ii Institut Teknologi Nasional
ABSTRAK
Nama : Rachmat Wisnu Dwiputra Program Studi : Arsitektur
Judul : Perancangan Museum Suddah dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular
Pembimbing : 1. Dian Duhita., S.T., M.T 2. Utami., Ir., M.T
Indonesia merupakan negara dengan suku bangsa yang begitu beragam, salah satunya suku adat yang berasal dari bagian barat pulau Jawa yang ada di Indonesia yaitu suku Sunda atau dikenal dengan istilah Tatar Pasundan.
Peninggalan suku Sunda di jaman modern ini kurang dikenali keberadaannya seperti bentuk arsitektur rumah adat serta benda pusaka. Gambaran nyata mengenai arsitektur rumah adat Sunda menjadi pencetus pemilihan konsep bangunan serta penataan ruang pamer pada museum yang akan direncanakan.
Bangunan museum akan di desain dengan menerapkan konsep Neo-vernakular yaitu konsep arsitektur yang muncul di era post-modern yang menggabungkan arsitektur tradisional dan arsitektur modern. Penerapan konsep tersebut diharapkan menjadi daya tarik museum. Konsep pameran pada museum Suddah terdapat dua jenis pameran, yaitu yang pertama berbentuk diorama fasad rumah adat Sunda dengan visual lengkap area depan rumah adat Sunda dan yang kedua berupa pameran benda-benda yang berhubungan dengan rumah adat Sunda.
Rumah adat Sunda yang akan dijadikan pameran diorama adalah rumah adat Julang Ngapak, Jolopong, Perahu Kumereb dan Badak Heuay. Museum ini akan direncanakan pada Kawasan Puspa Iptek Sundial lebih tepatnya di Jl.
Parahyangan Raya, Bandung Barat. Kawasan tersebut memiliki banyak potensi untuk menunjang keberadaan museum, seperti dekat dengan pintu tol Padalarang Timur sehingga akses ke bangunan museum mudah di kunjungi.
Kata kunci: Museum, Neo-Vernakular, Suku Adat Sunda
iii Institut Teknologi Nasional
ABSTRACT
Name : Rachmat Wisnu Dwiputra Study Program : Architecture
Title : Perancangan Museum Suddah Dengan Penerapan Arsitektur Neo-Vernakular
Counsellor : 1. Dian Duhita., S.T., M.T 2. Utami., Ir., M.T
Indonesia is a country with so many diverse tribes, one of which is the tribe from the western part of the island of Java in Indonesia, namely the Sundanese tribe or known as the Tatar Pasundan. Sundanese heritage in this modern times is less recognizable, such as architectural forms of traditional houses and heirlooms. The real picture of the Sundanese traditional house architecture becomes the trigger in the selection of the building concept and the concept of the museum exhibition that will be planned. The museum building will be planned by applying the Neo- vernacular concept, which is an architectural concept that emerged in the post- modern era that combines traditional and modern architecture. The application of this concept is expected to become the attraction of the museum. There are two types of exhibition concepts at Suddah Museum, the first shaped like a diorama of Sundanese traditional house facades with complete visuals of the front area of Sundanese traditional houses and the second is an exhibition of objects that are related to Sundanese traditional houses.The traditional Sundanese houses that will be used as a diorama exhibition are the traditional houses of Julang Ngapak, Jolopong, Perahu Kumereb and Badak Heuay.This museum will be planned in the Sundial Science and Technology Puspa Area, more precisely on Jl. Parahyangan Raya, West Bandung.The area has a lot of potential to support the existence of the museum, such as being close to the East Padalarang toll gate so that access to the museum building is easy to visit.
Keywords: Museum, Neo-Vernacular, sundanese