• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi program adiwiyata dalam upaya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi program adiwiyata dalam upaya"

Copied!
176
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian

Dalam hal ini mewujudkan penanaman nilai-nilai sosial pada diri seseorang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Pembentukan dan penciptaan nilai-nilai sosial pada anak tidak dapat dilakukan secara instan, namun memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang baik dan tepat sasaran.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ilmiah dengan judul “Implementasi Program Adiwiyata Dalam Upaya Penanaman Nilai-Nilai Sosial Siswa di Sekolah Dasar Inpres Passuakkang Kabupaten Gowa”.

Manfaat Penelitian

Dapat memberikan wawasan luas mengenai upaya penanaman nilai-nilai karakter melalui program Adiwiyata.

KAJIAN PUSTAKA

Tinjauan Hasil Penelitian

Relevansi temuan penelitian ini dengan penelitian yang diteliti adalah upaya penanaman nilai-nilai karakter. Bedanya, penelitian yang akan dilakukan merupakan jenis penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui lebih mendalam pelaksanaan program Adiwiyata dalam upaya menanamkan nilai-nilai sosial pada diri siswa, khususnya karakter sosial siswa sekolah dasar. . tingkat sekolah.

Tinjauan Teori dan Konsep

  • Konsep Sekolah Adiwiyata
  • Nilai Sosial

Penghargaan Adiwiyata diberikan sebagai pengakuan terhadap sekolah yang mampu melakukan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup dengan baik, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Program Adiwiyata bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab menjaga dan mengelola lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (Kementerian Lingkungan Hidup, 2013: 2). Sesuai dengan peraturan pemerintah, (Heny, 2015:20) menyatakan bahwa Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang menerapkan sistem dengan tujuan untuk menciptakan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya menjaga dan mengelola lingkungan hidup melalui dewan sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Kerangka Konsep

Namun tugas semua guru adalah mengintegrasikan aspek nilai-nilai karakter ke dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Pembelajaran pendidikan lingkungan hidup yang kini semakin banyak dilaksanakan di sekolah-sekolah, tidak melibatkan mempekerjakan siswa sebagai pegawai di lingkungan sekolah, melainkan membangun semangat cinta lingkungan dengan harapan akan lahir generasi penerus yang berbudaya lingkungan dan menjadi sebuah kebiasaan. . bagi seluruh pemangku kepentingan sekolah. Langkah selanjutnya dalam penanaman nilai-nilai sosial pada siswa adalah dengan melakukan kegiatan rutin keteladanan dimana seorang guru harus menjadi teladan bagi siswa dalam segala aspek.

Langkah penanaman nilai-nilai sosial di sekolah melalui program Adiwiyata selanjutnya adalah dengan melakukan pembiasaan yang dilakukan secara rutin dan terus menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan. Faktor yang mempengaruhi terciptanya program Adiwiyata adalah adanya kerjasama yang baik antara warga sekolah, masyarakat setempat, tokoh masyarakat setempat dan masyarakat sekitar. Seluruh warga sekolah harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap kelangsungan pelaksanaan program Adiwiyata. Setiap warga sekolah harus saling mendukung dalam pelaksanaan program Adiwiyata dengan memberikan komitmen yang tinggi.

Fokus penelitian ini adalah Program Adiwiyata menghendaki setiap kebijakan yang dilakukan sekolah harus lebih memperhatikan aspek lingkungan hidup. Untuk memahami alur penelitian, berikut ini penulis sajikan skema yang merupakan alur dan gambaran penelitian yang akan dilakukan di SD Inpres Passuakkang.

Gambar 2.1  Kerangka Konsep  Implementasi Program Sekolah Adiwiyata
Gambar 2.1 Kerangka Konsep Implementasi Program Sekolah Adiwiyata

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Unit Analisis dan Penentuan Informan
    • Narasumber
    • Peristiwa atau Aktivitas
    • Dokumen atau Arsip
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Observasi
    • Wawancara
    • Dokumentasi
  • Teknik Analisis Data
    • Reduksi Data
    • Paparan Data
    • Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
  • Pengecekan Keabsahan Data
    • Triangulasi
    • Meningkatkan Ketekunan
    • Member Cek

Kepala sekolah juga melibatkan komite sekolah, guru, tenaga administrasi dan siswa dalam perwujudan Sekolah Adiwiyata. Kepala sekolah yang berperan sebagai penanggung jawab Program Sekolah Adiwiyata melaksanakan tugasnya dengan sangat baik. Tindakan Kepala Sekolah dalam menetapkan Sekolah Adiwiyata di SD Inpres Passuakkang sebagai penanggung jawab program Sekolah Adiwiyata yang melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sekolah telah diberi tanggung jawab untuk meningkatkan keterampilannya, kata direktur SS dalam wawancara. Tentunya dengan kerjasama yang baik dengan pihak sekolah, seperti yang diungkapkan dalam wawancara dengan SS selaku direktur. Berdasarkan hasil wawancara, warga sekolah dan masyarakat sekitar banyak membantu dalam terealisasinya program Sekolah Adiwiyata.

Dalam pelaksanaan program Adiwiyata di SD Inpres Passuakkang, kepala sekolah membentuk tim penggerak untuk lebih memperlancar kegiatan sekolah yang berbasis lingkungan. Kepemimpinan kepala sekolah dalam terwujudnya sekolah Adiwiyata (studi kasus di SD Negeri 02 Tanah Pak Lambik kota Pasertag Panjang).

Gambar 3.1 Model Analisis Interaktif
Gambar 3.1 Model Analisis Interaktif

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Lokasi Penelitian

SD Inpres Passuakkang memiliki operator sekolah bernama Muhammad Nasir, S.Pd yang mempunyai akses terhadap data dapodik dan administrasi sekolah lainnya. Guru yang berjumlah 8 orang terdiri dari 3 orang guru PNS dan 5 orang termasuk guru honorer daerah Kabupaten Gowa.

Implementasi Program Sekolah Adiwiyata Pada SD Inpres

Pembelajaran karakter dan pembelajaran lingkungan menanamkan nilai-nilai karakter sosial pada seluruh warga sekolah yang meliputi pengetahuan (kognitif), kesadaran (afektif) dan tindakan (psikomotor) dalam penerapan nilai-nilai tersebut. Instansi sekolah dapat mewujudkan sekolah Adiwiyata apabila. Tentunya kami dari pihak sekolah telah membentuk tim yang akan bekerja sama untuk mewujudkan Sekolah Adiwiyata. Bersama para guru dan komite sekolah mengadakan rapat sekolah untuk membentuk tim dalam pelaksanaan sekolah Adiwiyata.

Penerapan Sekolah Adiwiyata tentunya memerlukan konsistensi pendidik dalam menerapkan aturan dalam segala bentuk kegiatan yang direncanakan. Sehubungan dengan hal tersebut tentunya penyelenggaraan sekolah Adiwiyata dapat berjalan dengan baik, sebagaimana diungkapkan oleh hasil wawancara guru MI kelas 4. Jadi, kepala sekolah sering menginstruksikan saya untuk mengikuti pelatihan sekolah Adiwiyata ketika ada kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan daerah.”

Sekolah Adiwiyata merupakan sebuah gelar yang membanggakan, tidak hanya guru, kepala sekolah, pengurus dan masyarakat saja yang bangga. Sekolah Adiwiyata dapat dijangkau melalui SD Inpres Passuakkang, hal ini tentunya terkait dengan kerjasama pihak sekolah. Sebagai kepala sekolah, saya berperan sebagai orang yang bertanggung jawab dan berkontribusi terhadap kelanjutan program kegiatan sekolah Adiwiyat.”

Kepala Sekolah juga sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat setempat, karena dengan bantuannya Sekolah Adiwiyata dapat dijangkau oleh SD Inpres Passuakkang.

Upaya Penanaman Nilai Sosial Siswa melalui Program Sekolah

Pembahasan

Fokus penelitian ini adalah implementasi program Adiwiyata di SD Inpres Passuakkang, upaya penanaman nilai-nilai sosial melalui program Adiwiyata dan faktor-faktor yang mempengaruhi terciptanya program Adiwiyata. Kedua, pelaksanaan program Adiwiyata, apabila sekolah dasar mampu melaksanakan program sekolah terkait program sekolah ramah lingkungan dengan siklus berkelanjutan dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mengembangkan budaya lingkungan di sekolah. . Penanaman nilai-nilai sosial pada peserta didik melalui program Adiwiyata Penanaman nilai-nilai sosial sejalan dengan teori konstruksi sosial Peter L.

Dengan demikian, pembentukan nilai-nilai sosial melalui pelaksanaan program Adiwiyata dengan menyusun kegiatan rutin yang dapat mendukung program Adiwiyata meliputi pembelajaran, keteladanan, kebiasaan, kerjasama, keberlanjutan, budaya kearifan lokal, kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini perlu dilakukan agar seluruh warga sekolah dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan program Adiwiyata. Sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Adiwiyata dijelaskan bahwa Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang peduli dan mempunyai budaya lingkungan.

Sekolah Adiwiyata juga harus mampu menunjukkan dirinya sebagai sekolah yang patut dijadikan contoh oleh sekolah lain karena mampu melaksanakan program sekolah ramah lingkungan secara mandiri dalam memenuhi program Adiwiyata dengan memenuhi capaian standar nasional pendidikan Adiwiyata. Analisis implementasi kebijakan kurikulum berbasis lingkungan pada program adiwiyata mandiri di SDN Dinoyo 2 Malang.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Melaksanakan kerjasama yang baik antara kepala sekolah, guru, tenaga administrasi, komite, pimpinan daerah dan juga siswa. Sekolah Adiwiyata artinya sekolah yang mempunyai nilai lebih dibandingkan sekolah-sekolah di sekitarnya dan mampu menunjukkan dirinya sebagai sekolah yang patut dijadikan contoh oleh sekolah lain. Menanamkan karakter dalam membentuk nilai-nilai sosial pada diri siswa dengan melaksanakan program Adiwiyata yaitu dengan melakukan kegiatan pembelajaran, keteladanan, pembiasaan, kerjasama, keberlanjutan, budaya kearifan lokal, ekstrakurikuler, upaya kesehatan sekolah, melalui penerapan program Adiwiyata sehingga dibuat.

Faktor yang mempengaruhi berdirinya Sekolah Adiwiyata adalah adanya kerjasama yang baik antara warga sekolah, masyarakat setempat, tokoh masyarakat setempat dan masyarakat sekitar. Seluruh warga sekolah harus mempunyai komitmen yang tinggi dalam kelangsungan pelaksanaan sekolah Adiwiyata. Setiap warga sekolah harus saling mendukung dalam pelaksanaan program Adiwiyata dengan memberikan komitmen yang tinggi.

Implikasi Penelitian

Untuk menanamkan nilai-nilai sosial pada diri siswa, ada berbagai nilai karakter yang harus ditanamkan pada diri siswa yaitu dengan keteladanan dan kebiasaan, antara lain sikap jujur, sikap kerjasama, ramah lingkungan, toleransi, kegiatan program dokter kecil dan kesehatan sekolah. upayanya, mewujudkan pencapaian program Adiwiyata. Oleh karena itu, kegiatan yang terprogram dilakukan secara berkala untuk menciptakan budaya pembiasaan pada diri siswa sehingga dapat menanamkan sikap berbudi luhur dan akhlak mulia. Penciptaan program Adiwiyata memerlukan beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu pendekatan yang melibatkan seluruh komponen satuan pendidikan, bekerja sama, sehingga seluruh komponen satuan pendidikan secara bersama-sama ikut serta dalam terwujudnya program Adiwiyata yang memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang maksimal. Oleh karena itu, setiap tim menentukan jadwal program kegiatan secara bertahap, agar terstruktur dan dilaksanakan sehingga memudahkan dalam melaksanakan kegiatan tersebut secara rutin dan untuk menunjang kegiatan tersebut sarana dan prasarananya juga harus memadai.

Saran

Penyelenggaraan program Adiwiyata dapat terlaksana apabila mampu melaksanakan dan melaksanakan program sekolah ramah lingkungan untuk memenuhi pencapaian standar nasional program Adiwiyata yang bekerjasama dengan seluruh warga sekolah dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penanaman nilai-nilai sosial dapat ditanamkan pada diri siswa, jika pembiasaan dan perilaku keteladanan dilakukan secara rutin melalui pembelajaran, misalnya pembiasaan, kerjasama, keberlanjutan, budaya kearifan lokal, kegiatan rekreasi, upaya kesehatan sekolah, melalui kegiatan sikap. kejujuran, disiplin, kerjasama dan toleransi terbentuk. Program Adiwiyata dapat terlaksana dengan baik karena beberapa faktor yang mempengaruhi terciptanya program yaitu pendekatan yang melibatkan seluruh komponen satuan pendidikan, bimbingan dan arahan kepada guru dan tenaga kependidikan dalam batasan pelaksanaan program Adiwiyata serta kerjasama yang baik dengan orang tua dan masyarakat setempat serta penyediaan sarana dan prasarana sekolah.

Harapan dari pihak sekolah adalah pemerintah terkait yaitu Dinas Pendidikan turun tangan mendukung pelaksanaan program Adiwiyata dalam mengenalkan nilai-nilai sosial kepada siswa, sehingga apa yang diharapkan dari program sekolah akan meningkatkan mutu. pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Materi Pelatihan Penguatan Metodologi Pengajaran Berbasis Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa: Mengembangkan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Wajib Belajar.

Penulis menyusun skripsi dengan judul “Peran Sekolah Adiwiyata Dalam Upaya Penanaman Nilai-Nilai Sosial Pada Siswa SD Inpres Passuakkang Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa”.

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Konsep  Implementasi Program Sekolah Adiwiyata
Gambar 3.1 Model Analisis Interaktif

Referensi

Dokumen terkait

It is a peer-reviewed journal of Education, including: English Language Teaching, Arabic Language Teaching, and Islamic Education.. The journal is published twice