• Tidak ada hasil yang ditemukan

iii

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "iii"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Di era pandemi Covid-19, hal ini membawa permasalahan baru dengan semakin banyaknya pernikahan dini di Indonesia. Dari latar belakang diatas peneliti tertarik dan ingin meneliti kasus pernikahan dini di Desa Curahsuri dengan judul.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Pemberian informasi yang komprehensif mengenai “Persepsi Masyarakat Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo tentang pernikahan dini”. Penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk penelitian selanjutnya mengenai “Persepsi Masyarakat Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo Tentang Pernikahan Dini”.

Definisi Istilah

Jadi persepsi masyarakat terhadap pernikahan dini adalah bagaimana masyarakat menilai suatu fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya dan mempunyai interpretasi tersendiri terhadap apa yang dilihat masyarakat.

Sistematika Pembahasan

Perspektif Remaja Terhadap Pernikahan Dini (Studi Kasus di SMA Negeri 04 Kota Bengkulu), Skripsi, UIN Malang, 2017. Data yang akan diteliti adalah “Persepsi Masyarakat Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo Tentang Pernikahan Dini”. Apa saja faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo.

Oleh karena itu, menikah dini dianggap lumrah di sini dan sudah menjadi tradisi masyarakat di sini. Selain melakukan wawancara, peneliti di daerah tersebut juga mencatat bahwa pernikahan dini sudah menjadi hal yang lumrah di Desa Curahsuri, Jatibanteng, dan Situbondo. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo mengenai pernikahan dini adalah hal yang lumrah dan lumrah karena sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Curahsuri.

Persepsi masyarakat Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo mengenai pernikahan dini adalah hal yang lumrah dan lumrah karena hal tersebut sudah menjadi tradisi di masyarakat Desa Curahsuri. Apa saja faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo.

Tabel 4.2  Temuan Penelitian
Tabel 4.2 Temuan Penelitian

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

Pertanyaan mengenai pemikiran orang tua mengenai pernikahan dini juga dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan orang tua remaja tersebut. Alasan peneliti mengambil atau memilih informan tersebut di atas adalah karena disini peneliti melihat bahwa informan tersebut mengetahui persepsi pernikahan dini di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo. Dari data-data yang disampaikan peneliti diatas dapat disimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo, perekonomian yang kurang, faktor budaya yang sudah menjadi tradisi dan mengakar secara turun temurun, faktor pemikiran orang tua pendidikan yang sangat minim yaitu meskipun tetap bersekolah.

Dari data yang peneliti sampaikan di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo mengenai pernikahan dini adalah hal yang lumrah dan wajar karena sudah menjadi tradisi masyarakat. Desa Curahsuri. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo adalah kurangnya keuangan, faktor budaya yang diturunkan secara turun temurun, faktor pemikiran orang tua. faktor pendidikan dan lingkungan hidup masyarakat setempat. Mengenai faktor yang mempengaruhi pernikahan dini di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo yaitu kurangnya keuangan, faktor budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi, sudah menjadi tradisi dan mendarah daging, faktor yang menurut orang tua jika pendidikan sangat minim Artinya, kalaupun mereka melanjutkan sekolah, mereka pasti akan tetap hanya bertani dan beternak serta faktor lingkungan hidup masyarakat setempat.

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kualitatif yaitu penelitian yang tidak menghasilkan angka-angka, artinya penelitian ini berbentuk kata-kata tertulis yang dijelaskan oleh peneliti. Maksud dari kalimat tersebut adalah peneliti dalam penelitian ini berharap mendapatkan makna sesungguhnya yang sebenarnya terjadi di lapangan.44. Pendekatan kualitatif ini dijelaskan oleh Bogdan dan Taylor dalam bukunya Lexy J Moleong, yaitu penelitian kualitatif merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memperoleh data deskriptif.

Sedangkan tipe peneliti disini menggunakan penelitian lapangan, karena untuk memperoleh data yang diinginkan peneliti terjun langsung ke lapangan, namun tidak terlibat dalam kejadian tersebut, melainkan hanya mengamati kejadian tersebut di lapangan.

Lokasi Penelitian

Inferensi artinya peneliti menyimpulkan atau menarik kesimpulan dari data yang sebelumnya telah direduksi dan dianalisis dengan jelas. serta temuan-temuan berharga berdasarkan studi lapangan yang telah dilakukan.54 F. Namun dalam pernikahan dini, meski sudah menjadi tradisi, masyarakat sendiri beranggapan jika anaknya tidak segera dinikahkan, apa yang ditakutkan masyarakat? dari . akan terjadi. Hal lain yang mempengaruhi pernikahan dini adalah lingkungan sosial, karena tidak sedikit wali yang mendorong anaknya untuk menikah karena melihat kondisi umum.

Unsur alam yang telah mengenal pernikahan dini sejak lama dapat menjadi pendorong utama untuk mengikuti pernikahan dini.72. Faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini pada pasangan usia subur di Kecamatan Mapanget Kota Manado. Selain itu, pernikahan dini terjadi karena banyak dampak yang dikhawatirkan oleh orang tua, misalnya saja terjerumus dalam pernikahan yang mendalam.

Subjek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Pertama-tama harus ditentukan jenis unsurnya, yaitu sesuatu yang menjadi objek penelitian atau pengumpulan data. Merupakan teknik dimana orang diminta secara langsung untuk dijadikan objek penelitian guna memperoleh data yang diinginkan. Dalam jenis wawancara ini peneliti menggunakan wawancara semi terstruktur, karena peneliti mencatat atau menyiapkan pertanyaan terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara, namun jika ada pertanyaan baru di tengah penelitian maka peneliti langsung menanyakannya.49 .

Observasi yang digunakan disini adalah observasi non partisipan karena disini peneliti melakukan observasi langsung ke tempat penelitian untuk melakukan observasi khususnya mengenai

Analisis Data

Menarik kesimpulan artinya peneliti menarik kesimpulan atau menarik kesimpulan dari data yang telah direduksi sebelumnya dan dianalisis dengan jelas.53 Peneliti akan menarik kesimpulan tentang persepsi masyarakat Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo terhadap pernikahan dini, berdasarkan bukti-bukti. , data dan juga temuan yang valid berdasarkan studi lapangan.54.

Keabsahan Data

Adapun perbandingan tersebut diperoleh dari data wawancara kepada Kepala Desa Curahsuri, Kepala Dusun Curahsuri, Aparat Desa Curahsuri dan Anak Usia Dini di Desa Curahsuri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo.

Tahap-Tahap Penelitian

Pernikahan dini adalah pernikahan antara remaja laki-laki dan perempuan yang berusia di bawah 19 tahun. Permasalahan pernikahan dini masih menjadi perbincangan hingga saat ini, apalagi pernikahan dini masih menjadi hal yang lumrah di kalangan remaja saat ini. Menurut saya sobat, pernikahan dini di desa ini sangatlah wajar, karena sejak dahulu warisan nenek moyang kita sudah menjadi darah daging bagi kita, dan hal tersebut sah-sah saja, asal mereka saling menginginkan, saling menyukai dan menyukai. orang tua mereka juga menyetujuinya.

Temuan tersebut kemudian dikolaborasikan dengan teori yang dikemukakan Uswatun Hasanah dalam jurnalnya bahwa terdapat berbagai variabel yang mempengaruhi pernikahan dini, yaitu faktor ekonomi. Silitonga juga menulis dalam bukunya bahwa pernikahan dini antara lain disebabkan oleh masalah keuangan keluarga. Teori lain yang dikemukakan Desiyanti adalah ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini, salah satunya adalah faktor.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambar Objek Penelitian

Penyajian Data dan Analisis

Terjadinya pernikahan dini pada masyarakat di Indonesia khususnya remaja tentu saja disebabkan oleh berbagai faktor seperti faktor sosial budaya, faktor ekonomi, faktor pendidikan, media massa, pandangan dan kepercayaan serta faktor orang tua. Meski demikian, hingga saat ini pernikahan dini belum memberikan solusi cerdas baik bagi bangsa maupun negara. Karena pernikahan dini dapat memprediksi terjadinya kehamilan di luar nikah dan pernikahan dini, karena sebagian besar masyarakat disini tidak mempunyai sarana untuk melanjutkan pendidikan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi.

Kalau saya lihat gan, permasalahan pernikahan dini di desa ini sudah menjadi hal yang lumrah, tidak hanya di desa ini saja, di desa tetangga juga banyak terjadi pernikahan dini terutama bagi perempuan, karena banyak orang tua yang beranggapan demikian.

Pembahasan Temuan

Menurut Subadio, pernikahan dini bisa saja terjadi karena faktor adat, hal ini disebabkan oleh sifat masyarakat Jawa Kuno yang lebih memilih untuk tidak menyimpang dari norma yang berlaku. Karena para wali khawatir akan kemungkinan dengan anggapan menolak lamaran seseorang dari pihak laki-laki, maka pada saat itu anaknya akan mendapat karma menjadi pembantu atau tidak berjualan lagi, karena di Desa Curahsuri masih ada. pikiran. bahwa dengan menolak lamaran seseorang, sebenarnya yang bersangkutan ingin menjadi pelayan lama. Namun dalam pernikahan dini walaupun sudah menjadi tradisi, masyarakat sendiri beranggapan jika anak-anaknya tidak segera dinikahkan maka yang ditakutkan masyarakat adalah pesta pora yang melenceng dari aturan agama, karena masyarakat meyakini bahwa dengan semakin berkembangnya perkembangan teknologi dan kemajuan suatu negara akan semakin banyak Banyak juga remaja yang rusak akhlaknya sehingga menyimpang dari ajaran agama dan hukum yang telah ditentukan oleh negara ini.

Wawancara Kepala Dusun, Kepala Desa, Sekretaris Desa, Warga Desa Curah Suri Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo.

PENUTUP

Kesimpulan

Masyarakat sendiri berpandangan jika anaknya tidak segera dinikahkan maka masyarakat khawatir akan terjadi pergaulan bebas yang menyimpang dari aturan agama karena masyarakat meyakini dengan semakin berkembangnya teknologi dan kemajuan suatu negara maka semakin banyak pula remaja yang berusia remaja. dengan akhlak yang rusak sehingga menyebabkan mereka menyimpang dari ajaran agama dan hukum yang ditetapkan negara ini.

Saran

Terjadinya Pernikahan Remaja di Kalangan Masyarakat Muslim Madura (Studi Kasus di Desa Bajur, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan) IAIN Jember 2015 Dengan hormat kami informasikan bahwa untuk menyelesaikan program sarjana di Institut Agama Islam Negeri Jember, mohon bimbingan dari Bapak ./ Ibu mengizinkan kegiatan lapangan kepada siswa berikut.

Foto Bersama Kepala Desa Curahsuri Jatibanteng
Foto Bersama Kepala Desa Curahsuri Jatibanteng

Referensi

Dokumen terkait