KARYA TULIS ILMIAH
ZIO (Zingiber Officinale) : Inovasi Balm Terapi Pijat Guna Mengurangi Nyeri Osteoarthritis pada Lansia melalui pendekatan
Implementasi Thibbun Nabawi
Pembimbing : Izzatul Laila, M.Pd.I NIP. 198302162009012007
Disusun oleh :
1. Shellometa Meysa Kamalia (0079323125) 2. Riska Isnani Ramadhani (0076186135)
SMA NEGERI 2 JOMBANG 2024
HALAMAN PENGESAHAN
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA
KATA PENGANTAR
Sesungguhnya pujian hanya untuk Allah, peneliti bersyukur dan memohon pertolongan kepada-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan orang-orang yang menghidupkan sunnahnya.
Karya Tulis Ilmiah dengan judul "ZIO (Zingiber Officinale) : Inovasi Balm Terapi Pijat Guna Mengurangi Nyeri Osteoarthritis pada Lansia melalui pendekatan Implementasi Thibbun Nabawi.” ini tidak dapat terselesaikan tanpa bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Peneliti mengucapkan terimakasih banyak kepada Ibu Izzatul Laila, M.Pd.I selaku guru pembimbing yang telah menyempatkan waktu dan tenaganya untuk membimbing dan mengarahkan peneliti dalam proses penyusunan karya ini. Melalui karya tulis ilmiah ini, peneliti mendapatkan tambahan ilmu dengan penelitian mengenai “ ZIO (Zingiber Officinale) : Inovasi Balm Terapi Pijat Guna Mengurangi Nyeri Osteoarthritis pada Lansia melalui pendekatan Implementasi Thibbun Nabawi ”
Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang pengobatan tradisional dengan metode Islam pada pembaca dan memberikan kontribusi positif dalam upaya menjaga kesehatan, khususnya dalam mengatasi penyakit osteoarthritis pada lansia melalui pemanfaatan tumbuhan obat Zingiber officinale, minyak zaitun, lilin lebah dan praktik terapi pijat dengan pendekatan Islami. Semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan inspirasi, pemahaman, dan manfaat bagi pembaca. Peneliti menyadari bahwa karya ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu peneliti dengan tulus menerima kritik dan saran positif sehingga dapat menjadi evaluasi bagi peneliti untuk perbaikan di masa mendatang.
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN...ii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA...iii
KATA PENGANTAR...iv
DAFTAR ISI...v
DAFTAR GAMBAR...vi
ABSTRAK...vii
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...3
1.3 Tujuan Penelitian...3
1.4 Manfaat Penelitian... 3
1.4.1 Manfaat Teoritis...3
1.4.2 Manfaat Praktis...4
BAB II KAJIAN PUSTAKA...5
2.1 Zingiber Officinale...5
Gambar 2.1 Tanaman Jahe (Zingiber officinale)...5
2.2 Minyak Zaitun...6
2.3 Lilin lebah...6
Gambar 2.3 Lilin Lebah...7
2.4 Terapi Pijat...7
2.5 Nyeri Osteoarthritis...7
2.4 Lansia...8
2.5 Thibbun Nabawi...9
2.6 Theoretical Framework...10
BAB III METODE PENELITIAN...11
3.1 Jenis Penelitian...11
3.2. Subjek dan Objek Penelitian...12
3.3 Instrumen Penelitian...13
3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian...14
3.5 Teknik Pengumpulan Data...14
3.6 Analisis Data...15
BAB IV PEMBAHASAN...18
4.1 ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat...18
1. Jahe atau Zingiber Officinale...19
wax...20
4.2 Cara mengurangi nyeri osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi...22
4.3 ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat mengurangi nyeri Osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi... 24
“(yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan salsabil... 25
BAB V PENUTUP...27
5.1 Kesimpulan...27
5.2 Saran...27
DAFTAR PUSTAKA...29
LAMPIRAN...31
DAFTAR GAMBAR
ABSTRAK
ZIO (ZINGIBER OFFICINALE) : INOVASI BALM TERAPI PIJAT GUNA MENGURANGI NYERI OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA MELALUI
PENDEKATAN IMPLEMENTASI THIBBUN NABAWI Shellometa Meysa Kamalia, Riska Isnani Ramadhani
SMA NEGERI 2 JOMBANG [email protected]
Abstrak: Pada tataran realita nya (Das Sein) kerusakan otot terjadi karena penurunan jumlah serabut otot dan atrofi pada organ dan jaringan tubuh. Menurut KEMENKES, Para lansia pada tahun 2019 terdapat sekitar 25,9 juta jiwa dan akan terus meningkat. Prevalensi osteoartritis di Indonesia sebanyak 55 juta jiwa (24,7%). Idealitanya (Das Sollen) umat Islam menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah, yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, yakni Metode Pengobatan Nabi.
Tujuan Penelitian: 1) Mengetahui ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm t erapi pijat, 2) Mengetahui cara mengurangi nyeri Osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi, 3) Menganalisis ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat mengurangi nyeri osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi. Dengan metode penelitian field research dan pendekatan kualitatif deskriptif peneliti melakukan analisis dan observasi mengenai Inovasi Balm Terapi Pijat Guna Mengurangi Nyeri Osteoarthritis pada Lansia melalui Pendekatan Implementasi Thibbun Nabawi.
Pisau analisis meliputi: Peran ZIO pada Penyakit Osteoarthritis, Peran Balm dalam Terapi Pijat, Pendekatan Implementasi Thibbun Nabawi. Hasil penelitian menyimpulkan: 1) ZIO atau Zingiber Officinale sebagai produk inovasi berbentuk balm herbal dari jahe, minyak zaitun, dan lilin lebah untuk perawatan nyeri osteoarthritis, 2) Kekompleksan konsep thibbun nabawi dalam mengurangi nyeri o steoarthritis pada lansia, 3) Kombinasi efek mekanis pijatan dan senyawa bioaktif jahe menciptakan sinergi yang membantu mengurangi kekakuan sendi.
Kata Kunci: Zingiber Officinale, Osteoarthritis, Thibbun Nabawi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Secara umum, lansia sering kali mengalami nyeri pada persendian. Hal ini disebabkan karena proses degeneratif dari sel-sel yang menua. Nyeri muskuloskeletal kronis pada sendi lutut disebut juga sebagai "nyeri lutut". Nyeri lutut bisa memiliki dampak negatif pada fungsi aktivitas fisik seperti kemampuan berjalan, kesehatan subjektif, partisipasi sosial, dan kualitas hidup di kelompok usia lanjut. Berdasarkan penelitian sebelumnya bahwa tingkat nyeri saat melakukan aktivitas fisik pada lansia dengan nyeri lutut mulai dari yang ringan hingga berat dikarenakan adanya pengaruh pada tingkat aktivitas yang tinggi pada lansia sehingga mengalami peningkatan intensitas nyeri dan kesulitan dalam melakukan aktivitasnya. Hal ini juga dialami oleh sebagian besar lanjut usia yang menderita penyakit tidak menular seperti nyeri sendi.1
Pada tataran realita nya (Das Sein) umumnya, setiap manusia setiap hari akan beraktivitas penuh, seperti menyapu, mengepel, bekerja, memasak, berkendara dan aktivitas lainnya. Semakin banyak beraktivitas lambat Laun tubuh akan lelah dengan sendirinya, bahkan bisa mengalami kerusakan organ tubuh karena terlalu banyak beraktivitas. Sekarang, banyak lansia yang mengalami kerusakan organ tubuh salah satunya adalah kerusakan otot. Kerusakan otot terjadi karena penurunan jumlah serabut otot dan atrofi secara umum pada organ dan jaringan tubuh. Komponen-komponen kapsul sendi pecah dan kolagen yang terdapat pada jaringan penyambung meningkat secara progresif yang jika tidak dipakai lagi, hal ini menyebabkan inflamasi, nyeri, penurunan mobilitas sendi dan deformitas.2 Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (KEMENKESRI), penduduk lansia pada tahun 2019 terdapat sekitar 25,9 juta jiwa dan akan terus meningkat setiap tahunnya. Prevalensi osteoartritis di Indonesia adalah sebanyak 55 juta jiwa (24,7%). Menurut Riset Kesehatan Dasar
1 Yuke Arien Purbasari dan Edy Soesanto, Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Nyeri Sendi Lansia di Posyandu Melati Kelurahan Mugassari Kota Semarang, (Universitas Muhammadiyah Semarang), hlm
2 Syaifurrahman Hidayat Ivan Dwi Arya Putra, Terapi Kompres Jahe Terhadap Tingkat Nyeri Osteoartritis Pada Lansia Di UPT. Puskesmas Guluk-Guluk, Sumenep (Universitas Wiraraja Madura), hlm 53
(RISKESDAS) prevalensi osteoartritis berdasarkan usia sebanyak 5% pada usia
<40 tahun, 30% pada usia 40-60 tahun, dan 65% pada usia >61 tahun. Angka kejadian osteoartritis di Sulawesi Barat sekitar 3,2%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura 2019 didapatkan pasien osteoarthritis.3
Idealitanya (Das Sollen) umat Islam menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan pengobatan yang diajarkan oleh Rasulullah sebagai yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, yakni Metode Pengobatan Nabi, untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Dalam pengobatan melalui pendekatan thibbun nabawi terdapat pengobatan secara farmakologi dan nonfarmakologi. Terapi non farmakologis dapat dilakukan dengan terapi pijat, relaksasi, dan distraksi serta terapi kompres air hangat. Teknik farmakologis dinilai lebih efektif daripada non farmakologis, akan tetapi farmakologis memiliki efek samping yang dapat memperparah penyakit yang diderita oleh lansia jika tidak sesuai dengan anjuran dokter. Adapun metode non farmakologis yang dapat mengontrol rasa sakit. Pengobatan non farmakologis dapat dilakukan dengan penggunaan jahe, minyak zaitun dan lilin lebah.
Berdasarkan pengobatan secara nonfarmakolog yang dipraktekkan oleh Rasulullah SAW yang merupakan warisan masyarakat tradisional pada masa lalu. Selama Rasulullah mendapatkan risalah, metode pengobatan thibbun nabawi berkembang dengan tuntunan dari wahyu Allah. Metode thibbun nabawi yang diajarkan nabi disebut-sebut sebagai pemersatu pengobatan tradisional dan modern saat itu. Tak heran jika kemudian thibbun nabawi menjadi titik tolak perkembangan ilmu kedokteran. Oleh karena itu, inovasi balm menggunakan bahan herbal seperti jahe, minyak zaitun, dan lilin lebah di harapan dapat menjadi alternatif bagi lansia untuk penyembuhan nyeri osteoartritis. Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “ZIO (Zingiber Officinale) : Inovasi Balm Terapi Pijat Guna Mengurangi Nyeri Osteoartritis p ada Lansia melalui pendekatan Implementasi Thibbun Nabawi”
3 Astri Wahyuni, Imran Safei, dkk., Karakteristik Osteoarthritis Genu pada Lansia yang Mendapatkan Rehabilitasi Medik di RSUD Hajjah Andi Depu, (Universitas Muslim Indonesia) hlm 6
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat?
2. Bagaimana cara mengurangi nyeri osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi?
3. Bagaimana ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat mengurangi nyeri Osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat 2. Mengetahui cara mengurangi nyeri Osteoarthritis pada lansia melalui
pendekatan implementasi thibbun nabawi
3. Menganalisis ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat mengurangi nyeri Osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi
1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Manfaat Teoritis
1. Memberikan wawasan baru tentang zingiber officinale dalam pengobatan tradisional khususnya pada penyakit osteoartritis pada lansia
2. Memberikan kontribusi pada ilmu farmakologi dan fitokimia mengenai kandungan kimia aktif dalam jahe, seperti gingerol, shogaol, dan senyawa lainnya, yang diketahui memiliki sifat anti nyeri.
3. Memberikan pemahaman mengenai penyembuhan nyeri dengan cara terapi pijat yang menggabungkan pengobatan herbal dari jahe dengan aspek psikologis.
1.4.2 Manfaat Praktis
1. Untuk alternatif pengobatan non-obat untuk osteoarthritis pada lansia yang memberikan alternatif praktis bagi lansia yang mengalami osteoarthritis dengan mengusulkan penggunaan balm berbahan dasar zingiber officinale.
2. Untuk mengimplementasikan metode thibbun nabawi dalam pengobatan penyakit osteoarthritis sebagai solusi yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat.
3. Untuk mengembangkan inovasi dalam produk balm yang mengandung ekstrak zingiber officinale yang bisa digunakan secara praktis oleh masyarakat.
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Zingiber Officinale
Tanaman jahe (Zingiber officinale) telah lama dikenal baik di Indonesia.
Jahe merupakan salah satu rempah-rempah penting yang berasal dari Asia Tenggara dan dikenal sebagai rimpang berbau harum dan terasa pedas. Adapun klasifikasi tanaman jahe adalah sebagai berikut:
Gambar 2.1 Tanaman Jahe (Zingiber officinale) Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Species : Zingiber Officinale
Tanaman jahe (Zingiber officinale) tergolong tanaman herbal, tegak, dapat mencapai ketinggian 40 – 100 cm dan dapat berumur tahunan. Bagian dalam berwarna kuning pucat. 4
4 Sutrisno Koswara, Jahe, Rimpang Dengan Sejuta Khasiat, (Sinar Harapan Library), hlm. 1
2.2 Minyak Zaitun
Gambar 2.2 Minyak Zaitun
Minyak zaitun memiliki manfaat yang beragam. Diantaranya memberikan rasa relaksasi, melenturkan otot-otot yang kaku, meredakan nyeri otot secara keseluruhan dan untuk menyembuhkan kulit kering. .Minyak Zaitun mengandung vitamin E yang bersifat antioksidan. Kandungan minyak zaitun bagi kesehatan kulit diantaranya olive oil, BHT, mineral oil, serta Terminalia bellerrica fruit atau yang disebut juga dengan buah mojokeling.5
2.3 Lilin lebah
Gambar 2.3 Lilin Lebah
5 Sri Rahayu, Wahyudi Qorahman MM, dan Novita Sari, Pengaruh Massage Teknik Effleurage Dengan Minyak Zaitun Terhadap Tingkat Nyeri Pada Penderita Asam Urat, (STIKES Borneo Cendekia Medika), hlm 35
Pada umumnya lilin lebah (Beeswax) adalah lilin alami yang diproduksi dalam sarang lebah oleh lebah madu. Lilin lebah adalah sejenis ester dari asam lemak dan berbagai alkohol rantai panjang. Lilin lebah merupakan polimer yang paling tua penerapannya oleh manusia selain getah kaca, tanduk, cangkang kura- kura dan shellac. Lilin lebah ini biasa dikatakan lilin organik karena tidak mengeluarkan asap hitam, aman bagi penderita asma, ramah lingkungan, dan mempunyai kelebihan lain yakni tidak mudah patah serta lebih tahan lama dibandingkan lilin lain ketika dibakar. Lilin ini juga bermanfaat sebagai aroma terapi karena berbau khas dan beraroma tanam-tanaman.6
2.4 Terapi Pijat
Pijat merupakan salah satu bentuk terapi alternatif yang banyak digunakan untuk meredakan gejala penyakit tertentu. Terapi ini tidak hanya dapat memberikan efek relaksasi, tetapi juga efektif untuk mengatasi stres dan meredakan nyeri. 7 Terdapat intervensi lain untuk mengatasi permasalahan nyeri osteoarthritis yaitu terapi pijat dengan balm yang terdiri dari bahan herbal seperti jahe, minyak zaitun, dan lilin lebah yang dapat mengurangi nyeri. Dampaknya dapat memberikan pengaruh baik terhadap kekakuan sendi.
2.5 Nyeri Osteoarthritis
Osteoarthritis merupakan jenis penyakit arthritis yang paling sering terjadi khususnya pada kalangan lanjut usia atau biasa disebut penyakit degeneratif.
Osteoarthritis ini bersifat kronik dan progresifnya lambat sehingga menyebabkan inflamasi ringan dan seringkali tidak meradang. Osteoarthritis adalah salah satu penyebab utama morbiditas, dan kecacatan fisik. Penyakit ini dapat menyerang berbagai sendi, tetapi seringkali dirasakan pada sendi yang menopang beban tubuh yaitu persendian lutut.8
6 Nia Veronika, Azwar Harahap, Deny Setiawan, Prospek Perkembangan Industri Lilin Lebah Di Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar (Universitas Riau) hlm 1061
7 Dr. Sienny Agustin, Pijat, Mengenal Jenis dan Manfaatnya untuk Kesehatan, (Alodokter, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia) hlm
8 Ra’ida Afiffa Aurelia S.H.P, M. In’am Ilmiawan, dan Darmawan, Faktor-Faktor yang
Berhubungan dengan Kejadian Osteoartritis Lutut pada Petani di Desa Bhakti Mulya Kecamatan Bengkayang, (Universitas Tanjungpura), hlm 2
Osteoarthritis (OA) adalah bentuk arthritis yang paling umum, menyerang 1 dari 3 orang di atas usia 65 tahun dan lebih banyak dialami oleh wanita daripada pria.12 Wanita memiliki prevalensi OA yang lebih tinggi, nyeri dan peradangan klinis, penurunan volume tulang rawan, kesulitan fisik, dan parameter dan dimensi sendi yang lebih kecil, dibandingkan dengan pria. Di atas usia 50 tahun (yang mendekati usia menopause), kejadian OA meningkat lebih tajam pada wanita dibandingkan dengan pria, sehingga memunculkan dugaan bahwa hormon ovarium memainkan peran protektif terhadap kesehatan sendi. Penyebab pasti dari OA tidak diketahui. Penyebab osteoarthritis adalah multifaktorial. Faktor risiko utama pada OA ialah usia, jenis kelamin perempuan, obesitas, aktivitas fisik, faktor genetik, ras, trauma sendi, dan chondrocalcinosis. Kurang bergerak, obesitas dan penyakit metabolisme seperti diabetes dapat memperparah OA.9
2.4 Lansia
Di Indonesia yang dimaksud dengan lanjut usia adalah seseorang yang sudah mencapai usia 60 tahun ke atas. Proses menua merupakan proses dimana terjadinya penurunan fungsi organ dan penurunan perkembangan fisik yang tidak dapat dihindari. Jumlah lansia dari tahun ke tahun terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah harapan hidup. (Ariyanti et al., 2021) Dengan meningkatnya jumlah harapan hidup menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan lanjut usia yang sering disebut penyakit degeneratif semakin meningkat, salah satunya adalah Osteoarthritis. (Hati & Rahmadana Lubis, 2022).
Proporsi lanjut usia di dunia menunjukkan peningkatan setiap tahunnya dimana menurut World Health Organization (WHO) angka penduduk berusia 60 tahun ke atas, saat ini akan terus meningkat dari 1 miliar masuk ke tahun 2020 akan menjadi 1,4 miliar. Lalu pada tahun 2050, Populasi lansia di dunia akan berlipat ganda menjadi (2,1 miliar). (WHO, 2022).
Lansia juga akan mengalami masalah kesehatan yang diakibatkan oleh penuaan biasanya sering menyerang pada bagian sendi yaitu osteoarthritis, osteoarthritis adalah peradangan kronis di sendi yang mengakibatkan kerusakan jaringan pada tulang rawan. Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang
9 Ni Putu Swastini, Helmi Ismunandar, Risal Wintoko, dkk, Faktor Resiko Osteoarthritis, (Universitas Lampung), hlm 50
terjadi pada persendian yang melibatkan kartilago, lapisan sendi, ligamen, dan tulang sehingga dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan pada sendi. Gejala osteoarthritis umumnya berkembang secara bertahap seiring waktu. (Kemenkes, 2023).
2.5 Thibbun Nabawi
Thibbun Nabawi adalah segala bentuk perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad SAW yang hanya berkaitan dengan masalah pengobatan, penyakit dan perawatan kesehatan dan penyembuhan. Adapun jenis-jenisnya seperti ruqyah syariyyah, terapan atau praktek, herbal , kolaborasi keseluruhan (metode campuran), dimana harus fokus pada pemeliharaan pola makan dan minum, pola tidur dan pola mandi.10 Sebagian besar bahan yang digunakan dalam thibbun nabawi adalah makanan sehat. Selain itu, bagian lain dari thibbun nabawi adalah bahan-bahan alami seperti tanaman berkhasiat obat yang juga sangat bermanfaat.
Banyak bahan bahan alami yang terdapat di Indonesia sebenarnya sangat potensial untuk memelihara kesehatan saat pandemi dan sesuai dengan thibbun nabawi (Nurfauzi, 2021).11
10 Ingrid Weddy Viva Febrya, dan Maryunis, Pemberdayaan Ibu Dalam Menjaga Kesehatan Keluarga Selama Pandemi Covid-19 Melalui Pelatihan Thibbun Nabawi Secara Daring, (Stikes Payung Negeri) hlm 163
11 Lasimin, Tatang Tajudin, dan Nikmah Nur Rochmah, Aplikasi Swamedikasi Thibbun Nabawi Untuk Peningkatan Imunitas Di Masa Pandemi Covid-19, (Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap) hlm 138
2.6 Theoretical Framework
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan field research, yaitu penelitian yang pengumpulan datanya dilakukan di lapangan, seperti di lingkungan masyarakat, lembaga-lembaga dan organisasi kemasyarakatan dan lembaga pemerintahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yakni suatu penelitian yang bertujuan untuk menerangkan fenomena sosial atau suatu peristiwa dengan menitikberatkan pada aspek realitas sosial dan tingkah laku. Hal ini sesuai dengan definisi penelitian kualitatif yaitu suatu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan dari perilaku yang dapat diamati.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana peneliti tidak hanya mengumpulkan data dari sisi kualitasnya saja, tetapi juga ingin memperoleh pemahaman yang lebih dalam di balik fenomena yang berhasil didapat. Hal ini disebabkan karena penelitian kualitatif mempunyai hubungan yang erat dengan realitas sosial sebagai suatu fenomena dan ini sejalan dengan pengertian dari penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang menitikberatkan pada aspek realitas sosial dan tingkah laku manusia
Sedangkan metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dimana suatu penelitian menggambarkan sifat-sifat atau karakter individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu. Penelitian deskriptif merupakan suatu penelitian yang tujuan utamanya dimaksudkan untuk memaparkan apa adanya atau apa yang ada sekarang, namun secara metodologis penelitian ini termasuk dalam lingkup penelitian lapangan. Penelitian deskriptif memiliki beberapa hal yang dapat dideskripsikan pada hasil penelitian, yakni menggambarkan, menjelaskan, menganalisis, ataupun mengevaluasi hasil kegiatan penelitian. Penelitian deskriptif mempelajari masalah- masalah dalam masyarakat, tata cara yang berlaku dalam masyarakat dan situasi- situasi, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-
pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruhnya dari suatu fenomena. Dalam penelitian ini, yang dipelajari oleh peneliti meliputi pengoptimalan peran media sosial bernuansa Islami dan accelerated puberty.
3.2. Subjek dan Objek Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, subjek penelitian berupa semua informasi yang memberikan data-data yang mendukung penelitian ini. Dalam penelitian ini, subjek penelitiannya, yaitu guru PAI: Ibu Izzatul Laila, M.Pd.I dan guru Matematika:
Bapak Raden Abdul Ghani S.Pd, M.Mpd. Peneliti dalam hal ini mengumpulkan data berdasarkan observasi situasi yang wajar, bersahabat sebagaimana adanya tanpa pengaruh yang merekayasa terhadap subjek penelitian tersebut. Mengacu pada pendapat Lexy J. Moleong, yang menyebutkan "sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain." karena itu, jenis data dalam penelitian ini berupa kata-kata dan tindakan, sumber data tertulis, dan dokumentasi berupa foto).
Objek penelitian adalah suatu sasaran ilmiah dengan tujuan dan kegunaan tertentu untuk mendapatkan data tertentu yang mempunyai nilai, skor atau ukuran yang berbeda. Objek penelitian merupakan sasaran untuk mendapatkan data sesuai tujuan dan kegunaan tertentu. Adapun objek penelitian yang penulis teliti adalah peran media sosial bernuansa Islami dan accelerated puberty Sampel dapat berupa hal, peristiwa, manusia, dan situasi yang diobservasi.
Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, tetapi oleh Spradley dinamakan "social situation" atau situasi sosial yg terdiri atas tiga elemen yaitu: tempat (place), pelaku (actors), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Pada situasi sosial atau objek penelitian ini, peneliti dapat mengamati secara mendalam aktivitas (activity) orang- orang (actors) yang ada pada tempat (place) tertentu. Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, karena penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi, tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situasi sosial yang memiliki kesamaan dengan situasi sosial pada kasus yang dipelajari. Sampel dalam penelitian kualitatif bukan dinamakan responden, tetapi sebagai narasumber, atau partisipan, informan,
teman dan guru dalam penelitian. Sampel dalam penelitian kualitatif juga bukan disebut sampel statistik, tetapi sampel teoritis, karena tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menghasilkan teori.
Pada penelitian kualitatif, peneliti memasuki situasi sosial tertentu, melakukan observasi dan wawancara kepada orang-orang yang dipandang tahu tentang situasi sosial tersebut. Penentuan sumber data pada orang yang diwawancarai dilakukan secara purposive, yaitu dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu. Hasil penelitian tidak akan digeneralisasikan ke populasi karena pengambilan sampel tidak diambil secara random. Hasil penelitian dengan metode kualitatif hanya berlaku untuk kasus situasi sosial tersebut. Hasil penelitian tersebut dapat ditransferkan atau diterapkan ke situasi sosial (tempat lain) lain, apabila sinasi sosial lain tersebut memiliki kemiripan atau kesamaan dengan situasi sosial yang diteliti.
Dalam penelitian kualitatif, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan tertentu ini, isinya orang tersebut yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai penguasa sehingga akan memudahkan peneliti menjelajah objek situasi sosial yang diteliti. Snowball sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data, yang pada awalnya jumlahnya sedikit, lama-lama menjadi besar. Hal ini dilakukan karena dari jumlah sumber data yang sedikit itu belum mampu memberikan data yang memuaskan, maka mencari orang lain lagi yang dapat digunakan sebagai sumber data. Dengan demikian, jumlah sampel sumber data akan semakin besar, seperti bola salju yang menggelinding, lama-lama menjadi besar
Menurut Lincoln dan Guba, ciri-ciri khusus purposive sampling, yaitu: 1) Emergent sampling design/sementara, 2) Serial selection of sample units/menggelinding seperti bola salju (snowball), 3) Continuous adjustment or focusing of the sample/disesuaikan dengan kebutuhan, 4) Selection to the point of redundancy/ dipilih sampai jenuh. Jadi, penentuan sampel dalam penelitian kualitatif dilakukan saat peneliti mulai memasuki lapangan dan selama penelitian
berlangsung (emergent sampling design). Caranya yaitu, peneliti memilih orang tertentu yang dipertimbangkan akan memberikan data yang diperlukan; selanjutnya berdasarkan data atau informasi yang diperoleh dari sampel sebelumnya itu, peneliti dapat menetapkan sampel lainnya yang dipertimbangkan akan memberikan data lebih lengkap. Praktek seperti inilah yang disebut sebagai "serial selection of sample units", atau dalam kata- kata Bogdan dan Biklen dinamakan "snowball sampling technique".
Berdasarkan buku Prosedur Penelitian oleh Arikunto menjelaskan bahwa syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam menentukan sampel berdasarkan tujuan tertentu, yaitu :
(1) Pengambilan sampel harus didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat atau karakteristik tertentu, yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
(2) Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.
(3) Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuluan.
Berdasarkan pendapat di atas, maka penentuan sampel yang diambil adalah tujuh orang memiliki kemampuan overhead throw dan sidehand throw dengan baik, guru PAI: Ibu Izzatul Laila, M.Pd.I dan guru Matematika: Bapak Raden Abdul Ghani S.Pd, M.Mpd. Penambahan sampel dihentikan manakala datanya sudah jenuh. Dari berbagai informan, baik yang lama maupun yang baru, tidak memberikan data baru lagi. Bila pemilihan sampel atau informan benar-benar jatuh pada subjek yang benar-benar menguasai situasi sosial yang diteliti (objek), maka merupakan keuntungan bagi peneliti, karena tidak memerlukan banyak sampel lagi, sehingga penelitian cepat selesai.
3.3 Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti sebagai instrumen sekaligus pengumpul data, maka kehadiran peneliti di lapangan sangat penting yaitu sebagai pengamat penuh, peneliti langsung mengawasi atau mengamati objek penelitian dan diketahui oleh subyek penelitian. Dalam penelitian kualitatif, peneliti disebut the researcher is the
key instrument, peneliti merupakan instrumen kunci, sekaligus sebagai instrumen pengumpul data, dimana jiwa dan raga peneliti ikut menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penelitian ini. Nasution menyatakan bahwa dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian yang utama. Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif sangat rumit, yaitu peneliti sekaligus perencana, pelaksana, pengumpul data, penganalisis, penafsir data, dan pada akhirnya ia menjadi pelopor hasil penelitiannya.
3.4 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Jombang yang terletak di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo 1, Sengon, Jombang. Penelitian ini dimulai pada tanggal 16 Maret 2023-15 April 2023.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian, disamping perlu menggunakan metode penelitian yang cepat, juga perlu memilih teknik dan alat pengumpulan data yang relevan.
Penggunaan teknik operasional dan alat pengumpulan data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Observasi
Observasi adalah cara untuk mengumpulkan data dengan mengamati atau mengobservasi objek penelitian atau peristiwa baik berupa manusia, benda mati, maupun alam. Adapun dalam pelaksanaan teknik observasi pada penelitian ini adalah menggunakan observasi partisipan. Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan, peneliti ikut melakukan apa yang dikerjakan oleh sumber data, dan ikut merasakan suka dukanya. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak.
2. Wawancara Mendalam
Metode wawancara adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan yang dilaksanakan dengan melakukan tanya jawab lisan secara sepihak, berhadapan muka, dengan arah dan tujuan yang telah ditentukan. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam.
Teknik pengumpulan ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri, atau setidak-tidaknya pada pengetahuan dan keyakinan pribadi.
Metode wawancara untuk penelitian ini digunakan sebagai pedoman dalam melakukan penelitian. Dalam hal ini peneliti memakai teknik wawancara mendalam, yaitu dengan menggali informasi mendalam mengenai pengoptimalan peran media sosial bernuansa Islami dan accelerated puberty.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah metode mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan sebagainya. Metode dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang ditujukan kepada subjek penelitian. Metode dokumentasi memiliki arti yang sangat penting dalam penelitian kualitatif karena secara jelas dokumentasi memberikan gambaran mengenai peristiwa atau kejadian yang terdapat pada subjek dan objek penelitian pada saat tertentu sehingga peneliti mampu memberikan gambaran maupun penafsiran sesuai dengan informasi dan pesan yang terdapat dalam dokumentasi tersebut. Dengan kata lain, dokumentasi adalah cara untuk memperoleh data dengan jalan mengadakan pencatatan terhadap dokumen- dokumen yang ada di lokasi penelitian. Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang ZIO (Zingiber Officinale) : Inovasi Balm Terapi Pijat Guna Mengurangi Nyeri Osteoarthritis pada Lansia melalui pendekatan Implementasi Thibbun Nabawi.
3.6 Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan permasalahan yang terjadi di lapangan sesuai
dengan data dan fakta secara apa adanya, yang diperoleh melalui observasi, wawancara terhadap informan, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis, kemudian dianalisis secara kualitatif untuk mencapai kejelasan masalah yang dibahas. Analisis data kualitatif adalah suatu cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif analitis, yaitu yang dinyatakan oleh responden secara tertulis dan lisan diteliti kembali dan dipelajari sebagai suatu yang utuh.
Setelah analisis data selesai maka hasilnya akan disajikan secara deskriptif, yaitu dengan mengemukakan dan menggambarkan apa adanya sesuai dengan permasalahan yang diteliti. Dari hasil tersebut kemudian ditarik suatu kesimpulan yang merupakan jawaban atas permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.
Langkah yang ditempuh untuk menganalisis data yang terkumpul dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Reduksi data, adalah bagian dari proses analisis untuk mempertegas, memperpendek, membuat fokus, membuang hal yang tidak penting dan mengatur data sehingga dapat dibuat kesimpulan.
2. Display data (Sajian data), adalah suatu susunan informasi yang memungkinkan dapat ditariknya suatu kesimpulan penelitian
3. Penarikan kesimpulan, yakni kesimpulan akhir pada penelitian kualitatif tidak akan diterima kecuali setelah proses pengumpulan data berakhir.
Kesimpulan yang dibuat perlu diverifikasi dengan cara melihat atau mempertanyakan kembali sambil meninjau secara sepintas pada catatan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat.
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat
ZIO atau Zingiber Officinale sebagai produk inovasi berbentuk balm herbal dari jahe, minyak zaitun, dan lilin lebah untuk perawatan nyeri osteoarthritis. ZIO diaplikasikan pada sendi otot dengan menggunakan teknik terapi pijat. Terapi pijat ini mampu menstimulasi kutaneus dan dapat menurunkan nyeri serta mengurangi ketegangan otot, sehingga muncul respon relaksasi.
Sejalan dengan penelitian (Ulfaturrohmah & Sukraeny 2024), terapi pijat mampu menjadi salah satu terapi yang cukup efektif, dibuktikan dengan penurunan skala tingkat nyeri sesudah dilakukan terapi pijat. Penelitian lainnya (Hernandez- Reif et al., 2001) tentang perbandingan teknik relaksasi dan terapi pijat, didapatkan hasil terapi pijat dinilai lebih efektif, dilaporkan bahwa terapi pijat mampu mengurangi rasa sakit, depresi, kecemasan dan peningkatan kualitas tidur, serta menunjukkan peningkatan kinerja fleksi batang dan nyeri, dan peningkatan serotonin dan dopamin.12 Dalam pembuatan ZIO mengandung beberapa bahan, yaitu :
Gambar 2.2 Bahan-bahan pembuatan ZIO
12 Calvina Natania Komala dan Sondang Ratnauli Sianturi, Efektivitas Terapi Pijat Pada Lansia Dengan Low Back Pain, (Politekkes Kemenkes Aceh, Indonesia) hlm 92
1. Jahe atau Zingiber Officinale
Di Dalam jahe mengandung kadar minyak atsiri dan oleoresin yang sangat tinggi. Minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang memiliki sifat kental dan mudah menguap. Sedangkan oleoresin adalah jenis minyak yang tidak menguap.
Jahe merah berbau harum dan terasa sangat pedas. Bau khas dan rasa pedas itu disebabkan adanya kandungan minyak atsiri dan oleoresin jahe. Jahe yang mengandung zingiberol dan kurkuminoid yang mengurangi peradangan nyeri sendi.
Kandungan lain jahe ialah adanya senyawa gingerol dan shogaol yang berkhasiat untuk mengurangi proses peradangan. Sifatnya hangat, meningkatkan aliran darah untuk mendapatkan efek analgesik dan relaksasi otot. Terapi pijat menjadi metode yang efektif untuk mengurangi nyeri pada sendi dalam tubuh. Ketika dikombinasikan dengan jahe atau Zingiber officinale akan meningkatkan efektivitas terapi pijat.
2. Minyak Zaitun (Olive Oil)
Minyak zaitun (Olive oil) merupakan minyak yang diperoleh dari perasan buah zaitun. Umumnya minyak ini dimanfaat masyarakat untuk memasak, bahan kosmetik, dan bahan bakar. Dalam industri farmasi, komponen minyak zaitun dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu kolompok pertama
(Saponifiables) terdiri dari triasilgliserol, gliserida parsial, ester asam lemak atau asam lemak bebas, dan fosfatida. Kelompok pertama ini mewakili hampir 98% dari keseluruhan komposisi minyak. Kelompok kedua (Unsaponifiables) yang terdiri dari tokoferol, fitosterol, pigmen warna, dan fenolik, hanya berkontribusi sekitar 1- 2% dari komposisi utama minyak. Minyak trigliserida sendiri terutama diwakili oleh asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated) yaitu asam oleat, dan sisanya diwakili oleh sejumlah kecil asam lemak jenuh (saturated) dan lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated) seperti asam linoleat. Minyak zaitun juga mengandung sejumlah vitamin seperti vitamin A, D, dan E serta sejumlah mineral.13
3. Lilin Lebah
13 Ayu Diah Oktavia, Rise Desnita, Desy Siska Anastasia, Potensi Penggunaan Minyak Zaitun (Olive Oil) Sebagai Pelembab,(Universitas Tanjungpura) hlm 5
Lilin lebah atau Beeswax merupakan lilin yang dihasilkan dari sarang lebah Apis mellifera L. atau spesies Apis yang lainya. Lilin ini berbentuk potongan atau pelat kuning atau coklat muda dengan tekstur butiran halus, fraktur non kristalin dan memiliki bau khas namun samar. Untuk menggunakan lilin ini sebaiknya dilelehkan terlebih dahulu karena titik lelehnya yaitu pada suhu 61-65 derajat celcius. Beeswax mengandung lebih kurang 70% ester terutama mirisil palmitat dan juga terdiri dari berbagai monoester, diester, ester hidroksilasi, hidrokarbon, dan asam lemak bebas kandungan ini menyebabkan Beeswax lebih cenderung dalam bentuk wax dibandingkan lemak, karena sebagian besar terdiri dari ester dan hidrokarbon rantai panjang yang merupakan komponen utama dari
wax.14
Tabel 1. Kandungan Lilin lebah
Kandungan Kimia Jumlah (%)
Monoester 35
Diester 14
Triester 3
Hidroksi ester dan poliester 12
Asam ester dan poliester 3
Hidrokarbon rantai panjang 14
Asam lemak rantai panjang 12
Adapun langkah-langkah pembuatan ZIO, terdapat pada Lampiran II.
Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara, ZIO dianggap lebih efisien daripada b alm lainnya. ZIO memiliki kandungan yang beragam, dan tidak memiliki efek
14 Chairunnisa, Rise Desnita, dan Desy Siska Anastasia, Potensi Penggunaan Beeswax Dalam Lipcare (Universitas Tanjungpura Pontianak) hlm 3
samping. Hal tersebut menjadikan ZIO sebagai alternatif balm herbal untuk terapi pijat para lansia ketika mereka mengalami nyeri osteoarthritis yang dapat diketahui dengan pernyataan dari para lansia yang terlampir pada tabel wawancara
3.5. Teknik Pengumpulan Data, dengan kutipan berikut:
Apakah penggunaan balsem cukup efektif dalam mengurangi nyeri?
“Menurut saya untuk sisi manfaatnya memang bagus, namun untuk harganya terlalu mahal”
“Menurut saya untuk pemakaian nya kurang efektif, karena balsem mengandung bahan kimia yang membuat saya takut efek samping dari pemakaiannya secara terus menerus”
Menurut kalian, kalian “Menurut saya ya, untuk “Menurut saya, lebih memilih antara
balsem atau pil alternatif mengurangi nyeri?
melihat dari sisi harganya, saya lebih memilih pil alternatif mengurangi nyeri, karena pil tersebut tergolong lumayan murah daripada balsem”
penggunaan balsem dan pil cukup efektif dalam mengurangi nyeri.
Namun saya terlalu takut dengan efek sampingnya, balsem dan pil alternatif terbuat dari bahan-bahan kimia, yang jika digunakan terus menerus akan berakibat pada organ tubuh (hati) dan juga iritasi pada kulit”
Apakah ada efek samping setelah kalian menggunakan balsem?
“Sejauh ini masih belum ada, semoga saja kedepannya tidak ada efek sampingnya, karena tetangga saya bilang bahwa banyak yang mengalami gatal”
setelah menggunakan balsem”
“Untuk saat ini belum ada, semoga saja tidak menimbulkan efek samping karena bahan pembuatannya berasal dari bahan-bahan kimia”
4.2 Cara mengurangi nyeri osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi
Thibbun nabawi adalah metode pengobatan yang bersumber dari Rasulullah saw. Dengan kata lain, sumber pengetahuan tentang metode thibbun nabawi adalah wahyu (dalil syar'i), baik yang didapatkan dari Al-Qur'an maupun
Sunnah. Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata,
طِ
طِوَيِحْوَلْانِعَهِرِوَدُصُِلْءَرَْبلْانُقََّیَتمُمَلَّسَوَھِیَلعَ ى لَّصَيِ# ِّب نِلْاب ُّ
وَأ (سٌدُحْ هِرَْثكَْأ هِرَْیَغَ ب ُّ
(ةٌَبرَْجَْت.
“Pengobatan Nabi saw. diyakini mendatangkan kesembuhan karena bersumber dari wahyu, sedangkan kebanyakan pengobatan lainnya berdasarkan praduga atau eksperimen.”
Syekh Abu Usamah Salim bin led al-Hilali hafizhahullah berkata,
“Sesungguhnya, istilah thibbun nabawi dimaksudkan untuk semua petunjuk valid dari Rasulullah saw. yang berkaitan dengan masalah pengobatan, yaitu ketika beliau berobat dengannya atau beliau menggambarkan (menjelaskan) kepada orang lain, baik (bersumber dari) ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadits-hadits yang mulia. Hal itu mencakup metode yang bersifat pencegahan (preventif) atau pengobatan (kuratif) yang dijelaskan atau dikabarkan oleh Rasulullah saw.”
Osteoarthritis merupakan gangguan pada sendi yang bersifat progresif, seperti pada tulang rawan sendi, cairan sinovial dan tulang subkondral, dan
menyebabkan terjadinya furs, ulserasi, dan menjadi tipis. Dalam mengurangi nyeri osteoarthritis pada lansia berdasarkan pendekatan thibbun Nabawi. Berbagai metode alami yang berfokus pada penggunaan bahan alami, gaya hidup sehat, serta pendekatan spiritual. Pendekatan ini bersifat holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan emosional dalam pengobatan. Sumber utama thibbun nabawi adalah wahyu yang terdapat dalam Al-Qur’an. Kekompleksan konsep thibbun nabawi dapat diketahui dari penjelasan Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah, salah seorang ulama dan pakar thibbun nabawi tentang syarat-syarat agar suatu metode pengobatan menjadi manjur. Berikut beberapa syarat – syaratnya :
Pertama, ada ketepatan dalam memilih obat sesuai dengan jenis penyakit.
Oleh karena itu, sebelum memilih obat, seorang dokter atau ahli thibbun nabawi harus mampu mendiagnosis penyakit dengan tepat. Kedua, adanya ketepatan dalam menentukan dosis obat yang dibutuhkan, tidak boleh lebih atau lebih sedikit daripada dosis yang dibutuhkan.
Ketiga, adanya ketepatan dalam tatacara penggunaan obat. Sebagai contoh, bal harus dioleskan sebelum dipijat. Keempat, adanya ketepatan dalam waktu pengobatan. Sebagai contoh, balm dapat digunakan untuk pijat saat penyakit osteoarthritis kambuh.
Kelima, tidak terdapat kontraindikasi penggunaan balm tersebut bagi lansia.
Keenam, tidak terdapat penghalang lain yang dapat menghambat kerja balm.
Sebagai contoh, dalam waktu bersamaan, lansia yang sudah melakukan pijat dengan menggunakan balm. Ada perkataan yang senada dengan penjelasan Ibnu Qayyim al-Jauziyah rahimahullah, yaitu perkataan Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah,
“Seluruh tabib telah sepakat bahwa pengobatan suatu penyakit berbeda-beda sesuai dengan perbedaan umur, kebiasaan, waktu, jenis makanan yang dikonsumsi, kedisiplinan, dan daya.” Keberhasilan metode thibbun nabawi sangat tergantung pada kondisi orang yang menggunakannya, yaitu seberapa kuat keyakinan, seberapa bersih jiwanya, dan sebab-sebab lain.
4.3 ZIO (Zingiber Officinale) sebagai inovasi balm terapi pijat mengurangi nyeri Osteoarthritis pada lansia melalui pendekatan implementasi thibbun nabawi
Sejalan dengan penelitian (Ulfaturrohmah & Sukraeny 2024), terapi pijat mampu menjadi salah satu terapi yang cukup efektif, dibuktikan dengan penurunan skala tingkat nyeri sesudah dilakukan terapi pijat. Pijatan ini bekerja dengan cara merangsang reseptor nyeri pada kulit, sementara senyawa aktif jahe menembus lapisan kulit untuk mengurangi inflamasi di area yang bermasalah. Kombinasi efek mekanis pijatan dan senyawa bioaktif jahe menciptakan sinergi yang membantu mengurangi kekakuan sendi, meningkatkan mobilitas, serta memberikan sensasi hangat yang menenangkan. Selain itu, terapi pijat menghindarkan lansia dari obat- obatan yang mengandung bahan kimia, sehingga tergolong aman untuk lansia.
Pembuatan balm ini memberikan efek yang cukup dinamis bagi para lansia, dimana lansia akan terhindar dari adanya obat-obatan yang mengandung bahan kimia, sehingga tergolong aman bagi mereka. selain itu pembuatan balm ini efektif tanpa memberikan efek-efek yang berbahaya, seperti :
Iritasi balm tidak akan menimbulkan efek iritasi karena berasal dari bahan alami yaitu jahe.
Kulit kering
balm memiliki tekstur yang yang padat dan lembut, namun akan meleleh ketika dioleskan ke kulit, sehingga tidak menimbulkan efek kulit kering.
Terdapat 6 bahan yang termasuk dalam thibbun nabawi disebutkan di dalam Al-Qur’an, yaitu jintan hitam (habbatussauda’), madu, kurma, jahe, bawang putih, dan labu kuning.15 Berikut ini Q.S. Al-Insan ayat 17-18 :
15 Munirah, Penggunaan Al-Qur’an Dan Hadist di Balik Komersialisasi Thibbun Nabawi di Media Sosial, (Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya) hlm 93
“Disana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe”
“(yang didatangkan dari) sebuah mata air (di surga) yang dinamakan salsabil
Berdasarkan surat diatas menerangkan bahwa jahe merupakan salah satu minuman yang berasal dari surga, yang dijadikan sebagai minuman berkhasiat.
Sehingga membuat masyarakat banyak yang menggunakan jahe sebagai bahan alami serta sikap penerapan thibbun nabawi.
Secara umum, metode pengobatan dibagi menjadi 2 yaitu metode pengobatan tradisional dan pengobatan modern. Masyarakat banyak menggunakan pengobatan alternatif yang menurutnya lebih terjangkau daripada pengobatan tradisional dan pengobatan modern. Pengobatan alternatif ini menggunakan sejenis pil yang diperkaya dapat sembuh setelah meminumnya, mungkin memang benar akan sembuh. Namun berdampak pada kesehatan lainnya, karena bahan yang terkandung di dalamnya merupakan bahan aktif kimia, dimana jika terus menerus dikonsumsi akan berdampak buruk pada kesehatan hati, lebih tepatnya memperburuk fungsi hati.
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan observasi yang telah dilakukan mengenai ZIO (Zingiber Officinale) : Inovasi Balm Terapi Pijat Guna Mengurangi Nyeri Osteoarthritis pada Lansia melalui pendekatan Implementasi Thibbun Nabawi, maka penelitian menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembuatan inovasi balm herbal yang terdiri dari jahe, minyak zaitun, dan lilin lebah untuk perawatan nyeri osteoarthritis yang diaplikasikan pada sendi otot dengan menggunakan teknik terapi pijat. Terapi pijat ini mampu menstimulasi kutaneus dan dapat menurunkan nyeri serta mengurangi ketegangan otot, sehingga muncul respon relaksasi pada nyeri.
2. Cara penyembuhan nyeri osteoarthritis melalui metode pengobatan thibbun nabawi ala Rasulullah SAW yang berfokus pada penggunaan bahan alami, gaya hidup sehat, serta pendekatan spiritual. Pendekatan ini bersifat holistik, mencakup aspek fisik, mental, dan emosional dalam pengobatan. Sebagai sumber utama wahyu yang terdapat dalam
Al-Qur’an. Sehingga nyeri osteoarthritis pada lansia dapat diobati dengan menggunakan balm herbal berdasarkan pendekatan thibbun nabawi.
3. Kombinasi efek mekanis pijatan dan senyawa bioaktif jahe menciptakan sinergi yang membantu mengurangi kekakuan sendi, meningkatkan mobilitas, serta memberikan sensasi hangat yang menenangkan. Selain itu, terapi pijat menghindarkan lansia dari obat-obatan yang mengandung bahan kimia, sehingga tergolong aman untuk lansia. Sehingga membuat masyarakat banyak yang menggunakan jahe sebagai bahan alami serta sikap penerapan thibbun nabawi.
5.2 Saran
Saran yang dapat dikemukakan antara lain:
1. Untuk masyarakat, disarankan untuk dapat mencoba alternatif balm herbal untuk terapi pijat. Komposisi pada balm herbal dapat membantu untuk penggunaan obat luar, sehingga tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya.
2. Bagi pemerintah dan institusi keperawatan, disarankan untuk mendukung dan memfasilitasi penelitian lebih lanjut terhadap inovasi balm dalam mengobati nyeri osteoarthritis juga peluang pengembangan terapi yang lebih holistik dan terjangkau. Selain itu, perlu adanya regulasi yang memadai untuk memastikan keamanan dan kualitas penggunaan bahan alami dalam konteks pengobatan karena bentuk pengobatan ini berfokus ke tumbuhan alam dimana Indonesia kaya akan rempah.
3. Bagi pemerintah, disarankan mengadakan program edukasi, sosialisasi, maupun kampanye mengenai pentingnya pemanfaatan rempah-rempah tradisional kepada kalangan pelajar maupun masyarakat umum agar kekayaan bangsa Indonesia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.
DAFTAR PUSTAKA
Yuke Arien Purbasari dan Edy Soesanto, Hubungan Antara Aktivitas Fisik Dengan Nyeri Sendi
Lansia di Posyandu Melati Kelurahan Mugassari Kota Semarang, (Universitas Muhammadiyah Semarang), hlm
Syaifurrahman Hidayat Ivan Dwi Arya Putra, Terapi Kompres Jahe Terhadap Tingkat Nyeri
Osteoartritis Pada Lansia Di UPT. Puskesmas Guluk-Guluk, Sumenep (Universitas Wiraraja
Madura), hlm 53
Sutrisno Koswara, Jahe, Rimpang Dengan Sejuta Khasiat, (Sinar Harapan Library), hlm. 1
Sri Rahayu, Wahyudi Qorahman MM, dan Novita Sari, Pengaruh Massage Teknik Effleurage
Dengan Minyak Zaitun Terhadap Tingkat Nyeri Pada Penderita Asam Urat, (STIKES Borneo
Cendekia Medika), hlm 35
Nia Veronika, Azwar Harahap, Deny Setiawan, Prospek Perkembangan Industri Lilin Lebah Di
Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar (Universitas Riau) hlm 1061 Dr. Sienny Agustin, Pijat, Mengenal Jenis dan Manfaatnya untuk Kesehatan, (Alodokter,
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia) hlm
Ra’ida Afiffa Aurelia S.H.P, M. In’am Ilmiawan, dan Darmawan, Faktor-Faktor yang
Berhubungan dengan Kejadian Osteoartritis Lutut pada Petani di Desa Bhakti Mulya Kecamatan
Bengkayang, (Universitas Tanjungpura), hlm 2
Ni Putu Swastini, Helmi Ismunandar, Risal Wintoko, dkk, Faktor Resiko Osteoarthritis,
(Universitas Lampung), hlm 50
Lasimin, Tatang Tajudin, dan Nikmah Nur Rochmah, Aplikasi Swamedikasi Thibbun Nabawi
Untuk Peningkatan Imunitas Di Masa Pandemi Covid-19, (Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali Cilacap) hlm 138
Calvina Natania Komala dan Sondang Ratnauli Sianturi, Efektivitas Terapi Pijat Pada Lansia
Dengan Low Back Pain, (Politekkes Kemenkes Aceh, Indonesia) hlm 92 Ayu Diah Oktavia, Rise Desnita, Desy Siska Anastasia, Potensi Penggunaan Minyak Zaitun (Olive
Oil) Sebagai Pelembab,(Universitas Tanjungpura) hlm 5
Chairunnisa, Rise Desnita, dan Desy Siska Anastasia, Potensi Penggunaan Beeswax Dalam
Lipcare (Universitas Tanjungpura Pontianak) hlm 3
Munirah, Penggunaan Al-Qur’an Dan Hadist di Balik Komersialisasi Thibbun Nabawi di Media
Sosial, (Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya) hlm 93
LAMPIRAN Lampiran I
Lampiran II
1. Cuci jahe hingga bersih menggunakan air mengalir.
2. Potong jahe menjadi kecil kecil, agar mudah untuk di blender
3. Masukkan jahe dan minyak zaitun ke dalam blender
4. Blender dengan halus
5. Masak diatas kompor dengan api kecil
6. Setelah berwarna kecoklatan, diamkan hingga dingin
7. Lalu, peras menggunakan kain yang bersih sampai minyak tersaring semua
8. Campurkan lilin lebah yang sudah di cairkan ke minyak jahe
9. Cetak di wadah tertutup dan simpan di suhu ruang yang tidak terkena langsung sinar matahari.