• Tidak ada hasil yang ditemukan

The Influence of Managerial Competence and Leadership Style of Principals on the Performance of Teachers at Vocational Schools in East Baturaja District

N/A
N/A
Cacas Cahyadi

Academic year: 2024

Membagikan "The Influence of Managerial Competence and Leadership Style of Principals on the Performance of Teachers at Vocational Schools in East Baturaja District"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Website: http://jonedu.org/index.php/joe

Pengaruh Kompetensi Manajerial dan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru

Lili Sartika1, Tri Widayatsih2, Andi Rahman3

1SMA/SMK Trisakti Baturaja, Tj. Baru, Kec. Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan

2,3PPs Universitas PGRI Palembang, Jl. Jend. A. Yani Lorong Gotong Royong No.9/10, 13 Ulu, Kec. Seberang Ulu II, Kota Palembang, Sumatera Selatan

[email protected]

Abstract

This study aims to identify and describe: 1). the influence of the principal's managerial competence on teacher performance; 2) the influence of the principal's leadership style on teacher performance, 3) the effect of managerial competence and the leadership style of the principal on the performance of vocational school teachers in East Baturaja District. This study uses a quantitative descriptive method. The population and sample in this study were 144 teachers at SMK East Baturaja, with the sample technique used was total sampling. The data collection technique used is a questionnaire. Data were analyzed using simple linear and multiple linear regression formulas using the SPSS (Statistical Product and Services Solution) program. The results of the study show that: 1) There is a significant influence on the managerial competence of school principals on the performance of vocational school teachers in East Baturaja District; 2) There is a significant influence of the principal's leadership style on the performance of SMK teachers in East Baturaja District; 3) There is a significant influence of managerial competence and leadership style of the principal on the performance of vocational school teachers in East Baturaja District. This can be seen from the results of the F test which shows a significance value of 0.000 <0.005. The influence of managerial competence and the principal's leadership style on the performance of SMK teachers in East Baturaja District is 38.1%, the remaining 61.9% is influenced by other factors.

Keywords: Principal's Managerial Competence, Principal's Leadership Style, Teacher Performance Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: 1). pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru; 2) pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, 3) pengaruh kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Se- Kecamatan Baturaja Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu 144 guru di SMK Se-Baturaja Timur, dengan teknik sampel yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Data dianalisis menggunakan rumus regresi linear sederhana dan linier berganda dengan menggunakan program SPSS (Statistical Product and Services Solution). Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi manajerial kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Se-Kecamatan Baturaja Timur; 2) Terdapat pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Se-Kecamatan Baturaja Timur;

3) Terdapat pengaruh yang signifikan kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Se-Kecamatan Baturaja Timur. Hal ini terlihat dari hasil uji F yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,005. Besar pengaruh kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMK Se-Kecamatan Baturaja Timur sebesar 38,1% sisanya 61,9% dipengaruhi oleh factor lain.

Kata Kunci: Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah, Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kinerja Guru.

Copyright (c) 2023 Lili Sartika, Tri Widayatsuh, Andi Rahman Corresponding author: Lili Sartika

Email Address ; [email protected] (Tj. Baru, Kec. Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu) Received 20 January 2023, Accepted 03 February 2023, Published 03 February 2023

PENDAHULUAN

Pendidikan bagian dari proses dalam pengembangan diri dan dapat membentuk perilaku seseorang, oleh karena itu perlu diperhatikan bagaimana dalam memberikan prioritas kepada guru

(2)

yang dapat mengembangkan kemampuannya terhadap tugas sebagai guru. Dengan mengembangkan kinerjanya, seorang guru yang memiliki motivasi yang tinggi dalam bekerja (Rohman & Ichsan, 2021). Baik itu motivasi karena kebutuhan dirinya sendiri, ataupun karena adanya rangsangan dari luar.

Menurut (Harapan et al., 2022) konsep suatu pendidikan merupakan keseluruhan proses seseorang mengembangkan sebuah kemampuan, sikap dan perilaku yang bisa membentuk perilaku dalam kondisi tertentu.

Sebagai sasaran dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu pendidikan harus ditingkatkan dikarenakan pendidikan bagian integral dalam mengupayakan terhadap pengembangan kualitas seseorang dengan keseluruhan, adapun pendidikan dapat mempengaruhi dengan berbagai faktor yang seperti faktor kepemimpinan. Dalam hal ini kepemimpinan di sekolah dipimpin oleh seorang kepala sekolah. dimana mempunyai kemampuan dengan memimpin dan melakukan berbagai pengawasan maupun petunjuk dalam mengembangkan serta mendelegasikan semua tugas. Adapun faktor tersebut untuk mewujudkan visi, misi, tujuan serta sasaran sekolah dengan berbagai program yang akan dilakukan dengan bertahap maupun terencana.

Kemampuan kepemimpinan serta manajemen dengan memadai sangat diperlukan dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan mencapai standar kelayakan dan kinerja yang baik, sekolah perlu pimpinan seorang kepala sekolah dengan mempunyai kualitas pengetahuan secara luas tentang manajemen sekolah (Erwandi, 2019). Pendidikan tersebut dengan mutu lahir melalui sistem perencanaan secara baik melalui materi dan sistem tata kelola yang baik dan disampaikan oleh guru yang baik dengan komponen pendidikan yang bermutu khususnya guru (Baeti, 2021). Menurut (Wulandari et al., 2022) kualitas guru saling berkaitan erat dengan kualitas SDM (sumber daya manusia).

Upaya dengan meningkatkan kualitas pendidikan pemerintah masih terus berupaya mengembangkan dalam kompetensi para kinerja guru, dengan adanya pengaruh tentang hasil kinerja seorang guru, sehingga dalam pemerintah mengeluarkan suatu kebijakan yang dikenal dengan sebutan sertifikasi guru. Pembelajaran yang diberikan oleh guru menjadikan suatu peran yang utama dalam mengembangkan kualitas dan potensi peserta didik, ketidakmampuan guru dalam memberikan layanan belajar yang baik akan berdampak buruk bagi peserta didik (Handayani et al., 2020). Kualitas pengelolaan sekolah memiliki ketergantungan terhadap seorang kepala sekolah dengan mempunyai peran sekaligus merangkap manajer. Menjadi seorang manajer, kepala sekolah memiliki tanggung jawab maupun tugas sangat besar terhadap mengelola sekolahnya.

Dengan kesuksesan kepala sekolah dalam mengelola sekolahnya tidak akan terlepas terhadap kemampuan kepala sekolah yang menjadi pemimpin sekolah dengan menjalankan peran maupun fungsi yang menjadi kepala sekolah. Dengan hal tersebut seorang kepala sekolah menuntut untuk mempunyai mental dalam menghadapi kesiapan dengan mengelola sekolah. Untuk meningkatkan kinerja guru peran kepala sekolah sangat penting, karena berhasil atau tidaknya suatu

(3)

tujuan yang dicapai oleh suatu organisasi sekolah bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah (Ismail, 2015). Kepemimpinan kepala sekolah dalam memanfaatkan maupun mengarahkan ke berbagai sumber daya telah tersedia sangat meyakinkan dengan kesuksesan pada saat proses belajar (Hapizoh et al., 2020).

Kesiapan tersebut merupakan bagian dari kemampuan manajerial kepala sekolah dengan Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

Kemampuan manajerial kepala sekolah meliputi: (1) mengembangkan organisasi sekolah/madrasah sesuai kebutuhan; (2) menyusun perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan.

Perencanaan; (3) mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang tepat guna (4) memimpin sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/ madrasah secara optimal, dan (5) menumbuhkan kebiasaan serta suasana madrasah/sekolah lebih nyaman serta menyenangkan serta berinovasi dalam pembelajaran anak didik.

Kepala sekolah hendaknya mampu mengelola tenaga pendidik dan tenaga kependidikan melalui rangka pendayagunaan sumber daya manusia dengan efektif dan efisien. Kepala sekolah diharapkan mampu mengelola prasarana maupun sarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal. Kemampuan penting lainnya yaitu menjaga interaksi masyarakat dengan sekolah pada rangka pencarian ide, dukungan, pembiayaan sekolah maupun sumber belajar, selanjutnya melaksanakan evaluasi, pelaporan serta monitoring dalam pelaksanaan program aktivitas sekolah melalui prosedur secara tepat, dan mampu merencanakan pada tindakan selanjutnya.

Kemampuan manajerial kepala sekolah yang baik diharapkan mampu mendorong dan menegakkan disiplin bagi para guru sehingga mampu menunjukan kinerja yang baik. (Salam, 2004) menyatakan kinerja guru dapat meyakinkan dalam kualitas pendidikan, karena guru termasuk banyak berkomunikasi secara langsung terhadap peserta didik melalui proses pembelajaran di madrasah/sekolah. Sedangkan menurut (Ristianey et al., 2020) menyatakan bahwa dalam kultur masyarakat indonesia sampai saat ini, pekerjaan guru cukup tertutup, dengan pemimpin guru, contohnya kepala sekolah maupun pengawas sekolah yang tidak akan mudah mendapatkan data maupun pengamatan realitas keseharian guru yang berhadapan peserta didik.

Kompetensi manajerial kepala sekolah secara baik dapat mengembangkan terhadap para kinerja guru (Meidiana et al., 2020). Dengan mengupayakan dapat dilaksanakan melalui kepala sekolah dapat mempengaruhi peningkatan yaitu dengan cara memberikan motivasi serta inovasi yang baru terhadap guru sesuai dengan misi maupun visi di sekolah tersebut. Selain dari faktor kepemimpinan di sekolah dalam meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme guru sangat diperlukan adanya partisipasi guru dalam proses pembelajaran (Imansyah et al., 2020). Oleh sebab itu di kepala sekolah bertindak menjadi pemimpin yang harus memberikan pengawasan maupun petunjuk dalam mengembangkan komunikasi yang tercermin dari kemampuan komunikasi melalui lisan maupun tenaga kependidikan dan anak didik.

(4)

Adapun penelitian terdahulu dengan yang di lakukan adalah (1) Riset tersebut dapat dilaksanakan oleh (Ngiode, 2016), dengan memastikan pengaruh terhadap kepemimpinan kepala sekolah mengenai kinerja guru sebanyak 45,2%. Dengan pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebanyak 21,3% dan pengaruh disiplin kerja tentang kinerja guru sebesar 10,4%. Jadi, pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh disiplin kerja maupun motivasi kerja. Adapun Perbedaannya terletak fokus penelitian, lokasi penelitian dan variabel pendukungnya tidak sama dengan penelitian ini seperti: disiplin kerja, kecerdasan emosional, budaya kerja, prestasi belajar dan lainnya, yang tidak diukur dalam penelitian ini. Telaah pustaka di atas menguatkan peneliti bahwa kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh terhadap kinerja guru, yakni dalam peningkatan kualitas mengajar guru, hasil belajar siswa, serta kinerja guru.

Adapun kebaruan riset tersebut ialah melihat pengaruh terhadap kompetensi manajerial maupun gaya kepemimpinan kepala sekolah tentang kinerja guru di sekolah di SMK Swasta Se Kecamatan Baturaja Timur. Riset tersebut melihat pengaruh terhadap kompetensi manajerial maupun gaya kepemimpinan kepala sekolah di sekolah di SMK Swasta Se Kecamatan Baturaja Timur sejauh pengamatan peneliti belum pernah dilakukan sebelumnya.

Adanya penelitian ini akan memberikan kontribusi diantaranya kepada lembaga-lembaga pendidikan, praktisi pendidikan terkhusus kepala sekolah dan guru. Untuk kepala sekolah, dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam melakukan evaluasi dan penetapan keputusan untuk peningkatan profesionalisme guru, sekaligus untuk mencapai hasil yang maksimal dalam melaksanakan program pendidikan dan pengajaran, Dinas Pendidikan, sebagai masukan dan acuan dalam melaksanakan peningkatan sumber daya manusia dalam hal ini, khususnya guru untuk meningkatkan kualitasnya sebagai praktisi pendidik. Dan Juga Universitas PGRI Palembang terutama Manajemen Pendidikan untuk menambah referensi sebagai bahan penelitian lanjutan yang lebih mendalam pada masa yang akan datang.

METODE

Penelitian ini akan dilakukan pada SMK swasta yang berada di kecamatan Baturaja Timur, Kab. Ogan Komering Ulu, Prov. Sumatera Selatan. Penelitian akan dimulai dari Juni 2022– Februari 2023. Metode yang dipakai pada penelitiannya ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, yakni guna melihat pengaruh secara parsial antara variabel-variabel yang ada (Sugiyono, 2019). (Suharsimi, 2010) menjelaskan bahwa pendekatan kuantitatif yakni pendekatan penelitian yang menggunakan angka-angka, mulai dari mengumpulkan data, menafsirkan data, hingga memaparkan hasil penelitian.

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Penelitian korelasi merupakan bagian penelitian ex-post facto, biasanya peneliti tidak menerapkan manipulasi atas variabel yang ada lalu langsung melakukan pencarian keberadaan serta tingkatan hubungan variabel yang terefleksikan dengan koefisien korelasi (Sukardi, 2011). Penelitian

(5)

ex post facto tidak ada pengontrolan variabel dan biasanya tidak ada pre test (Siyoto & Sodik, 2015).

Variabel pada penelitian kuantitatif disini terdiri dari: kompetensi manajerial (X1) gaya kepemimpinan kepala sekolah (X2) terhadap kinerja guru (Y), untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan, kemudian seluruh data yang didapat selanjutnya diproses serta diolah melalui analisa kuantitatif.

Subjek Penelitian

Sampel adalah bagian dari populasi dengan ciri-ciri ataupun kondisi tertentu yang hendak diteliti (Siyoto & Sodik, 2015). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yakni total sampling.

Total sampling diterapkan ketika jumlah sampel sebanding jumlah populasinya. Pada Penelitian ini yang menjadi sampel penelitian adalah Guru SMK swasta se-kecamatan Baturaja Timur berjumlah 114 guru.

Teknik Pengumpulan Data

Dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan, peraturan-peraturan, laporan kegiatan, foto-foto,film dokumenter, data yang relevan dengan penelitian (Hardani. Ustiawaty, 2020). Teknik pengumpulan data dokumentasi ini berupa buku-buku yang relevan dan peraturan-peraturan. Data tersebut sebagai data pendukung dalam penelitian ini. Pada penelitian ini dokumentasi yang digunakan adalah foto sebagai penguat hasil penelitian. Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons (responden) sesuai dengan permintaan penggunaan (Syahza, 2021).

Angket yang digunakan adalah angket tertutup dan berskala yaitu angket yang sudah disediakan pernyataan sehingga responden tinggal mengisi jawaban dengan memberi tanda checklist dengan alternatif jawaban dan skor tersedia dalam angket (1) jawaban “Sangat Sering” diberi skor 5, (2) jawaban “Sering” diberi skor 4, (3) jawaban “Kurang Sering” diberi skor 3, (4) jawaban “Tidak Sering” diberi skor 4, dan (5) jawaban “Sangat Tidak Sering” diberi skor 1.

Berkaitan dengan uraian diatas, maka instrumen angket ini dipergunakan untuk mengukur variabel Kompetensi manajerial kepala sekolah(X1), Gaya Kepemimpinan Kepala sekolah (X2), dan Kinerja Guru (Y).

Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen ini diberikan kepada responden yang bukan sampel penelitian sebanyak ≤ 30 responden di SMK di Kecamatan Pengandonan yang berbeda dengan tempat penelitian sebagai sekolah pembanding untuk uji validasi. Uji validitas menggunakan corrected item-total correlation dengan SPSS. Suatu butir pertanyaan dikatakan valid jika nilai r- hitung yang merupakan nilai dari corrected item-total correlation ≥ dari r-tabel, dengan angka kritis korelasi tabel sebesar 5%. Uji reliabilitas dilakukan sebagai alat pengumpulan data apabila memberikan hasil ukuran yang sama terhadap suatu gejala pada waktu yang berlainan. Dari uraian tersebut, pengujian reliabilitas ini dianalisis dengan program SPSS menggunakan Cronbach Alpha dengan koefisien keandalan (reliability) sebesar 5%.

Teknik Analisa Data

(6)

Uji prasyarat merupakan suatu uji untuk mengukur indikasi ada atau tidaknya penyimpangan data masing-masing variabel. Selain itu, uji prasyarat ini diperlukan guna mengetahui apakah analisis data untuk pengujian hipotesis dapat dilanjutkan atau tidak (Hanadya et al., 2022).

Pengujian kebenaran hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi linier sederhana dan berganda. Untuk itu ada beberapa jenis uji sebagai prasyarat statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linier berganda, yaitu uji normalitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas dan uji multikolinieritas. Uji parsial menggunakan regresi linier sederhana dan dilanjutkan dengan uji-t melalui program SPSS yang bertujuan untuk menguji apakah setiap variabel bebas yaitu kompetensi manajerial (X1), dan gaya kepemimpinan kepala sekolah (X2) mempunyai

HASIL DAN DISKUSI

Untuk menguji hipotesis ini dilakukan perhitungan dengan menggunakan program SPSS for window versi 25.00. Untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini:

Tabel 1. Koefisien Determinasi Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,617a ,381 ,370 7,593

a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompetensi Manajerial

b. Dependent Variable: Kinerja Guru

Hasil perhitungan koefisien determinasi pada tabel 4.15 di atas dapat diartikan bahwa besar pengaruh kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru 38,1%

sisanya 61,9% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak termasuk variable variabel pada penelitian ini.

Uji f (Uji Simultan) pada Hipotesis Ketiga

Untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan menggunakan uji F yang dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini:

Tabel 2. Hasil Uji Simultan (F) ANOVA

Model Sum of

Squares

df Mean

Square

F Sig.

1 Regression 3942,204 2 1971,102 34,193 ,000b

Residual 6398,814 111 57,647

Total 10341,018 113

a. Dependent Variable: Kinerja Guru

b. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kompetensi Manajerial

Hasil perhitungan pada Tabel 4.18 di atas, diperoleh nilai probabilitas (0,000) lebih kecil dari nilai α (0,05), selain itu, untuk nilai F Hitung sebesar 34,194 lebih besar dari F (0,05) (2:50)

(7)

sebesar 4,02 sehingga Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru.

Persamaaan Regresi Linier Berganda pada Hipotesis Ketiga

Ha3 : Terdapat pengaruh kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru

Ho3 : Tidak terdapat pengaruh kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru

Kriteria pengujian hipotesis, yaitu jika FSig ≥ α (0,05) maka Ho diterima, atau jika FSig

≤ α (0,05) maka Ho ditolak. Berikut hasil uji regresi berganda yang disajikan pada tabel 3 di bawah ini:

Tabel 3. Uji Regresi Berganda Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardiz ed Coefficient

s

t Sig.

B Std.

Error

Beta

1 (Constant) 54,516 8,844 6,164 ,000

Kompetensi Manajerial ,177 ,057 ,239 3,113 ,002 Gaya Kepemimpinan

Kepala Sekolah

,480 ,071 ,516 6,722 ,000

a. Dependent Variable: Kinerja Guru

Berdasarkan perhitungan pada Tabel 4.13 di atas, diperoleh persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut.

Y = a + bX1 + bX2

= 54,516 + 0,177X1+ 0,480X2

Berkaitan dengan hasil persamaan regresi linier sederhana, maka dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a. Apabila kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah adalah nol maka kinerja guru akan konstanta) sebesar 54,516.

b. Kompetensi manajerial memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru sebesar 0,177 apabila variabel lainnya dianggap konstan.

c. Gaya kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru sebesar 0,480 apabila variabel lainnya dianggap konstan.

Artinya, kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja guru.

Kepala sekolah merupakan kunci bagi terselenggaranya iklim organisasi sekolah yang kondusif dengan dinamika perubahan yang selalu dilakukan secara terus menerus. Manajemen merupakan suatu komponen yang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan. Disamping itu sekolah

(8)

sebagai agent of chance, sehingga kepala sekolah tentu diharuskan guna mengerti maupun mengembangkan keterampilan dirinya atas upaya perubahan tersebut. jika dirinya menginkan sekolah yang ia pimpin menjadi semakin efektif, (Rahayu et al., 2019). Sesuai dengan penilaian kinerja, kepala sekolah harus mempunyai kemampuan dalam memenuhi pelaksanaan semua tugas–tugas kepemimpinannya yang direalisasikan melalui kemampuannya atas penyusunan program sekolah, organisasi kepersonaliaan, memberdayakan tenaga kependidikan, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya sekolahnya.

Dengan demikian, kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru hal ini dibuktikan dari nilai hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai probabilitas (0,000) lebih kecil dari nilai α (0,05), selain itu, untuk nilai t hitung (4,079) lebih besar t tabel (1,686) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh kompetensi manajerial terhadap kinerja guru. Besar pengaruh kompetensi manajerial terhadap kinerja guru 12,9% sisanya 87,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang bukan menjadi variabel.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa semakin baik kompetensi manajerial, maka semakin baik kinerja guru, dan sebaliknya semakin rendah kompetensi manajerial, maka semakin rendah pula kinerja guru.

Penerapan gaya kepemimpinannya tersebut bisa mempengaruhi pada perilaku bawahan serta menciptakan kondisi iklim kerja, apa akan condong ke arah positif atau bisa sebaliknya. Tidak mempunyai kewibawaan, ketegasan, kepedulian pada bawahannya menjadikan sikap tersebut menghasilkan ketidaknyamanan kondisi iklim pendidikan, sementara jalannya pembelajaran pun dilaksanakan seadanya. Akan tetapi, jika kepala sekolah bersikap penuh kewibawaan, ketegasan, berkeadilan, peduli pada bawahannya atau guru maupun siswanya, mampu menimbulkan keharmonisan serta kenyamanan kondisi pendidikannya. Sehingga, kepemimpinan suatu organisasi perlu mengembangkan staf serta membuat iklim motivasi yang melahirkan tingginya produktivitas, yang akan berdampak pula pada guru mengajar secara baik. Dari hasil penelitian juga menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan di SMK Se-Kecamatan Baturaja Timur adalah gaya kepemimpinan Demokratis yaitu pengambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah mufakat.

Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai probabilitas (0,000) lebih kecil dari nilai α (0,05), selain itu, untuk nilai thitung (7,380) lebih besar t tabel (1,686) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Besar pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 32,7%

sisanya 67,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang bukan menjadi variabel dalam penelitian ini. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Muhammad et al., 2017), yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan seorang pemimpin, seperti kepala sekolah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas dan kinerja pendidik atau bawahannya di sekolah.

(9)

Dari penjabaran tersebut, sehingga bisa ditarik kesimpulannya yakni semakin baiknya gaya kepemimpinan kepala sekolah, akan semakin baik pula kinerja gurunya. Begitu sebaliknya, semakin rendahnya gaya kepemimpinan kepala sekolah, akan semakin rendah juga kinerja gurunya.

Guru menentukan keberhasilan siswa, khususnya yang berkaitan dengan proses belajar mengajar proses, dan merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. (Janah, 2018). Guru diharapkan mampu menyelenggarakan pembelajaran dengan baik yang dapat mencerahkan dan mengarahkan siswa untuk menguasai kompetensi yang ditentukan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan mutu (Oryza & Listiadi, 2021).

Artinya guru dituntut memiliki kinerja yang baik yang dapat menjadi tolak ukur keberhasilan sekolah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, kinerja guru tidak bisa berdiri sendiri tanpa didukung oleh manajemen kepala sekolah yang baik dan gaya memimpin yang baik dari pimpinan yakni kepala sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kompetensi manajerial, gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru, hal ini dibuktikan dari nilai hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai probabilitas (0,000) lebih kecil dari nilai α (0,05), selain itu, untuk nilai F Hitungsebesar 34,193 lebih besar dari F (0,05) (1:53) sebesar 4,02 sehingga Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru.

Besar pengaruh kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah secara bersama-sama terhadap kinerja guru sebesar 38,1% sisanya 61,9% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak termasuk variabel-variabel pada penelitian ini.

Banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru diantaranya kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah pada hakikatnya merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor tersebut diantaranya kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah, memberikan sumbangan efektif sebesar 38,1% pada kinerja guru di SMK Swasta Se- Kecamatan Baturaja Timur.Dengan demikian kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah membawa pengaruh dengan simultan pada kinerja guru. Semakin baiknya kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah, akan semakin baik juga kinerja gurunya.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian serta pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Kompetensi manajerial kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru.

2. Gaya kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru.

Kompetensi manajerial dan gaya kepemimpinan kepala sekolah bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru

REFERENSI

(10)

Baeti, N. (2021). Upaya Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru BK di SMP Islam Al- Ulum Terpadu Medan. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

Erwandi, R. (2019). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Dan Motivasi Guru Di Smp Negeri Kota Lubuklinggau. Jurnal Perspektif Pendidikan, 13(1), 55–64.

Hanadya, D., Auliana, N. U., & Purwanto, M. B. (2022). Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Sarana Dan Prasarana Perpustakaan Di Politeknik Darussalam Palembang. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA), 2(1), 171–182.

https://doi.org/https://doi.org/10.36908/jimpa.v2i1.61

Handayani, E., Lian, B., & Rohana, R. (2020). Kinerja Guru Ditinjau dari Pengaruh Budaya Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 6(1), 77–87.

Hapizoh, H., Harapan, E., & Destiniar, D. (2020). Pengaruh profesionalisme guru dan supervisi kepala sekolah terhadap kinerja guru. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 5(2), 168–174.

Harapan, E., Ahmad, S., & MM, D. (2022). Komunikasi antarpribadi: Perilaku insani dalam organisasi pendidikan. PT. RajaGrafindo Persada-Rajawali Pers.

Hardani. Ustiawaty, J. A. H. (2020). Buku Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (H. Abadi (ed.); 1st ed., Issue April). Pustaka Ilmu.

Imansyah, M., Arafat, Y., & Wardiah, D. (2020). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan partisipasi komite sekolah terhadap kinerja guru. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 5(2), 135–143.

Ismail, I. (2015). Tanggung Jawab Guru Melakukan Evaluasi Hasil Belajar: Belajar dari Desain Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun 2008. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 2(1), 104–115.

Janah, K. (2018). Pengaruh Potensi Diri Dan Lingkungan Sosial Terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Pada Siswa SMA Negeri 1 Karanggede Boyolali Tahun Ajaran 2017/2018.

Meidiana, M., Ahmad, S., & Destiniar, D. (2020). Pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah dan supervisi akademik terhadap kinerja guru. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 5(2), 112–119.

Muhammad, M., Gani, H., & Arifin, A. (2017). Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Anak di Desa Wunse Jaya Kecamatan Wawonii Tenggara Kabupaten Konawe Kepulauan. Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 10(1), 163–180. https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.31332/atdb.v10i1.558

Ngiode, S. (2016). Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru MTs. N Batudaa Kabupaten. Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 127–137.

(11)

Oryza, S. B., & Listiadi, A. (2021). Pengaruh Motivasi Belajar Dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Minat Melanjutkan Ke Perguruan Tinggi Dengan Prestasi Belajar Sebagai Variabel Mediasi. Jurnal Pendidikan Ekonomi, Manajemen Dan Keuangan, 5(1), 23–36.

https://doi.org/10.26740/jpeka.v5n1.p23-36

Rahayu, M., Rasid, F., & Tannady, H. (2019). The effect of career training and development on job satisfaction and its implications for the organizational commitment of regional secretariat (SETDA) employees of Jambi provincial government. International Review of Management and Marketing, 9(1), 79.

Ristianey, F., Harapan, E., & Destiniar, D. (2020). Pengaruh Sertifikasi Guru Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, Dan Supervisi Pendidikan), 6(1), 34–43.

Rohman, M. A., & Ichsan, R. M. (2021). Pengaruh Beban Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pt Honda Daya Anugrah Mandiri Cabang Sukabumi Malik. Jurnal Mahasiswa Manajemen, Volume 2 No.1 (April 2021) E-ISSN 2798-1851 PENGARUH, 2(1), 1–22.

https://journal.stiepasim.ac.id/index.php/JMM/article/view/130/116 Salam, R. (2004). Menyukseskan MBS dan KBK. Bandung: PT. RemajaRosdakarya.

Siyoto, S., & Sodik, A. (2015). Dasar Metodologi Penelitian (Ayub (ed.); 1st ed.). Literasi Media Publishing.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (1st ed.). Alfabeta.

Suharsimi, A. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. (2nd ed.). PT Rinieka Cipta.

Sukardi, A. (2011). Metodologi Penelitian Pendidikan Jakarta: Bumi Aksara.

Syahza, A. (2021). Metodologi Penelitian , Edisi Revisi Tahun 2021 (3rd ed., Issue September). UR Press.

Wulandari, F., Fadillah, H., Rahman, A., & Azizah, N. (2022). Managerial Competency of the Principal in SMA Banua Kalimantan Selatan Bilingual Boarding School. MANAGERIA:

Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 103–120.

Referensi

Dokumen terkait

The influence of apparatus competence, leadership style, tri hita karana culture and society participation on the effectiveness of village fund management ARTICLE INFO JEL

THE INFLUENCE OF PRINCIPAL LEADERSHIP, WORK MOTIVATION, ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR OCB ON THE PERFORMANCE OF MUHAMMADIYAH HIGH SCHOOL / VOCATIONAL HIGH SCHOOL TEACHERS IN

ISSN: 2721-3838, DOI: 10.30596/ ijems.v4i2.14393 The Effect of Principal Leadership on Teacher Performance through Work Motivation as an Intervening Variable at Private Vocational

1 A Conceptual Framework of Instructional Leadership Practices and Teachers’ Job Performance at high-performing Vocational Schools in Indonesia However, as to date, there is limited

www.cscanada.org DOI:10.3968/j.hess.1927024020140601.2955 Influence of Leadership Style on Interpersonal Conflict Management Among Teaching and Non-Teaching Staff in Secondary Schools

Based on the results of data processing, it shows that each indicator used to measure the description of the democratic leadership style at the Watang Sawitto District Office, Pinrang

The Influence Of Principal Leadership And Instructional Supervision On Improving The Professional Competence Of Teachers During The Covid-19 Pandemic At State High School Sman And

CONCLUSION Based on data analysis and research results regarding the influence of leadership style, organizational commitment and organizational culture on managerial performance at