Implementasi Aplikasi Mobile Contactless Order oleh Start-Up Mahameru Innovation (Manova) pada Restoran dan Kafe
Adhika Bergi Nugroho
Program Studi Administrasi Bisnis Sektor Publik, Politeknik STIA LAN Bandung, Kota Bandung, Indonesia Email: [email protected]
Submitted 12-12-2021; Accepted 28-12-2021; Published 30-12-2021 Abstrak
Perkembangan aplikasi mobile mengubah gaya hidup masyarakat. Dalam kesehariannya, manusia tidak bisa lepas dari ketersediaan gadget.
Peluang ini telah menyebabkan banyak perusahaan rintisan mengembangkan aplikasi bebrbasis mobile untuk menyuguhkan kepraktisan.
Contactless Order akan membawa gaya hidup baru bagi masyarakat dalam hal memesan makanan dari restoran ketika pandemi masih melanda Indonesia. Contactless Order diyakinin akan menggantikan sistem yang ada saat ini yang digunakan di restoran maupun café dalam layanan pemesanan. Sehingga Manova harus membuat strategi untuk memperkenalkan Contactless Order kepada calon potensial konsumennya dan menentukan pasar yang akan dimasukinya. Kerangka konseptual penelitian ini dibangun dari menganalisis kondisi lingkungan (faktor internal & eksternal). Faktor eksternal terdiri dari analisis lingkungan industry yang didalamnya terdapat lingkungan politik, ekonomi, sociocultural, dan teknologi (PEST) dan analisis Porter’s Five Forces untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dihadapi oleh Manova. Analisis internal terdiri sumber daya manusia yang dimiliki oleh Manova, aktivitas rantai pasok dan kompetensi inti sumber daya manusia yang ada pada Manova untuk menentukan kekuatan dan kelemahannya. Setelah melakukan analisis lingkungan industri, Manova dapat membuat strategi diferensiasi yang akan membuat layanan pemesanan berbeda dan lebih menarik dari pada pesaing sejenis. Untuk implementasi Contactless Order diperlukan perbaikan kondisi manajemen keuangan meliputi pengelolaan sistem keuangan.
Peningkatan sumber daya manusia meliputi dan peningkatan kuantitas pegawai. Perbaikan peningkatan layanan purna jual, dan efisiensi kegiatan operasional. Perbaikan kondisi pemasaran meliputi peningkatan reputasi Manova, dan membangun loyalitas konsumen dengan memberikan kualitas layanan terbaik.
Kata Kunci: Aplikasi Mobile; Contactless Order; Formulasi Strategi Pemasaran Abstract
The development of mobile applications is changing people's lifestyles. In their daily life, humans cannot be separated from the availability of gadgets. This opportunity has led many startups to develop mobile-based applications to provide practicality. Contactless Order will bring a new lifestyle for people in ordering food from restaurants when the pandemic is still hitting Indonesia. Contactless Order is believed to use the current system used in restaurants and cafes for ordering services. So that Manova must make a strategy to introduce Contactless Order to its potential customers and determine the market to enter. The conceptual framework of this research was built from analyzing environmental conditions (internal & external factors). External factors consist of an analysis of the industrial environment in which there is a political, economic, sociocultural, and technological environment (PEST) and an analysis of Porter's Five Forces to find out the opportunities and threats faced by Manova. Internal analysis consists of Manova's human resources, supply chain activities and core competencies of Manova's human resources to determine its strengths and weaknesses. After analyzing the industry environment, Manova can create a differentiation strategy that will make the ordering service different and more attractive from similar competitors. For the implementation of the Contactless Order, it is necessary to improve the condition of financial management, including the management of the financial system. Human resources include and increase the quantity of employees. Improvement of after-sales service improvement, and efficiency of operational activities. Improvements in marketing conditions include improving Manova's reputation, and building customer loyalty by providing the best quality service.
Keywords: Mobile Application; Contactless Order; Strategy Formulation
1. PENDAHULUAN
Aplikasi berbasis mobile berkembang sangat pesat[1]. Indonesia memiliki potensi besar untuk pemanfaatan aplikasi mobile ini karena jumlah penduduk yang besar, akses internet yang lebih mudah dan murah, serta kualitas penerimaan yang tinggi[2].
Fenomena tersebut telah mempengaruhi perkembangan industri kreatif yang berbasis teknologi informasi, dan saat ini telah berkembang cukup pesat terutama pada wilayah Kota Bandung. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat industri kreatif yang bergerak pada bidang IT berlomba-lomba menciptakan produk inovatif yang dapat digunakan setiap hari secara masif dan pada akhirnya dapat memberikan keuntungan yang berkelanjutan. Peluang perkembangan teknologi telah menarik banyak start-up untuk berlomba-lomba menghasilkan aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini pula yang menarik perhatian Manova yang merupakan salah satu start-up yang berlokasi dan didirikan di Bandung.
Manova menyadari pertumbuhan restoran dan cafe di Bandung merupakan sebuah peluang. Oleh karena itu, Manova telah membuat Contactless Order, sebuah aplikasi mobile untuk membuat pesanan restoran dan membantu pelanggan restoran untuk memesan makanan, melakukan reservasi, melakukan pembayaran, dan pengiriman pesanan. Contactless Order juga akan membantu restoran untuk mencatat transaksi, stok, dan melacak perilaku pelanggan dari feedback yang secara periodik dikumpulkan data pemesanannya pada database Contactless Order.
Sebagai perusahaan yang masih berkembang, Manova bisa dibilang sebagai new-comer. Manova berdiri sejak Mei 2021, selama 8 bulan berjalan Manova telah menjadi vendor web dan aplikasi bagi beberapa perusahaan besar seperti Astra Oto Parts, dan PT. FSCM Indonesia. Tetapi produk aplikasi berbasis web selalu selesai dalam waktu singkat dan sangat tergantung pada permintaan klien. Manova telah memutuskan untuk mengubah kondisi ini dengan mengembangkan produk bernama Contactless Order untuk mempertahankan keuntungan yang berkelanjutan agar dapat bertahan dan menjadi lebih
besar di industri start-up. Contactless Order merupakan prospek yang baik bagi Manova karena pada awal promosinya Manova berhasil mendapatkan empat belas restoran yang menerapkan Contactless Order selain itu juga banyak restoran di Bandung yang meminatinya. Itu berarti Contactless Order akan memiliki pasar yang lebih besar dibandingkan produk Manova lainnya.
Oleh karena itu, Manova harus mengambil kesempatan ini dan memikirkan bagaimana mereka memasuki industri aplikasi seluler ini dan mendapatkan keuntungan lebih dari produk Manova lainnya. Manova tentu akan menghadapi persaingan ketat dengan start-up lainnya; sehingga harus mencari strategi untuk menjual produk aplikasi mobile barunya, Contactless Order. Selanjutnya Manova perlu menemukan karakteristik restoran yang mungkin membutuhkan Contactless Order. Mengingat pemain di sektor aplikasi ini, dalam hal memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat dengan gaya hidup baru yang diciptakan oleh Contactless Order, banyak restoran yang masih banyak diuntungkan dengan tidak adanya sistem Contactless Order seperti warung makan tradisional. Oleh karena itu, dapat diasumsikan bahwa tidak semua cafe dan restoran membutuhkan Contactless Order.
2. METODOLOGI PENELITIAN
2.1 Landasan Teori
Gambar 1. Kerangka Konsep
Kerangka konseptual dari gambar di atas melibatkan analisis lingkungan industri (eksternal dan internal), perumusan strategi, serta penerapannya di Manova. Ilustrasi kerangka adalah untuk menunjukkan hubungan antar faktor, dan menunjukkan elemen utama yang penting sebagai area peningkatan atau perubahan.
Untuk menganalisis tantangan dan peluang, analisis eksternal sangat penting [3]. Analisis eksternal akan mengevaluasi kondisi makro dari Manova dengan menggunakan kerangka lingkungan umum (Pest Analysis) dan kondisi persaingan di industri yang akan dianalisis menggunakan teori Porter's Five Forces. Analisis eksternal ini akan diperlukan untuk mengetahui ancaman dan peluang pada situasi saat ini atau di masa yang akan datang. Oleh karena itu, analisis akan menjadi faktor utama untuk membuat strategi pemasaran yang akan diterapkan pada Manova.
Sedangkan analisis internal digunakan untuk menganalisis kondisi Manova saat ini serta untuk memprediksi persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen [4]. Oleh karena itu, konsumen tidak akan berpindah ke pesaing lain. Mereka bahkan akan menarik konsumen baru pada saat yang sama. Analisis ini juga diperlukan untuk mengetahui kesenjangan layanan antara permintaan konsumen dengan layanan dan fitur yang ada untuk mengetahui apa saja yang akan ditangani nanti.
Bagian pertama yang telah dilakukan adalah mengidentifikasi masalah bisnis di dalam perusahaan yang akan dilanjutkan dengan analisis situasi bisnis, baik melalui internal maupun eksternal; kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) yang akan menentukan strategi yang dipilih [5]. Ketika analisis SWOT dilakukan, ditindaklanjuti dengan melakukan penerapan analisis solusi bisnis untuk menghasilkan alternatif strategi bagi perusahaan. Setelah strategi terbentuk, bagian terakhir yang akan dijelaskan adalah implementasi strategi kepada Manova yang akan memuat rencana aksi. Dalam penelitian ini, SWOT merupakan faktor yang dominan karena merupakan inti untuk merumuskan strategi.
2.2 Metode Penelitian a) Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian terapan. Penelitian terapan merupakan penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk diterapkan, dikaji dan dievaluasinya kemampuan suatu teori yang diterapkan pada suatu pemecahan masalah secara praktis pada suatu lembaga dalam kegiatan sehari-hari.
b) Sifat Penelitian
Sifat penelitian pada penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggambarkan pengaruh dan manfaat dari penggunaan Contact Less Order di Kota Bandung. Penelitian deskriptif yang dijalankan tidak hanya mencakup permasalahan namun juga pada variabel-variabel yang terkait pada masalah tersebut.
c) Metode Penelitian
Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Peneliti menyebarkan kuesioner untuk mengetahui feedback harapan dari pelanggan restoran dan café serta ekspektasinya. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik dokumentasi dengan menggunakan data sekunder tentang analisis eksrternal pada lingkungan industry
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Analisis Lingkungan eskternal (PEST)
Sebagai perusahaan yang bergerak pada bidang industry aplikasi berbasis mobile membuat Manoba harus bersaing dengan pelaku usaha lainnya, berikut adalah pembahasan dengan metode General Environment Analysis yang akan menghasilkan opportunity dan threat.
Politik: Situasi politik di Indonesia relatif stabil dan berangsung membaik pada pertengahan hingga menuju akhir pada tahun 2021. Pemerintah Indonesia memberikan dana untuk mendukung start-up teknologi [6]. Khusus di Bandung, terdapat Bandung Digital Valley yang memfasilitasi tech start-up. Manova sudah mengajukan diri untuk bergabung dengan Bandung Digital Valley dengan mengajukan Contactless Order sebagai salah satu aplikasi inovatifnya untuk digunakan di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan rencana Presiden Joko "Jokowi" Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat yang lebih ramah bagi investasi asing. Pada bulan Januari, Presiden meresmikan layanan perizinan usaha satu atap di Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia, membuat prosesnya lebih transparan daripada prosedur yang ada. Dia telah membentuk tim yang berdedikasi untuk memperkuat industri kreatif. Dengan anggaran sebesar $78 juta, Badan Ekonomi Kreatif akan mencakup bisnis Internet serta game online dan pengembang aplikasi. Sebagai salah satu tech start-up, Manova akan didukung oleh regulasi pemerintah. Dengan demikian, ini adalah salah satu peluang Manova untuk bertahan di industri Ekonomi: Sektor teknologi di Indonesia dimulai dengan dorongan pertumbuhan yang berkelanjutan pada tahun 2010.
Hal ini ditandai dengan pembentukan VC pertama yang berfokus di Indonesia dan peningkatan volume transaksi investasi yang signifikan. Dengan terbentuknya berapa incubator di kampus IT seperti ITB maupun Telkom University yang dalam 3 tahun terakhir secara rutin memberikan pendanaan pada start-up yang berkolaborasi dengan Kemendikbud setiap tahunnya.
Meskipun pertumbuhan PDB dan IHK Indonesia stabil, inflasi Indonesia berfluktuasi secara signifikan dari minimal 3% dan maksimal 8,4%. Dengan stabilnya peningkatan PDB dan IHK, dapat disimpulkan bahwa daya beli masyarakat akan terus tumbuh [7]. Ketika GPD tinggi maka ekonomi mikro di Indonesia akan berada dalam kondisi yang menguntungkan, kemudian diikuti dengan tingginya investasi dari para investor. Kondisi ini akan mendorong banyak pelaku usaha dan industri untuk bersaing dengan pelaku usaha lainnya, salah satunya adalah industri restoran. Peningkatan pertumbuhan restoran terlihat jelas di Kota Bandung bahkan pada saat pandemic di tahun 2021. Kondisi ini akan mempengaruhi Manova, artinya cakupan pasar Contactless Order menjadi lebih luas.
Sosial budaya: Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara, ini juga menjadi salah satu peluang bagi Contactless Order dan Manova untuk mendapatkan pasar yang lebih luas di masa depan. Indonesia merupakan negara yang berpenduduk lebih dari 250 juta jiwa, dengan 80 juta pengguna internet, lebih dari 50 juta pengguna smartphone, ditambah pendapatan per kapita penduduk di Indonesia yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan kelas sosial masyarakat dari kalangan menengah ke atas mengakibatkan meningkatnya angka mobilitas sosial yang telah disadari oleh sebagian besar masyarakat mengenai perkembangan teknologi di masyarakat saat ini [8]. Semakin banyaknya orang yang menggunakan smartphone telah meningkatkan kebutuhan akan aplikasi mobile. Selain itu, orang juga mencari unsur kesenangan untuk menghilangkan tingkat stres akibat aktivitas sehari-hari. Karena kepraktisan adalah kunci bagi para start-up teknologi untuk menjual produknya, Manova telah menciptakan sistem aplikasi mobile untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Dengan mengetahui kunci kepraktisan, Manova berpeluang menjual Contactless Order. Hal ini menunjukkan bahwa ada permintaan untuk bisnis telekomunikasi dan informasi. Permintaan masyarakat Indonesia akan produk dan layanan telekomunikasi dan informasi perlu dipenuhi.
Teknologi: Lebih dari satu miliar smartphone digunakan dan lebih banyak orang memilih aplikasi seluler dari pada menjelajahi Internet [9]. Pengguna ponsel cerdas menciptakan saluran seluler baru dan menguntungkan selain saluran web desktop tradisional. Pengguna situs web seluler merasa sulit memesan Web dan merangkul aplikasi iOS dan Android asli yang lebih mudah digunakan dan mereka sekarang mengharapkan pengalaman seluler yang mudah dinavigasi, layanan pemesanan cepat dan mulus. Manova terus memacu bisnis layanan teknologi informasi dengan menyediakan Contactless Order guna mengejar target pendapatan secara berkesinambungan. Dengan membuat aplikasi seperti Contactless Order yang dianggap sebagai inovasi disruptif, Manova juga didukung oleh pengguna ponsel pintar. Oleh karena itu, ini akan menjadi kesempatan bagi Manova untuk mengedukasi orang-orang yang akan mendapat manfaat dari penggunaan Contactless Order.
Dengan demikian, Manova bisa menjual Contactless Order dengan mudah.
3.2 Analisis Lingkungan Eskternal (Porter’s Five Forces)
Tabel 1. Analisis lingkungan eksternal
Ancaman Low Moderate High
Threat of New Entrants (Medium) √
Bargaining Power of Buyers (Medium) √
Bargaining Power of Suppliers (Medium) √
Ancaman Low Moderate High
Threat of Substitutes (High) √
Rivalry Among Existing Firms (Low) √
Threat of New Entrants (Medium)
Pengusaha di beberapa kota besar di Bandung dan Jakarta sepertinya tidak akan memberi tahu orang-orang bahwa Indonesia adalah pasar yang mudah untuk dimenangkan. Sifat pasar yang terbuka lebar ini saja membuatnya menjadi lingkungan yang kondusif untuk membangun usaha full-stack. Apalagi jumlah penduduknya besar. Manova mencoba memberikan kemudahan di sektor ini. Di Bandung belum ada aplikasi yang memfasilitasi restoran dan pelanggan untuk saling terhubung. Contactless Order dapat membantu meningkatkan brand awareness restoran yang menggunakannya dan di sisi lain pelanggan akan dengan mudah menemukan, memesan, dan melakukan reservasi ke restoran tersebut. Restoran nasional mengakui beberapa tahun yang lalu bahwa pemesanan seluler akan menjadi sangat besar dan mulai mengembangkan aplikasi mereka sendiri sebagai persiapan untuk evolusi pemesanan seluler berikutnya dan pertaruhan mereka terbayar. Aplikasi ini sangat sukses dan win-win untuk kedua restoran dan pelanggan mereka.
Namun pasar sektor restoran belum sepenuhnya terlihat, di Bandung baru ada satu startup yang sudah menjual aplikasi serupa seperti Contactless Order. Namun ketika pasar sudah siap maka akan semakin banyak perusahaan sejenis atau startup yang muncul untuk mendapatkan peluang tersebut. Peluang lain dari mengembangkan Contactless Order adalah biaya yang murah, tidak membutuhkan banyak sumber daya manusia, dan sulit ditiru sehingga memiliki ancaman sedang masuknya pendatang baru.
Bargaining Power of Suppliers (Medium)
Manova mulai mengembangkan Contactless Order sejak Oktober 2021 dan terus mengalami penyempurnaan hingga saat ini.
Saat mengembangkan Contactless Order, Manova memberdayakan sumber dayanya sendiri yang terdiri dari mock up designer, front-end programmer, dan network engineer. Di sisi lain dalam hal penyediaan Contactless Order ke restoran, Manova membutuhkan perangkat mobile seperti tablet atau ponsel. Perangkat tersebut disediakan oleh pihak restoran dan pelanggannya, sehingga secara teknis Manova juga tidak bergantung pada pemasok perangkat seluler karena akan bergantung pada pelanggan Manova. Namun dalam hal pengembangan Contactless Order Manova menggunakan beberapa software seperti android studio, corel draw, adobe photoshop, dan .net-framework. Dianggap murah karena total biaya untuk menggunakan semua software tersebut adalah sekitar US$669.00 life time license, maka Manova menghabiskan Rp.10.200.000,- setiap tahun untuk server yang saat ini di-host di PT. Qwords. Terkadang Manova membutuhkan gadget baru seperti tablet dan smartphone untuk melakukan simulasi, namun saat ini Manova masih menggunakan perangkat keras yang dipinjam oleh karyawan Manova dan juga gadget android virtual yang saat ini terpasang di semua laptop karyawan Manova. Terkadang manova akan menemukan barang yang sebagian besar berupa perangkat keras seperti router, kabel, dan switch untuk jaringan, namun lokasinya tidak hanya di Bandung tetapi juga Jakarta. Sehingga Manova perlu mengeluarkan biaya lebih jika di Bandung tidak tersedia barang yang dibutuhkan Manova. Tetapi dengan semua perangkat sumber daya yang sudah ada, Manova memiliki daya tawar pemasok yang rendah.
Bargaining Power of Buyers (Medium)
Indonesia memiliki kelas menengah keempat terbesar di dunia dengan 17,3 juta rumah tangga pada 2014, di belakang Amerika Serikat pada 25,3 juta, India pada 74 juta, dan China pada 112 juta. Selain ukurannya yang besar, apa yang membuat kelas menengah negara ini begitu penuh potensi adalah kenyataan bahwa daya beli kelas menengah di Indonesia akan meningkat pesat, yang akan memberi rumah tangga kelas menengah Indonesia lebih banyak ruang untuk pengeluaran bebas dan alasan untuk menjadi optimis tentang masa depan. Euromonitor International memperkirakan bahwa pendapatan disposabel rata-rata Indonesia akan mencapai US$11.300 per rumah tangga, naik dari US$6.300 per rumah tangga pada tahun 2014. Sementara itu, kelas menengah Indonesia akan meningkat menjadi sekitar 20 juta rumah tangga pada tahun 2030, yang akan menciptakan basis konsumen yang penting untuk mendorong permintaan dan pengeluaran di negara tersebut. Bisnis yang menargetkan konsumen kelas menengah Indonesia dapat mengharapkan peluang terbesar dalam barang kesehatan dan layanan medis, rekreasi dan rekreasi, serta hotel dan catering. Contactless Order akan menjadi aplikasi pemesanan mobile pertama di Bandung yang menyediakan akses online dan offline. Implementasi kebutuhan Contactless Order need yang harus dipenuhi oleh pihak restoran. Beberapa persyaratannya adalah perangkat mobile seperti tablet smartphone, jaringan nirkabel, biaya server hosting, dan PC Desktop untuk kasir. Untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, Manova membidik restoran menengah ke atas dan restoran cepat saji sebagai pelanggan Manova. Dengan semakin banyaknya pembeli menengah ke atas, diharapkan banyak bermunculan restoran menengah ke atas di Bandung. Meskipun persaingan kelas menengah sedang meningkat, tidak semua restoran di Bandung membutuhkan Contactless Order sehingga memiliki daya tawar pembeli yang sedang.
Threat of Subtitutes (High)
Manova hanya memiliki satu pesaing di Bandung yaitu Garudagames yang sudah membuat produk sejenis seperti Contactless Order. Namun yang harus disaingi manova adalah sistem konvensional di restoran dan mereka lebih memilih menggunakan pencatatan manual seperti pembukuan. Sistem tersebut akan menjadi produk pengganti Contactless Order, karena masih banyak restoran yang menggunakan sistem konvensional yang belum menggunakan aplikasi teknologi. Juga ada resto yang beberapa menu utamanya disajikan dengan buffet atau buffet. Servis mesin juga menjadi salah satu pesaing di masa depan, seperti yang sudah terjadi di Jepang. Sehingga dengan segala ancaman tersebut Contactless Order memiliki produk jasa pengganti yang tinggi
Rivalry Among Existing Firms (Low)
Perusahaan industri saling bergantung, tindakan yang diambil oleh satu perusahaan biasanya mengundang tanggapan kompetitif perusahaan lainnya [10]. Di banyak industri, perusahaan bersaing secara aktif satu sama lain. Persaingan kompetitif meningkat ketika sebuah perusahaan ditantang oleh tindakan pesaing atau ketika sebuah perusahaan mengenali peluang untuk meningkatkan posisi pasarnya. Perusahaan dalam industri jarang homogen; mereka berbeda dalam sumber daya dan kemampuan dan berusaha membedakan diri dari pesaing. Dalam hal produksi dan pengembangan Contactless Order, Manova mengeluarkan biaya yang murah karena tidak membutuhkan software atau hardware yang mahal. Namun yang paling berharga bagi Manova adalah sumber daya manusia seperti programmer yang membuat aplikasi, UI-designer yang membuat desain interface dan juga marketing yang juga melakukan penelitian dan pengembangan karena sebagian besar waktu karyawan Manova berinteraksi dengan aset digital dan hal-hal yang bisa membuat perangkat lunak yang user- friendly dan memiliki manfaat adalah karyawan Manova. Dengan semua itu akan membuat Contactless Order memiliki exit barrier yang rendah karena Manova sangat bergantung pada dirinya sendiri dan memiliki kemampuan untuk bersaing dengan kompetitor.
Kesimpulan pada Porter’s Five Forces
Berdasarkan analisis lima kekuatan, industri startup teknologi sangat menarik. Industri ini berbasis fitur dan juga didorong oleh harga, karena layanan yang diberikan di seluruh industri serupa, perusahaan yang menyediakan fitur yang bermanfaat dan harga yang lebih rendah dapat berupaya meningkatkan pangsa pasar. Apalagi jika produk tersebut menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat maka akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Memperkenalkan produk seperti sistem aplikasi seluler akan membutuhkan pendidikan pasar untuk mendapatkan kesadaran pelanggan.
Analisis pesaing
GarudaGames adalah salah satu pengembang aplikasi Game & Mobile terbesar yang berbasis di Bandung Indonesia.
Didirikan sebagai studio pada tahun 2009, itu berfokus pada Aplikasi 3D. Sebagai pengembang game, Garuda Indonesia memulai dengan menciptakan Blazzworld, E-commerce 3D pertama di dunia. Mimpi Garuda adalah untuk mereplikasi semua yang ada di dunia ini ke tempat lain di dunia digital. Sejak itu, Garuda telah memperluas produknya ke berbagai produk lain dari `games hingga aplikasi. GarudaGames percaya pada kepuasan pelanggan dan memberikan kesenangan dengan menyediakan antarmuka dan permainan yang penuh warna. GarudaGames juga memiliki brand awareness yang tinggi, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya prestasi yang telah diraih oleh GarudaGames. GarudaGames ingin menjadi pemimpin dalam industri game dan juga aplikasi mobile. Selain itu, GarudaGames telah menyebarkan game dan aplikasi berbasis mobile ke Google Play Store dan Apple Store. Namun aplikasi GarudaGames tidak memiliki fitur online pada aplikasi pemesanannya. Di sisi lain Contactless Order memiliki fitur tersebut. Layanan Pemesanan yang diberikan GarudaGames hanya dapat diakses oleh pelanggan restoran atau café ketika berada di lokasi dine-in. GarudaGames fokus pada aplikasi mobile games, karena berfokus pada game maka customer segment yang dimiliki GarudaGames akan berbeda dengan starup yang berfokus pada aplikasi mobile non-game [11]. oleh karena itu aplikasi pemesanan mobile yang dimiliki oleh GarudaGames bukanlah produk utama sehingga kekurangan fitur online. Kondisi ini bisa menjadi peluang bagi Contactless Order untuk diterima oleh industri.
3.3 Analisis Lingkungan Internal (Resource Based View Analysis) Sumber keuangan
Dari segi sumber daya keuangan, Manova memiliki sumber daya keuangan yang cukup kuat yang dibiayai oleh proyek- proyek ERP yang telah dikembangkan oleh perusahaan. Salah satu proyek yang memberikan dana terbesar adalah proyek ERP yang dikerjakan di Astra Otoparts. Ia telah memberikan kontribusi terbesar untuk pengembangan Contactless Order dengan dana yang dikucurkan sebesar 78 juta Rupiah pada tahun 2015. Manova akan memanfaatkan dana tersebut untuk mengembangkan Contactless Order. Pada November 2021, Manova harus mengalokasikan lebih banyak dana untuk Contactless Order karena Manova harus memperbesar server mereka untuk mendukung fitur online dengan menyediakan lebih banyak kapasitas penyimpanan untuk pelanggan restoran. Manova juga memiliki rencana untuk mengembangkan fungsionalitas baru untuk dukungan online tetapi juga membutuhkan dana karena Manova harus membuat video promosi untuk Google playstore dan apple store dengan menyewa videografer.
Sumber Daya Organisasi
Manova memiliki situs web dan insinyur pengembang android. Di setiap proyek, Manova memiliki Project Manager yang juga menjadi network engineer. Hanya ada satu orang di Manova yang bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran tetapi semua personel dalam struktur organisasi Manova juga staf pemasaran dan harus mencari peluang untuk mendukung bisnis.
Hingga saat ini, Manova selalu mengandalkan sumber dayanya sendiri untuk mengimplementasikan pengembangan Contactless Order. Namun dari segi kegiatan operasional, struktur organisasi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya karena setiap jabatan dalam struktur tersebut memiliki tugas yang tumpang tindih dengan jabatan lainnya. Misalnya, dukungan TI dapat melakukan tugas pemasaran dan juga keuangan. Walaupun tujuannya baik, yaitu saling mendukung, namun akan mempengaruhi efisiensi kinerja. Akan lebih efisien jika ada lima karyawan baru untuk menangani lebih banyak pekerjaan untuk meningkatkan kinerja operasi sehari-hari.
Sumber Daya Fisik
Untuk mendukung operasional Manova sehari-hari, Manova memiliki kantor yang terletak di dekat Telkom University.
Orang-orang yang saat ini terlibat dalam Manova telah lulus dari Telkom University. Oleh karena itu, juga memudahkan
Manova untuk menemukan beberapa bahan penelitian seperti kode sumber dan kerangka program untuk pengembangan Contactless Order dan koneksi ke banyak perusahaan besar. Dalam hal transportasi, setiap orang dalam struktur organisasi Manova memiliki mobil dan sepeda motor untuk membantu Manova dalam menjalankan bisnisnya. Sebaliknya, dalam hal memperkenalkan Contactless Order kepada pelanggan, Manova tidak memiliki simulasi apapun di kantor Manova.
Mempersiapkan simulasi Contactless Order, Manova membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk menyiapkan seluruh virtual box android dan koneksi jaringan untuk Contactless Order. Mengingat ada calon pembeli yang mungkin akan datang ke kantor Manova untuk merasakan pengalaman menggunakan Contactless Order, maka tidak nyaman bagi mereka untuk menunggu terlalu lama untuk merasakan Contactless Order. Masalah selanjutnya adalah setiap kali Manova menyiapkan simulasi, mereka selalu menggunakan software yang bernama Bluestack. Ini adalah kotak virtual untuk android yang dipasang di semua laptop yang akan digunakan untuk simulasi. Meskipun Bluestack mewakili perangkat android, akan lebih baik jika ada tablet nyata untuk penggunaan simulasi.
Sumber daya teknologi dan inovasi
Sebagai tech start-up, Manova memiliki banyak sumber daya teknologi seperti router, switch, framework pemrograman, dan aplikasi. Untuk menyimpan database, Manova menyewa server dari penyedia server PT. kata-kata. Untuk melakukan aktivitas sehari-hari, staf di Manova sangat bergantung pada laptop atau PC mereka karena sebagian besar pekerjaan mereka adalah pemrograman. Manova menggunakan koneksi internet 5Mbps untuk mencari data dan mendukung penelitiannya di internet. Dalam pengembangan dan pengujian Contactless Order, Manova telah membuat jaringan mini sendiri menggunakan router Cisco dan perangkat seluler untuk membuat simulasi Contactless Order. Pada akhir Agustus 2023, Manova akan menyediakan fungsionalitas online untuk Contactless Order, dan sangat penting untuk memperbesar kapasitas server untuk mengakomodasi sejumlah besar pelanggan restoran yang akan mendaftar di fungsionalitas online Contactless Order. Manova harus menyiapkan dan mengalokasikan dana untuk memperbesar server.
Sumber daya manusia
Sebelum Manova memasuki industri aplikasi mobile, Manova hanyalah sebuah web vendor, namun sudah memiliki pelanggan yang membutuhkan jasa maintenance dan bug fixing. Untuk maintenance website, Manova mampu melakukan maintenance dari jarak jauh selama ada koneksi internet tetapi mereka tidak memiliki cukup karyawan untuk melakukan semua pekerjaan maintenance untuk Contactless Order terutama karena mereka harus datang ke restoran. Tempat-tempat restoran tersebar di sekitar Bandung yang berarti akan membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi. Apalagi, karyawan Manova selalu menggunakan mobil untuk menghindari hujan. Akibatnya, mereka terjebak dalam kemacetan lalu lintas di kota. Oleh karena itu, jika ada lebih dari dua jadwal perawatan yang harus dilakukan, Manova hanya dapat melakukan maksimal dua pekerjaan perawatan dalam sehari agar tidak mengganggu pekerjaan lainnya.
Sumber Daya Reputasi
Manova adalah start-up baru di industri yang menyediakan sistem pemesanan aplikasi mobile. Masalah saat ini untuk Manova adalah bagaimana mendapatkan reputasi di antara pelanggan Contactless Order. Sebelum Contactless Order, Manova adalah vendor situs web, yang memiliki proyek situs web untuk mendukung bisnisnya. Oleh karena itu, sebagian besar reputasi diperoleh dari perusahaan yang menggunakan Manova sebagai vendor mereka. Dalam hal mempromosikan Contactless Order yang merupakan produk aplikasi mobile pertama Manova, kuncinya adalah untuk membuat pelanggan terkesan. Sayangnya, Manova tidak membuat pelanggan mereka terkesan dengan baik. Contactless Order merupakan produk baru dan seperti blue ocean strategy yang membutuhkan strategi promosi yang intens untuk memperkenalkannya kepada calon konsumen. Memberikan pelayanan terbaik juga menjadi kunci untuk membuat pelanggan terkesan, meskipun Manova tidak berkinerja baik dalam melakukan layanan purna jual.
3.4 Value Chain Analysis (Inbound and OutBound)
Kegiatan inbound logistics yang dilakukan oleh Manova adalah server yang menyimpan semua data yang dihosting oleh PT.
Qwords. Manova mengontrol operasi ini dari jarak jauh menggunakan rata-rata koneksi internet. Sebagai start-up, kondisi inbound logistics yang dimiliki Manova cukup sederhana. Perusahaan tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk kegiatan ini. Dalam hal penyampaian layanan kepada pelanggan, Manova menawarkan demonstrasi yang akan dipresentasikan kepada pelanggan pada pertemuan penjualan langsung pertama, dan kemudian mengimplementasikan rencana tersebut tepat waktu sesuai dengan timeline yang telah disetujui oleh pelanggan. Untuk layanan purna jual, Manova menawarkan layanan pemeliharaan dan perbaikan bug dari tiga bulan hingga satu tahun tergantung pada kerumitan aplikasi, dalam kasus tertentu, Manova menawarkan layanan pemeliharaan dan perbaikan bug gratis selama satu tahun. Namun demikian, sering terjadi masalah saat melakukan perawatan ke lebih dari dua restoran secara bersamaan karena terkadang juga ada masalah bug pada saat yang bersamaan. Meskipun bug yang muncul tidak banyak mempengaruhi kinerja restoran, namun hal itu akan mempengaruhi jaminan pelanggan Manova. Apalagi kondisi ini akan diperparah dengan ketersediaan karyawan Manova.
Operasi
Kegiatan operasional Manova melibatkan seluruh jabatan dalam struktur organisasi. Mereka menggunakan diagram air terjun untuk melakukan setiap proyek.
Gambar 2. Diagram Air Terjun
Hingga saat ini, Manova bisa menyelesaikan proyeknya tepat waktu. Namun jika ada lebih dari tiga proyek pengembangan website atau aplikasi yang berjalan secara bersamaan dalam satu bulan, Manova tidak dapat menangani keseluruhan progres dengan baik. Manova hanya bisa menangani dua progres dalam sebulan. Manova bisa meningkatkan kinerjanya dengan menambah karyawan. Meski demikian, rekrutmen pegawai baru masih menjadi isu terkini yang harus ditangani Manova. Manova memiliki sesuatu yang membuat pelanggannya tidak puas. Ini mungkin melibatkan produk, harga, promosi, dan kualitas layanan. Manova harus meningkatkan fungsionalitas produknya, peningkatan harga, strategi penetapan harga dan melakukan promosi secara berkala, memanfaatkan situs web dan media sosial Manova.
Marketing Mix
Tabel 2. Marketing Mix
4P Item Expectation Perception Gap
Product 4,26 4,18 -0,08
Price 4,11 3,07 -1,04
Promotion 4,28 3,33 -0,95
Place 4,13 4,24 0,09
Manova memiliki sesuatu yang membuat pelanggannya tidak puas. Hal ini melibatkan produk, harga, promosi, dan kualitas layanan. Manova harus meningkatkan fungsionalitas produknya, peningkatan harga, strategi penetapan harga dan melakukan promosi secara berkala, memanfaatkan situs web dan media sosial Manova.
Gambar 3. Importance Performance Matrix (IPM)
Berdasarkan Importance Performance Matrix (IPM), dapat disimpulkan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh Manova sudah memuaskan, namun ada atribut yang dianggap kurang oleh Manova. Atribut yang perlu ditingkatkan Manova berada pada kuadran 1 yaitu terkait dengan produk dan layanan yang harus ditingkatkan sesuai permintaan pelanggan.
Manova membutuhkan lima sampai sepuluh karyawan untuk melakukan dan mendukung pemeliharaan secepat mungkin.
Dari segi harga, menurut pelanggan seharusnya lebih murah karena mereka juga harus menyiapkan gadget yang dibutuhkan untuk implementasinya. Selain itu, pelanggan mengeluhkan keterbatasan waktu izin yang hanya satu tahun.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Dalam hal pengembangan Contactless Order, Manova membutuhkan banyak waktu karena semua karyawan sudah memiliki tanggung jawab masing-masing dalam proyek aplikasi website, oleh karena itu pengembangan Contactless Order biasanya dilakukan setelah mereka menyelesaikan pekerjaannya di aplikasi website. Meskipun Contactless Order adalah produk utama Manova, sebagian besar karyawan berfokus terutama pada pelaksanaan pekerjaan pada proyek aplikasi situs web. Akibatnya, pengembangan Contactless Order biasanya tidak sesuai jadwal dan kondisi ini adalah masalah saat ini yang akan diselesaikan oleh Manova dengan mempekerjakan setidaknya satu programmer android untuk Contactless Order.
Manova telah mempertimbangkan untuk mempekerjakan programmer android baru. Tapi masalahnya adalah biaya dan loyalitas programmer baru. Saat ini, semua karyawan Manova adalah teman yang memiliki visi yang sama, dan sangat setia kepada Manova, maka mencari programmer baru yang memiliki karakteristik yang sama bermasalah.
Pengembangan teknologi
Manova tidak mengeluarkan biaya yang mahal untuk pengembangannya karena sebagian besar biaya tersebut merupakan pengetahuan dari karyawan Manova untuk membuat arsitektur perangkat lunak yang terdiri dari desain antarmuka pengguna, web, desktop, dan pemrograman mobile. Semua pengetahuan karyawan Manova dianggap sebagai sumber daya Manova.
Hasilnya, Manova berhasil menurunkan biaya teknologi.
Pengadaan
Manova adalah perusahaan rintisan yang sedang berkembang dan Manova mengandalkan sumber dayanya sendiri daripada mencari perangkat lunak atau vendor aplikasi apa pun untuk mendukung bisnisnya. Namun dari segi hardware, Manova membutuhkan supplier yang bisa menyediakan barang apa saja yang dibutuhkan Manova.
Tabel 3. Hasil Analisis Internal (Strength dan Weakness)
Strengths Weaknesses
Technology expert Manova belum berfokus pada layanan purna penjualan.
Human resources (Certified by Cisco and Oracle)
Promosi yang dilakukan Manova hanya berdasarkan dari mulut kemulut dan kolega terdekat.
Masih tergolong aplikasi yang dibutuhkan pada saat pandemic seperti saat ini
Low brand awareness
Tidak membutuhkan supplier Masih membutuhkan edukasi produk saat penggunaannya
Sulit untuk ditiru Harga yang ditawarkan Contactless Order masih terggolong mahal Tabel 4. Hasil Analisis Eksternal (Opportunities dan Threats)
Opportunities Threats
Ponsel pintar dan gaya hidup digital yang praktis
Kehadiran pendatang baru Peningkatan jumlah kelas menengah
di Indonesia
Produk subtitusi seperti restoran tradisional yang masih bisa laku berjualan tanpa aplikasi mobile order
Meningkatnya pengguna internet di indonesia
Implementasi Contactless Order relative mahal Menurunkan biaya gaji pegawai Regulasi pemerintah
Masalah durabilitas sehingga perlu selalu dipelihara dan monitor secara berkala Kekuatan: Manova memiliki sumber daya manusia yang baik karena semuanya disertifikasi oleh Cisco dan Oracle. Manova tidak terlalu bergantung pada pemasok karena selama ini Manova telah menciptakan Contactless Order dengan menggunakan sumber daya mereka sendiri. Contactless Order adalah aplikasi segar yang jarang digunakan oleh banyak restoran dan sulit untuk ditiru.
Kelemahan: Layanan purna jual tidak terkelola dengan baik. Promosi Contactless Order kurang menarik. Hanya mengandalkan dari mulut ke mulut dan penjualan langsung. Rendahnya kesadaran merek karena sistem pemesanan melalui ponsel belum terlalu populer di kalangan masyarakat Bandung. Contactless Order juga dinilai mahal bagi calon pembeli.
Kisaran harga yang sudah ditawarkan oleh Manova tidak dapat menarik restoran menengah ke atas yang memiliki jumlah meja yang sedikit, yaitu hanya 10 meja yang tersedia.
Peluang: Smartphone dan tren gaya hidup praktis. Kondisi ekonomi yang semakin membaik, meningkatnya jumlah kelas menengah di Indonesia, meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia merupakan peluang yang saat ini dapat dimanfaatkan oleh Contactless Order. Selain itu, manfaat Contactless Order adalah meningkatkan brand awareness pelanggan dan menurunkan biaya tenaga kerja.
Ancaman: Kehadiran pesaing baru, produk substitusi yang restoran konvensional lebih memilih menggunakan sistem manual daripada aplikasi mobile, biaya mahal untuk menerapkan Contactless Order, regulasi pemerintah, masalah ketahanan gadget adalah suguhan yang saat ini dihadapi oleh Contactless Order. Selain itu, calon pembeli terkadang takut dengan biaya perawatan dan biaya perbaikan gadget yang rusak yang akan digunakan setiap hari.
3.5 Pembahasan
Dari analisis bauran pemasaran dan kualitas layanan, ada dua atribut yang harus ditingkatkan melalui strategi tingkat bisnis dan strategi tingkat fungsional. Dari matriks kepentingan kinerja pada kuadran I, terdapat atribut yang memiliki prioritas kepentingan tinggi tetapi memiliki persepsi yang rendah dan tidak sesuai dengan harapan pelanggan. Atribut pada kuadran 1 akan menjadi prioritas utama untuk perbaikan. Atribut ini adalah:
Tabel 5. Atribut Pada Kuadran I Importance Performance Matrix (IPM)
Attributes Items
A5 Contactless Order dapat diakses secara online
A7 Manova harus merespon dengan cepat pada penanganan bug A14 Manova memiliki Human Reource yang kompeten pada bidangnya A22 Manova mampu menyediakan 1 kali maintenance setiap bulan A24 Harga untuk implementasi Contacless Order
A25 Harga total Contacless Order
Strategi Tingkat Bisnis: Dari analisis lingkungan internal dan eksternal, strategi tingkat bisnis Manova adalah diferensiasi. Diferensiasi melibatkan membuat layanan Contactless Order berbeda dan lebih menarik daripada pesaing. Hal ini juga sesuai dengan rencana Manova untuk melakukan penelitian, pengembangan dan inovasi yang baik. Dengan diferensiasi, Manova dapat memecahkan masalah saat ini dengan memberikan layanan berkualitas tinggi untuk mendapatkan reputasi yang baik. Dengan melakukan diferensiasi, Manova diharapkan dapat mencapai penjualan dan pemasaran yang efektif, sehingga pasar memahami manfaat yang ditawarkan Contactless Order.
Logistik Masuk dan Keluar: Laporan pemeliharaan dan perbaikan bug dari pelanggan ke Manova harus datang satu per satu agar mudah dikelola. Untuk mengatasi masalah tersebut, disarankan untuk melakukan tindakan preventif. Artinya Manova harus membuat sistem antrian pemeliharaan untuk mengelola perbaikan bug dan masalah pemeliharaan. Juga, mereka harus memutuskan bahwa batas waktu harian untuk memberikan pemeliharaan sesuai dengan waktu laporan. Oleh karena itu, jika ada laporan bug dari jam 15.00, maka harus diselesaikan pada hari berikutnya. Karena juga butuh waktu dan biaya untuk menuju ke alamat masing-masing restoran.
Bauran Pemasaran: Mengenai produk, Manova harus membuat tiga paket harga yang berbeda tergantung pada ukuran restoran. Untuk harga, Manova harus memodifikasi harga Contactless Order dengan mengganti sistem lama dengan sistem biaya layanan. Dengan begitu Manova akan mengambil 2% untuk harga Contactless Order dari tagihan yang dibayar pelanggan. Dalam promosi tersebut, Manova akan membuat akun media sosial dan menambahkan portofolio mereka di website Manova termasuk Contactless Order.
Operasi: Dalam hal operasi, Manova harus mempekerjakan pekerja lepas atau karyawan outsourcing untuk mendukung layanan pemeliharaan dan perbaikan bug. Divisi pemasaran harus menentukan target harian tentang seberapa banyak mereka dapat mempromosikan Contactless Order ke restoran potensial dan memberikan uji coba gratis jika perlu.
Untuk penurunan atau modifikasi harga, bagian keuangan harus menghitung besarnya biaya pelayanan yang harus dibayar oleh pelanggan restoran. Dalam hal melakukan penelitian dan pengembangan untuk membuat fungsionalitas baru di Contactless Order, Manova harus membuat fungsionalitas online yang ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2022. Progres implementasi fungsionalitas online berjalan lancar, tetapi proyek situs web tidak berjalan dengan baik karena ada juga beberapa fungsionalitas seperti auto debit transaksi dan trivia quiz yang belum diimplementasikan tepat waktu pada aplikasi web di SMA Taruna Bakti. Oleh karena itu, karyawan dukungan TI dan pengembang web harus ditambahkan untuk memberikan kualitas layanan pelanggan dan memberikan keunggulan kompetitif Manova.
Sumber daya manusia
Ini merupakan tugas besar bagi SDM Manova karena sebelum Agustus mereka harus mencari karyawan baru untuk menjadi IT support dan web developer. Saat ini, hal tersebut menjadi topik yang paling ramai diperbincangkan di Manova. Sulit bagi Manova untuk menemukan karyawan dengan visi dan kepribadian yang sama berdasarkan visi dan misi Manova. Namun, untuk sementara, Manova dapat merekrut dukungan TI dan pengembang web dengan menggunakan pekerja lepas berpengalaman atau karyawan outsourcing dengan perusahaan rintisan lain atau menemukannya di laboratorium perangkat lunak di ITB atau Tel-U. Meski akan membutuhkan biaya lebih, namun saat ini dirasa perlu. Manova dapat mencari karyawan baru dengan mengirimkan email rekrutmen ke institusi pendidikan baik di ITB maupun TEL-U atau membuka program magang bagi mahasiswa.
Strategi Bisnis Alternatif
a) Memberikan layanan online dengan bekerjasama dengan Gojek dalam hal layanan pengiriman.
b) Menerapkan strategi yang berbeda dalam hal ekspansi pelanggan yang ditargetkan, tidak hanya menengah ke atas tetapi juga restoran menengah dan pintu masuk baru.
c) Ciptakan fungsionalitas baru dalam hal interaksi online, seperti sesuatu yang memungkinkan pelanggan memberikan umpan balik dengan memberi peringkat pada restoran dan mengadakan forum diskusi.
d) Berikan pengalaman ke restoran yang ditargetkan dengan melakukan uji coba satu bulan secara gratis.
e) Gunakan media sosial dan aplikasi seluler untuk mempromosikan Contactless Order
f) Mengganti biaya implementasi Contactless Order dengan menambahkan 2% pajak layanan dari tagihan restoran.
g) Meningkatkan keterlibatan pelanggan.
h) Memberikan garansi dan meningkatkan kinerja perawatan untuk memberikan jaminan kepada pelanggan.
i) Fokus pada pengembangan penelitian.
j) Merekrut karyawan baru untuk mendukung operasi sehari-hari dan meningkatkan kuantitas layanan.
Strategi Fungsional Sumber daya manusia: Divisi sumber daya manusia bertanggung jawab untuk menemukan dukungan TI, pengembang web dan android. Divisi sumber daya manusia harus bertanggung jawab atas ketersediaan karyawan pendukung TI dan semua karyawan dari setiap divisi di Manova.
Strategi Fungsional Pemasaran: Divisi pemasaran bertanggung jawab untuk melakukan acara promosi, membuat kegiatan media sosial dan melakukan riset pasar. Mereka juga harus bertanggung jawab atas fluktuasi jumlah pelanggan yang ditargetkan dan mereka harus menentukan jumlah pelanggan yang bisa mereka dapatkan dalam sebulan.
Strategi Fungsional Operasi: Divisi Operasi bertanggung jawab untuk menjaga kinerja yang baik dari semua karyawan dan memastikan mereka menyelesaikan pekerjaan mereka tepat waktu. Divisi operasi harus bertanggung jawab untuk memberikan akurasi bagi Manova untuk memberikan layanan dan produk kepada pelanggan. Divisi Operasi diharapkan dapat menerapkan strategi Contactless Order sesuai dengan timeline tanpa melebihi waktu yang ditargetkan.
Strategi Fungsional Keuangan: Divisi keuangan bertanggung jawab atas segala sesuatu yang berhubungan dengan arus kas di Manova. Karena bagian keuangan mengendalikan semua keuangan, mereka juga harus bertanggung jawab atas ketersediaan dana yang akan digunakan untuk penelitian dan pengembangan dan juga dana untuk operasional Manova. Divisi keuangan juga harus memiliki wewenang untuk mendukung program pemasaran untuk melakukan uji coba dan pemeliharaan gratis, sekaligus mengelola keseimbangan keuangan.
Strategi Keuangan
Langkah awal yang dilakukan oleh divisi keuangan harus memperbaiki sistem pengelolaan keuangan dengan memperkuat database keuangan dan akuntansi untuk mendukung analisis kondisi keuangan perusahaan.
Tabel 6. Action Plan Pada Keuangan
Strategies Action Plans
Memodifikasi harga implementasi Contactless Order, agar mencapai harga yang terjangkau.
Memperkuat database dan sistem akuntansi pengelolaan keuangan.
Memperluas jaringan pendanaan dengan memperbanyak jumlah proyek yang bisa diambil dalam sebulan, dan memilih prospek bisnis yang menguntungkan yang mungkin untuk direalisasikan.
DMengembangkan usaha dengan menjalin kerjasama dengan mitra strategis yang mengutamakan saling
melengkapi dan saling
menguntungkan.
Tawarkan lisensi seumur hidup. Ganti harga lisensi satu tahun dengan lisensi seumur hidup, selama Contactless Order aktif dan akan termasuk biaya layanan sebesar 3-5% ke dalam tagihan pelanggan restoran.
Meningkatkan database keuangan melalui kerjasama dengan jasa akuntansi terkemuka atau mempekerjakan beberapa karyawan yang memiliki kompetensi di bidang keuangan atau akuntansi. Tindakan ini dapat dilakukan secara bersamaan dengan mencari karyawan untuk dukungan TI dalam proses rekrutmen.
Meningkatkan pengelolaan arus kas untuk mengoptimalkan modal kerja.
Dengan mengubah waktu pencatatan yang dilakukan setiap bulan menjadi setiap hari dengan pemanfaatan sistem akuntansi.
Mendistribusikan dana yang diperoleh dari pendapatan ke semua divisi untuk memasok rencana operasi harian dalam hal melakukan semua kemajuan yang diperlukan untuk meningkatkan layanan, seperti dana untuk transportasi harian, makan sehari-hari, biaya rekrutmen, dan penggajian karyawan baru.
Melaksanakan kerjasama dengan perusahaan potensial dalam kegiatan pendanaan. Seperti menyiapkan dana untuk marketing video yang dibutuhkan Google dan apple store dengan menggunakan videographer dari Jonas photo, dan bekerjasama dengan Gojek untuk melengkapi layanan pengiriman online Contactless Order.
Strategi Sumber Daya Manusia
Program divisi sumber daya manusia harus segera dilakukan oleh Manova. Mempertimbangkan peningkatan layanan purna jual, Manova harus merekrut karyawan baru untuk menduduki posisi pendukung TI dan keuangan dalam jumlah yang disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan bisnis perusahaan.
Tabel 7. Action Plan Pada Sumber Daya Manusia
Strategies Action Plans
Memperbaiki struktur sumber daya manusia. Melaksanakan program pembangunan secara berkesinambungan.
Melakukan rekrutmen untuk posisi finance dan IT support dalam jumlah
Strategies Action Plans Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan dengan lebih baik Meningkatkan pemahaman tujuan perusahaan secara internal dan eksternal.
Melaksanakan program pembangunan secara berkesinambungan.
yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Rekrutmen diharapkan selesai sebelum September 2022
Mengbangkan dan melakukan sosialisasi terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Tentukan nilai-nilai perusahaan agar berbeda, sesuai dengan strategi diferensiasi.
Melakukan pelatihan bagi karyawan secara berkala.
mantau dan melakukan penilaian bulanan terhadap semua program sumber daya manusia. Serta pemberian reward bagi karyawan yang memberikan kinerja yang sangat baik.
Menyelenggarakan sesi berbagi pengetahuan.
Strategi Pemasaran dan Penjualan
Divisi pemasaran harus memperhatikan layanan pelanggan dan meningkatkan reputasi Manova. Dalam prosesnya, pemahaman dan pengelolaan segmentasi pasar bisnis perusahaan akan difokuskan pada divisi ini. Selain itu, optimalisasi dan pengelolaan bisnis untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan hal ini dilakukan untuk mencapai reputasi yang baik.
Pemasaran juga harus meningkatkan hubungan dengan pelanggan dengan mengenal mereka secara pribadi. Setelah itu, divisi pemasaran harus menyiapkan media sosial dan memodifikasi website dengan memasukkan portofolio produk-produk Manova.
Tabel 8. Action Plan Pada Pemasaran dan Penjualan
Strategy Action Plan
Meningkatkan reputasi perusahaan Identify masalah yang ada pada Manova
Membangun Loyalitas konsumen Membangun loyalitas pegawai Evaluasi program promosi pada konten digital dan social media
Memberikan kualitas layanan responsive dan berintegritas sesuai kesepakatan dengan clien
Meningkatkan layanan purna jual yang dilakukan oleh Manova, seperti pemeliharaan, layanan perbaikan bug dari tiga bulan sekali menjadi sebulan sekali. Berikan uji coba gratis satu bulan untuk pembeli yang antusias, mengetahui pelanggan secara pribadi dan secara berkala menanyakan umpan balik pelanggan.
Modifikasi tampilan website Manova dengan melampirkan portfolio di bagian produk, menambahkan link untuk media sosial (Instagram, Twitter, dan Facebook). Menugaskan administrator media sosial dan situs web untuk memperbarui informasi terbaru dari Manova secara berkala.
Melakukan analisis untuk mengidentifikasi isu-isu yang terkait dengan kegiatan pemasaran perusahaan.
Mengevaluasi efektivitas kegiatan pemasaran dengan menganalisis kasus-kasus yang terjadi, membandingkan fluktuasi penjualan bulanan dan menganalisis perilaku pelanggan dari umpan balik pelanggan.
Strategi Operasi
Operasi adalah ujung tombak implementasi strategi yang akan memastikan semua kemajuan berjalan tepat waktu [12]. Oleh karena itu, divisi operasi harus meningkatkan standarisasi pelaksanaan proyek dan ketepatan biaya pada proyek yang telah dan akan dikerjakan oleh perusahaan, meningkatkan hubungan baik dengan pemasok yang ada, bekerja sama dengan pemasok agar segera mendapatkan barang yang dibutuhkan. Divisi operasi juga harus memastikan bahwa layanan pemeliharaan dapat dilakukan sebulan sekali untuk semua pelanggan Manova, dan jika ada kesalahan dapat diselesaikan dengan perbaikan bug dalam waktu 2x24 jam.
Tabel 9. Action Plan Pada Operasional
Strategy Action Plan
Meningkatkan kualitas manajemen proyek.
Secara efektif mengontrol implementasi dan layanan purna jual.
Melaksanakan perencanaan tepat sasaran dan sesuai kesepakatan antara pelanggan dan perusahaan.
Kembangkan fungsionalitas baru Contactless Order.
Membuat standarisasi operasi proyek. Menjaga ketepatan antara timeline dan program operasi yang telah dan akan dilakukan oleh perusahaan.
Memastikan server Manova berjalan dengan baik, melakukan layanan implementasi untuk pelanggan tidak lebih dari satu minggu, menyiapkan simulasi Contactless Order, dan uji coba gratis. Melakukan maintenance service yang akan dilakukan sebulan sekali dan bug fixing dapat diselesaikan dalam waktu 2x24 jam.
Mengembangkan aplikasi enterprise resource planning tahun ini agar dapat dimanfaatkan pada tahun 2023, guna memastikan berjalannya semua program dengan baik.
Strategy Action Plan Meningkatkan efisiensi dan
produktivitas kegiatan operasional.
Setelah layanan online berjalan, Manova harus mengembangkan fungsi akuntansi Contactless Order.
Meningkatkan hubungan baik dengan pemasok, bekerja sama dengan pemasok, mendekati beberapa merek seperti Samsung atau Apple.
Melakukan penelitian dan pengembangan secara terus menerus dalam rangka menciptakan dan meningkatkan fungsionalitas Contactless Order, serta menciptakan produk inovasi baru.
Tabel 10. Timeline Implementasi
No Program
Year 1 Year 2
q1 q2 q3 q4 q1 q2 q3 q4 1 Melakukan rekrutmen untuk posisi IT support dan finance.
2 Menyediakan layanan online dan berkolaborasi dengan Gojek
3 Ciptakan fungsi baru
4 Perluas pelanggan yang ditargetkan
5 Terapkan uji coba gratis satu bulan
6 Gunakan social media
7 Sediakan berbagai paket pebundling penjualan|
8 Ubah harga
9
Meningkatkan kinerja pemeliharaan untuk memberikan jaminan kepada
pelanggan diikuti dengan penambahan karyawan baru
10 Tingkatkan customer engagement
11 Pengembangan fitur baru
4. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian ini Contactless Order pada Manova harus menggunakan strategi diferensiasi untuk menambahkam nilai tambah bagi Contactless Order. Strategi diferensiasi dipilih melalui hasil dari analisis lingkungan industri baik eksternal maupun internal yang terdiri dari Porter Five Forces melalui analisis PEST, Core Competencies, serta Marketing Mix. Dari hasil analisis lingkungan industri diperoleh SWOT yang disampaikan ke dalam action plan untuk tiap fungsional keuangan, sumber daya manusia, pemasaran dan penjualan, serta operasional. Action Plan ini dapat diimplementasi dalam dua tahun kedepan untuk meningkatkan daya saing yang dimiliki. Contactless Order harus mampu meraih reputasi dengan meningkatkan kegiatan promosi dan memberikan trial kepada calon konsumennya sebagai bentuk edukasi produk, memberikan pelayanan terbaiknya dengan meningkatkan kompetensi pegawai serta melakukan efisiensi sesuai dengan permintaan pelanggan dan calon pembelinya. Dengan melakukan hal-hal tersebut Contactless Order akan memenuhi target dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, memperkuat kompetensi untuk mendukung perubahan, bersaing, dan tumbuh berkelanjutan memberikan kebermanfaatan bagi calon pelanggan di masa depan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih peneliti sampaikan kepada start-up Mahameru Innovation yang sudah berkenan untuk diteliti produknya.
Terima kasih juga kepada seluruh kolega yang berafiliasi pada Politeknik STIA LAN Bandung untuk wawasannya dalam mendukung pembuatan jurnal ini.
REFERENCES
[1] Teri Whitaker, “Enhanced Integration Between Oracle Mobile Application Framework and Oracle Mobile Security Suite Helps Customers Secure Mobile Applications; Deeper integration makes it easier for mobile front-end developers to secure their applications as part of a complete mobile application lifecycle management strategy,” M2 Presswire ; Coventry [Coventry]., Oct. 01, 2014.
[2] N. M. Angela Maria Vinka, “PENGARUH TEKNOLOGI INTERNET TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT JAKARTA SEPUTAR INFORMASI VAKSINASI COVID-19,” TEMATIK - Jurnal Teknologi Informasi Dan Komunikasi Vol. 8, No. 1, vol. 8, no. 1, Jun. 2021.
[3] L. H. Achterberg, Maktoba Omar;, A. Ambituuni, and Oliver. Roll, “Facts or gut feelings: analysis of external pricing antecedents for SMEs in Germany,” Journal of Small Business and Enterprise Development, vol. 25, no. 6, 2018.
[4] R. Shayestehfar and Bita. Yazdani, “Bank service quality: A comparison of service quality between BSI branches in Isfahan and Dubai,” TQM Journal; Bingley, vol. 31, no. 1, Apr. 2019.
[5] M. M. Helms and Judy. Nixon, “Do a SWOT analysis of your brand, not a SWOT filter of your ideas,” Bingley, vol. 3, no. 3, 2010.
[6] Randi Eka, “Sepanjang Q3 2021, Startup Indonesia Bukukan Pendanaan 13,8 Triliun Rupiah,” Daily Social, Oct. 05, 2021.
[7] Yohana Artha Uly, “Ekonomi Indonesia Kuartal III 2021 Tumbuh 3,51 Persen Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
‘Ekonomi Indonesia Kuartal III 2021 Tumbuh 3,51 Persen’, Klik untuk baca:
https://money.kompas.com/read/2021/11/05/101201326/ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2021-tumbuh-351-persen. Penulis : Yohana
Artha Uly Editor : Erlangga Djumena Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat,” kompas.com, Jakarta, Nov. 05, 2021.
[8] Wibi Pangestu Pratama, “Populasi Kelas Menengah Jadi Tumpuan Ekonomi Indonesia,” ekonomi.bisnis.com, jakarta, Sep. 08, 2021.
[9] techarea, “Mobile Website Vs Aplikasi Mobile,” techarea, Oct. 22, 2016.
[10] Sandeep SINGH1, Ravi KIRAN2, and Dinesh GOYAL3, “Identification of key factors for enhancing competitiveness: an exploratory study of the selected agri-biotech firms of Punjab in India,” Agric.Econ.– Czech, vol. 61, 2015.
[11] A. Harney, “Games makers play up mobile advances: MOBILE PHONE ENTERTAINMENT: Mobile phones and games go together.
But how many games makers can make money, asks Alexandra Harney,” Financial Times ; London (UK) [London (UK)], London, Nov. 09, 2000.
[12] PR Newswire, “Supply Chain Evolution--Tectonic Shifts in the Value Chain: Supply Chain Evolution--Tectonic Shifts in the Value Chain : Emergence of the Industrial Internet of Things (IIoT) is Poised to Disrupt Existing Supply Chain Operations,” PR Newswire , New York, Mar. 2016.