edisi 1 tahun 2021
MARITIM
INF 48 Tahun
Kesatuan
Penjagaan Laut dan Pantai
(KPLP) “Dharma
Jala Praja Tama”
kolom R edaksi
susunan pengurus penanggung jawab Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Lautpengarah
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktur Kepelabuhanan Direktur Perkapalan dan Kepelautan
Direktur Kenavigasian
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai redaktur pelaksana
Wisnu Wardana redaktur Benny Sanjaya Bahusin
penyunting/editor Silo Darmono Putri Mayan Kalingi
staf redaksi Presti Febriana Khrisna Dwi Nugraha
Khairil Nur Wibowo Kandi Tri Astuti Jonius A Saragih
Anik Vianti Desain Grafis & Fotografer
Tim Desain Grafis Indi Astono Abdurahman Dhia Hanifa Muti
Achmad Luthfi sekretariat Rustam Hidayat
Ibrahim Pilpala alamat redaksi
Gedung Karya Lt. 15. Kementerian Perhubungan Jl. Medan Merdeka Barat No.8. Jakarta 10110
021 – 3847118 ext. 4135 [email protected] @djplkemenhub151
Ditjen Perhubungan Laut dan Fan Page djplkemenhub151
PERHUBUNGAN LAUT
Dharma Jala Praja Tama Semboyan itu ber- makna “Sebagai insan bahari selalu berusaha menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara”.
Dalam usia 48 Tahun, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) memperlihatkan dengan hebat memberikan pengabdian terbaik dalam menega- kan fungsi penjagaan dan penegakan hukum untuk menjamin keselamatan dan keamanan di Perairan Indonesia juga perlindungan lingkungan maritim.
Dalam menjalan tugas pokok dan fungsi itu, KPLP juga berkontribusi besar ketika terjadi ben- cana alam dan bencana transportasi. Kapal-kapal KPLP dikerahkan untuk ikut mendistribusikan bantuan untuk korban bencana. Selain itu, armada KPLP juga ikut dalam pencarian pesawat, yang jatuh, seperti pesawat Lion Air, AirAsia dan paling anyar Sriwijaya Air.
Dalam banyak kesempatan, KPLP juga ber- kontribusi dalam mendukung kebijakan peme- rintah dalam konteks pembangunan infrastruktur trans portasi laut. Seperti terlihat ketika peresmian beroperasinya Pelabuhan Patimban, Subang, armada KPLP mengawal kedatangan dan kepergian kapal MV Suzuka Express.
Karenanya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, R. Agus H Purnomo menegaskan KPLP telah berperan di dunia maritim, baik skala nasional maupun internasional. Indonesia menjadi disegani sebagai negara maritim terbesar di dunia salah satunya karena kontribusi KPLP selama ini.
Selamat HUT ke-48 KPLP!. (Wisnu)
KPLP Buktikan
Dharma Jala Praja Tama
susunan pengurus penanggung jawab Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
pengarah
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktur Kepelabuhanan Direktur Perkapalan dan Kepelautan
Direktur Kenavigasian
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai redaktur pelaksana
Wisnu Wardana redaktur Benny Sanjaya Bahusin
penyunting/editor Silo Darmono Putri Mayan Kalingi
staf redaksi Presti Febriana Khrisna Dwi Nugraha
Khairil Nur Wibowo Kandi Tri Astuti Jonius A Saragih
Anik Vianti Desain Grafis & Fotografer
Tim Desain Grafis Indi Astono Abdurahman Dhia Hanifa Muti
Achmad Luthfi sekretariat Rustam Hidayat
Ibrahim Pilpala alamat redaksi
Gedung Karya Lt. 15. Kementerian Perhubungan Jl. Medan Merdeka Barat No.8. Jakarta 10110
021 – 3847118 ext. 4135 [email protected] @djplkemenhub151
Ditjen Perhubungan Laut dan Fan Page djplkemenhub151
MEDIA INTERNAL DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN LAUT
30 Januari 2021 usia Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian
Perhubungan menginjak usia 48 tahun.
48
Dengan tekad semboyan Dharma Jala Praja Tama yang memiliki makna
“Sebagai insan bahari selalu berusaha menjalankan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara”.
Ini yang selalu dipegang teguh per- sonel KPLP dalam menegakan fungsi penjagaan dan penegakan hukum untuk menjamin keselamatan dan keamanan di Perairan Indonesia juga perlindungan lingkungan maritim.
Tahun
Kesatuan
Penjagaan Laut dan Pantai
(KPLP) “Dharma
Jala Praja Tama”
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, R. Agus H Purnomo menga- takan, di hari ulang tahunnya ke 48, KPLP mengusung tema “Komitmen Pelayanan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai da- lam Rangka Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran serta Perlindu- ngan Kemaritiman”.
“Sejarah mencatat KPLP berdiri 30 Januari 1973 dan kini telah memasuki usia 48 tahun. Saya sampaikan kebanggaan dan terima kasih saya kepada seluruh insan KPLP, yang telah bekerja dengan sepenuh hati dalam menjalankan tugas.
Saya percaya, seluruh insan KPLP terus menjunjung tinggi semboyan Dharma Jala Prajatama. Semboyan yang menjadi pedo- man kita untuk selalu berusaha menjalan- kan pengabdian yang terbaik bagi bangsa
dan negara,” urai Dirjen Agus.
Dirjen Agus menyebutkan, sepak terjang KPLP telah berperan di dunia maritim, baik skala nasional maupun internasional. Indonesia menjadi disegani sebagai negara maritim terbesar di dunia salah satunya karena kontribusi KPLP selama ini.
“Selama 48 tahun, sampai dengan saat ini kita telah melalui sebuah perjalanan yang tidak bisa dibilang mudah. Banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah kita lakukan hingga bisa sampai di usia dan posisi ini,” ujarnya.
Dirjen Agus berharap, KPLP dapat terus mendorong dan menjadi bagian dalam terwujudnya Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan cara memas- tikan keselamatan dan keamanan serta
melaksanakan penegakan hukum di laut dan perlindungan lingkungan maritim di wilayah perairan Indonesia.
“Tanamkan di hati supaya kita selalu menjalankan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara dan terus bekerja dengan hati,” tutupnya.
Direktur KPLP Ahmad menekankan pentingnya penegakan hukum di laut sesuai UU No. 17/2008 tentang Pelayaran.
Dia minta seluruh jajaran KPLP berhati- hati saat melakukan patroli di laut dan senantiasa mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak ter- kait dan berpegangan pada aturan perun- dang-undangan yang berlaku.
“Kita bukan lagi di zaman yang mem- pertontonkan egoisme sektoral dan me- nebarkan ketakutan bagi para pengguna atau pelintas di perairan Indonesia. Kede- pankan komunikasi, koordinasi dengan pihak terkait dan tunjukan kepada dunia kalau perairan Indonesia aman dan nya- man untuk dilintasi,” ujar Ahmad.
Dia juga mengingatkan bahwa Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan merupakan Maritime Administration yang menjadi perwakilan Indonesia di Organisasi Maritim Dunia atau International Maritime Organization (IMO).
“Setiap petugas KPLP harus penuh ke- hati-hatian saat melaksanakan aksi patroli di laut, perhatikan aturan perundang-un- dangan yang berlaku. Utamakan komuni- kasi dan koordinasi,” tuturnya. (Mayan)
Komandan Kapal KN Trisula P-111 Capt. Eko Surya menyebutkan objek te- muan hasil pencarian berupa pakaian yang diduga merupakan milik penum- pang pesawat.
“Pada hari ini tepatnya pukul 11.45 WIB kita menemukan beberapa potong baju kemungkinan itu dari korban Sriwi- jaya Air, kurang lebih berjumlah 7 (baju),”
ujar Eko, di Dermaga JICT Priok.
Pencarian dilakukan di sekitar lokasi ja- tuhnya pesawat yaitu di dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang Kepulauan Seribu.
Prosesi serah terima tersebut juga dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi V Sadarestuwati, Sekretaris Ditjen Perhu-
bungan Laut Andi Hartono, Kepala Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tan- jung Priok Capt. Wisnu Handoko dan Ke- pala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt. Mugen Sartoto serta Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok Capt. Pujo Kurnianto.
Kapal Trisula KPLP menyerahkan hasil temuan obyek pencarian berupa 7 potong pakaian daster korban ke Posko Terpadu JICT 2, Sabtu (16/1/2021) pukul 15.05 di- terima SMC, Brigjen (TNI) Rasman MS.
Untuk selanjutnya, hasil temuan terse- but akan diserahkan kepada Tim DVI atau KNKT untuk proses lebih lanjut. (Krisna)
Kapal Patroli KN Trisula Laporkan Temuan Bagian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Salah satu kapal
patroli Kesatuan
Penjagaan Laut
dan Pantai
(KPLP) yakni
KN Trisula P-111
melakukan
prosesi serah
terima objek hasil
pencarian bagian
dari pesawat dan
tubuh korban dari
jatuhnya pesawat
Sriwijaya Air
SJ 182, Sabtu
(16/1/2021).
Pertemuan Port State Control Commit- tee ke-31 ini dihadiri oleh perwakilan dari 21 negara anggota dari Tokyo MoU serta Tokyo Mou Secretariat.
Sedangkan bertindak sebagai Chair man pada Pertemuan ini adalah Maritime New Zealand’s General Manager Maritime Compliance, Kenny Crawford.
Dalam sambutannya sebagai perwaki- lan dari Port State Control (PSC) Indonesia, Direktur KPLP, Ahmad menegaskan ko- mitmen untuk tetap mengedepankan pro- fesionalitas dalam melakukan pekerjaan, meskipun pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia mengakibatkan banyak terjadinya pembatasan-pembatasan di dunia pelayaran internasional.
“Dengan berbagai pembatasan yang berlaku, tidak akan mengurangi kinerja dan profesionalitas kami untuk bekerja
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di bawah Tokyo MoU.
Kami tetap mengikuti prosedur inspeksi sesuai dengan panduan dari Toky o MoU,”
kata Ahmad Kamis (21/1/2021).
Dalam Pertemuan Komite ini dibahas hal-hal yang terkait dengan Memoran- dum. Perwakilan dari masing-masing negara anggota Tokyo MoU akan diun- dang untuk turut berpartisipasi dalam pekerjaan Komite.
Antara lain melaksanakan tugas-tugas khusus yang diberika kepada Komite berdasarkan Memorandum, mendukung dengan segala cara yang diperlukan, ter- masuk dengan pelatihan dan seminar, harmonisasi prosedur dan praktik-praktik yang berkaitan dengan inspeksi, serta per- baikan dan penahanan kapal.
(Presti)
Indonesia Hadiri Port State Control
Committee ke-31
Pemerintah
Indonesia melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan cq.
Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) kembali menunjukan peran aktifnya
di pergaulan internasional dengan
berpartisipasi dalam
pertemuan rutin
tahunan Port State
Control Committeeke-31 yang digelar
virtual.
Seperti diketahui, tugas pokok dan fungsi KPLP adalah menjaga laut dan pantai di wilayah Indonesia, dari berbagai ancaman terhadap keamanan, keselama- tan, serta kelestarian laut dan pantai. Oleh karena itu, instansi dengan semboyan Dharma Jala Praja Tama tersebut selalu berperan melakukan tindakan pengama- nan dan pertolongan di laut.
Melakukan Operasi SAR
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad mengungkapkan baru-baru ini aksi SAR atau penyelamatan yang dilakukan pihaknya adalah terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak.
Mengintip Sepak Terjang KPLP Jaga Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
Indonesia sebagai negara
maritim terbesar di dunia
disegani dan memberikan
kontribusi besar dalam
menjaga pemenuhan
aturan konvensi dalam
beberapa aspek, antara lain
kelaiklautan, keselamatan,
keamanan, ketertiban, dan
perlindungan maritim. Hal ini
tak lepas dari peranan dan
kinerja Kesatuan Penjagaan
Laut dan Pantai (KPLP) yang
telah puluhan tahun menjaga
laut di Persada Ibu Pertiwi.
Ahmad menceritakan, kapal patroli KPLP yakni KN Trisula P-111 yang perta- ma kali menemukan serpihan bagian pe- sawat berupa tangga darurat.
KPLP langsung menerjunkan tujuh ka- pal patroli untuk melakukan pencarian di lokasi. Dari tujuh kapal patroli itu, lima di antaranya merupakan armada Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok.
“ Yakni KN. Trisula P-111, KN. Alugara P-114, KN. Celurit P-203, KN. Belati P. 205 dan RIB SAR PLP Tanjung Priok,” kata Ahmad.
Aksi Pengejaran dan Penangkapan Kapal Asing
Selain operasi SAR, KPLP juga baru- baru ini melakukan aksi penangkapan dalam rangka pengamanan laut. Ahmad mengungkapkan, personel Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) Kelas II Tanjung Uban atas keberhasilannya me- lakukan pengejaran dan menghentikan
kapal ikan China MV. Lu Huang Yuan Yu 117 dan 118 yang diduga melakukan tin- dak pidana Human Trafficking.
“Dan didapati juga menyimpan jena- zah Anak Buah Kapal (ABK) berkewar- ganegaraan Indonesia dalam lemari pen- dinginnya pada pada 9 Juli 2020 lalu,”
ungkap Ahmad.
Ahmad menjelaskan, upaya penega- kan hukum yang dilakukan telah sesuai prosedur dan telah berkoordinasi dengan instansi penegak hukum, seperti TNI-AL, Polairud, Bea dan Cukai serta instansi ter- kait lain.
Mengingat kapal tersebut merupakan kapal asing, maka proses penegakan hu- kum tetap mengikuti aturan internasional yang dikeluarkan oleh International Maritime Organization (IMO).
Evakuasi Kapal
Selain itu, Ahmad juga memaparkan beberapa pencapaian KPLP di Lingku- ngan Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Bitung. Diantaranya ada- lah melakukan evakuasi kapal kandas MV Graha Angkasa di Likupang pada perai- ran Serei 4-5 Februari 2020.
“Repatriasi 155 ABK WNI Kapal MV.
Long Xing 601 di Pelabuhan Samudera Bitung 7 November 2020 dan bantuan SAR terhadap kapal KM Anugrah Ilahi di per airan Batu Putih 1 maret 2020,” ujar- nya. (Krisna)
Dalam pelayaran perdana ini kapal ini meng- angkut kargo kendaraan sebanyak 98 unit kenda- raan kecil dan 1 truk besar bermuatan 40 unit sepeda motor.
Pada kesempatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan pihaknya optimistis pelayaran perdana LDF ini akan mempercepat ramainya dan kemajuan Pelabuhan Patimban.
“Pelabuhan Patimban ini pelabuhan baru tapi kami optimis kita harus bisa membuat Patimban ini semakin lama makin hidup supaya ekonomi juga tumbuh lebih cepat, ini mulai dengan kapal ro-ro, kami juga berupaya mencari kargo yang lain, hara- pannya nanti ini bisa kontinyu,” kata Agus di Pela- buhan Patimban, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Minggu (10/1/2021).
Lebih lanjut dijelaskan Agus pelayaran ferry jarak jauh ini akan melayani tiga rute yaitu Patimban -Panjang, Patimban-Pontianak dan Patimban- Banjarmasin.
Pelabuhan Patimban Makin Ramai dengan Layanan Pelayaran LDF
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT ASDP Indonesia Ferry Persero meuncurkan pelayaran perdana lintas penyeberangan ferry jarak jauh
atau Long Distance
Ferry (LDF) dariPelabuhan Patimban
ke sejumlah rute di
Indonesia.
“Tidak menutup kemungkinan kalau kargonya meningkat, operator lain juga bisa ikut melayani disini. Selain ASDP operator ro-ro kan banyak juga, nanti kawan-kawan Pelindo 3 sedang bicara dengan mereka supaya ini bisa terus ber- lanjut,” jelas Dirjen Agus.
Dia mengaku saat ini pihaknya sedang mempersiapkan Pelabuhan Patimban agar dapat segera melayani pengiriman kontainer.
Terkait hal tersebut disebutkannya, nanti akan disediakan portable crane ter- masuk lebar alur. Ia berharap dengan begitu dalam waktu dekat Pelabuhan Pa- timban dapat segera melayani aktivitas ekspor-impor.
“Paling cepat pertengah tahun ini, se- belum Juni. Tapi kita akan berusaha su- paya dermaga kontainer ini mulai diope- rasikan. Kami upayakan nanti ada crane, dan lain sebagainya. Saya berharap Insha Allah akhir bulan ini atau awal bulan depan sudah ada kargo lain selain mobil,”
ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Se- tiyadi mengungkapkan tujuan lain da- lam Penetapan lintas Patimban - Panjang tersebut untuk mengurangi kemacetan dan beban jalan akibat volume kendaraan yang besar serta dimensi dan volume mua- tan kendaraan yang menyalahi ketentuan Over Dimension Over Load (ODOL) ser- ta mengurangi tingkat polusi udara dari emisi gas buang angkutan jalan.
“Kita harapkan ke depannya setelah rute Patimban - Panjang ini dapat me- ngajak asosiasi logistik untuk mengge- rakkan beberapa komoditas logistik yang dapat dibawa dari Jawa ke Pontianak dan Banjarmasin. Dengan adanya peres- mian pelayaran perdana rute Patimban- Panjang ini semoga semakin memperlan- car distribusi logistik dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera dan sekitarnya karena Pe- labuhan Patimban memiliki peran strate- gis dalam pertumbuhan perekonomian di wilayah Jawa Barat juga secara nasional,”
jelas Dirjen Budi. (Presti)
Adapun yang berhasil yakni Direktorat Kepelabuhanan, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, serta Distrik Navigasi Tanjung Priok.
1. Direktorat Kepelabuhanan
Mengawali tahun 2021 ini, salah satu unit kerja di Kemenhub yakni Direkto- rat Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berhasil memeroleh Sertifikat ISO 9000:2015. Secara resmi dise- rahkan oleh Presiden Direktur PT Lloyd’s Register Indonesia Irfani Fahmi kepada Direktur Jenderal Perhubungan Laut R.
Agus H. Purnomo di Kantor Kemenhub Jakarta, Selasa (19/1/2021).
Menurut Dirjen Agus, perolehan Serti- fikat ISO 9001:2015 ini adalah suatu awa- lan yang baik membuka tahun 2021. Ke- berhasilan ini diperoleh oleh Direktorat Kepelabuhanan setelah menjalani audit kinerja yang dilaksanakan oleh PT Lloyd’s Register Indonesia yang membuktikan bahwa kualitas pelayanan, manajemen mutu, kinerja dan efisiensi pekerjaan yang
2 Direktorat dan
1 Distrik Navigasi Terima Sertifikat ISO 9001-2025
Mengawali tahun 2021, Ditjen
Perhubungan Laut bersuka cita dan bahagia dengan pencapaian positif perolehan Sertifikat Manajemen Mutu ISO 9001-2015.
dilakukan saat ini sudah berjalan dengan cukup baik.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Direktorat Kepelabuha- nan atas capaian ini dan berharap sistem yang ada terus ditingkatkan sesuai per- kembangan agar lebih efektif dan efisien bagi pengguna jasa, termasuk dalam hal peningkatan digitalisasi pelayanan,” ujar Dirjen Agus. Pihaknya berharap prestasi yang dicapai oleh Direktorat Kepelabuha- nan ini dapat menjadi contoh dan diikuti oleh unit kerja lain di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, khususnya dalam hal manajemen mutu.
2. Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Sekretaris Jenderal Kementerian Perhu- bungan, Djoko Sasono menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Direktorat Jen- deral Perhubungan Laut, khususnya Di- rektorat Perkapalan dan kepelautan serta seluruh jajaran yang bekerja keras untuk memeroleh sertifikasi ISO 9001:2015.
“Pada kesempatan yang baik ini, saya berpesan dalam penerapan Sistem ma- najemen Mutu (QMS) ISO 9001:2015 ini, aspek yang harus dijunjung tinggi adalah komitmen dan integritas, yaitu bagaimana seluruh jajaran yang terlibat dapat patuh terhadap standar operasional prosedur yang berlaku serta mampu menerapkan- nya secara menyeluruh,” kata Djoko di Jakarta, Kamis (21/1/2021).
Tanpa komitmen dan integritas yang kuat dari seluruh pihak, maka harapan dan tujuan yang ingin dicapai dalam pro- ses sertifikasi ISO 9001:2015 ini tidak akan dapat tercapai. “Oleh karena itu, saya in- struksikan agar seluruh proses dalam si- stem manajemen mutu ini dijalankan se- cara konsisten,” ujarnya.
Dengan demikian, Pelayanan Admin- strasi Publik pada Direktorat perkapalan dan Kepelautan dapat terselenggara den- gan lebih baik, terorganisir dan berintegri- tas, transparan , akuntabel dan efisien.
Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hermanta mengungkapkan proses penyusunan dan audit berlangsung han- ya dalam waktu 6 bulan. Hal ini merupa- kan capaian luar biasa karena seluruh ran- gkaian proses dapat selesai dalam waktu yang singkat termasuk dengan pelatihan- pelatihannya.
“Dari serangkaian tahapan di atas, te- lah berhasil digali dan dihimpun berba- gai masukan serta kontribusi pemikiran dari para pejabat dan pegawai, konsultan, serta auditor. Sekaligus juga disampaikan berbagai permasalahan dan tindak lanjut di masing-masing bagian,” ungkapnya.
3. Distrik Navigasi Tanjung Priok
Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berhasil memperoleh Sertifikat ISO 9001:2015 dari PT. Lloyd’s Register Indo- nesia atas prestasinya dalam menerapkan manajemen mutu dalam bidang pelaya- nan publik.
Penyerahan Sertifikat ISO 9001:2015 tersebut dilakukan oleh Perwakilan PT.
Lloyd’s Register Indonesia, Budi Yulian- ti kepada Kepala Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok, M. Tohir disaksikan Di- rektur Kenavigasian, Hengki Angkasa- wan bertempat di Kantor Distrik Naviga- si Kelas I Tanjung Priok, Jakarta. Direktur Kenavigasian Hengki Angkasawan me- ngatakan bahwa diraihnya Sertifikat ISO 9001:2015 oleh Distrik Navigasi Kelas I Tanjung Priok ini adalah suatu prestasi yang cukup membanggakan. (Mayan)
Peresmiannya dipimpin Bupati Jaya- pura Mathius Awoitauw dan ditandai dengan bersandarnya kapal tol laut Logistik Nusantara 2 yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero).
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan, Cris Kuntadi, yang turut hadir dalam peresmian tersebut mengatakan Pela- buhan Depapre ini diproyeksikan sebagai penyeimbang atau penunjang Pelabuhan Jayapura yang saat ini sudah padat dan cukup memengaruhi aktivitas Kota Jaya- pura.
“Sebagai pelabuhan penyangga, pro- gram multimoda sebagaimana yang telah dilaksanakan di Timika bahwasaannya program tol laut dapat melayani hingga daerah terpencil hingga pegunu ngan Pa- pua.
Dari depapre akan langsung diangkut menggunakan truk melalui program subsidi angkutan jalan ke Bandara Sentani
Jayapura dan dibawa oleh pesawat ke wilayah pegunungan oleh Program Jembatan Udara. Hal ini membuktikan bahwasannya Pemerintah hadir untuk kesejahteraan masyarakat di Papua,” urai Cris Depapre di Distrik Depapre Jayapura, Kamis (28/1/2021).
Kata Cris, Kemenhub juga terus ber- upaya meningkatkan kemampuan pela- buhan sehingga dapat memperlancar arus barang, menurunkan biaya logistik dan meningkatkan pemerataan.
“Pelabuhan Depapre juga berperan dalam pemerataan pembangunan karena masuk dalam daerah katagori 3 TP (Ter- tingal, Terpencil, Terluar dan Perbata- san),” ujarnya.
Dia mengungkapkan, program tol laut merupakan salah satu Program Strategis Prioritas Nasional Tahun 2021 yang menja- lankan 32 rute salah satunya rute lingkar Papua dengan kode trayek T-19 yaitu Merauke – Kokas – Sorong – Supriori / Biak – Depapre/Jayapura. (Silo)
Pelabuhan Depapre Jayapura Resmi
Beroperasi
Dalam rangka
meningkatkan
konektivitas,
pemerataan,
dan daya saing
di wilayah
Indonesia
Bagian Timur,
Kementerian
Perhubungan
bersama dengan
Pemerintah
Daerah
meresmikan
Pelabuhan
Depapre
Jayapura,
Papua.
“Beberapa capaian Ditjen Perhubu ngan Laut di Tahun Anggaran 2020 di antara- nya berhasil mencapai realisasi anggaran sebesar 95,61% dan untuk realisasi Pene- rimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) men- capai 107,49%,” jelas Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Andi Hartono saat memberikan pengarahan pada ke- giatan Rekonsiliasi Penyusunan Laporan Keuangan Tahunan Tahun Anggaran 2020 di Jakarta, Selasa (12/1/2021).
Selain itu, di Tahun Anggaran 2020, Laporan Keuangan Kementerian Perhu- bungan Tahun 2019 telah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI yang ketujuh kalinya dan hal ini merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan.
Dia berharap keberhasilan pencapaian penilaian dan opini WTP ini hendaknya ti- dak membuat cepat berpuas diri. Namun
Capaian Bidang Keuangan Ditjen Hubla Tahun 2020 Tetap Optimal di Masa Pandemi
Tahun Anggaran 2020 menjadi situasi yang
extra-ordinary karenaadanya pandemi Covid-19, namun demikian Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan tetap memberikan kontribusi positif di bidang keuangan.
justru harus dijadikan pendorong sema- ngat untuk berbuat lebih baik agar kem- bali mampu mempertahankan capaian Laporan Keuangan Tahun 2020.
Pada kesempatan tersebut, Andi minta kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubu- ngan Laut agar dalam menyusun Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2020 dapat melakukan penyesuaian dan pening katan kecepatan dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip transparansi dan akunta- bilitas.
“Sebagai seorang Pegawai Negeri yang profesional, kita harus betul-betul membe- nahi tata kelola keuangan maupun barang sehingga kita bisa meminimalisir temuan- temuan aparat pemeriksa intern maupun ekstern dalam hal ini Inspektorat Jenderal maupun BPK-RI,” tuturnya. (Presti)
e r i
Kementerian
Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok menggelar acara Penganugerahan OP Awards 2020, kepada para BUP, Terminal Operator, serta para stakeholder di lingkungan pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (14/1/2021).
Kementerian Perhubungan cq.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memberikan apresiasi kepada PT Pelni yang menyiapkan kapalnya untuk mengangkut bantuan bagi korban bencana alam di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan
Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Tanjung Redeb menyerahterimakan Barang Milik Negara melalui perjanjian sewa. Berupa
Tanah Bangunan Kantor Pemerintah pada Pelabuhan Kelas II Tanjung Redeb, Kalimantan Timur seluas 1.200 m2, 2.262 m2, 1.157 m2 untuk
dioperasikan sebagai lahan lapangan penumpukan.