Hal ini terbukti ketika siswa yang telah membaca kitab Shibyan Hidaayatu diberikan beberapa soal ulangan dan latihan membaca Al-Qur'an sebagai tolak ukur untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menguasai ilmu tajwid. Pesantren Nurul Anwar Metro Timur mendorong para santri untuk memahami ilmu tajwid dengan cara mengajarkan mereka menggunakan kitab Hidayatus Shibyan. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul Implementasi Kitab Hidayatus Shibyan dalam Penguasaan Tajwid di Pesantren Kelas Al-Imrithi Nurul Anwar Metro Timur.
Bagaimana penguasaan ilmu tajwid santri kelas Al-Imrithi di Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro Timur. Bagaimana Implementasi Kitab Hidayatus Shibyan Dalam Penguasaan Ilmu Tajwid Pada Santri Kelas Al-Imrithi Di Pesantren Nurul Anwar Metro Timur. Untuk mengetahui penguasaan Ilmu Tajwid di Santri Kelas Al-Imrithi Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro Timur.
Untuk mengetahui implementasi buku Hidayatus Shibyan dalam penguasaan Ilmu Tajwid pada Siswa Kelas Al-Imrithi di Pesantren Nurul Anwar Metro Timur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa agar dapat mengamalkan ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur’an. Metode tes yang peneliti lakukan adalah menguji penguasaan ilmu tajwid dengan cara membacakan Al-Qur’an kepada siswa bacaan kitab Hidayayatuls Shibyan.
Beberapa wawancara tersebut menyatakan bahwa Ustadzah Rosyida telah menjelaskan dan mempraktekkan dengan baik materi bacaan Kitab Hidayatus Shibyan dengan membaca Al-Quran. Implementasi Kitab Hidayatus Shibyan Dalam Penguasaan Ilmu Tajwid Bagi Santri Pesantren Nurul Anwar Metro Timur Kelas Al-Imrithi. Dari penelitian yang dilakukan peneliti, penguasaan ilmu tajwid sangat penting dalam Al Quran dan tata cara membaca.
Siswa kelas al-Imrithi yang telah mempelajari kitab Shibyan Hidayatu memiliki penguasaan ilmu tajwid yang baik. IMPLEMENTASI BUKU SHIBYAN HIDAAYAT DALAM PENGUASAAN ILMU TAJWID OLEH SISWA KELAS AL-IMRITHI PADA Ponpes NURUL ANWAR METRO.
PEDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Penguasaan Ilmu Tajwid
- Definsi Penguasaan Ilmu Tajwid
- Dasar Hukum Ilmu Tajwid
- Tujuan Menguasa lmu Tajwid
- Urgensi Ilmu Tajwid dalam Bacaan Al-Qur’an
- Kritera Menguasai Ilmu Tajwid
- Faktor yang Mempengaruhi Penguasaan lmu Tajwid
Kitab Hidayatus Shibyan
- Biografi Singkat Pengarang Kitab Hidayatus Shibyan
Implementasi Kitab Hidayatus Shibyan
METODOLOGI PENELITIAN
Sumber Data
Sumber data adalah "subjek yang dapat diperoleh". Peneliti akan memperoleh data melalui fasilitas penelitian di negara-negara tersebut dan akan menggunakan beberapa alat pengumpulan data. Sumber-sumber yang penulis gunakan dalam menyusun skripsi ini dikelompokkan menjadi dua, yaitu data primer dan data sekunder.
Sumber data yang peneliti peroleh adalah melalui sumber data primer. Sumber data primer adalah “sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data”. Antara lain terjemahan Hidaayatuls Shibyan, pedoman ilmiah Taiwi lengkap serta buku dan jurnal pendukung lainnya yang digunakan peneliti sebagai sumber data sekunder. Selain dari kitab-kitab yang relevan, sumber data sekunder diperoleh dari santri yang mengaji kitab Hidaayatuls Shibyan.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama penelitian adalah untuk memperoleh data.35. Teknik wawancara atau wawancara yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara terbimbing untuk mencari informasi dan data tentang kemampuan Penguasaan Tajwid Santri di Pondok Pesantren Nurul Anwar. Alat wawancara yang digunakan peneliti menggunakan buku catatan dan kamera untuk menemukan semua data yang dicari.
Untuk mengetahui penguasaan objek yang akan dipelajari dapat digunakan alat pengumpul data berupa tes. Dalam memperoleh data nilai penguasaan tajwid santri pondok pesantren Nurul Anwar Metro Timur tahun 2022, peneliti menggunakan bentuk tes membaca Al-Qur’an yaitu Surat At-Thariq: ayat 1-7 dan informan dalam hal ini penelitian adalah siswa kelas Al_Imrithi yang mengaji Al Quran Kitab Hidayatus Shibyan di Pesantren Nurul Anwar Metro Timur, dengan jumlah siswa 10 orang. Setelah itu, kriteria penilaian dijelaskan dengan penilaian yang disesuaikan dengan standar penilaian Pondok Pesantren Nurul Anwar.
3 6 Membaca tidak tepat menurut Haqqul Harf dan Mustahaqqul Harf, dan tidak lancar 4 1-5 Membaca tidak benar atau sangat sedikit yang sesuai. 42Penilaian Standar Pondok Pesantren Nuul Anwar Metro Timur, hasil wawancara dengan Kyai Slamet Wahyudi Pengasuh oleh PPNA 10 Maret 2022. Observasi adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki.44.
Hal-hal yang diamati peneliti adalah pengamatan terhadap proses pengajaran Kitab Hidayatus Shibyan yang dilakukan oleh ustadz dan santri serta keadaan santri dalam proses perolehan ilmu tajwid.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Data dari ketiga sumber tersebut tidak dapat dirata-ratakan seperti dalam penelitian kuantitatif, melainkan dideskripsikan, dikategorikan, pandangan mana yang sama, mana yang berbeda dan mana yang spesifik dari ketiga sumber data tersebut. Data yang telah dianalisis oleh peneliti untuk menarik kesimpulan kemudian diperiksa kesesuaiannya (peer checking) dengan ketiga sumber data tersebut. Teknik triangulasi untuk menguji reliabilitas data dilakukan dengan cara mengecek data dari sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda.
Misalnya data diperoleh melalui wawancara, kemudian diperiksa melalui observasi, dokumentasi atau angket. Apabila ketiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang bersangkutan atau pihak lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar. Atau mungkin semua benar karena sudut pandangnya berbeda. Pengumpulan data dengan teknik wawancara pada pagi hari saat informan masih segar, tidak banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Jika hasil pengujian menghasilkan data yang berbeda maka dilakukan pengulangan sehingga ditemukan kepastian data.
Triangulasi teknis dilakukan dengan cara peneliti mengecek kembali informasi yang diperoleh, yang awalnya peneliti dapatkan dari observasi, dan mengecek kembali dengan wawancara dan dokumentasi, sehingga akan memberikan data yang lebih valid dan terpercaya. Penulis akan menguji kredibilitas data dalam penelitian kualitatif (kalibrasi) dengan menggunakan triangulasi uji kredibilitas, triangulasi merupakan uji kredibilitas yang dimaknai sebagai sumber dengan cara yang berbeda dan pada waktu yang berbeda. Pengujian kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi, yaitu dengan cara triangulasi teknis dan triangulasi sumber data.
Teknik Analisis Data
Wawancara tersebut menyatakan bahwa Ustadzah Rosyida telah mengajarkan para santri untuk belajar kepada Ustadz tersebut agar dapat dipertanggung jawabkan dan tidak terjadi kesalah pahaman dalam memaknai ilmu tajwid Kitab Hidayatus Shibyan. Dari beberapa wawancara yang telah peneliti lakukan, dapat disimpulkan bahwa Ustadzah Rosyida telah memberikan pemahaman kepada para santri bahwa belajar mengaji Kitab Hidayatus Shibyan agar tidak terjadi kesalahpahaman, belajar dengan guru dan juga guru dapat membawa kepada kebenaran. . . Dari beberapa wawancara yang dilakukan peneliti, dapat disimpulkan bahwa ustadzah telah mempelajari ilmu mengaji Kitab Hidayatus Shibyan dengan menggunakan metode yang lebih memudahkan.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan para santri, dapat disimpulkan bahwa ustadzah memang mempelajari ilmu tajwid Kitab Hidayatus Shibyan dengan mempraktekkannya secara langsung. Slamet Wahyudi dengan mengingatkan para ustadzah yang mengajar dan santri yang mengaji kitab Hidayatus Shibyan untuk bersinergi memperbaiki dan memperbaiki proses belajar mengajar. Ia mempelajari kitab Hidaayatus Shibyan karena kitab ini disusun dengan sistem hafalan ayat kemudian sengaja diajarkan di Pesantren Nurul Anwar agar santri mudah memahami pelajaran tajwid.
Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan siswa dapat diketahui bahwa siswa mempelajari bacaan Kitab Hidayatus Shibyan. Penguasaan Ilmu Tajwid Bagi Santri Pesantren Nurul Anwar Untuk mengetahui penguasaan ilmu tajwid bagi santri yang diberikan materi tentang ilmu tajwid dengan menggunakan Kitab Hidayatus Shibyan, dalam hal ini peneliti memberikan beberapa soal tes. Berdasarkan data hasil tes dan praktek membaca Al-Qur'an dapat diketahui bahwa penerapan Kitab Hidayatus Shibyan untuk meningkatkan penguasaan ilmu tajwid sangat baik.
Berdasarkan pernyataan yang disesuaikan dengan data dari daftar nilai yang diperoleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan kitab Hidayatus Shibyana untuk meningkatkan penguasaan ilmu tajwid adalah baik. Dengan demikian, pengenalan kitab Hidayatus Shibyan dalam mengajar santri membuktikan bahwa pengenalan kitab Hidayatus Shibyan dilakukan dengan baik untuk meningkatkan penguasaan tajwid santri kelas Al-Imrithi di Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro Timur. Cobalah untuk memahami ilmu tajwid dengan baik, karena jika salah mengucapkannya saat membaca Al Quran, maka akan merubah makna yang dikandungnya.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah Berdirinya
Pesantren merupakan salah satu tempat santri atau santri dapat mengaji, di kabupaten Metro Timur Pondok Pesantren ini berada dan telah berdiri pada tahun 2017, dan disahkan oleh badan hukum pada tanggal 13 Oktober 2017, Pondok Pesantren ini Pesantren berdiri tepat di desa yang terletak di pesawahan, meskipun banyak rintangan dan hambatan yang harus dihadapi untuk membangun Pesantren, namun dengan usaha dan kerja keras dan atas izin Allah SWT, Pesantren didirikan, dan berawal dari bangunan yang sangat sederhana, kemudian bangunan tersebut diberi nama Pondok Pesantren Nurul Anwar. Pendirian Pondok Pesantren Nurul Anwar dilakukan dengan harapan santri menjadi generasi yang berilmu agama dan diharapkan santri mampu mengemban amanah atau mampu berjuang dan berdakwah sesuai dengan ajaran yang dianut. Nabi Muhammad SAW. Adapun para pemuda atau generasi ini, jika tidak dibekali dengan ilmu yang berbasis pesantren, dikhawatirkan kita akan kehilangan generasi penerus perjuangan agama yang tidak memilikinya.
Identitas
Status Kepemilikan Tanah dan Fisik
Kelas Al-Imrithi Pesantren Nurul Anwar Metro Timur 2. Penguasaan Ilmu Tajwid dalam Pelajar Asrama Al-Imrithi. Temu bual telah ditanya kepada guru yang mengajar kitab Hidayatus Shibyan dan murid-murid kelas Al-Imrithi yang mempelajari kitab Hidayatus Shibyan bertujuan untuk mendapatkan maklumat tentang “Pelaksanaan Kitab Hidayatus Shibyan dalam penguasaan ilmu Tajwid di kalangan para pelajar kelas Al-Imrithi Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro Timur”. Pemerhatian ini dijalankan di Nurul Anwar Pesantren dengan tujuan untuk mengetahui “Pelaksanaan kitab Hidaayatus Shibyan dalam penguasaan ilmu Tajwid dalam kalangan pelajar kelas Al-Imrithi di Nurul Anwar Metro Timur Pesantren”.
Observasi Penggunaan Kitab Hidayatus Shibyan dalam Penguasaan Ilmu Tajwid pada Santri Kelas Al-Imrithi Pondok Pesantren Nurul Anwar Metro Timur. Wawancara dengan kelas Abin, Dewi dan Tesa Santri Al-Imrithi tentang proses pembelajaran mengaji kitab Hidaayaatus Shibyan.