• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi regulasi masa tunggu bagi laki-laki perspektif Maslahah: Studi di KUA Klojen Kota Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Implementasi regulasi masa tunggu bagi laki-laki perspektif Maslahah: Studi di KUA Klojen Kota Malang"

Copied!
108
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Meski disebut laki-laki harus memperhatikan masa Idah, namun KHI tidak secara gamblang membahas persoalan tersebut. Menurut Abu Bakar Al-Dimyati, laki-laki tidak mempunyai masa Idah di luar kedua syarat tersebut.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hal ini sangat membantu dalam menjelaskan adanya surat edaran tentang permasalahan suami menikah pada masa Idah istri, karena objek penelitian yang ditugaskan kepada peneliti adalah KUA Kecamatan Klojen. Surat edaran ini akan memberikan pedoman dalam memutuskan sah atau tidaknya suatu perkawinan sampai saat ini.

Definisi Operasional

Dengan adanya temuan penelitian ini, diharapkan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang khususnya Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dapat mengetahui lebih jauh pandangan ketua KUA Klojen tentang masa tunggu. . untuk pria dan dapat menginformasikan kepada siapa saja yang perlu mengetahui permasalahannya. Surat Edaran Nomor P-005/DJ.III/Hk Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam: Peraturan yang mengatur tentang tata cara pencatatan perkawinan bagi laki-laki yang bercerai yang ingin kawin lagi padahal mantan istrinya masih dalam masa Idah.

Sistematika Pembahasan

Bab ini juga menyajikan tinjauan pustaka yang memuat uraian tentang berbagai teori pendukung yang dapat dijadikan acuan atau landasan penelitian dan analisis masalah, termasuk teori-teori yang berkaitan dengan penelitian yang dikaji oleh para akademisi. Bab ini merupakan inti penelitian yang dilakukan dan memuat tentang “Implementasi Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Umat Islam Dalam Masa Tunggu Laki-Laki Dalam Perspektif Kajian Maslahah di KUA Klojen Kota Malang”, yang mana akan berisi jawaban-jawaban untuk mengatasi permasalahan yang diajukan.

TINJAUAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Kemudian diterapkan oleh Kepala KUA dalam seleksi perkawinan laki-laki yang belum habis masa Idahnya, dengan manfaat diterapkannya surat edaran ini. Penelitian yang dilakukan oleh Badrudin NIM : MH, Mahasiswa Jurusan Hukum Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung Semarang Tahun 2016 dengan judul “Pelaksanaan Nikah Suami Pada Masa Iddah Istri Akibat Thalak Raj’i Di Kabupaten Jepara” . Pedoman Umum Masyarakat Islam Nomor: P-005/DJ.III/Hk Tentang Pernikahan Masa Idah Wanita (Studi di Kantor Urusan Agama Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah)" (Ijazah, UIN RADEN INTAN LAMPUNG, 2023 ) , https://doi.org/10/2021.

Penelitian yang dilakukan oleh Siti Anisah NIM, mahasiswa Jurusan Ahwal Al-Syakhsiyyah Fakultas Ilmu Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau tahun 2012 dengan judul “Pelaksanaan Pernikahan Masa Iddah Dinilai Menurut Hukum Islam (Studi Kasus di Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Pulau Meranti)”. Sedangkan penelitian kami menyikapi perkawinan yang dilakukan oleh suami pada masa Idah istri yang sesuai dengan Surat Edaran, yang mempertanyakan keabsahan Surat Edaran tersebut dari segi kemanfaatannya. dan sudut pandang menurut ketua KUA.Sementara penelitian kami fokus pada bagaimana pandangan ketua KUA terhadap pelaksanaan surat edaran ini, maka dalam penelitian ini peneliti meneliti langsung seseorang yang menikah pada masa Idah.17.

Penyelenggaraan perkawinan pada masa Iddah ditinjau menurut hukum Islam (studi kasus di Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti)”.

Kerangka Teori / Landasan Teori

  • Kajian Konsep
  • Kajian Teori

Nama lengkap ahli hukum dan filosof Islam “Imam al-Ghazali” adalah Abu Hamid bin Muhammad bin Muhammad al-Tusi al-Syafi’i al-Ghazali. 47 Abu Ubaid Al-Bisry, Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Konsep Al-Ghazali. (Tesis PhD, UIN SATU Tulungagung, 2020). Dibandingkan dengan para pemikir ushul lainnya, kajian Imam al-Ghazali tentang maslahah merupakan yang paling luas dan komprehensif.

Menurut Imam al-Ghazali, Maslahah bukanlah salah satu dari empat rukun Islam (bersama Al-Qur'an, Sunnah, ijma, dan akal adalah cara berpikir dan analogi). Maslahah merupakan unsur pokok yang digabungkan dengan syara’ dalam konteks maslahah yang sering dibicarakan oleh Imam al-Ghazali. Imam al-Ghazali mengkaji gagasan maslahah dengan beberapa syarat karena keutamaannya pada teologi fiqh dan qiyas sebagai cara berpikirnya.

Maslahah digunakan oleh Imam al-Ghazali untuk menciptakan metode berpikir satu tingkat di bawah qiyas. Ibnu Khalduni menyatakan bahwa kitab al-Mustashfamin 'Ilm al-Usul masih menjadi sumber utama dan hal ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh pemikiran Imam al-Ghazali terhadap maslahah.55. Dari sejumlah karya ushul fiqh yang populer, sejumlah ahli hukum mengadopsi definisi Imam al-Ghazali.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Pendekatan Penelitian
  • Metode Penentuan Subyek
  • Jenis dan Sumber Data
    • Data
    • Sumber Data
    • Metode Pengumpulan Data
    • Metode Pengolahan Data

Kami berharap surat edaran masa tunggu laki-laki ini dapat diterapkan di seluruh KUA Kota Malang. Karena sumber aturan ini tentu ada dalam Surat Edaran Dirjen Pedoman Islam No. P-005/DJ.III/Hk tentang perkawinan pada masa istri di Idaho, yang mengatur tentang masa tunggu bagi laki-laki. Oleh karena itu, beberapa KUA lain di Kota Malang kecuali KUA Klojen tidak menerapkan ketentuan surat edaran masa tunggu bagi laki-laki tersebut.

Kemudian Pak Jailani diberikan dan dijelaskan surat edaran masa tunggu laki-laki dari Dirjen Bimas Islam oleh Pak Hadiri (Kepala KUA Klojen). Penerapan sirkular masa tunggu bagi laki-laki dengan demikian sejalan dengan teori maslahah al-Ghazali yang menjadikan maslahah sebagai upaya mencegah keburukan guna menegakkan tujuan hukum Islam. Surat Edaran Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor P-005/DJ.III/Hk tentang perkawinan pada masa Idah istri memuat kemaslahatan dan keadilan baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Surat Edaran Direktur Jenderal Bimas Islam Nomor P-005/DJ.III/Hk tentang Pernikahan Wanita Masa Idah.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Lokasi Penelitian

Kampus UB, UM, Makam Pahawan Untung Suropati dan Madrasah Terpadu (MIN Malang I, MTs Negeri Malang I dan MAN Malang 3) semuanya dekat dengan Kantor KUA. BKM Kota Malang mempunyai sebidang tanah berukuran 300 m2 yang diatasnya telah dibangun gedung KUA Klojen dengan luas pembangunan 90 m2. Untuk meningkatkan pelayanan kependudukan dan menjaga keakuratan data negara yang dicakup oleh KUA Klojen Kecamatan Kota Malang, KUA Klojen berupaya menambah fasilitas arsip dan data.66.

Salah satu dari lima kecamatan yang ada di wilayah kota Malang adalah Kecamatan Klojen yang berbatasan dengan Kecamatan Lowokwaru di sebelah barat, Kecamatan Blimbing di sebelah timur, dan Kecamatan Sukun di sebelah utara dan timur. Terletak di jantung kota Malang, Kecamatan Klojen merupakan pusat kehidupan masyarakat dari berbagai kebangsaan dan latar belakang ekonomi. Alhasil, di wilayah Kecamatan Klojen, wilayah kerja KUA Klojen mempunyai proporsi penduduk sementara yang mengenyam pendidikan perguruan tinggi atau SMA paling besar.

Akibat yang tidak bisa dihindari dari keadaan ini adalah akan terjadi percampuran budaya dalam masyarakat, tidak ada yang tahu apakah hal ini akan terjadi di lingkungan lain di Kota Malang.

Konsep Masa Tunggu Bagi Laki-Laki Perspektif Maslahah Al-Ghazali

Konsep masa tunggu bagi laki-laki dalam perspektif Maslahah Al-Ghazali dalam Fiqh, Hukum dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) tidaklah demikian. Namun dalam perkembangannya, ada beberapa pihak yang berpendapat perlunya diberlakukannya masa Idah bagi laki-laki seperti yang selama ini diterapkan pada perempuan. Maka ketika masa idah mantan istri telah habis maka mantan suami boleh menikah dengan wanita lain, sebagaimana mantan istri juga boleh menikah dengan laki-laki lain.

Tujuan beliau berkata adalah untuk mengelakkan berlakunya poligami rahsia dan perkara-perkara buruk yang lain, maka beliau memohon pekeliling tempoh menunggu kepada lelaki tersebut. Pembahagian masa menunggu bagi lelaki adalah kerana ia bersesuaian dengan teori maslahah al-Ghazali, yang memandang maslahah sebagai usaha untuk memelihara agama, jiwa, kehormatan, akal dan harta benda bagi mengelakkan kemudaratan bagi menjaga tujuan syariat. Memandangkan masa Idah atau tempoh menunggu tidak sepatutnya dilalui oleh wanita sahaja, lelaki juga perlu melakukan tempoh menunggu demi keadilan.

Justeru, penerapan tempoh menunggu bagi lelaki ini adalah bersesuaian dengan teori maslahah al-Ghazali, yang berpendapat bahawa maslahah ini adalah sebahagian daripada perlindungan jiwa dan kehormatan.

Penerapan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor : P-

Hasil wawancara ini penulis kumpulkan sebagai data sekunder terkait pelaksanaan Surat Edaran Dirjen Umat Islam dengan Instruksi No. P-005/DJ.III/Hk. Bapak Ahmad Hadiri M.HI selaku Kepala KUA Kecamatan Klojen memberikan kejelasan mengenai perkawinan suami pada masa idaha istri berdasarkan surat edaran direktur jenderal. “KUA Klojen baru saja mengeluarkan surat edaran ini, tujuan penggunaan surat edaran ini karena saya tidak ingin mengambil resiko.” 89.

Sehingga KUA Klojen (Ketua KUA Klojen) menolak berkas pencatatan tersebut dan tidak dapat dimasukkan dalam pencatatan perkawinan karena berkas data tersebut masih belum memenuhi ketentuan sebagaimana tercantum dalam surat edaran Dirjen Bina Umat Islam. no.P.-005/DJ.III/Hk tentang perkawinan laki-laki pada umur perempuan.Dalam butir E angka 3 disebutkan: Laki-laki yang berstatus mantan suami dapat mengawini perempuan lain jika mantan suaminya istri, idenya sudah berakhir. Nah, dari surat edaran tersebut, sang suami juga harus mengikuti masa Idat istrinya atau menjalani masa tunggu hingga masa Idat istrinya selesai, agar bisa mendaftar ulang nikah di KUA. Surat Edaran Dirjen Pedoman Umat Islam Nomor P-005/DJ.III/Hk tentang Pernikahan dalam Masa Idaat Wanita merupakan surat edaran yang dimaksudkan untuk menghimbau kepada laki-laki agar tidak menikah lagi setelah bercerai dan mantan istri masih dalam masa ijab kabul. Periode Ida. .

Surat edaran ini sudah diterapkan dan dilaksanakan di Kantor Agama (KUA) Kecamatan Klojen, namun baru dilaksanakan oleh pengelola KUA Klojen.

PENUTUP

Kesimpulan

Jadi kasusnya masih hanya terjadi pada dua orang yang hendak mendaftarkan perkawinan namun ditolak, dan penelitian ini mengambil satu kasus dari dua kasus tersebut. Tujuan penerapan surat edaran ini adalah untuk menghindari risiko poligami terselubung yang ditakuti, dimana pernikahan dilakukan secara tertutup tanpa sepengetahuan mantan istri atau hal-hal buruk lainnya.

Saran

Kedudukan izin rujuk laki-laki pada masa 'Iddah (analisis perspektif hukum Islam),' Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan. 34;Pelaksanaan perkawinan pada masa Iddah ditinjau menurut syariat Islam (studi kasus di Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti)”.

Transformasi Pemikiran Al-Ghazali dari Kecenderungan Rasional Menjadi Sufi (Analisis Kritis Epistemologi Sejarah Pemikiran), “Ar-Risala: Vol Masa Idah Istri (Studi pada Biro Agama Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah) " 34; Konsep Pemikiran Idah Bagi Laki-Laki dan Relevansinya dengan Perkembangan Reformasi Hukum Keluarga di Indonesia”.

Konsep Maslahah dalam pandangan Imam Malik, Al-Ghazali dan Al-Tufij, “Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Lembaga Sosial Islam, Vol.

Referensi

Dokumen terkait

Salah satunya adalah ilmu kandungan yang merupakan suatu masalah kemanusiaan yang nyata sehingga harus ada justifikasi yang jelas karena ilmu kandungan ini berhubungan langsung dengan

[r]