IDENTIFIKASI HIGIENE SANITASI DAN KANDUNGAN RHODAMIN B PADA SAUS TOMAT PADA PEDAGANG PENTOL DI KECAMATAN BANJARBARU
UTARA TAHUN 2021 Norliana
Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin
Oleh ; Norliana, Nuning IrnawulanIshak, SKM, M. Kes & Drs. Abdullah MF, SKM, M. Kes Email : [email protected]
ABSTRACT
Often there is misuse of the use of dyes for the use of food ingredients, such as the use of dyes that are not permitted under the PERMENKES RI No. 722/Menkes/PerIX/1988 for example Rhodamin B.This study aims to determine the Sanitation Hygiene of pentol traders and analysis of Rhodamin B content in pentol traders' sauce in the District of North Banjarbaru.The method used is descriptive to describe sanitation hygiene and determine the presence or absence of Rhodamine B.The population in this study were all pentol traders in North Banjarbaru Regency.A sample of 26 respondents used total sampling and 10 samples of chili sauce were taken randomly.Descriptive statistical test.The results of the hygiene and sanitation research of pentol traders are that most of the traders meet the requirements,but there is one trader who does not meet the requirements when the trader leaves the chili container open when selling with a total of 22 traders (84.6%).While the content of Rhodamine B in tomato sauce did not find a color change that was in accordance with the color ratio of Rhodamine B. meatball trader pay more attention to the saucepan when selling, so that flies, dust and other impurities are not contaminated with tomato sauce which can cause disease.
Keywords : Hygiene and Sanitation, and Content Of Rhodamine B
ABSTRAK
Seringkali terjadi penyalahgunaan pemakaian zat pewarna untuk penggunaan bahan pangan, seperti penggunaan zat pewarna yang tidak diizinkan berdasarkan PERMENKES RI No.
722/Menkes/PerIX/1988 misalnya Rhodamin B. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Higiene Sanitasi pedagang pentol serta analisis kandungan Rhodamin B pada saus pedagang pentol di Kecamatan Banjarbaru Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif untuk menggambarkan higiene sanitasi dan mengetahui ada tidaknya Rhodamin B. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pedagang pentol yang ada di Kecamatan Banjarbaru Utara. Sampel sebanyak 26 responden menggunakan total sampling dan sebanyak 10 sampel saus diambil secara acak. Uji statistik deskriptif. Hasil dari penelitian higiene dan sanitasi pedagang pentol adalah sebagian besar pedagang memenuhi syarat, tetapi ada satu pedagang yang tidak memenuhi syarat pada saat pedagang membiarkan wadah saus terbuka saat berjualan dengan jumlah 22 pedangang (84,6%).
Sedangkan kandungan Rhodamin B pada saus tomat tidak di temukannya perubahan warna yang sesuai dengan perbandingan warna Rhodamin B. Pedagang pentol lebih memperhatikan tempat saus saat berjualan, sehingga lalat, debu dan kotoran lainnya tidak terkontaminasi pada saus tomat yang bisa mengakibatkan penyakit.
Kata Kunci : Higiene dan Sanitasi, dan Kandungan Rhodamin B
pada penelitian ini disebabkan penjual saus berdagang di pinggir jalan besar sehingga debu akan masuk kedalam wadah selain itu pembeli langsung mencelupkan pentol pada wadah saus sehingga kontaminasi bisa terjadi lewat tangan pembeli. Meldrum, et al (2009) mengatakan kontaminasi mikroba dari makanan yang terbuka dapat terjadi dari lingkungan.
Ada sebagian kecil pembeli memasukkan kembali pentol yang sudah di gigit ke dalam wadah saos tomat sebanyak (7,7%), hal ini dikarenakan ada penjual tidak menyediakan wadah untuk meletakkan saus.
Pencelupan kembali pentol kedalam wadah saus menunjukan indikasi praktek higiene yang buruk. Pada penelitian yang terdahulu yaitu penelitian yang dilakukan oleh Meldrum, et al (2009) ditemukannya S.
aureus dan E. coli pada salad dan saus kebab yang pemakaian sausnya di ambil sendiri oleh pembeli.
Hasil laboratorium
menunjukkan semua sampel saus tomat tidak mengandung Rhodamin B.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian higiene dan sanitasi pedagang pentol adalah sebagian besar pedagang memenuhi syarat, tetapi ada satu pedagang yang tidak memenuhi syarat pada saat pedagang membiarkan wadah saus terbuka saat berjualan dengan jumlah 22 pedangang (84,6%). Sedangkan kandungan Rhodamin B pada saus tomat tidak di temukannya perubahan warna yang sesuai dengan perbandingan warna Rhodamin B.
SARAN
Pedagang pentol lebih memperhatikan tempat saus saat berjualan, sehingga lalat, debu dan kotoran lainnya tidak terkontaminasi pada saus tomat yang bisa mengakibatkan penyakit.
DAFTAR PUSTAKA
Adriani, A. & Zarwinda, I. 2019. Pendidikan Untuk Masyarakat Tentang Bahaya Pewarna. Jurnal Serambi Ilmu, Volume 20, Nomor 2, Edisi Maret 2019, 218-230. di Akses 12 Mei 2021.
Anshari, M. R., Agus F, & Rahmat W. 2020.
Gambaran Kandungan Rhodamin B Pada Saos Tomat Di Pedagang Bakso Tusuk Jalan Kapten Pierre Tendean Banjarmasin.
Jurnal.Polanka.Ac.Id/Index.Php/JKI KT. Vol. 2 No. 2. di Akses 12 Mei 2021.
Angkat, Mirnawati. 2016. Hygiene Sanitasi Dan Analisis Kandungan Rhodamin B Dan Natrium Benzoat Pada Saus Cabai Bakso Bakar Serta Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Penjual Di Jalan Dr. Mansyur.
Medan: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. di akses 18 Mei 2021.
BPOM RI. 2018. Laporan Tahunan 2018.
Banjarmasin. di Akses 12 Mei 2021.
Departemen Kesehatan RI. (1998).
Permenkes RI No.
722/Menkes/Per/IX/1988 tentang Bahan Tambahan Makanan (BTM).
Jakarta : Depkes RI. di akses 29 oktober 2021.
Laksmita, Dkk. 2018. Identifikasi Rhodamin B Dalam Saus Sambal Yang Beredar Di Pasar Tradisional Dan Modern Kota Denpasar. Jurnal Media Sains, Vol. 2, No. 1, Hal. 8-13. di Akses 12 Mei 2021.
Muyanja, Charles, Leontina Nayiga, Namugumya Brenda, George
Nasinyama. 2011. Practices, knowledge and risk factors of street food vendors in Uganda. Food Control 22 : 1551-1558. Di akses 29 oktober 2021
Meldrum, R.J., C.L. Little, S. Sagoo, V.
Mithani, J. McLauchlin, E. de Pinna.
2009. Assessment of the microbiological safety of salad vegetables and sauces from kebab take- away restaurants in the United Kingdom. Food Microbiology.26 : 573–577. di akses 29 oktober 2021.
Mosupye, Francina M., and Alexander von Holy. 2000. Microbiological hazard identification and exposure assessment of street food vending in Johannesburg, South Africa. di akses 29 oktober 2021.
Rahmah, Zawir. 2019. Analisis Rhodamin B Pada Saus Yang Beredar Di Pasaran Lhoksukon Aceh Utara Secara Kualitatif Dan Kuantitatif. Medan:
Fakultas Farmasi Dan Kesehatan Institut Kesehatan Helvetia. di akses 18 Mei 2021.
Syamsul, E. S. (2018). Identifikasi Rhodamin B Pada Saus Tomat Yang Beredar Di Pasar Pagi Samarinda.Jurnal Ilmiah Ibnu Sina. Vol. 3 No 1, 125-133. di Akses 12 Mei 2021.
Yuliarti, N. (2007). Awas! Bahaya Di Balik Lezatnya Makanan. Yogyakarta:
Penerbit Andi. di akses 16 Mei 2021.