkuliahan saya mendapatkan pengalaman dan pembelajaran baru yang saya tidak dapatkan di jenjang sekolah dasar sampai menengah tetapi saat

perkuliahan saya mulai mengikuti organisai seperti Himpunan mahasiswa di jurusan saya dan beberapa program yang di selenggarakan pemerintah berupa kampus

mengajar. Dari mengikuti hal tersebut saya menemukan beberapa celah atau area yang menurut saya perlu untuk di tingkatkan demi tujuan untuk mengembangkan skill contohnya yakni kemampuan memecahkan masalah, keterampilan berorganisasi, public speaking dan berbagai skil lainnya yg jelas menurut saya akan sangat bermanfaat di masa depan terhadap jenjang karir.

Kemudian untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan juga

dikembangkan dalam diri saya yaitu dengan selalu mengevaluasi diri saya sendiri dengan mendegarkan pendapat orang lain terhadap letak kekurangan saya, saya juga selalu meminta pendapat kepada lingkungan sekitar seperti teman, kakak kelas, senior dalam organisasi ataupun keluarga mengenai hal-hal yang ada dalam diri saya. Dari pendapat merekalah saya tahu apa kekurangan juga kelebihan diri saya yang terlihat oleh orang lain sehingga nantinya dapat saya evaluasi agar hal yang kurang tersebut dapat meningkat dan berkembang.

B.2. Tindakan apa saja yang Anda lakukan untuk mengembangkan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan atau berbeda yang Anda lakukan dalam proses

pengembangan? Berikan contoh yang spesifik!

Tindakan yang saya sering lakukan yaitu lebih menghargai pendapat orang orang sekitar dengan lebih membuka pikiran dan melihat dari berbagai sudut pandang terhadapnya, sehingga saya dapat mengevaluasi diri saya sendiri untuk hari

selanjutnyta. Saya juga selalu melihat atau menganalisis dari tindakan teman teman atau kakak kelas saat sedang berkumpul atau rapat mengenai evaluasi kegiatan dan saat mempersiapkan kegiatan disana saya bisa melihatnya bagaimana cara bertindak yang benar sehingga saya bisa mengikutinya agar saya bisa meningkatkan dan

(2)

mengembangkan kualitas saya. Selanjutnya untuk pengembangan diri yang lebih saya mencoba untuk mulai mencari pengalaman dengan cara menjadi tutor disalah satu lembaga guna meningkatkan kemampuan diri sambil terus belajar dalam bidang pendidikan, selain itu saya sering membaca buku, artikel, ataupun mengikuti pelatihan yang memang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan diri. Cara diluar kebiasaan yang saya lakukan untuk mengembangkan diri adalah saya sering melihat tayangan youtube yang bisa mengembangkan saya dalam segi belajar baik mengajar seperti podcast-podcast berbahasa inggris dan metode belajar/mengajar lainnya.

B.3. Apa tantangan atau kesulitan yang Anda hadapi dalam proses pengembangan diri tersebut? Bagaimana Anda mengatasinya?

Ada beberapa tantangan yang saya hadapi dalam mengembangkan diri yaitu datang dari dalam diri saya sendiri yaitu rasa malas ataupun tidak bisa membagi waktu antara belajar dan mencari pengalaman diluar kampus, di beberapa moment saya juga masih sulit menerima beberapa keritikan, saran juga komentar dari orang lain khususnya orang terdekat seperti temen atau rekan kerja bahkan atasan yang mungkin kurang enak didengar karena cara penyampaian mereka yang kurang baik dan menyakiti perasaan lalu. Namun tentu saja itu semua harus diatasi agar dapat berdampak baik terhadap diri yaitu untuk menghadapi kemalasan tentu saya harus lebih mengatur waktu kegiatan saya agar terjadwal dengan membuat daftar kegiatan agar lebih teratur lagi sehingga mudah untuk dikerjakan. Kemudian tingkatkan kesabaran ketika kita mendapatkan kritikan kritikan dari orang lain yang sedikit menyinggung perasaan kita.

B.4. Apa hasil yang Anda peroleh/rasakan dengan mengembangkan perilaku tersebut?

Bagaimana Anda menerapkannya dalam peran Anda?

Hasil yang saya dapatkan setelah adanya pengembangan perilaku yang saya sudah jelaskan. Saya sekarang lebih dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar, tidak lagi malas lebih mementingkan kegiatan yang positif, dapat mengatur jadwal lebih baik dan juga mengurangi perilaku saya yang suka mengabaikan dan lebih lapang dada lagi dalam menerima keritik dan juga saran membangun dari rekan kerja, teman sekampus, keluarga, senior dan dosen. Kemudian pemikiran saya juga lebih terbuka dan lebih merefleksi diri agar dapat terus memperbaiki diri dari kekurangan yang ada

(3)

sehingga nantinya dapat berkembang ke arah yang positif. Saya juga lebih terlatih bertanggung jawab lagi terhadap suatu hal yang sudah menjadi tugas saya terutama tentang keprofesionalan dalam mengajar, lalu sayapun akan lebih terbuka untuk menerima masukan, memperbanyak sosialisasi dengan orang-orang sehingga bisa menjadi penghubung untuk melakukan kerja sama.

C. Terkadang kita diminta untuk melakukan sesuatu yang menurut kita tidak sesuai dengan nilai, etika, pedoman kerja, ataupun aturan yang berlaku.

C.1. Ceritakan satu pengalaman Anda terkait situasi tersebut. Jelaskan secara detail!

Banyak pengalaman yang saya alami dengan situasi seperti ini, contoh kecil pergaulan semasa kuliah ketika saya diajak oleh teman saya untuk telat masuk ke kelas, tidak mengikuti rapat untuk kegiatan, atau telat mengumpulkan tugas bahkan meninggalkan sholat di waktu-waktu tertentu dengan lasan malas atau sibuk dengan kegiatan pada kala itu. Hal itu memang umum terjadi terutama pada mahasiswa. Selain itu, saya pernah memiliki pengalaman ketika saya diminta mengerjakan sesuatu yang bukan ranah saya dan diluar kemampuan saya, jika memang situasinya memungkinkan dengan saya yang tidak sedang mengerjakan apapun maka saya siap untuk membantu.

Namun apabila saya dalam situasi dimana saya masih memiliki tanggung jawab yang belum selesai maka saya akan lebih fokus dengan tugas utama saya guna melatih keprofesionalan dalam diri saya.

C.2. Tindakan apa yang Anda lakukan dan mengapa hal tersebut Anda lakukan?

Saya berusaha sebisa mungkin untuk menolak ajakan tertesebut karena niat saya yang belajar menghargai waktu dengan cara berusaha untuk selalu tepat waktu dalam beberapa kegiatan dengan prinsip jika tidak adanya halangan kenapa harus telat dan berlehaleha. Karena dengan telat yang disengaja kita sudah melanggar aturan yang sudah kita sepakati sebelumnya, saya juga harus belajar menghargai waktu dan orang yang datang lebih awal. Saya juga berusaha untuk tetap teguh pendirian dalam beribadah menolak ajakan untuk meninggalkan sholat dengan alasan tanggung mengerjakan tugas atau lain hal, saya lebih memilih pergi sholat sendiri dari pada harus menunda atau meninggalkan karena takut menjadi sebuah kebiasaan.

(4)

C.3. Bagaimana hasilnya ?

Ada beberapa hasil yang saya dapatkan ketika saya berusaha untuk menolak ajakan tersebut diantaranya saya menjadi terhindar dari rasa malas, selain itu saya juga terbiasa untuk berteman dengan siapapun tanpa harus mengikuti semua halnya, ketika dirasa itu melanggar etika dan norma maka tidak seharusnya saya ikut masuk dalam hal itu. Cukup berteman namun tidak harus melebur, cukup ambil positifnya tanpa harus ikut campur pada hal negatifnya. Saya jadi lebih bisa mengatur waktu, tidak selalu bergantung pada orang lain, lebih dapat memilah dan memilih teman, cakupan informasi yang luas, dan pastinya orang-orang lebih senang melihat kita.

D. Ceritakan secara spesifik situasi pengalaman Anda saat bekerja sama dengan orang lain yang memiliki beragam perbedaan, seperti budaya, cara pandang, latar belakang, pendidikan, cara berpikir, dll

D.1. Ceritakan secara spesifik situasinya? Apa tujuan dari kerjasama yang terjadi?

Keberagaman seperti apa yang Anda hadapi?

Saya mempunyai pengalaman ketika saya diminta oleh dosen sebagai panitia acara kegiatan tahunan prodi bahsa inggris, pada saat itu saya dengan panitia lainnya juga beberapa dosen dan staff prodi harus menyiapkan beberapa persiapan acara dari mulai kerangka acara dan inovasi inovasi lainnya yang membuat acara ini lebih upgrade dari tahun sebelumnya. Dimana pada saat itu, banyak sekali masukan dari beberapa dosen untuk acara tersebut, dengan banyak nya masukin dan beberapa kasus seperti cara berpikir panitia mahasiswa termasuk saya dengan dosen dan staff yang sangat berbeda membuat situasi cukup rumit pada saat itu. Akan tetapi pada saat itulah ketika saya turut andil mempersiapkan acara dan terjun langsung ke lapangan menghadapi para saran dan kritikan dosen dan para staff pada saat itu,. Selain itu saya juga banyak mendapat saran juga bertukar pikiran dengan kaka tingkat yang sudah berpengalaman dengan acara yang sama. Dari situlah saya menemukan berbagai hal baru dalam pemecahan masalah, strategi persiapan acara, dan keterampilan organisasi yang lebih

(5)

luas. Anggota panitia acara yang meliputi mahasiswa, dosen dan staff, membuat mahasiswa lebih mudah menghadapi beberapa rintangan atau hambatan yang terjadi dikarenakan bantuan dari dosen dan staff sudah lebih berpengalaman dalam

menyelanggarakan acara tentunya mereka sudah tahu strategi untuk menghadapi acara.

Dikarenakan adanya keberagaman pola pikir dan latar belakang status dosen yang mana mereka memiliki pengalaman dan relasi yang baik di dalam sosial itu sangat memudahkan akses-akses persiapan acara contohnya seperti akses perizinan, akses sarana dan prasarana dan akses konsumsi dan juga kinerja panitia mahasiswa yang sangat bagus. Hasilnya acara yang kami selanggarakan dapat berjalan lebih mudah dan lebih memiliki pamor.

D.2. Langkah-langkah apa yang Anda lakukan untuk mencapai tujuan kerja sama?

Bagaimana Anda memastikan langkah-langkah tesebut sudah sesuai dengan kebutuhan semua pihak?

Untuk mencapai tujuan kerjasama yang disetujui oleh semua pihak, yang saya lakukan adalah mengevaluasi dan menyepakati. Evaluasi disini dilakukan sebelum pada jalanya acara. Yakni mengumpulkan hasil rundingan atau musyawarah. Setelah itu saya meyakinkan kembali dengan cara bertanya kembali pada setiap anggota sampai hasil dari musaywarah tersebut bisa di kembangkan kembali atau tidak. Lalu selanjutnya menyepakati dengan cara meyakinkan hasil evaluasi, sehingga hasil evaluasi tersebut dapat mencapai titik mufakat. Titik mufakat itulah yang kita setujui oleh semua pihak.

SElain itu banyak juga saran dari kakak tingkat bagaimana cara menghadapi saran dan kritik dosen dan staff pada saat itu. Membuat semua ide dan inovasi, juga saran dan kritik baik dari dosen, staff atau dari mahasiswa bahkan kaka tingkat dapat tertampung semua pada saat itu.

D.3. Apa hasil yang Anda capai saat itu? Adakah komentar atau respon lingkungan (mis. rekan sejawat ataupun pihak lain) terhadap tindakan Anda? Bagaimana dampaknya terhadap kerja sama tersebut?

Beberapa ide, inovasi, saran, dan kritik dari dosen, staff, kakak tingkat, serta panitia mahasiswa itulah yang telah membuahkan hasil memuaskan. Hasil ini tercapai melalui berbagai langkah yang teliti, terencana, dan penuh kehati-hatian, yang akhirnya

(6)

disetujui oleh semua pihak yang terlibat pada saat itu meliputi dosen,staff juga para panitia. Proses persetujuan tersebut memastikan bahwa acara yang telah kita susun dan siapkan berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Selain kesuksesan acara, hasil lain yang dirasakan adalah terjalinnya rasa kekeluargaan yang erat di antara seluruh peserta. Selain itu, setiap individu mendapatkan pengalaman berharga serta ilmu yang bermanfaat, yang akan berguna untuk kegiatan dan acara di masa mendatang.

E. Ceritakan salah satu pengalaman Anda saat mengembangkan kemampuan dan keterampilan dari orang lain (contoh : anak didik, rekan sejawat, anggota komunitas/organisasi).

E.1. Seperti apa situasinya pada saat itu? Siapa yang Anda kembangkan? Mengapa pengembangan itu diperlukan?

Situasi yang saya hadapi adalah ketika saya menjadi tutor di sebuah lembaga kursus bahasa Inggris. Saya mendapatkan tawaran langsung dari pemilik lembaga tersebut dan menerima tawaran itu karena keinginan untuk mengembangkan kemampuan mengajar saya. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan, terutama dalam

pengembangan bahasa, karena saya mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak di tingkat SD dan SMP. Proses belajar dilakukan dari siang hingga sore hari setelah mereka pulang sekolah. Saya merasa anak-anak usia tersebut lebih mudah menyerap informasi, termasuk pengetahuan dan keterampilan bahasa baru, dibandingkan dengan orang dewasa. Spontanitas mereka sebagai anak-anak membuat mereka tidak merasa malu berbicara dan berlatih bahasa Inggris, sehingga mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadi fasih. Menginvestasikan waktu untuk belajar bahasa Inggris sejak dini akan menghemat banyak waktu dan upaya di masa depan. Kegiatan ini juga merupakan bentuk pendidikan non-formal yang bertujuan membantu anak-anak belajar bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan, yang membantu mereka lebih

memahami pelajaran bahasa Inggris di sekolah atau membantu mereka yang kesulitan dengan materi dan tugas sekolah. Dalam jangka panjang, belajar bahasa Inggris membantu anak-anak mendaftar ke universitas, mengingat banyak universitas yang mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris yang baik. Bahasa Inggris juga penting saat seleksi program beasiswa, di mana wawancara sering kali dilakukan dalam bahasa Inggris. Selain itu, bahasa Inggris dapat membuka lebih banyak peluang karir karena

(7)

banyak perusahaan mencari karyawan yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, diharapkan pengembangan bahasa ini dapat memberikan anak-anak kehidupan yang lebih baik di masa depan.

E.2. Apa yang menjadi fokus pada pengembangan? Bagaimana cara Anda membangun kesepakatan untuk mencapai hasil yang diharapkan?

Ada beberapa fokus dalam kegiatan ini, yaitu pengembangan kemampuan dan keterampilan bahasa Inggris anak-anak yang meliputi menulis (writing), membaca (reading), mendengarkan (listening), dan berbicara (speaking). Kita tahu bahwa penulisan dan pelafalan dalam bahasa Inggris sangat berbeda. Untuk itu, saya mencoba beberapa metode dan strategi pengajaran guna meningkatkan kemampuan anak dalam membedakan penulisan dan pelafalan dalam teks bahasa Inggris. Salah satu caranya adalah dengan membaca kata per kata dari suatu teks agar anak-anak terbiasa

membaca, lalu berlatih menulis kata dalam bahasa Inggris dengan cara didikte. Terkait keterampilan berbicara dan mendengarkan, pengembangan bahasa Inggris ini

diharapkan dapat membantu anak-anak memahami kata dan frasa dasar yang mereka dengar dari tutor atau audio yang disediakan. Kegiatan ini juga diharapkan membantu anak-anak berkomunikasi menggunakan kalimat-kalimat sederhana, seperti menyapa, memperkenalkan diri, atau menyebutkan nama-nama di sekitar mereka, serta terbiasa berdialog dalam bahasa Inggris.

Untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan, penting bagi saya untuk menjelaskan kepada anak-anak tujuan dari kegiatan ini. Hal ini penting untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang apa yang akan dipelajari dan apa yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar yang baik. Proses ini juga secara tidak langsung mengajarkan keterampilan hidup kepada mereka, seperti pentingnya menetapkan tujuan dan berusaha mencapainya. Selain menjelaskan harapan saya, saya juga memperhatikan harapan anak-anak dalam proses pengembangan bahasa Inggris ini. Ketika mereka tahu apa yang diharapkan dari diri mereka dan apa peran mereka dalam proses tersebut, mereka akan merasa lebih terlibat dalam kegiatan ini.

E.3. Langkah-langkah apa yang Anda ambil untuk pengembangan tersebut? Apa

(8)

hambatan yang Anda temui dan bagaimana cara mengatasinya? Apa yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi dari orang tersebut?

Untuk pengembangan bahasa ini, langkah-langkah yang saya ambil meliputi menentukan tujuan pengembangan berdasarkan profil anak didik (kemampuan, kebutuhan, dan minat), serta menyiapkan materi dan media pembelajaran yang tepat untuk menciptakan proses belajar yang menyenangkan.

Hambatan yang saya temui berkaitan dengan keragaman latar belakang anak didik.

Beberapa anak cepat memahami materi, sementara yang lain membutuhkan bantuan ekstra. Oleh karena itu, penting bagi saya untuk memahami profil setiap anak yang ikut dalam kegiatan ini. Ketika mereka memerlukan bantuan tambahan dalam memahami materi, saya harus memberikan penjelasan lebih sederhana atau menyediakan lebih banyak contoh.

Dalam kegiatan ini, motivasi anak didik saya untuk belajar terkadang naik turun. Saya menyadari bahwa tidak ada satu strategi yang cocok untuk semua anak dalam menjaga motivasi mereka. Namun, ada banyak hal yang bisa saya lakukan untuk

mempertahankan motivasi belajar mereka, seperti menjadikan belajar sebagai proses yang menyenangkan dengan menggunakan permainan relevan. Ini memberi

kesempatan bagi anak-anak untuk berinteraksi, bersenang-senang, dan belajar secara bersamaan. Selain itu, saya membangun kepercayaan bahwa saya benar-benar peduli dengan mereka. Saya berusaha menjangkau mereka, mempengaruhi mereka, dan mendorong mereka untuk belajar lebih, berbuat lebih, dan menjadi lebih baik dari versi mereka saat ini.

E.4. Bagaimana hasil yang diperoleh dari upaya Anda membantu mereka?

Hasil dari pengembangan bahasa Inggris ini antara lain adalah beberapa anak didik sering terpilih dan dipercaya oleh sekolahnya untuk mengikuti lomba-lomba bahasa Inggris seperti pidato, pembawa acara, dan puisi. Bahkan, tak jarang dari mereka berhasil meraih juara dalam lomba-lomba tersebut.

(9)

Dalam kehidupan sehari-hari, ketika saya mengajak mereka berinteraksi dalam bahasa Inggris, mereka dapat memahami pertanyaan yang saya berikan dan pada akhirnya dapat terbiasa dengan hal itu, sehingga mereka mampu menjawab atau mengucapkan kalimat-kalimat sederhana seperti "thank you", "goodbye", "help me please", "I am happy today miss", "how are you?", "Ready", "Finish" dan lain-lain.

F. Ceritakan salah satu keputusan penting dalam suatu kegiatan baik di pekerjaan/ organisasi/

komunitas/ perkuliahan yang pernah Anda ambil.

F.1. Apa yang menyebabkan Anda harus mengambil keputusan tersebut? Apa peran Anda saat itu?

Hal ini terjadi ketika saya berada di semester akhir perkuliahan, di mana saat itu saya menerima tawaran menjadi tutor di sebuah lembaga kursus bahasa Inggris. Berawal dari keinginan dan tujuan untuk memperluas pengalaman serta meningkatkan

kemampuan mengajar, saya memberanikan diri untuk menerima tawaran tersebut. Dari situ, saya belajar banyak hal, termasuk menghadapi situasi di mana jadwal kuliah dan mengajar saya bentrok. Pada saat itu, saya ditugaskan mengajar satu kelompok berisi 12 siswa, sehingga sulit untuk membatalkan atau menunda kelas secara tiba-tiba. Hal ini membuat saya kebingungan dalam mengatur jadwal kuliah dan mengajar. Namun, dari pengalaman tersebut, saya belajar untuk lebih terampil dalam manajemen waktu.

Akhirnya, saya mengajukan kesepakatan dengan pemilik lembaga untuk memberikan kelas privat agar saya dapat lebih mudah mengatur waktu, mengingat prioritas dan posisi saya masih sebagai mahasiswa.

F.2. Bagaimana Anda mengidentifikasi dan memeroleh pemahaman yang lebih baik tentang permasalahan yang ada?

Dari kejadian tersebut, saya belajar banyak tentang manajemen waktu dan pentingnya pengaturan jadwal. Saya mulai menerapkan metode membuat daftar jadwal

perkuliahan dan mengajar agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Hal ini membantu saya menjadi lebih teratur dan terorganisir dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, saya menjadi lebih fleksibel dalam menjalankan aktivitas lain

(10)

yang bermanfaat tanpa mengesampingkan prioritas utama saya, yakni kuliah. Selama menghadapi masalah, saya belajar untuk berdiskusi dengan rekan kerja atau bahkan pemilik lembaga untuk mencari solusi yang menguntungkan semua pihak. Dengan demikian, saya mampu menjalankan tugas mengajar di lembaga tersebut tanpa mengganggu jadwal kuliah saya, memperoleh pengalaman berharga dalam menyeimbangkan peran-peran saya.

F.3. Apa saja yang menjadi pertimbangan Anda? Mengapa? Jelaskan proses atau langkah-langkah dalam mengambil keputusan tersebut!

Pertimbangan saya untuk mempertahankan keduanya (mengajar dan kuliah) pada saat itu dipicu oleh keinginan saya untuk mengasah kemampuan mengajar secara

mendalam melalui pengalaman langsung di lapangan, sesuatu yang jarang tersedia di lingkungan perkuliahan. Saya menyadari bahwa selama kuliah, fokus lebih pada teori daripada praktik, sehingga menciptakan kebutuhan untuk mencari keseimbangan antara kedua aspek tersebut. Namun, menjaga keseimbangan ini tidaklah mudah karena hal tersebut memerlukan pengaturan yang matang agar memberikan dampak positif bagi diri saya. Lalu untuk mencegah situasi yang tidak diinginkan di masa depan, saya berkomitmen untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam mengatur waktu dengan

menyusun daftar pekerjaan yang lebih terstruktur dan terarah, memastikan bahwa setiap aktivitas dapat diselesaikan dengan efisiensi maksimal. Dengan pendekatan ini, saya berharap mampu menjalankan kedua tanggung jawab tersebut tanpa

mengorbankan satu pun, sehingga baik kegiatan kuliah maupun mengajar dapat berjalan dengan lancar dan seimbang, serta membawa manfaat yang maksimal bagi perkembangan pribadi dan profesional saya.

F.4. Bagaimana hasil dari keputusan yang Anda ambil?

Hasil dari keputusan setelah melakukan pengembangan perilaku sebagaimana yang telah saya jelaskan, saya telah merasakan perubahan signifikan dalam cara saya mengatur waktu dan kegiatan. Kini, saya mampu menyusun jadwal dengan lebih efisien, serta lebih cermat dalam memilih kegiatan agar yang memang harus

diprioritaskan tidak terlupakan. Selain itu, saya juga mengalami perkembangan dalam pemikiran saya, menjadi lebih terbuka dan reflektif terhadap diri sendiri. Hal ini

(11)

memungkinkan saya untuk terus meningkatkan diri dari kelemahan yang ada menuju arah yang lebih positif. Saya juga semakin terlatih dalam memegang tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang telah ditugaskan kepada saya, dan lebih terbuka terhadap masukan dan kritik dari orang lain. Selain itu, saya aktif dalam memperluas jaringan sosial saya, menjadi penghubung yang efektif untuk memfasilitasi kerja sama dan kolaborasi yang lebih baik dengan berbagai pihak.

G. Ceritakan secara spesifik saat Anda dihadapkan dengan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan.

G.1. Seperti apakah situasinya pada saat itu? Kapan situasi tersebut terjadi?

Hal ini serupa dengan kejadian yang sudah diceritakan di halaman sebelumnya, yaitu pada bagian F, di mana saat itu saya masih menjadi seorang mahasiswa. Saya memutuskan untuk menerima ajakan bergabung dengan sebuah lembaga kursus bahasa Inggris. Dengan tujuan utama saya pada saat itu adalah mengembangkan kemampuan mengajar serta memperluas pengalaman. Saya merasa bahwa kesempatan ini akan memberikan pengalaman praktis yang berharga, mengingat kuliah di jenjang sarjana lebih banyak berfokus pada teori daripada praktik. Saya pun memutuskan untuk mencoba terjun langsung ke lapangan. Namun, tantangan segera muncul ketika saya menghadapi situasi di mana jadwal mengajar di lembaga tersebut sering kali bentrok dengan jadwal kuliah. Bentrokan jadwal ini bahkan terjadi cukup sering, terutama pada awal-awal saya bergabung. Hal ini membuat saya harus pandai mengatur waktu dan prioritas, sehingga saya bisa memenuhi kewajiban di kedua tempat. Meskipun tidak mudah, pengalaman ini sangat berharga dalam mengasah kemampuan manajemen waktu dan fleksibilitas saya, yang nantinya sangat berguna dalam karir profesional.

G.2. Apa yang Anda lakukan dalam mengatur tugas-tugas tersebut? Bagaimana Anda memastikan tugas-tugas tersebut sesuai dengan waktu yang ditentukan?

Akan tetapi, hal itu tidak membuat saya terus larut dalam situasi tersebut. Sedikit demi sedikit, saya mulai belajar mengatur jadwal kegiatan saya dengan membuat daftar pekerjaan dan aktivitas perkuliahan. Saya mencoba untuk membandingkan jam kegiatan tersebut dan menyesuaikannya agar tidak bentrok lagi. Selain itu, saya juga sering berdiskusi mengenai waktu dengan pemilik lembaga dan orang tua siswa yang bersangkutan jauh-jauh hari agar semua dapat berjalan lancar dan lebih teratur, serta tidak terkesan dadakan. Dari situ, saya mulai bisa membagi waktu antara kuliah, yang memang sudah sepatutnya menjadi prioritas, dan jam mengajar saya saat itu. Dengan manajemen waktu yang lebih baik, saya dapat menjalankan kegiatan perkuliahan dan mengajar dengan seimbang. Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan kemampuan organisasi saya tetapi

(12)

juga mengajarkan pentingnya komunikasi yang efektif untuk menghindari konflik jadwal. Sehingga, baik kegiatan perkuliahan maupun kegiatan mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya.

G.3. Sumber daya apa yang Anda butuhkan dalam membantu penyelesaian tugas-tugas tersebut? Apa hambatan yang Anda temui dan bagaimana cara mengatasinya?

Pada saat itu, ada beberapa orang yang membantu saya menyelesaikan tugas tersebut. Ketika saya mendadak berada dalam situasi yang sulit, tidak jarang tutor lain dengan sigap langsung menghandle kelas sementara. Mereka turut andil dan saling menolong ketika saya tiba-tiba harus

menghadiri jam perkuliahan yang bersamaan dengan jadwal mengajar. Hambatan lain yang saya temui adalah perasaan tidak enak ketika harus menitipkan kelas secara mendadak. Hal ini membuat saya pernah mengorbankan waktu perkuliahan demi mengajar. Namun, hal itu tidak

berlangsung lama karena saya mendapatkan banyak dukungan dari tutor lain. Dukungan mereka membuat saya merasa nyaman dan tidak sungkan lagi meminta pertolongan. Dengan bantuan mereka, saya bisa menyeimbangkan kewajiban kuliah dan mengajar. Pengalaman ini mengajarkan saya pentingnya kerjasama dan dukungan tim dalam menghadapi situasi sulit, serta mengurangi rasa sungkan untuk meminta bantuan ketika

dibutuhkan.

G.4. Bagaimana hasilnya?

Hasil yang saya dapatkan dari pengalaman tersebut adalah kemampuan yang lebih baik dalam mengatur jadwal sehari-hari, termasuk kegiatan mengajar, perkuliahan, dan aktivitas lainnya. Saya juga belajar banyak tentang profesionalisme dalam bekerja. Meskipun ada orang lain yang siap menghandle tugas saya ketika mengalami kesulitan, saya tetap belajar untuk bertanggung jawab atas apa yang seharusnya menjadi tugas saya.

Dalam situasi seperti itu, saya berusaha mencari materi dan metode yang tepat untuk diagendakan dan dikirim ke tutor yang siap menggantikan saya. Ini bertujuan agar mereka tidak kesulitan ketika menghandle kelas yang bukan tanggung jawab mereka. Tutor pengganti hanyalah perantara sementara; tanggung jawab untuk mencari bahan ajar dan strategi tetap ada pada saya. Pengalaman ini sangat melatih saya dalam hal tanggung jawab dan profesionalisme, dua hal yang sangat penting dalam dunia kerja. Selain itu, saya juga belajar untuk selalu siap dengan solusi ketika menghadapi kendala, memperkuat kemampuan manajemen dan perencanaan saya secara keseluruhan.

Referensi

Dokumen terkait