666 Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E-ISSN 2503-2933
Implementasi Open Source Enterprise Resource Planning Menggunakan Odoo Pada Layanan Internet Desa
Jacky Ma’ruf Fatoni*1, Aryo Nugroho2
1,2Universitas Narotama; Jl. Arief Rachman Hakim 51, Sukolilo Surabaya (60117), Telp. (031) 5946404, 599-5578, Fax (031) 593-121
3Progam Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Narotama, Surabaya e-mail: *1[email protected], 2[email protected]
Abstrak
Perkembangan teknologi informasi pada era revolusi industri 4.0 ini menyebabkan adanya persaingan bisnis antar perusahaan menjadi kompetitif. Teknologi informasi yang terus berkembang dapat menjadi solusi bagi perusahaan untuk terus berinovasi guna mengembangkan bisnisnya. Salah satu bagian dari dunia industri yang terus berkembang dalam bisnis adalah perusahaan yang bergerak pada bidang infrastruktur digital. Terdapat salah satu perusahaan yang menyediakan layanan jaringan internet, data center, dan cloud computing yang memiliki keinginan untuk dapat mengoptimalkan kegiatan bisnisnya dalam membantu pemerataan wilayah agar terjangkau oleh beberapa provider layanan jaringan internet yang dapat diimbangi dengan penerapan teknologi informasi yang sesuai dengan proses bisnis perusahaan, sehingga digunakanlah teknologi sistem informasi yang dapat mengintegrasikan seluruh entitas lini bisnis secara real time yaitu Enterprise Resource Planning (ERP). Oleh karenanya, dibutuhkan otomasi dan integrasi proses bisnis dengan menggunakan sistem ERP. Sistem ERP yang akan diterapkan pada riset ini menggunakan software berbasis open source yaitu Odoo dengan versi 10.0 dikarenakan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Adapun hasil pengujian black box testing pada pengimplementasian pada proses bisnis berjalan sesuai dengan harapan.
Kata kunci— ERP, Odoo, Accelerated SAP (ASAP), implementasi.
Abstract
The development of information technology in the era of industrial revolution 4.0 has created competition between business companies. Information technology that always develops can be a solution for companies to keep innovating in order to build their business. One of the parts in the industrial world that always grows is a company which engages in digital infrastructure. There is one company that provides internet network services, data centers, and cloud computing which has the desire to be able to optimize its business activities in helping to equalize the area so that it is affordable by several internet network service providers which it can balance with the application of information technology in accordance with the company's business processes, so that information system technology is used that can integrate all line of business entities in real-time, namely Enterprise Resource Planning (ERP). Therefore, it takes automation and integration of business processes using an ERP system. The ERP system that will be applied in this research uses open source-based software, namely Odoo, with 10.0 version because it can adapt to the company's needs. The results of black-box testing on the implementation of business processes run as expected.
Keywords— ERP, Odoo, Accelerated SAP (ASAP), implementation.
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E- ISSN 2503-2933 667
Jacky, et., al [Implementasi Open Source Enterprise Resource Planning Menggunakan Odoo pada Layanan Internet Desa]
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author) 1. PENDAHULUAN
ada masa revolusi industri 4.0 ini persaingan usaha antar perusahaan menjadi sangat ketat dan kompetitif. Salah satu faktor atau sebab yang mengakibatkan fenomena ini terjadi merupakan akibat dari perkembangan teknologi informasi yang bergerak sangat pesat dan menjanjikan dalam menjalankan usaha secara digital. Oleh karena itu kebutuhan informasi yang cepat serta seksama sangat dibutuhkan ketika menjalankan salah satu proses usaha yang sedang dijalani. Penggunaan teknologi informasi juga sangat berperan besar dan dibutuhkan sebab akan sangat membantu dalam perubahan misi dan visi, kebutuhan internal (dalam) perusahaan hingga dengan kebutuhan pada pemasaran produk [1].
Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan salah satu penerapan teknologi informasi yang dapat digunakan dalam perusahaan karena mampu mengintegrasi atau menyatukan segala proses bisnis di perusahaan dan mengotomatisasinya. ERP juga merupakan sebuah rancangan dari gagasan atau ide agar dapat mengintegrasikan segala area fungsi pada perusahaan supaya mendapatkan hasil proses bisnis secara efisien dan efektif.
Efek dari berkembangnya teknologi informasi pada era digital masa ini semakin terasa, hal tersebut juga dirasakan salah satu perusahaan yang berkecimpung pada bidang infrastruktur digital yang merupakan penyedia layanan jaringan internet, data center, dan cloud computing.
Salah satu penyebabnya adalah adanya peningkatan permintaan dari calon pelanggan yang masih belum terpenuhi akibat masih belum meratanya wilayah yang terjangkau oleh beberapa provider layanan jaringan internet sehingga perlu adanya sistem yang terintegrasi sepenuhnya agar dapat membantu proses bisnis perusahaan..
Mengenai cara yang dapat dilakukan agar menangani permasalahan tersebut ialah menerapkan ERP dengan menggunakan metode Accelerated SAP (ASAP) untuk mengintegrasikan semua sistem yang dapat memungkinkan untuk melakukan proses bisnis tanpa hambatan karena pendekatan ini memiliki kelebihan yaitu kecepatan eksekusi dalam implementasi yang cepat, penggunaan biaya dan sumber daya yang optimal, dan berkualitas tinggi. Penelitian ini sendiri menggunakan Odoo versi 10.0 dikarenakan menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, adapun modul-modul yang terdapat didalamnya diantaranya ada modul sales, purchase, inventory, accounting dan calendar.
2. METODE PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka
2. 1.1 Penelitian Terdahulu
Pada penelitian yang berjudul “Pembangunan Sistem Informasi Berbasis Enterprise Resource Planning pada Modul Sales Management Menggunakan Odoo dengan Metode Accelerated SAP (ASAP) di CV Kembar Mekar”[2] telah dilakukan pengembangan ERP dengan menggunakan Odoo dalam membantu keaktifan proses bisnis pada perusahaan CV Kembar Mekar. Terdapat permasalahan pada proses bisnis karena sistem belum terintegrasi secara baik, khususnya pada proses produksi, penjualan, pengadaan, gudang dan keuangan.
Adapun modul utama yang digunakan penelitian ini adalah sales management sedangkan metodologi yang digunakan dalam mengimplementasi adalah Accelerated SAP (ASAP). Hal ini selaras dengan penelitian yang akan dilakukan karena penelitian tersebut juga menggunakan Open Source ERP yaitu Odoo dalam pengimplementasian pada studi kasus, selain itu metodologi yang digunakan dalam penelitian merupakan Accelerated SAP (ASAP).
P
668 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E-ISSN 2503-2933
IJCCS Vol. x,
Selain itu terdapat penelitian yang berjudul “Perancangan Sistem ERP Manajemen Rantai Pasok Halal Untuk Industri Makanan Modul Sales Management Dengan Metode Asap (Studi Kasus: Vannisa Brownies)” [3], pada penelitian ini memiliki tujuan untuk merancang suatu sistem terintegrasi yang dapat menyelenggarakan integritas halal pada proses bisnis khususnya sales and distribution dimana pencatatan proses penjualan dan distribusi pada Vannisa Brownies masih menerapkan secara semi-manual, selain itu sistem yang digunakan juga belum terintegrasi antar divisi yang terkait dengan aktifitas penjualan perusahaan. Adapun perancangan sistem manajemen ini berbasis ERP dengan penggunaan aplikasi Odoo 10.0 pada modul sales management dan metode ASAP yang telah disesuaikan dengan kebutuhan dan proses bisnis divisi penjualan dan pendistribusian produk. Hal ini juga berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.
2.1.2 Enterprise Resource Planning (ERP)
Pada masa sekarang ini, banyak perusahaan besar yang sudah menerapkan ERP, hal ini juga dapat dibuktikan bahwa pada tahun 2009 sendiri penggunaan SAP yang merupakan salah satu software ERP berbayar didunia telah digunakan lebih dari 82.000 perusahaan pada 120 negara dimana jumlah tersebut belum termasuk pada pengguna ERP yang menggunakan software dari supplier lain [4]. Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem informasi pada perusahaan yang berfungsi dalam mengintegrasikan dan mengotomatisasi pada proses bisnis [5].
Penggunaan sistem ERP pada perusahaan dapat meningkatkan daya produksi dan pelayanan pada pelanggan [6]. Hal tersebut dikarenakan sistem ERP dapat mengintegrasikan proses bisnis, menghasilkan data dan informasi secara akurat, mempercepat proses pelayanan dan mampu mencatat dan mengumpulkan seluruh informasi secara rapi dan tertata. Selain itu ERP juga memiliki keunggulan dibandingkan beberapa software dimana ERP tersebut unggul dalam hal fitur-fitur yang tersedia, kostumisasi, fleksibilitas dan kualitas yang ditawarkan [7].
Dari perspektif teknologi, ERP bertujuan untuk mengatur perencanaan dan implementasi menggunakan elektronik secara global dalam suatu perusahaan [8].
Adapun keunggulan yang ada apabila dibandingkan dengan beberapa software, ERP lebih unggul dalam hal fitur-fitur yang tersedia, kostumisasi, fleksibilitas dan kualitas yang ditawarkan [7] dan juga dapat mempersingkat waktu dalam mencapai penerima, adanya pengurangan biaya, terdapat peningkatan layanan pelanggan, manajemen pesanan yang lebih baik, adanya integrasi informasi antara departemen perusahaan, otomatisasi dan penyatuan data dan masih banyak lainnya [3].
2.1.3 Odoo
Odoo merupakan sebuah Open Source Software (OSS) yang dahulu bernama Open ERP. Odoo merupakan satu-satunya sistem manajemen yang tidak digunakan hanya oleh perusahaan besar namun juga dapat digunakan oleh perusahaan kecil dan independen karena memiliki manfaat yang potensial dan sangat diterima oleh organisasi bisnis maupun perusahaan.
Penggunaan Odoo sendiri sangatlah mudah untuk diintegrasi dimana bentuk dari sistem Odoo ini sendiri ada bermacam-macam, diantaranya adalah berbasis web, desktop serta mobile [9].
Odoo menyediakan berbagai modul yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis di perusahaan seperti Sales Management, Purchase Management, Inventory Management, Accounting dan sebagainya [10].
Terdapat beberapa kelebihan yang dimiliki oleh Odoo diantaranya akses informasi yang dapat dipercaya, menghindari adanya redundansi dari pemasukan data dan operasi, mengurangi waktu jeda penampilan informasi dan laporan dan pengurangan biaya, penghematan waktu, serta peningkatan kontrol dengan analisis skala enterprise [7] sehingga dari hal tersebut
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E- ISSN 2503-2933 669
Jacky, et., al [Implementasi Open Source Enterprise Resource Planning Menggunakan Odoo pada Layanan Internet Desa]
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author) penggunaan Odoo dirasa mampu untuk dapat membantu permasalahan di salah satu perusahaan penyedia layanan internet desa.
2.1.4 Accelerated SAP (ASAP)
Accelerated SAP (ASAP) merupakan metode implementasi ERP yang dibuat oleh SAP.
SAP (System Application and Product) merupakan software untuk membantu suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efektif dan efisien. SAP juga merupakan software ERP yang merupakan suatu tools IT dan manajemen dalam membantu perusahaan untuk merencanakan serta melakukan berbagai kegiatan sehari-hari [11]. Metode ini menggambarkan segala aktivitas dalam sebuah implementasi ERP dan menyertakan keseluruhan area teknis untuk mendukung manajemen proyek secara teknis, dan menangani masalah seperti konversi data dan user interface [12]. Terdapat keuntungan dari penggunaan metode ini diantaranya adalah memanfaatkan biaya, kecepatan implementasi yang cepat, memiliki kualitas yang tinggi dan sumber daya secara optimal [13]. Adapun Accelerated SAP Roadmap terdiri dari beberapa tahapan dimana pada setiap aktifitas atau tahapan yang dilakukan dapat berubah sesuai dengan sifat dari implementasi dan teknologi yang telah dipilih.
2. 2 Metode Penelitian
Pada penelitian ini memanfaatkan metodologi ASAP (Accelerated SAP) yang terdiri dari beberapa tahapan diantaranya terdapat yang pertama Project Preparation, kedua ada tahapan Business Blueprint, ketiga ada tahapan Realization, keempat ada tahapan Final Preparation, dan terakhir ada Go-Live And Support.
Gambar 1. Roadmap ASAP
Akan tetapi, mengingat terdapat keterbatasan yang ada, riset/penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap keempat yaitu Final Preparation atau tahap persiapan akhir. Berikut terdapat gambar 2 yang merupakan gambaran dari metodologi ASAP.
670 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E-ISSN 2503-2933
IJCCS Vol. x,
Gambar 2. Metode
Salah satu penelitian yang merupakan bagian dari Software Development Life Cycles (SDLC) dan dipergunakan dalam pengimplementasian sistem SAP adalah penelitian metodologi ASAP. Metode tersebut menghasilkan framework yang cocok dalam mengaplikasikan project roadmap [3]. Mengenai tujuan dari metode ASAP sendiri supaya dapat secara efektif terkait dengan pengoptimalan waktu ketika pengerjaan proyek, berkualitas baik sumber daya manusia maupun sumber daya lainnya dengan cara yang paling praktis.
Adapun uraian dalam tiap metodenya terdiri dari diantaranya pertama studi literatur untuk memahami dasar teori yang berkaitan dengan topik berdasarkan pencarian data dan informasi, kedua project preparation dengan melakukan perencanaan dan persiapan awal untuk proses implementasi pada sistem ERP, ketiga ada bussiness blueprint dengan menganalisis kebutuhan perusahaan terlebih dahulu, selanjutnya keempat ada realization yakni dilakukan eksekusi terhadap dokumen blueprint per modul dan terakhir ada final preparation yang merupakan tahap akhir dari penelitian.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada tahapan project preparation terbagi atas project goals dan project scope. Didalam project goals terdapat cakupan yang akan dibahas diantaranya membangun sistem berbasis ERP yang dapat membantu proses penjualan ke calon pelanggan, pembelian ke vendor, pengelolaan inventaris dan membantu proses akutansi, selanjutnya mengintegrasikan informasi dalam satu sistem dan menghasilkan laporan hasil berupa dokumen pada proses penjualan, pembelian, inventaris, serta akutansi. Sedangkan pada project scope terdapat cakupan diantaranya konfigurasi sistem ERP menggunakan Odoo pada salah satu perusahaan penyedia layanan internet desa yang dapat mengelola data calon pelanggan, data vendor dan mengelola keuangan perusahaan, yang mampu mengelola proses penjualan, pembelian, keuangan, serta pengelolaan inventaris dan sistem yang dapat menghasilkan laporan setiap proses yang dilakukan perusahaan.
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E- ISSN 2503-2933 671
Jacky, et., al [Implementasi Open Source Enterprise Resource Planning Menggunakan Odoo pada Layanan Internet Desa]
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author) Pada tahapan bussiness blueprint mengidentifikasi proses bisnis perusahaan, menganalisa gap dan mengusulkan proses bisnis target sesuai dengan user requirement yang telah didapatkan dari hasil wawancara dengan perusahaan. Adapun gambaran yang dapat dilihat ketika proses bisnis perusahaan berjalan dapat dilihat melalui gambar 3.
Gambar 3. Alur Bagan Proses Bisnis
672 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E-ISSN 2503-2933
IJCCS Vol. x,
Penjelasan gambar diatas merupakan tahap implementasi proses bisnis dimana ketika calon pelanggan ingin memesan produk melalui perusahaan maka bagian sales atau penjualan akan membuat data pelanggan dan membuat draft order setelah itu admin penjualan akan mengecek ketersediaan stok layanan internet perusahaan di wilayah terdekat calon pelanggan.
Apabila tersedia maka admin penjualan mengirim penawaran harga ke pelanggan lalu terjadilah negosiasi, namun apabila terjadi perubahan harga maka admin penjualan merevisi harga yang ada pada draft order pelanggan dan memvalidasi draft order menjadi sales order. Selanjutnya, apabila telah menjadi sales order, maka admin penjualan membuat tagihan dan menyampaikan tagihan pada klien. Setelah klien mendapat tagihan pembayaran, maka klien dapat melakukan pembayaran melalui transfer bank ataupun kontan (tunai) dan dilanjutkan dengan mengirim bukti pembayaran ke admin penjualan yang nantinya pada bagian keuangan mengecek mutasi pembayaran dan melakukan validasi pembayaran apabila pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan sudah sesuai dengan tagihan pembayaran. Setelah validasi pembayaran, maka selanjutnya bagian inventory menjadwalkan instalasi layanan. Apabila instalasi layanan telah dilakukan, maka bagian inventory selanjutnya akan memvalidasi produk keluar untuk mengurangi sisa kecepatan internet yang tersedia di sekitar area pelanggan tersebut.
Namun apabila ketika calon pelanggan memesan dan ketersediaan layanan internet perusahaan diwilayah terdekat calon pelanggan tidak tersedia, maka perusahaan akan mencari provider internet yang terdekat. Selanjutnya, bagian pembelian akan membuat draft order serta menanyakan harga ke supplier setelah itu akan terjadi negosiasi antara perusahaan dan supplier.
Apabila terdapat perubahan harga, maka bagian pembelian akan merevisi harga dan memvalidasi quotation menjadi purchase order lalu mengirim order ke supplier. Supplier akan menerima order dan mengirimkan nota pembelian pada bagian pembelian, lalu bagian keuangan akan melakukan pembayaran serta memvalidasi pembayaran bahwa pembayaran sudah diterima oleh supplier. Selanjutnya, supplier akan melakukan pengaturan layanan internet untuk perusahaan, lalu bagian inventory akan mengecek layanan internet dari supplier apakah sesuai dengan pesanan yang telah dibuat, dan apabila telah sesuai maka dilakukan validasi produk masuk agar layanan internet dilokasi tersebut dapat tercatat pada sistem.
Pada tahapan realization terdapat langkah pertama yang dilakukan yakni mendownload atau melakukan instalasi aplikasi Odoo 10.0 pada laptop, ketika telah terdownload maka dilanjutkan dengan membentuk database untuk pengimplementasiannya. Setelah membuat database dan login ke aplikasi, selanjutnya dilakukan instalasi modul-modul yang telah disepakati dimana modul yang akan dipasang adalah sales management, purchase management, inventory management, calendar, dan accounting and finance. Setelah melewati step-step yang telah dijelaskan, selanjutnya adalah konfigurasi awal yang dilakukan dengan mengatur informasi default perusahaan untuk setiap transaksi yang akan dilakukan nantinya. Cara melakukan tahapan ini adalah dengan mengakses melalui rute Settings > General Settings, setelah itu klik tulisan “configure your company data” maka akan diarahkan pada form data umum perusahaan.
Kemudian melakukan konfigurasi pada tiap-tiap modul, adapun urutan modul yang dikonfigurasi diantaranya yang pertama ada modul accounting and finance dikarenakan semua transaksi atau aktifitas pada modul penjualan, pembelian, dan persediaan akan menggunakan akun yang dikonfigurasikan dalam modul ini. Kedua adalah modul sales management untuk mengatur proses penjualan produk ke calon pelanggan seperti mengatur pembuatan dokumen sales order dan membuat pengaturan kontrak harga. Ketiga, modul purchase management yang bermanfaat untuk mengatur proses pembelian produk ke supplier, misalnya mengatur pembuatan dokumen purchase order. Keempat ada modul inventory management yang bermanfaat untuk mengatur persediaan, mengatur akuntansi stok, membuat data produk dan modul terakhir yang dikonfigurasi adalah calendar untuk mengatur masa berlaku produk yang
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E- ISSN 2503-2933 673
Jacky, et., al [Implementasi Open Source Enterprise Resource Planning Menggunakan Odoo pada Layanan Internet Desa]
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author) digunakan oleh calon pelanggan, sehingga modul ini juga dapat membantu bagian inventory apabila terdapat kendala.
Pada tahapan final preparation dilakukan uji coba setelah proses implementasi telah dilakukan. Dengan melakukan uji coba ini akan mengungkapkan kelemahan sistem sehingga pengguna dapat memperbaiki jika diperlukan. Pada hasil pengujian dapat dilihat seberapa baik sistem yang diujikan dengan melihat tabel test case. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan metode black box berbasis equivalence partitioning.
Berikut tabel yang berisikan salah satu hasil pengujian black box testing yang telah dilakukan, diantaranya ada:
Tabel 1. Hasil Pengujian Black Box Testing Pengujian Sinopsis Eksekusi Hasil yang
Diharapkan Hasil Pengujian Pengujian Black
Box Testing Login
Tidak mengisi email dan sandi kemudian klik tombol log masuk.
Email: (nihil) Sandi: (nihil)
Terdapat
tampilan pesan pada sistem
“tolong isi kolom ini”
karena sistem tidak akan merespon data.
Sesuai
Pengujian Blackbox
Testing Form Customer
Tidak mengisi
data nama
(name) di form pembuatan customer.
Name: (nihil), sisa data yang lain bebas terisi ataupun tidak (kecuali data yang otomatis sudah terisi).
Sistem tidak akan merespon data dan akan menampilkan pesan “The following fields are invalid:
name”.
Sesuai
Pengujian Blackbox
Testing Form Quotation
Mengosongi seluruh data yang terdapat
pada form
quotation.
Name: (nihil)
Pricelist: (nihil) serta data yang lainnya tidak terisi atau kosong.
Terdapat
tampilkan pesan
“The following fields are invalid:
customer invoice address delivery address pricelist currency”
karena sistem tidak akan merespon data.
Sesuai
Pengujian Blackbox
Testing Form Product
Tidak mengisi
data nama
(name) di form pembuatan produk.
Name: (nihil), sisa data yang lain bebas terisi ataupun tidak (kecuali data yang otomatis
Sistem tidak akan merespon data dan akan menampilkan pesan “The following fields
Sesuai
674 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E-ISSN 2503-2933
IJCCS Vol. x,
sudah terisi). are invalid:
name”.
Pengujian Blackbox
Testing Form Register
Payment
Data pada
payment journal yang ada di form register payment tidak diisi.
Name: (nihil), sisa data yang lain bebas terisi ataupun tidak (kecuali data yang otomatis sudah terisi).
Sistem tidak akan merespon data dan akan menampilkan pesan “The following fields are invalid:
payment journal, payment method type”.
Sesuai
Pengujian Blackbox
Testing Form Request for Quatation
Data vendor dan scheduled date di form requests for quotation tidak diisi.
Vendor: (nihil)
Scheduled date:
(nihil) sisa data yang lain bebas terisi ataupun tidak (kecuali
data yang
otomatis sudah terisi).
Sistem tidak akan merespon data dan akan menampilkan pesan “The following fields are invalid:
vendor, currency, scheduled date”..
Sesuai
4. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini diantaranya adalah:
1. Pada riset ini membantu proses bisnis dengan menggunakan sistem ERP pada salah satu perusahaan penyedia layanan internet desa dimana riset ini memanfaatkan software berbasis open source yang telah di konfigurasi serta refleksi dari pengimplementasian ERP menggunakan metode Accelerated SAP (ASAP) yaitu Odoo dengan versi 10.0.
2. Aktivitas bisnis yang berhubungan dengan penjualan, penerimaan produk, pengaturan persediaan, dan akuntansi keuangan dapat digantikan dengan software Odoo yang sebelumnya masih menggunakan cara manual. Selain itu, aktivitas seperti mengecek persediaan dan mengecek jumlah barang yang ada juga dapat digantikan dengan Odoo.
3. Adanya sistem yang terintegrasi pada proses bisnis dapat memberikan keuntungan berupa kemudahan pengiriman aliran data dan informasi karena bersifat real time.
5. SARAN
Adapun saran yang dapat dijadikan acuan untuk penelitian lebih lanjut mengenai implementasi open source Enterprise Resource Planning (ERP) menggunakan Odoo pada salah satu perusahaan penyedia layanan internet desa diantaranya adanya user training dan roleplay yang dilakukan oleh pegawai yang terkait dengan proses bisnis perusahaan, ada pula dapat melakukan upload ke server secara online agar dapat diakses secara mudah serta melakukan maintenance terhadap proses bisnis perusahaan apabila terdapat perubahan. Selain itu,
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E- ISSN 2503-2933 675
Jacky, et., al [Implementasi Open Source Enterprise Resource Planning Menggunakan Odoo pada Layanan Internet Desa]
Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Author) pengujian harus dirancang dengan baik sehingga dapat menemukan kesalahan dengan cepat dan efisien sehingga dapat diperbaiki. Pengujian dalam penelitian ini juga dapat dilakukan dengan teknik lain seperti menggunakan pendekatan white box testing.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Suhanjoyo, B. W., & Nugroho, A. (2020). Perancangan Aplikasi Gugus Penjualan Terintegrasi ERP dengan Metode Gabungan Prototype Agile. Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH 2020). Malang: Universitas
Widyagama. http://publishing-
widyagama.ac.id/ejournalv2/index.php/ciastech/article/view/1902/1342
[2] Gumilang, E. H. (2017). Pembangunan Sistem Informasi Berbasis Enterprise Resource Planning pada Modul Sales Management Menggunakan Odoo dengan Metode Accelerated SAP (ASAP) di CV Kembar Mekar. Bandung: Universitas Telkom.
https://repository.telkomuniversity.ac.id/pustaka/138322/pembangunan-sistem-informasi- berbasis-enterprise-resource-planning-pada-modul-sales-management-menggunakan- odoo-dengan-metode-accelerated-sap-asap-di-cv-kembar-mekar.html
[3] Fathi, Z. M. (2019). Perancangan Sistem ERP Manajemen Rantai Pasok Halal Untuk Industri Makanan Modul Sales Management Dengan Metode Asap (Studi Kasus: Vannisa
Brownies). Bandung: Universitas Telkom.
https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/152690/perancangan-sistem-erp- manajemen-rantai-pasok-halal-untuk-industri-makanan-modul-sales-management- dengan-metode-asap-studi-kasus-vannisa-brownies-.html
[4] Akbar, F., Akbar, R., Mardaleni, & Netti. (2015). Implementasi Openbravo pada Proses Transaksi Penjualan, Produksi dan Sistem Inventory (Studi Kasus PT. Nusantara Beta
Farma). TEKNOSI, Vol. 01, No. 01, Oktober 2015.
https://doi.org/10.25077/TEKNOSI.v1i1.2015.1
[5] Saputro, J., Handayani, P., Hidayanto, A., & Budi, I. (2010). Roadmap of Enterprise Resource Planning (ERP) Research for Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia. International Conference on Advanced Computer Science and Information Systems (ICACSIS). https://doi.org/10.54216/JISIoT.020102
[6] Falgenti, K., & Pahlevi, S. (2013). Evaluasi Kesuksesan Sistem Informasi ERP pada Usaha Kecil Menengah Studi Kasus: Implementasi SAP B1 di PT. CP. Jurnal Manajemen Teknologi. http://dx.doi.org/10.12695/jmt.2013.12.2.4
[7] Pongdatu, G. N., & Fahrudin, R. (2021). Implementasi Enterprise Resource Planning
pada Perusahaan Transportasi PT. Xyz. INFINITY.
https://doi.org/10.47178/infinity.v1i1.991
[8] Nugroho, A., Rizaludin, D., Soebandhi, S., Junaedi, L., Winardi, S., & Al-Azam, M.
(2020). Automatic Sign of Commencement of Work from Enterprise Resource Planning.
676 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 10, No. 2, Juni 2023, Hal. 666-676 E-ISSN 2503-2933
IJCCS Vol. x,
Smart Technology and Applications (ICoSTA). Surabaya: IEEEE.
https://doi.org/10.1109/ICoSTA48221.2020.1570590248
[9] Lesmana, M., Aziz, R., Sansprayada, A., & Setiawan, A. (2020). Implementasi Odoo Pada Industri Rumah Tangga Studi Kasus pada “Kopi Karir”. Indonesian Journal on Networking and Security. http://dx.doi.org/10.2311/ijns.v9i2.1632
[10] Novianto, A., Ridwan, A., & Fajrillah, A. (2019). Perancangan Sistem Green Erp Pada Modul Procurement Berbasis Odoo Untuk Industri Garmen Dengan Menggunakan
Metode Asap. eProceedings of Engineering.
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/article/view/
10860/0
[11] Maulidina, R., Rizki, N. A., & Dewi, R. S. (2020). Perencanaan dan Implementasi SAP pada PT XYZ dengan Menggunakan Metode Accelerated SAP (ASAP). JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol. 7, No. 1. http://dx.doi.org/10.30865/jurikom.v7i1.1856
[12] Kale, V. (2000). Implementing SAP R/3: The Guide for Business and Technology Managers REV ed. Edition. Hoboken: Sams Publishing.
[13] Motiwalla, L., & Thompson, J. (2012). Enterprise Systems for Management. Prentice Hall.