• Tidak ada hasil yang ditemukan

INFEKSI LATEN TUBERKULOSIS

N/A
N/A
Upik Asthaningtyas

Academic year: 2024

Membagikan "INFEKSI LATEN TUBERKULOSIS "

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

Workshop Manajemen Infeksi Laten Tuberkulosis dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis Tahun 2022

INFEKSI LATEN TUBERKULOSIS

Hendarsyah Suryadinata

(2)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

SITUASI TBC DI TINGKAT GLOBAL

Laki-laki

58%

Keberhasilan pengobatan

86%

Anak-anak

7%

Beban ILTB Seperempat penduduk dunia

1,8 Milyar orang

Cakupan TPT kontak serumah <5 tahun

35%

Cakupan TPT ODHIV

68%

(3)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

SITUASI TBC DI TINGKAT NASIONAL

• SITUASI TBC DI INDONESIA

3 83%

PENEMUAN & PENGOBATAN KASUS TBC TB HIV Cakupan Penemuan & Pengobatan (Treatment Coverage) TBC

Tahun 2019-2020

Angka Keberhasilan Pengobatan (Treatment Succes Rate) 2019 (kohort pengobatan tahun 2019)

Estimasi Jumlah Kematian Akibat TBC:

Estimasi Jumlah ODHIV yang menderita TBC:

439.975

Undetected &

Underreporting

91%

kasus TB Paru

9% kasus TB Ekstraparu

384.025

Kasus TBC telah ditemukan dan dilaporkan

TB RESISTEN OBAT (TB RO)

24.000

Estimasi Kasus TB RO

7.921 (XDR/Pre-XDR : 293)

Pasien Terkonfirmasi Laboratorium

5.232 (XDR/Pre-XDR : 272)

Pasien Memulai Pengobatan

(4)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

4

ELIMINASI TUBERKULOSIS 2030

• [TARGET DAN STRATEGI PENCAPAIAN]

Target tahun 2030:

6 per 100.000 penduduk Target tahun 2030:

65 per 100.000 penduduk

INDIKATOR DAMPAK / IMPACT

Penurunan Angka Kejadian (Incidence Rate) : 312/100.000

Penurunan Angka Kematian : 34/100.000

JUMLAH KASUS, NOTIFIKASI DAN CAKUPAN 2018-2021*

*data per 2 Maret 2022

845000 845000 824000 824000

563879 562000

384025 402502

67% 67%

47% 49%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

0 200000 400000 600000 800000 1000000

2018 2019 2020 2021

Insiden Kasus TBC (Absolut) Jumlah Kasus TBC Ditemukan Treatment Coverage (%)

(5)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

55587

116294 113024 122910 123056 123056

1147 6082 8702 7641 1989 2019

20% 30% 40% 30% 40% 50%

2.1% 5.2% 7.7% 6.2% 1.6% 1.6% 0%

20%

40%

60%

80%

100%

0 50000 100000 150000

2016 2017 2018 2019 2020 2021 (per 2 Maret 2022)

Capaian Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis pada Anak <5 Tahun pada Tahun 2016 s.d. 2021 di Indonesia

Perkiraan Anak <5 Tahun Memenuhi Syarat Diberikan TPT Jumlah Anak <5 Tahun Diberikan TPT

% Target Pemberian TPT

% Cakupan Pemberian TPT

1.367.284 1.367.284

2375 3227

11% 29%

0.2% 0.2% 0%

20%

40%

- 500,000 1,000,000 1,500,000

2020 2021 (per 2 Maret 2022)

Capaian Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Total Kontak Serumah pada Tahun 2020 dan 2021 di Indonesia

Perkiraan Kontak Serumah Memenuhi Syarat Diberikan TPT Jumlah Orang Diberikan TPT

% Target Pemberian TPT

% Cakupan Pemberian TPT

*data per 2 Maret 2022

(6)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) di Indonesia Tahun 2021

Data 2021: Per 2 Maret 2022

1.6% 4.8% 4.3% 3.9% 3.1% 2.9% 2.7% 2.3% 2.3% 2.2% 1.7% 1.6% 1.4% 1.3% 1.2% 1.2% 1.2% 1.2% 1.0% 0.9% 0.7% 0.6% 0.6% 0.6% 0.5% 0.5% 0.4% 0.2% 0.1% 0.1% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0%

0.0%

10.0%

20.0%

30.0%

40.0%

50.0%

INDONESIA DKI JAKARTA SULSEL DIY SUMBAR BALI JATIM NTB JATENG BABEL SULTENG GORONTALO KALTENG KEPRI NTT SUMSEL BANTEN PAPUA PAPUA LAMPUNG JABAR BENGKULU KALTIM JAMBI RIAU KALSEL SUMUT SULBAR SULUT KALBAR ACEH KALTARA SULTRA MALUKU MALUT

Cakupan Pemberian TPT pada Kontak Serumah Usia

<5 Tahun per Provinsi Tahun 2021

Cakupan Target (50%)

0.2% 1.6% 1.1% 0.3% 0.3% 0.2% 0.2% 0.2% 0.2% 0.2% 0.2% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0%

0.0%

5.0%

10.0%

15.0%

INDONESIA DKI JAKARTA DIY SUMBAR PAPUA JATENG SULSEL JATIM NTB SULTENG PAPUA KALTENG KEPRI BANTEN SUMSEL JABAR BABEL NTT JAMBI SUMUT LAMPUNG BENGKULU BALI RIAU KALTIM ACEH KALBAR KALSEL KALTARA SULUT GORONTALO SULBAR SULTRA MALUKU MALUT

Cakupan Pemberian TPT pada Kontak Serumah Usia 5- 14 Tahun per Provinsi Tahun 2021

Cakupan Target (15%)

0.1% 2.0% 0.7% 0.1% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0%

0.0%

2.0%

4.0%

6.0%

8.0%

10.0%

INDONESIA DIY DKI… NTB KALTENG PAPUA JABAR SUMBAR SULTENG LAMPUNG SUMSEL PAPUA ACEH JATENG SULSEL JATIM SUMUT RIAU KEPRI JAMBI BABEL BENGKULU BANTEN KALBAR KALSEL KALTIM KALTARA SULUT GORONT SULBAR SULTRA BALI NTT MALUKU MALUT

Cakupan Pemberian TPT pada Kontak Serumah Usia

≥15 Tahun per Provinsi Tahun 2021

Cakupan Target (10%)

0.2% 2.0% 1.3% 0.4% 0.3% 0.3% 0.3% 0.3% 0.3% 0.2% 0.2% 0.2% 0.2% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.1% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0% 0.0%

0.0%

5.0%

10.0%

15.0%

20.0%

25.0%

30.0%

INDONESIA DIY DKI… SULSEL SUMBAR NTB JATIM BALI JATENG BABEL SULTENG KALTENG PAPUA GORONT PAPUA KEPRI SUMSEL BANTEN NTT JABAR LAMPUNG BENGKULU KALTIM JAMBI RIAU SUMUT KALSEL SULBAR SULUT KALBAR ACEH KALTARA SULTRA MALUKU MALUT

Cakupan Pemberian TPT pada Total Kontak Serumah per Provinsi Tahun 2021

Cakupan Target (29%)

(7)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Modeling End TB Strategy

(8)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Strategi Penanggulangan TBC

End TB Strategy

Komitmen global dalam End TB Strategy terdapat 3 pilar Tahun 2030, yaitu:

1. Penanganan dan pencegahan Tuberkulosis yang terintegrasi dan berpusat pada pasien, 2. Sistem pendukung serta kebijakan-kebijakan yang tegas,

3. Inovasi dan penelitian yang intensif

Penurunan Kematian

Akibat TBC

Target :

90%

Pengurangan Insiden TBC

Target :

Zero

Rumah Tangga yang Tidak mengalami Biaya Katastropik Akibat TBC

Target :

80%

(9)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Strategi Penanggulangan TBC

End TB Strategy

• Pada tahun 2018, diadakan United Nations High Level Meeting (UNHLM) on TB

• Kesepakatan yang dicapai adalah komitmen menemukan dan mengobati total 40 juta diseluruh dunia (2018-2022) termasuk 3,5 juta anak dan 1,5 juta TBC RO termasuk anak sebanyak 115.000.

• Selain itu, dipertegas dengan komitmen meningkatkan skala pemberian TPT yang menjangkau total 30 juta diseluruh dunia (2018-2022), termasuk 6 juta orang dengan ODHIV dan 4 juta anak kontak usia di bawah lima

tahun, serta 20 juta orang dewasa yang kontak serumah dengan pasien

TBC

(10)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Strategi Penanggulangan TBC

Strategi Nasional Penanggulangan TBC di Indonesia

Pemodelan untuk menuju eliminasi TBC tahun 2030 menggambarkan lima intervensi kunci

Pengelolaan ILTB, dengan target cakupan TPT hingga 80% pada seluruh individual dengan ILTB pada tahun 2030

Skrining pada kelompok-kelompok dengan risiko tinggi TBC dan memperluas jangkauan layanan pada orang-orang dengan TBC di masyarakat yang selama ini tidak terdeteksi

Mencapai cakupan diagnosis terkonfirmasi bakteriologis yang tinggi pada terduga TBC pada tahun 2030

Ekspansi diagnosis bakteriologis dengan penggunaan Tes Cepat Molekuler (TCM) hingga 80% pada seluruh terduga tuberkulosis pada tahun 2030

Meningkatkan investasi sumber daya untuk memperkuat layanan TBC sehingga dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC sensitif dan resistan obat

(11)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

PERPRES NO.67 TAHUN 2021 TENTANG

PENANGGULANGAN TBC

(12)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

(13)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

APA YANG TERJADI JIKA SESEORANG KONTAK

ERAT DENGAN PASIEN TBC ?

(14)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Perjalanan Alamiah infeksi TBC

KumanTBC masuk tubuh

Eliminasi kuman TBC

4-6 minggu Beberapa tahun sampai puluhan tahun

SAKIT TBC SAKIT TBC

Kuman TBC tereliminasi

Infeksi laten seumur

hidup reaktivasi

Infeksi laten TBC

Sistem imun mampu mengendalikan

kuman TBC

Sistem imun

“kalah”

Penularan berlanjut

Sistem imun melawan kuman KumanTBC

masuk tubuh

Eliminasi kuman TBC

4-6 minggu Beberapa tahun sampai puluhan tahun

SAKIT TBC SAKIT TBC

Kuman TBC tereliminasi

Infeksi laten seumur

hidup reaktivasi

Infeksi laten TBC

Sistem imun mampu mengendalikan

kuman TBC

Sistem imun

“kalah”

Penularan berlanjut

Sistem imun melawan kuman TBC

(15)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Kenapa penting Deteksi Dini TBC pada anak/orang berisiko?

15

2022 2024 2050

Kasus TBC

TCM/BTA positif baru

TBC Laten

Sakit TBC

Sakit TBC Berat

Investigasi Kontak,

TPT,

BCG

(16)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Terpapar kuman M. tuberculosis atau

Kontak erat dengan pasien TBC

Sakit TBC Infeksi

laten TBC

Tidak sakit Tidak infeksi

KONSEP INFEKSI DAN SAKIT

(17)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Pai M, Behr M, Dowdy D, et al. Tuberculosis. Nat Rev Dis Primers 2016; 2: 16076

Spektrum infeksi dan sakit TBC

negatif negatif negatif negatif tidak Tidak ada

Tidak ada

Positif Positif negatif negatif tidak Tidak ada

Tidak ada

Positif Positif negatif negatif tidak Tidak ada

Terapi pencegahan OAT

Positif Positif Kadang positif Biasanya negatif

Kadang-kadang Tidak ada

OAT

Biasanya positif Biasanya positif

Positif Positif/negatif

Ya Ringa - berat Infeksi laten TBC TBC subklinis Sakit TBC Kuman TBC tereliminasi

Dg sistem imun

innate Dg sistem imun

adaptive

(18)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

DEFINISI INFEKSI LATEN TBC

suatu keadaaan dimana sistem kekebalan tubuh orang yang terinfeksi tidak mampu mengeliminasi bakteri Mycobacterium tuberculosis dari tubuh secara sempurna tetapi mampu mengendalikan bakteri TBC sehingga tidak

timbul gejala sakit TBC

TIDAK ADA GEJALA TBC PEMERIKSAAN DAHAK NEGATIF

RONTGEN DADA TIDAK

SUGESTIF TBC UJI TUBERKULIN ATAU IGRA POSITIF

(19)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Kontak erat dengan pasien TB

60 – 70%

TERINFEKSI TB TIDAK

TERINFEKSI TB

30 – 40 %

SAKIT TB INFEKSI TB LATEN

REAKTIVASI TDK DIOBATI

50% MENINGGAL DGN TETAP

MENULAR

DIOBATI 95% SEMBUH

5 – 10% 90 - 95%

INFEKSI LATEN 5% TB

95%

(20)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

FAKTOR RISIKO SAKIT TBC

Sumber penularan (pasien)

Jumlah kuman banyak 🡪 terkonfirmasi

bakteriologis

Batuk

Gambaran kavitas pada Rontgen dada

Kondisi “host" (orang yang terpapar)

Usia muda (balita), usia remaja, dewasa

muda

Sistem kekebalan tubuh tidak baik (imunokompromais);

HIV, gizi buruk, kanker/keganasan, dll

Sosial ekonomi rendah

Lingkungan

Kontak erat dengan pasien (misalnya tinggal serumah) Lingkungan padat

penduduk Rumah tidak memenuhi syarat

rumah sehat

(21)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

KELOMPOK BERISIKO TINGGI SAKIT TBC SETELAH TERINFEKSI

1. Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV)

2. Kontak serumah dg pasien TBC paru terkonfirmasi bakteriologis a. Anak usia di bawah 5 tahun

b. Dewasa, remaja dan anak usia di atas 5 tahun 3. Kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif

a. Pasien immunokompromais lainnya (keganasan, hemodialisis, mendapat kortikosteroid jangka panjang, persiapan transplantasi organ, dll).

b. Warga Binaan Pemasyarakatan petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna narkoba suntik.

SASARAN PEMBERIAN TERAPI PENCEGAHAN

(22)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Bagaimana menemukan kasus infeksi laten TBC ?

Kasus ILTB dapa ditemukan melalui kegiatan:

 investigasi kontak

 contact invitation

 penemuan di tempat khusus, misalnya pada saat skrining TB masal

 pemeriksaan medical check-up rutin

(23)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Adalah suatu kegiatan yang ditujukan kepada orang-orang yang kontak erat dengan pasien TBC, untuk:

 Mengidentifikasi orang-orang yang berkontak dengan pasien TBC

 Melakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah orang yang berkontak tersebut terinfeksi atau sakit TBC

 Memberikan pengobatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan, jika terbukti sakit TBC diberikan obat anti TC, jika infeksi laten TBC diberi obat pencegahan

INVESTIGASI KONTAK (IK)

1) Mencegah terlambatnya penemuan orang dengan infeksi laten TBC

2) Mencegah terjadinya sakit TBC pada orang dengan infeksi laten TBC

3) Memutus rantai penularan TBC di masyarakat

(24)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Langkah-langkah pelaksanaan IK

Monitoring dan evaluasi Pengobatan

atau

pencegahan yang sesuai

Pemeriksaan untuk

menentukan ada tidaknya infeksi

laten TB (ILTB) atau sakit TB

Identifikasi

kontak

(25)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

INVESTIGASI KONTAK

1. Investigasi Kontak (IK) secara Aktif

 Petugas kesehatan berkunjung ke rumah pasien TBC (kasus indeks) untuk mengidentifikasi orang yang berkontak dengan pasien TBC, mengirim orang yang berkontak untuk dilakukan pemeriksaan ke Puskesmas atau Rumah Sakit, dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan.

2. Investigasi Kontak (IK) secara Pasif

 Disebut juga contact invitation

 Petugas kesehatan mewawancarai kasus indeks di fasilitas kesehatan untuk

mengidentifikasi kontak serumah dan meminta orang yang kontak tersebut

untuk datang ke fasilitas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan, dan

diberikan terapi yang sesuai dengan hasil pemeriksaan

(26)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Alur Petugas Kesehatan/ Kader dalam Pelaksanaan IK dan Pemberian TPT

Usia ≥ 5 tahun Usia <5 tahun

Mendapatkan data Kasus Indeks dari Petugas Kesehatan

Pembuatan Jadwal

Mengunjungi Rumah Kasus Indeks Minimal 20 Kontak

Skrining pada Kontak

Rujuk ke Fasyankes

Rujuk ke Fasyankes

Diagnosis sesuai standar

TPT Kontak Serumah

tanpa Gejala TBC

Batuk Tidak Batuk tetapi ada

faktor risiko* dan gejala lain**

Ada Gejala

Skrining gejala TBC oleh Petugas Kesehatan

Tidak ada Gejala Rujuk ke Fasyankes

Evaluasi Pemberian TPT

Alur dan Implementasi IK

* Faktor risiko :

Remaja usia 10-18 tahun

Dewasa muda 19-25 tahun

Lansia

Daya tahan tubuh rendah (HIV, DM, ibu hamil,

malnutrisi, th/ kanker, imunosupresan, dialisis, kortikosteroid, persiapan transplan)

** Gejala TBC ekstra paru

(27)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Alur petugas membawa kontak

TBC SO/RO ke fasilitas layanan

kesehatan (fasyankes)

(28)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Alur Penemuan Kasus ILTB

ODHIV

(29)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Perbedaan TBC Laten dan TBC aktif

TBC laten TBC aktif

Tidak ada gejala Memiliki salah satu gejala berikut: demam, batuk,

nyeri dada, berat badan turun, keringat malam, hemoptisis, lemah, dan penurunan nafsu makan

Uji tuberculin atau IGRA positif Uji tuberculin atau IGRA positif

Foto toraks normal Foto toraks abnormal tetapi bisa normal pada orang imunokompromis atau TBC ekstraparu

Hasil pemeriksaan mikrobiologi negative (BTA, kultur, dan TCM)

Hasil pemeriksaan mikrobiologi dapat positif ataupun negatif, termasuk pada kasus TBC ekstraparu

Tidak dapat menularkan Dapat menularkan kuman TBC ke orang lain Perlu terapi pencegahan pada kondisi tertentu Perlu pengobatan sesuai standar terapi TBC

(30)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Sasaran TPT pada ILTB

1. Orang dengan HIV (ODHIV)

2. Kontak serumah dengan pasien TBC paru yang terkonfirmasi bakteriologis:

a. Anak usia <5 tahun b. Anak usia 5-14 tahun

c. Remaja dan dewasa (usia ≥15 tahun)

3. Kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif

a. Pasien immunokompromais lainnya (Pasien yang menjalani pengobatan kanker, pasien yang mendapatkan perawatan dialisis, pasien yang mendapat kortikosteroid jangka panjang,

pasien yang sedang persiapan transplantasi organ, dll).

b. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer,

pengguna narkoba suntik.

(31)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Apa syarat pemberian TPT ?

1. Kelompok risiko tinggi 2. Tidak sakit TBC

3. Infeksi laten TBC*

4. Tidak ada kontra indikasi pemberian TPT

• Kecuali pasien HIV dan anak kontak usia < 5 tahun

(akan dijelaskan kemudian)

(32)

Workshop Manajemen Infeksi Laten Tuberkulosis dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis Tahun 2022

Bagaimana menentukan seseorang tidak

sakit TB dan terindikasi pemberian TPT ?

(33)

Bagaimana menentukan seseorang tidak sakit TB dan terindikasi pemberian TPT ?

Gejala

Pastikan ada gejala TBC atau tidak:

• batuk

• Demam

• BB turun atau tidak naik

• Lesu, aras-arasen

Test infeksi TBC Foto Rontgen dada Tes cepat molekular

• Pada ODHIV dan anak kontak

usia di bawah 5 tahun pemberian TPT dapat dilakukan dengan

skrining gejala TBC tanpa harus dilakukan pemeriksaan TST atau IGRA maupun rontgen thorax.

• Bayi <1 tahun dengan HIV tanpa

gejala TBC hanya diberi TPT jika

kontak serumah dengan pasien

TBC

(34)

ODHIV/HIV (+)

Ada gejala ?

TIDAK ADA

Pemeriksaan untuk diagnosis sakit TB

Bukan TBC Sakit TBC

Tidak ada kontra indikasi TPT

TPT OAT

(35)

Kontak serumah

Ada gejala ?

TIDAK ADA

Pemeriksaan untuk diagnosis sakit TB

Bukan TBC Sakit TBC

Tidak ada kontra indikasi TPT

TPT OAT

Usia < 5 th Usia > 5 th

(36)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Kontak dengan gejala

Periksa TST/IGRA, TCM dan Rontgen dada

Bila TST/IGRA, TCM dan Rontgen TIDAK TERSEDIA Pelacakan TBC

TCM dan/ atau foto Rontgen dada mendukung

TB

OAT

TCM dan/ atau foto Rontgen dada tidak

mendukung TB

TST/IGRA (+) TST/IGRA (-)

TPT observasi

Dokter menentukan diagnosis TB atau bukan. Jika bukan

TB, berikan TPT

(37)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

pemeriksaan TST/IGRA positif atau tidak tersedia

Bila TST/IGRA, TCM dan Rontgen TIDAK TERSEDIA TCM dan/ atau foto

Rontgen dada mendukung TB

OAT

TCM dan/ atau foto Rontgen dada tidak mendukung TB atau tidak

tersedia

TPT

TPT

pemeriksaan TST/IGRA negatif Periksa TST atau IGRA

Kontak tanpa gejala

(38)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Tuberculin Skin Test (TST)

• Mengetahui ada atau tidaknya bakteri penyebab TBC pada tubuh.

• Cairan tuberculin purified protein derivative PPD RT-23 atau PPD-S 5 TU

• Disuntik 0,1 mL intrakutan pada bagian volar lengan bawah

• Hasil dibaca 48-72 jam setelah penyuntikan (pengukuran indurasi)

• Penyimpanan suhu 2 – 8 ◦C dan terlindung dari cahaya

• Setelah dibuka, suhu penyimpanan dijaga 2 – 8 ◦C dan sisa digunakan dalam

maksimal 30 hari.

(39)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Interpretasi Hasil TST

Indurasi ≥ 5mm dianggap positif

Indurasi ≥ 10mm dianggap positif

Indurasi ≥ 15mm dianggap positif ODHIV Imigran (dalam waktu < 5 tahun) dari

negara dengan prevalensi TBC yang tinggi

Orang yang tidak diketahui faktor risiko TBC,

pemeriksaan TST seharusnya hanya pada kelompok berisiko tinggi.

Baru berkontak dengan pasien TBC Pengguna narkoba suntik Orang dengan perubahan bercak

fibrosis pada rontgen dada

Penduduk atau pekerja yang tinggal di tempat khusus dengan risiko tinggi - Pasien dengan transplantasi organ

- Pasien immunosupresan dengan alasan apapun

Staf laboratorium mikrobakteriologi Orang-orang dengan kondisi klinis

khusus yang berisiko tinggi

Anak < 5 tahun, atau anak dan remaja yang terpapar dengan orang dewasa

yang masuk kedalam kategori risiko tinggi

(40)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Negatif Palsu Positif palsu

Inadekuat respon sel T Riwayat vaksinasi BCG sebelumnya Riwayat infeksi tuberkulosis baru

(kurang dari 8 minggu)

Infeksi karena bakteri non tuberkulosis

Infeksi tuberkulosis lama Penyutikkan tidak sesuai

Anak-anak usia < 6 bulan Kesalahan saat pembacaan hasil Infeksi virus (cacar air, campak, dll)

Riwayat baru vaksinasi dengan virus hidup (cacar, campak) dalam waktu 4-6 minggu

Penyutikkan tidak sesuai

Kesalahan saat pembacaan hasil

Interpretasi Uji Tuberkulin

(41)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

InterferonGamma - Release Assay (IGRA)

• Uji diagnosis in-vitro dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA) untuk mengukur pembentukan interferon-γ dalam darah pasien yang

dikaitkan dengan infeksi M. tuberculosis.

Rekomendasi WHO: QuantiFERON®-TB Gold In- Tube (QFT-GIT) dan T-SPOT® TB

• Sensitivitas QFT- GIT 70-83%, T-SPOT TB 62-84%

• Spesifisitas QFT- GIT 91-100%, T-SPOT TB 90-96%

IGRA membedakan infeksi M. tuberculosis dan

mycobacterium lainnya (positif palsu TST)

(42)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Perbedaan TST dan IGRA

Kriteria TST IGRA

Sensitivitas 68 – 71,5 % 80 – 84,5 %

Spesifisitas 86 – 88,7 % 99 – 99,4 %

Pengaruh vaksinasi

BCG terhadap hasil Ada Tidak ada

Pembacaan hasil 48-72 jam

(2x kunjungan)

Sekitar 2 hari (48 jam) (1x kunjungan)

Tempat pemeriksaan

Bisa di poli, Puskesmas, dll

Di Laboratorium/ RS rujukan dengan fasilitas hematologi, centrifuge, dan CO2 incubator

Listrik Tidak perlu Perlu untuk centrifuge

E-katalog Sudah ada Masih proses pendaftaran

Izin edar Ada Ada

Biaya Relatif lebih murah

(Disediakan program, alur permintaan pada modul logistik)

Relatif lebih mahal 800.000-1.000.000

(43)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

TST dan IGRA

Uji Tuberkulin

1. Pengambilan darah vena

2. Pencampuran dan inkubasi tube

3. Manual atau ELISA otomatis

4. Kalkulasi hasil dengan perangkat lunak

Uji IGRA

(44)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Imunologi Diagnostik TBC

Andersen 2000

44

Mekanisme imunologi melibatkan sel T dan APC

(45)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Prosedur Uji Tuberkulin (TST)

Alat dan Bahan:

1. Kapas alcohol

2. Larutan PPD RT 23 – 2 TU atau PPD-S 5 TU 3. Disposable tuberculin syringe

4. Jarum Suntik 26-27 G 5. Medical disposal box

6. Non-Medical disposal box

7. Alcohol based hand rub

8. Model tangan/pasien

9. Penggaris transparan

10. Pena

(46)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Prosedur Uji Tuberkulin (TST)

PERSIAPAN

1. Sapa orangtua pasien /pasien dan perkenalkan diri. Berikan penjelasan pada orangtua/ pasien apa yang akan dilakukan dan bila tidak jelas dapat mengajukan pertanyaan (informed consent)

PROSEDURhygiene

2. Hand hygiene.

3. Ambil 0.1 ml larutan PPD RT-23 2 TU solution atau PPD-S 5 TU ke dalam disposable tuberculin syringe 4. Ganti jarum suntik dengan yang baru (ukuran 26-27 G)

5. Apus daerah yang akan dilakukan penyuntikan (permukaan volar lengan bawah 5-10 cm dibawah lipat siku) dengan kapas yang dibasahi alkohol 70%. Pilih area kulit yang tidak ada kelainan.

6. Regangkan permukaan kulit.

7. Suntikan jarum dengan hati-hati secara intrakutan dengan bevel jarum menghadap keatas pada sudut 5-15°. Bevel jarum harus tampak di bawah permukaan kulit.

8. Periksa tempat suntikan. Jika benar akan timbul wheal 6-10 mm pada tempat suntikan.

9. Jika tidak, lakukan penyuntikan ulang di tempat lain dengan jarak minimal 5 cm dari tempat semula.

10. Keluarkan jarum. Masukkan jarum dan syringe pada disposal box.

11. Hand hygiene

12. Catat waktu (tanggal dan jam) dan lokasi penyuntikan pada rekam medis

13. Beri penjelasan kepada orangtua agar membawa kembali anak pada 48-72 jam setelah penyuntikan untuk pembacaan TST

(47)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Prosedur Uji Tuberkulin (TST)

PEMBACAAN TST

13. Metode palpasi: Palpasi/raba tepi lateral indurasi kemudian beri tanda dengan pena, atau Metode ballpoint: Tentukan tepi lateral indurasi dengan menggunakan pena

14. Ukur diameter transversal indurasi dengan menggunakan pengaris transparan dalam millimeter 15. Catat hasil pembacaan pada buku rekam medis. Jika tidak tedapat indurasi catat sebagai 0 mm

INTERPRETASI HASIL TST

16. Imunokompeten: positif bila indurasi ≥10 mm Imunokompromais: positif bila indurasi ≥5 mm

(48)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Prosedur TST

https://www.cdc.gov/tb/publications/posters/images/Mantoux_

wallchart.pdf 48

Tentukan dan asepsis lokasi injeksi

Siapkan jarum suntik

2-4 cm di bawah lipat siku

Pilih area kulit yang tidak ada kelainan

Bersihkan kulit dengan swab alkohol

Periksa tanggal kadaluarsa pada vial dan pastikan vial mengandung tuberculin

Siapkan jarum suntik yang telah mengandung tuberculin 0,1 ml.

(49)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

https://www.cdc.gov/tb/publications/posters/images/Mantoux_wallchart.pdf 49 Injeksi Tuberkulin

Suntikkan jarum dengan hati-hati secara intrakutan bevel jarum menhadap ke atas pada sudut 5-15°

Bevel jarum dapat terlihat di bawah permukaan kulir

Setelah injeksi, akan timbul wheal pada tempat suntikan

Periksa uji kulit

Diameter wheal sebaiknya 6-10 mm. Jika tidak, ulangi uji di tempat lain 2 cm dari tempat injeksi awal

Pencatatan tindakan

Catat waktu (tanggal dan jam) serta lokasi penyuntikkan pada rekam medis

(50)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB DAN TPT

Pembacaan Hasil TST

https://www.cdc.gov/tb/publications/posters/images/Mantoux_wallchart.pdf 50

Inspeksi lokasi injeksi

Palpasi indurasi

Tandai indurasi

Pengukuran indurasi (bukan eritema)

Inspeksi dibawah pencahayaan yang baik

Eritema ((bagian kemerahan di kulit)- tidak diukur

Indurasi – di ukur

Gunakan ujung jari untuk memberi tanda indurasi

Gunakan ujung jari/pulpen sebagai penanda indurasi

Ukur diameter transversal indurasi dengan penggaris transparan dalam milimeter

(51)

Workshop Manajemen Infeksi Laten Tuberkulosis Tahun 2022 Workshop Manajemen Infeksi Laten Tuberkulosis

dan Terapi Pencegahan Tuberkulosis Tahun 2022

Mengapa terapi pencegahan

TBC perlu diberikan ?

(52)

WORKSHOP MANAJEMEN ILTB D

Referensi

Dokumen terkait