Booklet ini berisi informasi bagi para lansia, juga ketika memasuki usia lanjut dan dihadapkan pada permasalahan hidup serta berbagai penyakit yang sering diderita oleh lansia. Terdiri dari sepuluh topik, buklet ini bertujuan untuk membantu para lansia dalam menghadapi masa tuanya, terutama ketika mereka menghadapi berbagai permasalahan hidup di hari tua. Namun buku ini menekankan agar para lansia harus mempercayakan hidupnya hanya kepada Tuhan, agar mereka bisa hidup bahagia bersama Tuhan di masa tuanya.
Pengguna program SABDA© dilarang mengutip, mencetak ulang, atau memperbanyak sebagian atau seluruh teks materi ini dalam bentuk atau cara apa pun untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari pemegang hak cipta materi tersebut.
Masa Lanjut Usia
Kemampuan penciuman dan pengecapan menurun, hal ini menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga terjadi malnutrisi. Penurunan fungsi ini akan semakin parah jika yang bersangkutan memiliki kebiasaan merokok dan kurang berolahraga. Hal ini juga disebabkan oleh kurangnya makanan yang mengandung Ca (kalsium), kurang olah raga, menopause dini dan hilangnya nafsu makan (anoreksia).
Sedangkan budaya Timur lebih menghormati orang tua, dan menganggap mereka adalah orang bijak yang pantas dijadikan teladan. Hal-hal yang termasuk dalam faktor tersebut adalah pola makan atau konsumsi makanan bergizi, merokok, minum alkohol atau kafein, polusi, tingkat pendidikan, pendapatan, obat-obatan, paparan sinar ultraviolet, dan sebagainya.
Tekanan Hidup
Masa-masa ini sangat menegangkan jika para lansia tidak menyerahkan segala bebannya kepada Tuhan, dan percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi ada dalam kendali Tuhan. Saat itulah para lansia juga harus percaya bahwa Kristus sanggup menolong mereka mengatasi segala macam tekanan hidup. Tekanan ini akan lebih ringan jika orang lanjut usia menyadari bahwa Tuhan selalu menyertai anak-anaknya, sesuai dengan janji-Nya: “Aku tidak akan meninggalkan kamu dan tidak meninggalkan kamu…” (Ulangan 31:5).
Misalnya sikap pilih kasih terhadap cucu, dendam terhadap kesalahan seseorang, dan bersikap kasar terhadap orang lain merupakan beberapa contoh tekanan rasa bersalah pada lansia. Perasaan malu, menyesal, tidak mampu memaafkan diri sendiri dan merasa tidak layak dihadapan Tuhan langsung muncul. Satu-satunya obat mujarab untuk menyembuhkan segala kesalahan adalah pengampunan melalui darah Yesus Kristus.
Yang harus kita lakukan sekarang adalah mengakui segala dosa kita dan percaya bahwa Yesus telah mengampuni kita dan Dia tidak lagi mengingat dosa-dosa kita (Yeremia 31:34).
Tetap Sehat Diusia Lanjut
- TEKANAN DARAH TINGGI (HIPERTENSI)
- KENCING MANIS (DIABETES MELLITUS)
- RADANG SENDI (ARTRITIS/REMATIK)
- PIKUN (DEMENSIA)
- JANTUNG KORONER
- STROKE
- KANKER
- KERAPUHAN TULANG (OSTEOPOROSIS)
- SALAH GIZI (MALNUTRISI)
- SEMBELIT (KONSTIPASI)
- KEHILANGAN CAIRAN TUBUH (DEHIDRASI)
- KEKURANGAN DARAH (ANEMIA)
- NAFSU MAKAN HILANG (ANOREKSIA)
- KATARAK
Definisi: Artritis adalah penyakit yang menyerang sendi, tulang, otot atau jaringan tubuh di sekitar sendi. Tanda : Ucapan tidak runtut, gangguan daya ingat, gangguan pengetahuan diri dan lingkungan, ketidakstabilan emosi (mudah marah, cepat berubah, dll). Konsumsi makanan bergizi, seperti telur, vitamin B12, makanan mengandung zat besi, kacang-kacangan, tepung terigu utuh dan biji-bijian;
Penyebab : Makanan tinggi kolesterol, kurang olah raga, merokok, darah tinggi, kadar lemak darah tinggi, obesitas, diabetes, stress, jenis kelamin, umur, keturunan, menopause (bagi wanita), stroke otak, kolesterol darah tinggi. Makan makanan yang rendah kolesterol, seperti sayuran hijau, buah-buahan, ikan yang mengandung omega-3, kacang-kacangan; Makan makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah-buahan, sayuran hijau, kacang-kacangan, minyak ikan, bawang bombay;
Definisi: Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh adanya gangguan pada mekanisme pergantian sel sehingga merusak DNA. Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayur, makanan yang mengandung protein, vitamin A, C dan E; Definisi: Osteoporosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan kalsium pada tulang dan melemahnya kemampuan tulang untuk menghindari patah tulang.
Konsumsilah makanan yang rendah lemak dan kaya vitamin D, seperti ikan, mentega, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Penyebab: Kurang mengonsumsi makanan kaya serat, kurang berolahraga, menggunakan obat-obatan yang mengandung antikolinergik, dan dehidrasi (kehilangan cairan tubuh). Definisi: Anemia adalah penyakit kekurangan sel darah merah dalam tubuh atau kekurangan leukosit dan neutrofil.
Penyebab : Demensia, depresi, isolasi, ketidakpedulian terhadap makanan, pelupa, berkurangnya kemampuan kognitif, kebiasaan kurang makan, dan lain sebagainya. Mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E seperti minyak sayur, sayuran hijau, kacang-kacangan, hati dan ikan; Kembangkan hobi seperti menanam tanaman hias, memelihara hewan peliharaan (burung, ikan), mengoleksi barang antik, menyanyi, mengarang dan lain sebagainya.
Kematian
Penghakiman ini menandakan peneguhan keselamatan mereka, dimana mereka harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia. Firman Tuhan dalam kitab Wahyu 20:12 mengatakan, “Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatannya, menurut apa yang tertulis di dalam kitab-kitab itu.” (Bandingkan Yohanes 3:16.) Surga adalah tempat yang sempurna dimana kita akan hidup bersama Tuhan, tanpa penderitaan, penyakit, kesedihan atau air mata, dll.
Oleh karena itu, kematian di dalam Kristus berarti masuk ke dalam kemuliaan Allah dan persekutuan dengan Yesus dalam kekekalan. Orang yang percaya kepada Yesus sangat berharga di mata Tuhan, baik hidup maupun mati.
Stress Dan Relaksasi
Namun Tuhan berjanji akan selalu menguatkan kita dalam menghadapi penderitaan atau cobaan berat, sesuai janji-Nya dalam 1 Korintus. Cobaan yang kamu alami adalah cobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Hati yang gembira adalah obat ajaib untuk mengurangi stres, sebagaimana firman Tuhan: “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 17:22); Tuhan Yesus berkata: “Oleh karena itu, jangan khawatir tentang hari esok, karena hari esok mempunyai masalahnya sendiri.
Jangan meratapi masa lalu yang mungkin mengecewakan anda, tetapi ubah kegagalan masa lalu untuk menjalani masa depan dengan lebih baik. Jadi jangan biarkan kegagalan menghalang kita untuk terus maju, sebaliknya jadikan kegagalan sebagai pengalaman berharga untuk belajar memperbaiki diri. Nasihat rasul Paulus dalam Filipi 4:13 berkata, "Aku dapat menanggung segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."
Tetap Bugar Di Usia Lanjut
Selain itu, olahraga juga dapat mencegah penyakit yang muncul seiring dengan proses penuaan. Memperlancar peredaran darah dalam tubuh, sehingga menurunkan tekanan darah dan mencegah tekanan darah tinggi; Menurunkan kadar lemak dalam tubuh sehingga mengurangi berat badan berlebih dan mencegah obesitas;
Jalan kaki merupakan olah raga yang paling mudah dan murah, olah raga ini sangat baik untuk melancarkan peredaran darah dan kekuatan jantung. Bersepeda sangat baik untuk melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan menguatkan otot jantung; Lari merupakan salah satu olahraga yang memiliki banyak manfaat: menguatkan otot, mengecilkan perut, menguatkan otot jantung, memperlancar peredaran darah dan menurunkan berat badan.
Pola pikir yang benar dan lingkungan yang mendukung akan sangat membantu meningkatkan kesehatan mental lansia. Menjalin hubungan dengan orang lain: mereka yang seumuran, lebih tua atau lebih muda melalui kunjungan, korespondensi, telepon, dll. Lansia bisa tetap bugar jika memperhatikan tiga faktor kesehatan berikut: pola makan, olahraga, dan kesehatan mental.
Ibadah berperan penting dalam meningkatkan kerohanian dan pengendalian diri lansia agar diridhai Tuhan. Dalam suratnya kepada Timotius, Rasul Paulus menekankan bahwa ibadah atau olah raga rohani lebih penting dan bermanfaat dibandingkan olah raga. Paulus berkata, “Latihan jasmani memang terbatas, tetapi kesalehan bermanfaat bagi semua orang, karena memberikan harapan baik dalam hidup ini maupun dalam hidup yang akan datang” (1 Timotius 4:8).
Mengendalikan Penuaan
- Kosmetik
- Bedah
- Hormon
- Rekayasa Genetika
- Enzim Telomerase
Enzim yang disebut juga dengan enzim “keabadian” ini dapat mengkondisikan sel manusia agar dapat terus membelah dan hidup lebih lama. Para ahli percaya enzim ini dapat memperlambat proses penuaan, namun ada juga kekhawatiran bahwa enzim ini dapat menyebabkan kanker. Masyarakat yang tinggal di hutan dan pegunungan pada umumnya berumur panjang, sehat dan kuat karena kehidupannya teratur dan seimbang.
Mereka menikmati makanan berbahan alami yang banyak mengandung serat, melakukan aktivitas fisik dengan berjalan kaki beberapa kilometer, dan hidup damai tanpa stres. Salomo berkata dalam Amsal 16:31, “Rambut putih adalah mahkota yang indah, yang diperoleh dengan jalan kebenaran.”
Tetap Berkarya Di Usia Lanjut
Tuhan juga menggunakan para penatua untuk menyatakan kehendak-Nya dan melaksanakan tugas-tugas istimewa. Abraham, pada usia 75 tahun, telah dipanggil oleh Tuhan untuk meninggalkan negaranya dan keluarganya, untuk pergi ke tempat yang tidak diketahuinya; Musa diutus oleh Tuhan pada usia 80 tahun untuk membebaskan bangsa Israel daripada penindasan Firaun di Mesir.
Yosua, pada usia 70 tahun dipilih Tuhan untuk menggantikan Musa yang memimpin bangsa Israel menaklukkan tanah Kanaan;. Yesaya, ketika ia sudah tua, dipanggil oleh Tuhan untuk menubuatkan kedatangan Juruselamat dunia, dan seterusnya. Petrus, dipakai Tuhan untuk menjelaskan dan meyakinkan orang-orang Yahudi bahwa keselamatan bukan hanya untuk orang-orang Yahudi, tetapi juga untuk orang-orang Yunani dan semua bangsa di muka bumi;
Yohanes, dipakai Tuhan untuk mencatat kondisi akhir zaman berdasarkan penglihatan yang diterimanya saat diasingkan ke Pulau Patmos. Meski harus menghadapi banyak rintangan dan penderitaan berat, ia tetap setia dan tekun menjalankan pelayanannya hingga akhir hayatnya. Hal ini tidak perlu terjadi jika para lansia menyadari bahwa kegagalan atau keberhasilan seseorang memasuki masa tua relatif bergantung pada seberapa giatnya seseorang mengasah daya intelektualnya.
Sebaliknya jika ia tidak menajamkan pikirannya atau jarang, malah menutup diri, atau malas melakukan sesuatu, ia akan segera menderita karena usia tua. Namun ia tetap mempunyai kekuatan batin yang dapat mendorongnya untuk mengembangkan potensi-potensi lain yang ada dalam dirinya.
Tidur dan Istirahat
Fase ketiga ini memakan waktu sekitar 15-30 persen dari total waktu tidur dan merupakan fase pemulihan dari pekerjaan fisik dan mental yang berat seharian. Olahraga dapat menyegarkan otot-otot tubuh dan merangsang daya kerja jantung, sehingga kita sulit tertidur. Berdoalah sebelum tidur, syukuri hari yang diberikan Tuhan, serahkan segala permasalahan kepada Tuhan dan mohon Tuhan menjaga kita di masa istirahat ini;