PENDAHULUAN
Rumusan Masalah .......................................................................... 1 3
- Tinjauan Tentang Sistem Ketenagkerjaan
- Hak-hak Tenaga Kerja.............................................................2 4
- Subjek Hukum Dalam Hubungan Kerja
- Objek Hukum Dalam Hubungan Kerja
- Pengertian Perjanjian Kerja/aqad.............................................3 2
- Cuti haid pada pekerja perempuan
- Hak Cuti Haid...........................................................................6 3
Bagaimana implementasi hak haid bagi pekerja perempuan di BG Mart Gresik menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 22 Fitri Anasari,”implementasi perlindungan hukum terhadap pekerja perempuan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (studi kasus pada CV. Diah Pertiwi, perlindungan hukum cuti haid bagi pekerja perempuan terlampir pada Pasal 81 ayat (1) UU undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan Studi kasus pada PT.
23 Diah Pertiwi,” perlindungan hukum cuti haid bagi pekerja perempuan dikaitkan dengan Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Alan Yati Penerapan Hak Cuti Menstruasi Menurut Hukum Islam dan Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 (studi kasus di PT.Indokom Samudra Persada), Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Raden Intan, Lampung Kedua, bagaimana sikap terhadap hukum Islam dan hukum ketenagakerjaan mengenai pelaksanaan cuti haid dan hak melahirkan di PT.
24 Alan Yati, “Penerapan Hak Cuti Menstruasi Menurut Hukum Islam dan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003 (studi kasus pada PT. Indokom Samudra Persada)”, (disertasi, Institut Agama Islam Negeri Raden Intan, Lampung). Penelitian ini membahas baik tentang cuti haid bagi pekerja perempuan sesuai dengan undang-undang no. 13 Tahun 2003. 3 Alan Yati Penerapan Hak Cuti Haid Menurut Hukum Islam dan UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003, Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung studi kasus di PT.
30 Abdul Karim, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2003, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2003), 5. Berdasarkan ketentuan pasal 1 angka 3 undang-undang no. pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Berdasarkan ketentuan Pasal 51 ayat (1) dan (2) UU No. 13 Tahun 2003, perjanjian kerja dibuat secara tertulis atau lisan, perjanjian kerja yang wajib dibuat secara tertulis dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. .39.
Jika dikaji lebih jauh, ketentuan Pasal 52 UU Nomor 13 Tahun 2003 sebenarnya mengadopsi ketentuan Pasal 1320 KUH Perdata. Selain itu, berdasarkan ketentuan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 diatur bahwa segala urusan atau biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kontrak kerja dilakukan oleh dan menjadi tanggung jawab pengusaha. Secara umum, setiap pekerja yang bekerja pada suatu perusahaan atau agen tenaga kerja tertentu dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang mengatur bahwa pekerja/buruh perempuan yang merasa sakit pada waktu haid dan memberitahukan kepada pemberi kerja, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua haid.47 Selain itu, Pasal 81(2) UU No. 50 Margaret Aliyatul Maimunah dan Begum Fauziyah, INVESTIGASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEKERJA PEREMPUAN (Analisis UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003).
Jenis dan Pendekatan
Metode penelitian pada dasarnya adalah suatu cara untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.51 Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut:52.
Lokasi Penelitian
Sumber Data
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber aslinya (tidak melalui perantara). Data primer disebut juga dengan data asli atau data baru yang terkini. Dalam hal ini penulis memperoleh data atau informasi melalui buku, jurnal, artikel, media internet dan informasi lain yang berkaitan dengan permasalahan tersebut sebagai bahan penelitian mengenai pelaksanaan hak cuti haid bagi pekerja perempuan menurut UU NO.
Teknik Pengumpulan Data ..............................................................7 2
Dalam hal ini penulis memperoleh data atau informasi melalui buku, jurnal, artikel, media internet dan informasi lain yang berkaitan dengan permasalahan tersebut sebagai bahan penelitian mengenai implementasi hak menstruasi bagi pekerja perempuan berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Studi Kasus Ketenagakerjaan. oleh Bumdes Giri "BG MART" Gresik. Observasi merupakan suatu bentuk observasi yang dilakukan secara sengaja, sistematis terhadap fenomena sosial yang mempunyai gejala psikologis pada perusahaan dan karyawan wanita di Bumdes Giri BG Mart. Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk memperoleh informasi verbal melalui percakapan dan tatap muka dengan orang-orang yang dapat memberikan informasi kepada peneliti.
Metode ini mencakup cara-cara yang digunakan seseorang untuk tujuan tertentu, berusaha mendapatkan informasi langsung dari seseorang atau seorang informan.58 Wawancara dalam hal ini bertujuan untuk mengetahui praktik penerapan hak cuti haid bagi pekerja perempuan di Bumdes Giri. Dalam hal ini peneliti telah memperoleh data bagaimana pelaksanaan hak cuti haid bagi karyawan khususnya perempuan, salah satunya adalah cuti haid. Dokumen bisa berupa tulisan, gambar atau karya indah seseorang.59 Dalam penelitian ini peneliti akan mengumpulkan dokumen berupa foto, tulisan/aturan mengenai pelaksanaan hak haid bagi pekerja perempuan di Mart Giri Bintang Giri Bumde.
Analisis data artinya pertama-tama pengorganisasian data, data yang dikumpulkan berjumlah besar dan terdiri dari catatan lapangan berupa komentar peneliti, gambar, foto, dokumen, berupa laporan, biografi, artikel, dan lain-lain. Tujuan pengolahan data adalah untuk menemukan data dan hipotesis kerja yang pada akhirnya dikembangkan menjadi teori substantif. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dapat dilakukan melalui tahapan yaitu penyaringan, reduksi data, dan kategorisasi.
Dari hasil tersebut kemudian diambil suatu kesimpulan yang merupakan jawaban atas permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini dengan menggunakan pemikiran deduktif. Berpikir deduktif adalah metode menganalisis data dengan memulai dari data umum kemudian menarik kesimpulan khusus.60. Teknik keabsahan data adalah istilah untuk menguji tingkat kredibilitas data dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif.
Dalam penelitian kualitatif, hasil atau data dikatakan valid jika tidak ada perbedaan antara orang yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian. Keabsahan data menghendaki agar data yang diperoleh dapat dibuktikan kebenarannya melalui verifikasi data untuk memperoleh data yang keabsahannya mempunyai keabsahan, maka dalam hal ini peneliti melakukan triangulasi waktu untuk memperoleh keabsahan data.
Tahap-Tahap Penelitian
Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti mengenai Implementasi Hak Cuti Menstruasi Bagi Pekerja Perempuan Menurut UU No. Dari hasil wawancara diatas dalam implementasi perlindungan hukum hak cuti haid bagi pekerja perempuan di Bintang Giri. Perlindungan hukum hak cuti haid pekerja perempuan di Bintang Giri Mart Gresik sesuai UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Perlindungan hukum terhadap hak cuti haid bagi pekerja perempuan di Bintang Giri Mart telah mewajibkan para pekerja untuk menuntut haknya, salah satunya adalah hak cuti haid. Dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, terdapat beberapa hak yang disebutkan dalam pasal ini terkait dengan hak pekerja, salah satunya adalah hak cuti haid. Faktor Penghambat Perlindungan Hukum Terhadap Penerapan Hak Cuti Menstruasi Bagi Pekerja Perempuan Di BG Mart Gresik.
Di lingkungan minimarket BG Mart sendiri, telah diterapkan peraturan perundang-undangan terkait pelaksanaan hak cuti haid yang seharusnya diterima pekerja perempuan, seperti dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pasal 81 ayat (1). Di sini, manajemen minimarket BG Mart tidak memberikan kemudahan izin pengambilan hak cuti haid kepada karyawannya. Pada bagian ini kita akan membahas tentang Implementasi Hak Cuti Menstruasi Bagi Pekerja Perempuan Berdasarkan UU No.
Implementasi hak haid bagi pekerja perempuan di BG Mart Gresik sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hak cuti haid bagi pekerja perempuan di mini market BG Mart telah dilaksanakan oleh Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, namun hanya beberapa pasal yang mendapat sorotan dan penerapan pasal lainnya masih belum maksimal. Pelaksanaan cuti haid di Bintang Giri Mart selalu diatur oleh peraturan perundang-undangan perusahaan.
Dan di Bintang Giri Mart, yang diberikan hanyalah izin untuk tidak masuk, bukan hak cuti haid. Pasal yang diterapkan minimarket BG Mart tentang hak cuti haid adalah pasal 81 ayat (1) dan (2). Mengenai jam istirahat diatur dalam pasal 79 ayat 1 poin (a) dan (b). UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 84 bagi pegawai yang meminta cuti haid di BG Mart masih belum sepenuhnya diberikan karena kekurangan tenaga kerja.
Pertiwi, Diah."Perlindungan hukum cuti haid bagi pegawai perempuan dikaitkan dengan pasal 81 ayat (1) undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Studi kasus di PT. Apakah menurut Anda BG Mart pernah melakukan sosialisasi terkait pelaksanaannya dan permohonan cuti haid?
PAPARAN HASIL PENELITIAN
Tujuan pembentukan bumdes..........................................................7 9