• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDAH WAHYUNI NPM 1603110228 Program Stu

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "INDAH WAHYUNI NPM 1603110228 Program Stu"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

Alhamdulillahirabiil„alaamiin, puji dan syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Respon Mahasiswa Universitas Negeri Medan Terhadap Wacana Kampus Mandiri”. Wacana yang disampaikan Mendikbud tentang kampus mandiri memiliki empat kebijakan di lingkungan perguruan tinggi, yaitu (1) Pembukaan program baru dimana program ini memberikan otonomi kepada perguruan tinggi negeri (PTN) dan swasta (PTS) untuk membuka atau mendirikan program baru (prodi), (2) sistem akreditasi perguruan tinggi, (3) Kebebasan PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH), (4) ) Hak mahasiswa mengambil mata kuliah di luar program dan melakukan perubahan definisi Sistem Merit Semester (SKS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon mahasiswa Universitas Negeri Medan terhadap wacana Kampus Merdeka.

Wacana yang disampaikan Mendikbud tentang Kampus Mandiri memiliki empat kebijakan di lingkup perguruan tinggi, yaitu (1) Pembukaan program studi baru, dimana program ini memberikan otonomi kepada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS). ) ) untuk membuka atau. Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana “Respon Mahasiswa Universitas Negeri Medan terhadap Wacana Kampus Merdeka?”.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Pembatasan Masalah
  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Sistematika Penulisan

Program kampus mandiri memberikan otonomi kepada perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) untuk membuka atau mendirikan program. Menurut sumber, 7 (tujuh) kampus mandiri tersebut telah diterima oleh perguruan tinggi dan bagaimanapun layak jika diterapkan. Sementara itu Narasumber 8 (Delapan) menyampaikan bahwa kebijakan kampus mandiri ini tidak dapat diterima oleh semua perguruan tinggi karena tidak semudah membalik selembar kertas.

Untuk melaksanakan kampus mandiri bagi perguruan tinggi, maka harus dipelajari, dipertimbangkan dan dikaji secara seksama oleh pihak-pihak yang terkait. Sebagai mahasiswa, siapkah anda untuk pengenalan kampus mandiri ini di universitas tempat anda kuliah, mohon berikan alasan anda.

URAIAN TEORITIS

Komunikasi

  • Definisi Komunikasi
  • Tingkatan Proses Komunikasi
  • Unsur-Unsur Komunikasi
  • Fungsi Komunikasi

Kegiatan komunikasi akan berjalan dengan baik apabila pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama terlibat dan sama-sama memiliki kepedulian terhadap pokok pesan yang disampaikan. Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu, artinya para partisipan atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak perlu hadir pada waktu dan tempat yang sama. Pada level ini, setiap individu yang terlibat berkomunikasi sesuai dengan peran dan posisinya dalam kelompok.

Decoding, Pengawasan, yaitu proses dimana komunikasi menentukan makna dari simbol-simbol yang disampaikan kepadanya oleh komunikator. Noise, gangguan tidak terencana yang terjadi dalam proses komunikasi akibat penerimaan pesan lain oleh komunikator yang berbeda dengan pesan yang disampaikan komunikator kepadanya.

Opini Publik

  • Pengertian Opini Publik
  • Karakteristik Opini Publik
  • Unsur-Unsur Dalam Opini Publik
  • Proses Terbentuknya Opini Publik
  • Elemen-Elemen Dalam Opini Publik

Opini publik sebagai fenomena sosial yang menjadi sarana komunikasi politik memiliki karakteristik tertentu. Sejumlah orang mengetahui suatu keadaan dan suatu masalah yang dianggap perlu untuk dipecahkan, sehingga sejumlah orang tersebut mencari beberapa alternatif sebagai pemecahan masalah berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh. Beberapa alternatif lain muncul sebagai usulan untuk memecahkan masalah, menghasilkan diskusi tentang kemungkinan menerima satu atau lebih alternatif.

Pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan pilihan dari satu atau beberapa alternatif yang disepakati bersama melalui pelaksanaan keputusan tersebut. Fakta bahwa setiap isu terkait dengan aspek yang berbeda, sehingga untuk isu kompeten yang terjadi di masyarakat, opini publik terdiri dari banyak orang (publik) dan sulit untuk mengambil keputusan sebagai acuan.

Respon

  • Pengertian Respon
  • Macam-Macam Respon
  • Faktor-Faktor Terbentuknya Respon
  • Teori Stimulus – Respon

Ini adalah hasil persepsi dan pengetahuan individu tentang subjek, di mana komponen kognitif ini terjadi dengan mengubah apa yang dipahami audiens, respons ini juga terkait dengan pengetahuan informasi kita tentang subjek. Penafsiran perasaan dan reaksi emosional sebagai hasil penilaian objek, dimana komponen efektif ini berkaitan dengan emosi, jiwa, sikap dan perasaan terhadap sesuatu. Respon ini berkaitan dengan perilaku nyata, yang meliputi tindakan atau kebiasaan perilaku yang menunjukkan kecenderungan untuk berperilaku tertentu terhadap objek tertentu (Rakhmad, 2005: 219).

Respon seseorang dapat terjadi jika faktor penyebab terpenuhi, hal ini harus diketahui agar individu yang bersangkutan dapat merespon dengan baik. Stimulus-response theory, yang dikenal dengan S-O-R sebagai singkatan dari stimulus-organism-response, berasal dari bidang keilmuan psikologi yang muncul pada tahun 1930-an dan 1940-an dan kemudian disebut teori komunikasi.

Mahasiswa

  • Pengertian Mahasiswa

Universitas Negeri Sumatera Utara (UNIMED)

Wacana

Ada tiga pandangan mengenai bahasa dalam analisis wacana, yang pertama diwakili oleh positivisme-empirisme dimana dalam pandangan ini seseorang tidak perlu mengetahui makna subyektif dengan memisahkan pemikiran dari realitas. Pandangan kedua adalah konstruktivisme, dimana pandangan ini menolak teori empiris positif yang memisahkan subjek dan objek dalam bahasa. Menurut pandangan ini, bahasa dikendalikan dan dimeriahkan oleh pernyataan-pernyataan dengan tujuan, setiap pernyataan pada dasarnya adalah penciptaan makna, tindakan pembentukan diri dan pengungkapan identitas pembicara atau penulis.

Menurut pandangan ini, wacana menekankan pada konstelasi kekuasaan yang muncul dalam proses produksi dan reproduksi makna, individu bukanlah subjek netral yang dapat dengan bebas menginterpretasikan sesuai pemikirannya karena dipengaruhi oleh kekuatan sosial masyarakat (Erlyanto, 2011). ) . :4).

Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) Mengenai

  • Pembukaan Prodi Baru
  • Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi
  • Kemudahan Menjadi PTN-BH
  • Hak Belajar 3 Semester di Luar Prodi

Kampus Merdeka merupakan salah satu bentuk pembelajaran di perguruan tinggi yang bersifat otonom dan fleksibel untuk menciptakan budaya belajar yang inovatif, tidak restriktif, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Proses pembelajaran di kampus Merdeka merupakan salah satu wujud pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa yang sangat esensial. Pembelajaran di kampus Merdeka menawarkan tantangan dan peluang bagi pengembangan inovasi, kreativitas, kapasitas, kepribadian dan kebutuhan mahasiswa, serta pengembangan kemandirian dalam mencari dan menemukan ilmu melalui realitas dan dinamika lapangan seperti kebutuhan kemampuan, masalah nyata, sosial interaksi, kolaborasi, manajemen diri, tuntutan kinerja, target dan prestasi.

Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka diharapkan mampu menjawab tantangan Perguruan Tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, serta sebagai dinamika masyarakat. Kemendikbud akan bekerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra prodi untuk melakukan supervisi dan ini harus dilakukan setiap tahun, perguruan tinggi harus memastikan pelaksanaannya. Pada program kampus mandiri, program reakreditasi dilakukan secara otomatis untuk semua pemeringkatan dan bersifat sukarela bagi perguruan tinggi dan program studi yang telah siap untuk naik peringkat.

Untuk perguruan tinggi dengan akreditasi B dan C dapat mengajukan kenaikan. Akreditasi akan diberikan kepada perguruan tinggi yang telah berhasil mendapatkan akreditasi internasional. Kebijakan kampus mandiri ketiga terkait dengan kebebasan Badan Layanan Umum (BLU) PTN dan satuan kerja (Satker) menjadi PTN Badan Hukum (PTN-BH). Mendikbud menjelaskan bahwa paket kebijakan kampus mandiri merupakan langkah awal dari rangkaian kebijakan bagi perguruan tinggi, ini merupakan tahap awal untuk melonggarkan belenggu agar lebih mudah melangkah maju.

Mendikbud berpendapat bahwa pendidikan Indonesia belum menyentuh aspek mutu, oleh karena itu akan ada beberapa matriks yang nantinya dapat digunakan untuk membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya. Kampus mandiri keempat memberikan hak kepada mahasiswa untuk mengambil mata kuliah di luar program dan mengubah definisi satuan kredit semester (SKS). Perguruan tinggi diharapkan dapat mengembangkan dan memfasilitasi program belajar mandiri dengan menetapkan pedoman akademik.

Pelaksanaan

  • Peran Pihak - Pihak Terkait
  • Bentuk Kegiatan Pembelajaran

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Kerangka Konsep

Definisi Konsep

Kategorisasi Penelitian

Informan Atau Narasumber

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Lokasi dan Waktu Penelitian

Deskripsi Ringkas Objek Penelitian

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

Sedangkan informan 2 (dua) hanya mengetahui inti dari kebijakan belajar mandiri – kampus mandiri, masing-masing mahasiswa berhak mengikuti mata kuliah di luar program studi. Menurut informan 3 (tiga), dirinya sangat menyadari empat poin kebijakan kampus mandiri yang telah disampaikan oleh beberapa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Berdasarkan informan 1 (satu) menyatakan setuju dengan adanya belajar mandiri – kampus mandiri yang dicanangkan oleh Mendikbud beberapa waktu lalu, namun tidak sepenuhnya setuju dengan apa yang ada dalam kebijakan tersebut.

Sementara itu, narasumber 6 (enam) menyatakan setuju dengan adanya belajar mandiri – kampus mandiri ini karena setiap mahasiswa dapat merasakan belajar di luar jurusan sebagai salah satu poin dari kampus mandiri. Namun berbeda dengan narasumber 2 (dua), ia mensinyalir bahwa kampus mandiri ini belum dapat diimplementasikan oleh perguruan tinggi, namun perguruan tinggi harus dapat menerima kebijakan kampus mandiri tersebut. Namun menurut sumber, 6 (enam) kampus mandiri tersebut tidak dapat diterapkan oleh perguruan tinggi dan tentunya tidak dapat diterima oleh perguruan tinggi.

Menurut narasumber, 1 (satu) paket kebijakan kampus mandiri yang disampaikan Mendikbud sangat sarat dengan pertimbangan, maka dari itu pihaknya menyetujui kebijakan tersebut, apalagi hal ini akan meningkatkan keterampilan mahasiswa. Menurut informan 1 (satu), kampus belajar mandiri tidak dapat dianalisa apakah dapat berjalan dengan baik atau tidak, karena hal ini tidak dapat diprediksi ke depan, apa yang akan terjadi dalam dunia pendidikan dan tidak dapat diprediksi. Dalam keterangan informan, 2 (dua) orang mengatakan bahwa jika wacana kampus mandiri berhasil diterapkan di semua perguruan tinggi, menurutnya akan cukup lancar jika diterapkan.

Sementara itu, sumber 3 (tiga) menyampaikan bahwa jika kampus mandiri berhasil atau tidak dilaksanakan di setiap perguruan tinggi kemungkinan besar tidak akan berjalan dengan baik karena perlu dilakukan lebih banyak perbaikan atau evaluasi untuk melanjutkan kampus mandiri ini agar tetap eksis. Sementara itu, informan 5 (lima) menyatakan bahwa jika wacana kampus merdeka sudah berhasil diterapkan di semua perguruan tinggi, menurutnya tergantung bagaimana mensosialisasikannya kepada mahasiswa itu sendiri. memperkenalkan. itu tidak akan berjalan mulus. Sedangkan jawaban informan 7 (tujuh) tentang kampus mandiri yaitu beberapa kebijakan sudah efektif antara lain penambahan prodi baru di perguruan tinggi, tetapi berdasarkan jawaban informan 8 (delapan) jika sudah mandiri kampus untuk pendidikan tinggi, harus dipelajari dan dipertimbangkan dengan cermat oleh pihak terkait.

Tabel 4.1. Data Narasumber
Tabel 4.1. Data Narasumber

Pembahasan

PENUTUP

Simpulan

Saran

Diharapkan para peneliti selanjutnya yang ingin meneliti belajar mandiri – kampus mandiri dapat dikaitkan dengan media dan informasi. Saran tentang belajar mandiri – kampus mandiri ini, berdasarkan hasil penelitian ini peneliti menyarankan sebelum melaksanakan kampus mandiri ini sebaiknya Mendikbud benar-benar mengkaji terlebih dahulu karena masih banyak perguruan tinggi yang fasilitasnya masih dilakukan belum mendukung pelaksanaan kampus mandiri, ditambah tenaga pengajar yang mungkin belum memadai. Saran bagi mahasiswa jika kampus mandiri dilaksanakan maka sebaiknya mahasiswa pandai menggunakan program-program tersebut untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan mahasiswa.

Poin pertama kampus mandiri adalah dibukanya prodi baru tetapi tidak berlaku untuk prodi kesehatan dan pendidikan, apakah menurut anda langkah ini sudah benar. Poin berikutnya adalah sistem akreditasi perguruan tinggi yang dikandung oleh kampus mandiri tersebut, kira-kira apakah sistem akreditasi ini dapat mempengaruhi dan menjadi acuan dalam hal mutu di perguruan tinggi. Tahukah Anda bahwa salah satu poin dari peraturan kampus mandiri adalah PTN-BLU dapat mengajukan diri dan mendapatkan akreditasi sebagai PTN-BH.

Poin keempat adalah hak belajar selama tiga semester di luar prodi, apakah menurut anda hal ini dapat mendorong mahasiswa untuk maju, jika iya coba berikan alasan anda. Bagaimana reaksi Anda sebagai mahasiswa terhadap pernyataan Mendikbud bahwa paket kebijakan kampus mandiri bisa menjadi langkah awal untuk kemajuan perguruan tinggi? Jika semua perguruan tinggi berhasil menerapkan wacana kampus mandiri, apakah itu hal yang baik, mohon berikan alasannya.

Gambar

Tabel 3.2. Kategorisasi Penelitian
Tabel 4.1. Data Narasumber

Referensi

Dokumen terkait