• Tidak ada hasil yang ditemukan

implementasi program toga (apotek hidup) - IAIN Repository

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "implementasi program toga (apotek hidup) - IAIN Repository"

Copied!
84
0
0

Teks penuh

Pengertian apotek hidup adalah pemanfaatan sebagian tanah untuk menanam tanaman obat untuk kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan penanaman TOGA berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat di Desa Iringmulyo Kecamatan Metro Timur. Tujuan yang ingin dicapai peneliti adalah memberikan masukan bagaimana implementasi program ekonomi (gown program) mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. 15a Kelurahan Iringmulyo, Metro Timur.

Kajian yang dikaji oleh penulis ini lebih menitikberatkan visi dan misi Kota Metro berhubung dengan tahap kesejahteraan masyarakat. Bayangkan, apabila di taman anda terdapat tumbuhan ubatan yang boleh digunakan apabila salah seorang ahli keluarga sedang sakit. Kumpulan TOGA merupakan salah satu kumpulan yang dibina oleh jabatan kesihatan yang mempunyai aktiviti menanam tumbuhan yang boleh berguna sebagai tumbuhan ubatan.

Pengelola, anggaran dan tanggung jawab kegiatan Lewende Apteek Lewende Apteek atau dikenal dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan budidaya tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Budidaya tanaman obat dalam keluarga (TOGA) memiliki banyak keuntungan dan manfaat, baik bagi anggota kelompok maupun bagi anggota kelompok. Artinya budidaya tanaman obat secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan ekonomi warga, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya.

Penyelenggaraan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada dasarnya ditujukan kepada masyarakat untuk mengenalkan dan/atau melestarikan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh penduduk sebagai obat tradisional. Hal ini dikarenakan tanaman obat yang dibudidayakan merupakan tanaman obat yang termasuk dalam jenis sayuran dan rempah-rempah. Bukan hanya sebagai obat, tetapi hasil panen yang melimpah otomatis akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini tentunya dapat dijadikan sebagai motivasi dan upaya membangun semangat warga untuk memanfaatkan lahannya untuk ditanami tanaman obat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini implementasi pabrik TOGA di kawasan ekonomi berdampak pada kesejahteraan masyarakat 15a Desa Iringmulyo, Metro Timur sehingga tujuan dari penelitian ini dapat tercapai.

Gambar 3. Struktur Organisasi Kelompok TOGA
Gambar 3. Struktur Organisasi Kelompok TOGA

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Penelitian Relevan

LANDASAN TEORI

  • Visi dan Misi Kota Metro
    • Visi Kota Metro
    • Misi Kota Metro
  • Perencanaan dan Anggaran Daerah
    • Perencanaan Daerah
    • Anggaran Daerah
  • Program Apotek Hidup
  • Kesejahteraan Masyarakat
    • Pengertian Kesejahteraan Masyarakat
    • Standar Kesejahteraan Masyarakat
    • Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
    • Indikator Kesejahteraan Masyarakat

Sedangkan maju mengandung arti menciptakan kondisi masyarakat yang memiliki budaya belajar tinggi, unggul dalam berbagai sumber daya pembangunan, pengabdian masyarakat berbasis e-learning dan e-government dengan standar internasional. Membangun sumber daya manusia yang bertakwa, berkualitas, profesional, unggul, berdaya saing dan berakhlak mulia melalui sistem pendidikan yang terarah dan menyeluruh. Untuk arti yang lebih spesifik, masyarakat disebut juga sebagai unit sosial, yang memiliki ikatan kasih sayang yang erat.15 Jadi yang dikatakan masyarakat adalah sekelompok orang yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma, adat istiadat yang sama-sama dipatuhi. lingkungan mereka .16.

Berkat kualitas sumber daya manusia yang tinggi, lapangan kerja yang dibuka tidak lagi berotot, tetapi lebih banyak menggunakan otak. Bukan hanya mereka yang memiliki kekuatan ekonomi atau mereka yang tergolong cerdas saja yang berkesempatan mengenyam pendidikan. Lapis kedua adalah kuli, yaitu mereka yang memiliki rumah sendiri, pekarangan sendiri dan menguasai sawah komunal.

Lapisan ketiga adalah mereka yang memiliki rumah dan kebun sendiri, tetapi belum memiliki bagian sawah. Tingkat berikutnya adalah mereka yang memiliki tanah pertanian, tetapi memiliki rumah dan pertanian yang secara lokal disebut botak (namun jumlah tingkatan ini sangat kecil). Keluarga pra sejahtera yaitu keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan dasar minimal seperti: kebutuhan rohani, sandang, pangan, papan dan kesehatan atau keluarga yang belum mampu memenuhi salah satu indikator keluarga sejahtera I. B. Keluarga Sejahtera I, yaitu keluarga yang telah mampu memenuhi sekurang-kurangnya kebutuhan dasarnya, namun belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan sosio-psikologisnya, seperti: .. kebutuhan akan pendidikan, keluarga berencana, interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan dan transportasi.

Keluarga sejahtera III adalah keluarga yang telah mampu memenuhi segala kebutuhan pokok, kebutuhan sosial-psikologis dan kebutuhan perkembangannya, namun belum mampu memberikan kontribusi yang maksimal dan teratur kepada masyarakat dalam bentuk materi, seperti: sumbangan materi untuk kepentingan sosial atau sosial, yayasan keagamaan, olahraga, pendidikan dan sebagainya. e.Keluarga sejahtera plus adalah keluarga yang telah mampu memenuhi segala kebutuhannya, baik kebutuhan dasar, sosial-psikologis maupun perkembangan, serta telah memberikan kontribusi yang nyata dan berkesinambungan bagi masyarakat. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang tingkat kesejahteraan, sementara ini akan digunakan beberapa indikator yang telah digunakan oleh BKKBN.

METODE PENELITIAN

  • Jenis dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpul Data
  • Teknik Analisis Data

Dokumentasi yang peneliti ambil berasal dari dokumen yang bersumber dari kantor kecamatan Iringmulyo Metro Timur. Kelurahan Iringmulyo dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Metro Nomor 25 Tahun 2000, disebutkan bahwa Kelurahan Metro terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kecamatan Iringmulyo, Imopuro dan Metro. Setiap kecamatan memiliki grup TOGA, seperti halnya di Kecamatan Iringmulyo yang memiliki grup TOGA yang tersebar di area 15a, dimana apotek seumur hidup berada di area masing-masing grup TOGA.

Upaya penanaman TOGA telah diprogramkan oleh Kepala Kelurahan di Iringmulyo sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. Program TOGA di Iringmulyo sudah dimulai sejak tahun 2010, pada tahun 2014 Desa Iringmulyo menjadi juara 1 lomba pemanfaatan TOGA tingkat nasional. Mata pencaharian penduduk Desa Iringmulyo beragam, antara lain petani, PNS, pedagang, peternak dan pengusaha lainnya.

Adanya penanaman TOGA di kawasan Iringmulyo secara tidak langsung dapat meningkatkan pendapatan warga khususnya bagi petani. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Iringmulo, program penanaman TOGA telah dilaksanakan dengan baik. Praktek penanaman TOGA di Kecamatan Iringmulyo telah membuktikan perlunya pelestarian tumbuhan, khususnya tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat.

Penanaman TOGA tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga dapat bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan warga khususnya anggota kelompok TOGA, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Apotek Hidup di Iringmulyo

Istilah TOGA identik dengan olahan herbal yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau tumbuh-tumbuhan yang cenderung berasa pahit, tidak enak dimakan dan kurang enak. Kelompok TOGA merupakan kelompok yang terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara serta anggota yang ikut serta. Berdasarkan gambar diatas, kelompok TOGA memiliki struktur kepengurusan yang terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara.

Di Kecamatan Iringmulyo, program TOGA menyasar masyarakat atau warga Iringmulyo, khususnya masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Budidaya TOGA dilakukan secara berkelompok sehingga pengelolaan dilakukan secara bersama-sama.49 Dalam budidaya TOGA, setiap anggota dan pengurus wajib merawat dan memelihara tanaman hingga siap panen. Jika salah satu anggota tidak dapat hadir, maka wajib mewakili anggota keluarga.51 Biasanya panen TOGA dikelola dengan dua cara, yaitu dengan mengawetkan dan menjual atau mengkonsumsinya secara langsung.

Sementara jika hasil panen tidak diawetkan maka akan dijual langsung ke pasar atau ke toko-toko yang bersedia atau toko-toko yang sudah menjadi rekanan grup TOGA. Sumber anggaran kelompok TOGA berasal dari iuran bersama atau iuran wajib yang dikenakan pada setiap anggota kelompok. Tanaman obat yang ditanam warga tidak dikonsumsi sendiri oleh semua anggota, melainkan untuk dijual atau dikomersialkan, langsung atau diolah atau dalam bentuk kering.

Analisis Hasil Penelitian

Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan tanaman TOGA di Iringmulyo sangat baik, warga memiliki kepentingan dan tertarik untuk memanfaatkan lahan kosong untuk penanaman TOGA. Pada hakekatnya program TOGA adalah sistem pertanian berkelanjutan yang kembali ke alam yaitu sistem pertanian yang tidak merugikan, tidak mengubah, serasi, serasi dan seimbang dengan lingkungan atau pertanian yang tunduk dan patuh pada aturan alam. Upaya manusia untuk mengabaikan konvensi ekosistem dapat meningkatkan produktivitas dan hasil tanah dalam jangka pendek.

Jika hasil panen tidak melimpah, petani akan berusaha mencari alternatif lain untuk mencari tambahan penghasilan guna memenuhi kebutuhannya. Menurut Bpk. Selamat, masyarakat peserta Program TOGA diminta untuk menanam tanaman yang berkhasiat sebagai sayuran dan jamu serta berkhasiat sebagai obat, misalnya jahe dan kunyit. Alasan penanaman tanaman herbal yang termasuk jenis sayuran dan rempah-rempah ini didasari karena relatif mudah untuk mendapatkan bibit tanaman tersebut, mudah ditanam dan tidak terlalu sulit perawatannya.

Selain itu, hasil panen yang diperoleh mudah dijual kembali kepada pengepul atau orang lain yang membutuhkan, atau dijual di pasar. Dampak lain dari TOGA adalah penggunaan obat tradisional (herbal) di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Total impor produk perlindungan tanaman di pasar internasional mencapai 500.000 ton per tahun dalam satu dekade terakhir dan tumbuh 8,5% per tahun.

Budidaya tanaman obat memiliki manfaat ekonomi dan non ekonomi yaitu: (1) meningkatkan pendapatan masyarakat, (2) melestarikan ekosistem dan mikroorganisme, (3) menjamin kelangsungan pasokan bahan baku, (4) meningkatkan kuantitas. dan kualitas produksi tanaman obat.

Tabel 4.1. Data Hasil Panen Penanaman TOGA dan sejenisnya
Tabel 4.1. Data Hasil Panen Penanaman TOGA dan sejenisnya

Pembahasan

Selain berpotensi sebagai obat, pare juga dapat dijual di pasar atau warung sayur dan warung makan, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Contoh lain penggunaan TOGA adalah pada tumbuhan yang tergolong jamu kuliner, yaitu sejenis jahe, kencur, kunyit, serai, daun pandan, dan sebagainya. Khasiat rempah yang banyak digunakan oleh para ibu rumah tangga untuk memasak ini terbukti memiliki khasiat yang ampuh dalam dunia kesehatan, sehingga dapat digolongkan sebagai tanaman TOGA.

Harga jahe di pasaran relatif meningkat, sehingga dapat menambah pundi-pundi pendapatan warga. Pelatihan motivasi dimaksudkan untuk membangkitkan kembali semangat anggota kelompok tani untuk mengembangkan tanaman sayuran dan rempah-rempah. Anggota kelompok diberikan pengetahuan tentang jenis-jenis sayuran dan rempah-rempah yang dikenal sebagai bumbu masak yang memiliki khasiat terapeutik/obat berdasarkan penelitian.

Pengetahuan dasar ini sangat penting untuk dipahami anggota kelompok karena akan menjadi pengetahuan dasar saat melakukan persiapan TOGA. Penanaman TOGA di lingkungan masyarakat dengan memanfaatkan lahan bera dan media tanam berupa polybag dapat membantu masyarakat meningkatkan pendapatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil penanaman TOGA ditujukan untuk kebutuhan pribadi dan komersial atau dijual untuk memenuhi kebutuhan primer lainnya.

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka penulis menyampaikan saran-saran yang ditujukan untuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di Desa Iringmulyo, saran-saran tersebut adalah sebagai berikut.

PENUTUP

Kesimpulan

Saran

Agar masyarakat terus meningkatkan kesadaran dalam kesehatan, manfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman TOGA yang bermanfaat bagi kesehatan dan dapat menambah pendapatan dalam upaya mencapai kesejahteraan.

Gambar

Gambar 3. Struktur Organisasi Kelompok TOGA
Tabel 4.1. Data Hasil Panen Penanaman TOGA dan sejenisnya

Referensi

Dokumen terkait

This study aimed to determine the effects of the application of heutagogy-based flipped classroom and self-efficacy on Higher-Order Thinking Skills (HOTS) for PAK