Tesis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E) pada program studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Sistem Bagi Hasil pada Bank Syariah Indonesia: Relevansi Pendapat Mazhab Syafi'i. dipimpin oleh Muhammad Kamal Zubair dan Zainal Said).
TRANSLITERASI DAN SINGKATAN
Transliterasi 1. Konsonan
Jika perkataan terakhir dengan ta marbutah diikuti dengan perkataan yang menggunakan perkataan sandang al- dan kedua-dua perkataan itu dibaca secara berasingan, maka ta marbutah ditransliterasi dengan ha (h). Jika nama peribadi didahului dengan perkataan sandang (al-), maka yang dikapitalkan tetap huruf pertama nama peribadi, bukan huruf pertama kata sandang.
Singkatan
Bank konvensional biasa disebut dengan bank bunga, sedangkan bank syariah berdasarkan prinsip bagi hasil. Dan persepsi yang dibangun adalah dengan bagi hasil, bank syariah tidak bisa menjamin secara pasti jumlah keuntungan yang diperoleh.
ﻪيﻌفﺎﺸلا"
Apabila terjadi penurunan suku bunga pasar maka suku bunga kredit juga akan turun dan apabila bank memperoleh keuntungan yang besar dari konversi uang nasabah maka nasabah tidak menerima bagi hasil. Secara teoritis perhitungan bunga bank berbeda dengan perhitungan sistem syariah yang menggunakan nisbah bagi hasil, misalnya 30%:70% berarti 30% keuntungan bagi nasabah (mudarib) dan 70% bagi bank (shahibul maal).
ﻲف ﻖﺤلا ﻪل ﺲيلﻭ ...:ﻲت ﺄي ﺎمب ﻞمﺎﻌلا صﺘﺨي :اﻮلﺎك
Kalau keuntungannya besar maka bagi hasil juga besar, jika keuntungannya kecil maka bagi hasil pun kecil.
سأ ر نم ﻩرﻔس ﻞﻋ
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
- Teori Revenue Sharing a. Pengertian Revenue Sharing
- Bank Syariah
Penerapan sistem bagi hasil dengan metode revenue sharing pada produk pembiayaan di Bank Syariah Mandiri kantor cabang Purwokerto. 7 Annisa Kamaliyah Zahara, “Penerapan Sistem Bagi Hasil Dengan Metode Bagi Hasil Pada Produk Pembiayaan Pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Purwokerto” (Skripsi Sarjana; Institut Manajemen Perbankan Islam: Purwokerto, 2017). Nur Rizqi Febriandika (2015) dengan judul penelitian “Penerapan Sistem Bagi Hasil Akad Mudharabah Pada BMT Amanah Ummah Sukoharjo.
8Nur Rizqi Febriandika, “Penerapan Sistem Bagi Hasil Bagi Hasil Pada Akad Mudharabah Pada BMT Amanah Ummah” (Skripsi; Beberapa Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Pembagian Keuntungan Usaha Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil adalah sebagai berikut: 19. Pendapatan operasional utama dari Bank syariah merupakan pendapatan dari penyaluran dana menurut prinsip jual beli, bagi hasil dan prinsip ujroh.
Total dana investasi yang diterima bank syariah akan mempengaruhi bagi hasil yang diterima klien investor. Bagi hasil dalam bagi hasil dihitung dengan mengalikan nisbah yang disepakati dengan penghasilan bruto. Pendapatan lain-lain (dari penempatan di SWBI, SIMA, dll) Yang termasuk dalam biaya (C) adalah biaya bagi hasil.
Tinjauan Konseptual
Kerangka tersebut dibangun untuk membantu perbankan mengatasi permasalahan likuiditas dengan menggunakan instrumen pasar uang antar bank syariah dan instrumen syariah bank sentral. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa Pendapatan Bagi Hasil adalah suatu sistem bagi hasil yang dihitung dari total pendapatan pengelolaan dana, tanpa dikurangi biaya pengelolaan dana. Bank syariah adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana nasabah dalam bentuk wadiah, deposito mudharabah dan menyalurkannya kembali kepada nasabah dalam bentuk pembiayaan jual beli murabahah dan bagi hasil mudharabah berdasarkan prinsip syariah.
Relevansi internal adalah kesepakatan atau keterpaduan antar komponen seperti tujuan, isi, penyampaian dan proses evaluasi atau dengan kata lain relevansi internal menyangkut keterpaduan antar komponen. Mazhab adalah suatu cara berpikir atau cara yang ditempuh oleh seorang ulama mujtahid untuk menentukan hukum atau peristiwa berdasarkan Al-Qur'an dan hadis. Selanjutnya, imam madzhab dan mazhab tersebut mengembangkan makna sekelompok umat Islam yang mengikuti metode istinbat imam mujtahid tertentu atau mengikuti pendapat imam mujtahid dalam masalah hukum Islam.
Adapun pengertian mazhab menurut ulama fiqh adalah metodologi fiqh khusus yang diikuti oleh ahli fiqh mujtahid, yang berbeza dengan fiqh yang lain, yang mengarahkannya memilih beberapa hukum dalam bidang furu- ilmu. .35 Sehingga mazhab Syafi'i adalah mazhab yang dicetuskan oleh Imam Syafi'i, kemudian sebahagian umat Islam mengikut cara istinbat atau mengikut pandangan Imam Syafi'i tentang permasalahan hukum Islam.
Bagan Kerangka Pikir
Penelitian kualitatif merupakan suatu metode penelitian yang bertujuan untuk memahami kenyataan melalui proses berpikir induktif. Melalui penelitian kualitatif peneliti dapat mengidentifikasi subjek, merasakan apa yang dialaminya dalam kehidupan sehari-hari36 Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai bahan lapangan. Penelitian ini juga mengkaji beberapa kitab Imam Syafi'i dan penelitian pada Bank Syariah Indonesia KC Parepare.
Lokasi penelitian adalah tempat dilakukannya penelitian untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan berkaitan dengan masalah penelitian. Dalam hal ini lokasi penelitian dilakukan di Bank Syariah Indonesia KC Parepare yang beralamat di Jalan Lahalede No. Penelitian dalam hal ini diteliti di Bank Syariah Indonesia KC Parepare dengan waktu penelitian ± 2 bulan dan disesuaikan dengan kebutuhan peneliti.
Fokus Penelitian
Penelitian ini lebih fokus pada sistem bagi hasil pada bank syariah di Indonesia: relevansi pendapat mazhab Syafi'i.
Jenis dan Sumber Data
Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data 1. Observasi
Teknik pengumpulan data ini digunakan untuk memperoleh data dan informasi berupa simpanan catatan/gambar tertulis yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Uji Keabsahan Data
Hasil penelitian dari observasi dan wawancara akan lebih kredibel dan reliabel apabila didukung dengan dokumentasi. Peningkatan persistensi merupakan salah satu cara untuk mengecek suatu karya apakah data yang dikumpulkan, dibuat dan disajikan sudah benar atau belum. Untuk meningkatkan ketekunan peneliti dapat dilakukan dengan membaca berbagai referensi, buku, hasil penelitian terdahulu dan dokumen terkait dengan membandingkan hasil penelitian yang diperoleh.
Untuk memverifikasi kredibilitas data, data yang diperoleh dari beberapa sumber diperiksa. Keaslian data diuji dengan cara memverifikasi data terhadap sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda. Kami mengumpulkan data dengan teknik wawancara pada saat klien tidak bekerja, sehingga informan yang diwawancara akan memberikan data yang lebih valid agar lebih kredibel.
Selain itu dapat dilakukan dengan cara pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lainnya pada waktu atau situasi yang berbeda.
Teknik Analisis Data
Pendapatan operasional utama bank syariah Indonesia terdiri dari pendapatan penyaluran dana berdasarkan prinsip jual beli, bagi hasil dan prinsip ujroh. Besarnya pendapatan yang dibagikan dalam perhitungan pembagian pendapatan perusahaan dengan prinsip bagi hasil adalah hasil pengelola dana (penyaluran) yang sama dengan porsi dana mudharabah yang dihimpun tanpa ada pengurangan biaya-biaya bank syariah. . Kalau bagi hasil menurut kami adalah bagi hasil yang mempunyai jangka waktu tertentu, sehingga bagi hasil ditentukan sesuai jangka waktu yang ditentukan oleh proses perhitungan bagi hasil, tanpa dikurangi biaya-biaya lain (laba kotor).
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sistem bagi hasil adalah proses penghitungan bagi hasil tanpa dikurangi biaya-biaya lain (laba kotor) dengan jangka waktu tertentu tergantung yang telah disepakati. Hak pihak ketiga atas bagi hasil yang tidak dibatasi dalam penanaman modal adalah bagian bagi hasil dari hasil usaha (pendapatan) yang diserahkan oleh bank syariah kepada pemilik dana mudharabah mutlaqah (penanaman modal yang tidak terbatas). Perhitungan rata-rata saldo tabungan setiap nasabah. Penentuan nisbah dan perhitungan bagi hasil didasarkan pada: 1).
Bagi hasil Sistem bagi hasil antara bank (mudarib) dan nasabah (shahibul maal) dengan tabungan atau deposito mudharabah, tingkat bagi hasil dapat dilihat dari besar kecilnya nisbah yang disepakati.
Pendapat Mazhab Syafi’i Tentang Sistem Revenue Sharing
Bahwa sistem bagi hasil pada Bank Syariah Indonesia menghimpun dana dari masyarakat untuk masyarakat yang diberi kepercayaan oleh bank tersebut untuk menyelenggarakannya baik dalam bentuk pembiayaan maupun dalam bentuk lain, dari pendapatan tersebut hasilnya dibagikan kepada nasabah.
ﺔبرﺎﻀملا : اﻮلﺎـك ـ ﻪيﻌفﺎﺸـلأ
ﻲﻀﺘﻠي ﺪﻠﻋ ضارﻠلا ﻭأ لﺎم رﺧلآ صﺨﺷ عفﺪي نأ
ﻰـﻠﻋ ﻪيف رﺠﺘيل
34;.ﺔضﻮﻄﺨم طﻭرﺸب حبرلا ﻲف بيﻄن ﺎمهﻨم ﻞﻜل نﻮﻜي نأ
Jika kita memperhatikan pendapat para ulama mazhab Syafi’i sebagaimana disebutkan di atas, maka kita peroleh besaran pendapatan sebagai profit/keuntungan yang akan dibagikan berdasarkan sistem bagi hasil. Sistem bagi hasil pada perbankan syariah yang membebankan biaya kepada pengelola berdasarkan pendapat Imam Syafi'i dan Imam Hambali. Bentuk larangan menerima imbalan dalam akad kerjasama mudharabah, baik pada saat melakukan perjalanan dalam pengelolaan usaha maupun pada saat menjalankan usaha di wilayah sendiri, dapat diartikan sedemikian rupa sehingga biaya operasional usaha ditanggung oleh pengelola modal atau (mudarib) sendiri.
ﻞفﻄﺤي مفل نا فف حبرفلا نفم بفسﺤيﻭ فرفﻌلا ﻲفف رﻔسلا ﻪيﻀﺘﻠي ﺎمم كلذحبرفلا
بفﺘﻌيف
34;.ةرﺎسﺧ
ﻩرﻔفس ﻞفﻋ
Relevansi Pendapat Mazhab Syafi’i Tentang Sistem Revenue Sharing Pada Bank Syariah Indonesia
Secara konseptual, apa yang dilakukan Bank Syariah Indonesia tidak melanggar sistem bagi hasil, berdasarkan pendapat Imam Syafi'i. Sebab Bank Syariah Indonesia dalam pelaksanaannya telah melakukan perhitungan sistem bagi hasil, yaitu menghitung bagi hasil tanpa mengurangi biaya operasional, beban pajak dan biaya lainnya. Berdasarkan perhitungan bagi hasil, sistem bagi hasil Bank Syariah Indonesia telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia, tidak bertentangan dan sejalan dengan sistem bagi hasil, kata Imam Syafi'i.
Sistem bagi hasil yang diterapkan oleh Bank Syariah Indonesia merupakan sistem yang tidak mengeluarkan biaya operasional seperti biaya pajak dan biaya lainnya dalam perhitungan bagi hasil dengan perbandingan tertentu. Pendapat mazhab Syafi’i mengatakan bahwa bagi nasabah sebagai pelaku usaha yang dalam hal ini disebut dengan mudharib/debitur, tidak boleh dipungut biaya atau pun biaya perjalanan dari ibu kota, terlepas dari apakah mudharib tersebut berada di negara tempat tinggalnya. atau ketika melakukan perjalanan atau perjalanan karena bagi mudharib, berdasarkan pendapat ulama mazhab Syafi’i, mereka memperoleh bagian keuntungan yang lebih besar dari bagian pemilik harta/modal. Pendapat mazhab Syafi'i mengenai sistem bagi hasil menurut yang dilakukan Bank Syariah Indonesia adalah relevan atau sesuai dengan bahwa ketika menghitung sistem bagi hasil, bank tidak mempunyai biaya operasional baik itu beban pajak atau lainnya. biaya-biaya yang sesuai dengan nisbah bagi hasil yang disepakati bersama.
Sedangkan Imam Syafi'i menurut pendapat Mazhab Syafi'i melarang adanya pungutan retribusi bagi pengelola aset.
Saran
Analisis Penerapan Metode Bagi Hasil Dalam Sistem Bagi Hasil Akad Mudharabah Pada BMT UGT Sidogiri Cabang Kota Probolinggo. Akad apa saja yang biasa digunakan dalam sistem bagi hasil pada bank syariah di Indonesia? Yang kami lakukan dalam hal bagi hasil disini adalah pendanaan yaitu akad mudharabah, itu saja yang kami gunakan.
Tujuan sebenarnya kita di perbankan, kita bisa menghimpun dana dari masyarakat untuk masyarakat. Padahal dana itu bank yang mengelola, yang diberi kepercayaan untuk mengelola, baik itu dalam pembiayaan, dari pendapatan itu kita bagi hasilnya kepada nasabah. Manfaatnya bagi kami disini sungguh bermanfaat karena dengan sistem bagi hasil ini nasabah atau pemilik dana dapat mengarahkan investasinya ke bank syariah yang ternyata dapat memberikan hasil yang optimal sehingga berdampak pada peningkatan total dana di bank syariah. Penerapan sistem bagi hasil di bank kita belum menentukan besaran nominal yang akan diperoleh, kita menentukannya melalui persentase atau nisbah bagi hasil, misalkan kita sepakat 55% untuk bank, 45% untuk nasabah.
Ibu Sutriani menyimpan/menyimpan dana di PT. Bank Syariah Indonesia KC Parepare rata-rata saldo tabungan bulan mei 2021 nisbah bagi hasil antara bank dan nasabah adalah 55% : 45% untuk bank 55% dan untuk nasabah 45% rata-rata saldo rata-rata seluruh tabungan seluruh nasabah pada bulan Mei Saldo rata-rata deposito.