• Tidak ada hasil yang ditemukan

THE INFLUENCE OF THE USE OF PERSONAL MEDICATION RECORD (PMR) ON MEDICATION APPROPRIATENESS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "THE INFLUENCE OF THE USE OF PERSONAL MEDICATION RECORD (PMR) ON MEDICATION APPROPRIATENESS"

Copied!
47
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perumusan Masalah

Tujuan

Luaran Yang Diharapkan

Rencana Target Capaian Tahunan

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Teori

Pembagian jenis epilepsi didasarkan pada bagian otak yang terganggu dan terbagi menjadi dua, yaitu kejang parsial dan kejang umum (kejang parsial Gidal.10 Merupakan kejang yang terjadi ketika gangguan aktivitas kelistrikan hanya terjadi pada beberapa bagian saja. otak.Kejang parsial dikelompokkan menjadi kejang parsial sederhana (disebut juga kejang fokal) dan kejang parsial kompleks (disebut juga kejang psikomotorik atau temporal). 2) Kejang parsial sederhana.

Gejala kejang parsial sederhana adalah kejang yang dimulai pada satu area tubuh, tangan, kaki, atau wajah. Gejala kejang parsial kompleks dimulai dengan tatapan kosong, diikuti gerakan mengunyah dan aktivitas acak. Untuk pasien dengan epilepsi jangka panjang, efektivitas rejimen pengobatan saat ini harus dievaluasi.

Setiap transisi layanan kesehatan memerlukan koordinasi layanan di antara semua profesional kesehatan yang terlibat dalam proses perawatan pasien. Kesenjangan pengobatan adalah perbedaan mengenai pengobatan pasien dari berbagai sumber data pengobatan yang digunakan pasien, seperti pernyataan lisan pasien, pengamatan langsung terhadap pengobatan pasien, rekam medis, catatan pengobatan pasien, tanpa ada alasan/penjelasan yang jelas mengenai perbedaan tersebut (Myrka, 2011). . 14 Kurangnya koordinasi dan komunikasi antar tenaga kesehatan selama proses transisi layanan dapat berisiko menimbulkan kurangnya informasi mengenai status kesehatan pasien dan pengobatan yang tepat, duplikasi pemeriksaan laboratorium, pemantauan pasien yang tidak konsisten, ketidaksesuaian pengobatan, kesalahan pengobatan, keterlambatan diagnosis dan kurangnya diagnosis. monitoring at referral (NTOCC, 2010) Masalah ketidaksesuaian pengobatan terbagi menjadi dua kategori, yaitu ketidaksesuaian pengobatan yang terjadi di tingkat pasien dan ketidaksesuaian pengobatan yang terjadi di tingkat sistem (Myrka, 2011).

Pada tingkat pasien, permasalahan ketidaktepatan pengobatan disebabkan oleh faktor-faktor yang berada di bawah kendali pasien. Misalnya, pasien berinisiatif untuk berhenti menggunakan pengobatan rutin yang tercatat dalam daftar pengobatan pasien. Pada tataran sistem, permasalahan ketidaktepatan pengobatan disebabkan oleh faktor-faktor yang berada di bawah kendali dan tanggung jawab tenaga kesehatan atau sistem kesehatan.

Misalnya, obat-obatan yang sudah tidak digunakan lagi oleh pasien dicantumkan pada daftar obat pasien. Pasien harus dididik untuk selalu membawa PMR setiap saat dan menunjukkannya pada setiap kunjungan ke semua layanan kesehatan untuk memastikan bahwa semua profesional kesehatan mengetahui rejimen pengobatan yang diterima pasien. Setiap kali pasien menerima pengobatan baru, pengobatan dihentikan, terdapat perubahan petunjuk pengobatan, pasien memulai pengobatan dengan resep baru, pasien menggunakan obat non-resep, produk herbal, suplemen makanan, atau terdapat perubahan. dalam rejimen pengobatan, pasien dan semua profesional kesehatan yang terlibat dalam pengobatan pasien harus selalu memperbarui isi PMR untuk memastikan pencatatan terkini dan akurat.

Kerangka Konsep

METODE PENELITIAN

  • Penentuan Lokasi dan Sasaran Penelitian
  • Metode Penelitian yang digunakan
  • Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
  • Populasi dan Sampel
  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Analisa Data

Populasi dalam penelitian ini adalah dokter, tenaga kefarmasian dan orang tua pasien anak epilepsi yang (kontrol pengobatan) di Klinik Neurologi Rumkital Dr. Sampel dalam penelitian ini adalah dokter, tenaga kefarmasian dan orang tua pasien anak epilepsi yang (pengobatan kontrol) di Klinik Neurologi Rumkital, Dr. Jumlah sampel orang tua pasien anak penderita epilepsi yang digunakan dalam penelitian ini dihitung berdasarkan populasi sasaran dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut: (Notoadmodjo, 2005).

Teknik pengambilan sampel orang tua pasien anak yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan menggunakan sampel konsekutif yaitu mengambil sampel orang tua pasien epilepsi anak yang berkunjung (kontrol pengobatan) ke RSUD Dr. Orang tua dari pasien epilepsi anak mempunyai peran penting dalam membantu anaknya menyesuaikan diri dengan keadaan penyakitnya. Hal ini mungkin terjadi karena orang tua pasien tidak pernah mendapat penjelasan dari petugas apotek mengenai waktu pemberian yang tepat, sehingga orang tua pasien cenderung memberikan obat sesuai dengan waktu bangun anak atau waktu makan anak, sehingga waktu pemberian obat tidak sesuai. administrasi. obat menjadi tidak konsisten.

Beberapa kendala waktu pemberian obat dapat teratasi karena beberapa orang tua pasien meminta dokter mencatat aturan penggunaan obat setiap 12 jam di PMR. Melalui daftar pemberian obat yang ada di PMR, orang tua pasien dapat mengingat kapan pasien meminum obat tersebut. Berbeda dengan kelalaian yang disebabkan oleh ketidakpatuhan yang tidak disengaja, penambahan obat justru terjadi akibat ketidakpatuhan yang disengaja karena sisa obat yang dihentikan dokter masih digunakan oleh orang tua pasien untuk anaknya.

Penyebab tambahan obat lainnya adalah pembelian obat oleh orang tua pasien tanpa resep dokter, karena obat yang biasa diresepkan kepada pasien sudah tidak diresepkan lagi oleh dokter. Melalui PMR, dokter dapat melakukan rekonsiliasi obat, yaitu membandingkan catatan di rekam medis dengan daftar penggunaan obat pasien di PMR, sehingga dokter mengetahui bahwa orang tua pasien masih menggunakan obat yang sudah dihentikan atau obatnya. sabar. membeli obatnya tanpa resep. Dokter kemudian akan memperoleh informasi mengenai alasan penggunaan dan pembelian obat tersebut dari orang tua pasien, sehingga dapat mempertimbangkan apakah obat tersebut akan diresepkan kembali atau tidak.

Apabila salah satu dokter mengganti terapi atau mengubah dosis, mereka tidak mencatatnya dalam PMR, sehingga dokter lain dan orang tua pasien sendiri tidak mengetahui alasan perubahan tersebut. Filosofi pelayanan kefarmasian ini juga menawarkan kesempatan bagi pasien dan orang tua untuk terlibat aktif dalam proses pengobatan. Berdasarkan data uji Mc Nemar diperoleh nilai signifikansi p > 0,005 untuk setiap jenis kesesuaian perlakuan dan setiap jenis penyebab ketidaksesuaian.

BIAYA DAN JADWAL PENELITIAN

Pelaksanaan Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Klinik Neurologi Rumkital Dr Ramelan Surabaya, dimana subjek penelitiannya adalah orang tua dari pasien epilepsi anak yang termasuk dalam kriteria pasien yang sudah datang ke klinik neurologi sebelum dan pada kunjungan berikutnya menghadap dokter. dan pasien yang sebelumnya sudah datang ke klinik neurologi, namun pada kunjungan berikutnya hanya meminum resep tanpa ke dokter. Selama masa penelitian, terdapat 33 pasien epilepsi, namun dari seluruh pasien, 21 pasien memenuhi kriteria inklusi penelitian ini.

Hasil Penelitian dan Analisis Data

26 Berdasarkan Tabel 4, kecukupan pengobatan adalah 100% dalam hal frekuensi pemberian, cara pemberian, formulasi dan durasi terapi. Setelah intervensi diberikan, kelalaian, penambahan obat, terapi dan perubahan dosis dapat diatasi untuk mencapai kepatuhan pengobatan 100%. Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis statistik dengan menggunakan uji Mc Nemar untuk menganalisis perbedaan kecukupan pengobatan untuk masing-masing jenis kecukupan sebelum dan sesudah pemberian intervensi.

0,005 untuk setiap jenis kesesuaian pengobatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik untuk setiap jenis kesesuaian pengobatan antara sebelum dan sesudah menggunakan PMR. Perbedaan pengobatan dapat disebabkan oleh banyak faktor, yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu penyebab di tingkat pasien dan di tingkat sistem. Berdasarkan Tabel 6, penyebab paling umum yang mengakibatkan ketidaktepatan pengobatan sebelum intervensi diberikan adalah instruksi kepada pasien pada masa transisi layanan tidak lengkap/tidak akurat/tidak terbaca di tingkat sistem.

Orang tua berperan dalam mencari pengobatan, memastikan anak mematuhi terapi, memfasilitasi fungsi sosial anak di dalam dan di luar rumah (Spangenberg, 2006). Pada tingkat sistem, ketidakkonsistenan pengobatan sebelum penggunaan PMR disebabkan oleh instruksi yang tidak lengkap/tidak akurat/tidak terbaca kepada pasien dan instruksi antar pemberi resep selama transisi perawatan, serta masalah administratif. Namun sebagian orang tua masih memberikan obat pada waktu yang tidak tepat karena masih kesulitan menyesuaikan diri dengan waktu bangun dan makan anak.

30 Permasalahan ketidaksesuaian obat lainnya yang belum dapat mencapai kesesuaian 100% adalah substitusi obat dengan obat generik atau obat merek lain. Dalam proses transisi pelayanan kesehatan, setiap tenaga kesehatan yang terlibat dalam pengobatan pasien wajib melakukan rekonsiliasi pengobatan sebagai upaya mencegah penyimpangan pengobatan. Proses rekonsiliasi pengobatan dapat terlaksana dengan baik apabila terdapat pencatatan informasi pengobatan pasien yang terdokumentasi.

Langkah selanjutnya adalah melakukan analisis dengan menggunakan uji Mc Nemar untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pada masing-masing jenis kepatuhan dan setiap jenis alasan penyimpangan sebelum dan sesudah menggunakan PMR, yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4 dan Tabel 5. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan, signifikan secara statistik untuk setiap jenis kesesuaian pengobatan dan setiap jenis alasan perbedaan antara sebelum dan sesudah penggunaan PMR. Perbedaan kesesuaian pengobatan antara sebelum dan sesudah menggunakan PMR tidak signifikan secara statistik, namun PMR dapat menjadi media informasi pengobatan pasien untuk mendukung pelaksanaan rekonsiliasi pengobatan.

Selain itu, PMR juga memberikan dampak klinis yang positif dalam meningkatkan kesesuaian pengobatan pada setiap pasien. Dengan menggunakan PMR, kemungkinan penyebab ketidaksesuaian pengobatan dapat diketahui dan diatasi sehingga kesesuaian pengobatan dapat ditingkatkan.

Tabel 5. Hasil Uji Mc Nemar pada Setiap Jenis Kesesuaian Pengobatan
Tabel 5. Hasil Uji Mc Nemar pada Setiap Jenis Kesesuaian Pengobatan

Pembahasan Hasil Peneltian

Referensi

Dokumen terkait