SALINAN
FEES|DEN
REPUIL|K INDONE3IA
INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESTA
NOMOR
5
TAHUN 2025PERCEPATAN PENINGKATAN AKSES DAN MUTU PETAYANAN XESEHATAN PRIMER DAN PEIAYANAN KESEHATAN IANJTITA}I UNTUK MENDUKUNG
IMPLEMENTASI TRANSFORMASI KESEHATAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Dalam
rangka
mendulnrng implcmentasi transformaeikesehaan
untuk percepetan pcningkatan akscsdan
muhr pelayanan kcsehatan primer dan pelayanan keschatan lanjutan guna mcmberikan manfaat pelayanan keschatan yang merata, aman, dan bermuhr kcpa.da sctiap masyarakat di scluruh wilayatt Indonesia, dengan ini menginstruksikan:Kcpada
l.
Mcnteri l(oordinaor Bidang Fembangunan Manueia dan Kebudayaan;2,
Mcnteri Kcsehatan;3.
McnteriKeuangan;4.
Mcnteri Dalam Ncgeri;5.
Menteri Fercncanaan Fembangunan Nasiond/Kepeh Baden Fetcncanaan Fembengunan Nasiond;6.
Menteri Fendayagunaan Apsratur Ncgaradan
RcformasiBirokrasi;
7.
Kcpala Badan Pcngawasan Keuangan dan Fembangunan;8.
Kcpala Bedan Fengawas Tenaga Nuklir;9.
Direksi Badan Fenyebngara Jaminan Sosial Keeehatan;fO.
Para Gubemun danll.
Pere Bupati/Wdi koa.Untuk
TENTANG
Untuk
PERTAMA
KEDUA
Mengambil langkahJangkah terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk:
a.
melaksanakan kegiatan pemenuhan sarana, prasarana, dan alat kesehatan, serta sumber daya manusia kesehatan untuk penguatan pusat kesehatan rnasyarakat,unit
pelayanankesehatan
di tingkat
desa/kelurahan,pos
pelayananterpadu, laboratorium kesehatan
milik
pemerintah pusat atau pemerintah daerah, dan rumah sakit milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah;b.
merencanakandan
menganggarkan, melaksanakan, memantau, mengevaluasi serta mengendalikan kegiatan percepatan peningkatanakses dan mutu
pelayanankesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan unhrk mendukung implementasi transformasi kesehatan; dan
c.
mengatasi kendaladan
hambatandalam
pelaksanaan kegiatan percepatan peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan.Khusus kepada:
l.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk:a.
melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pelaksanaan Instruksi Presiden; danb.
melaporkan pelaksanaanInstruksi
Presiden kepada Presiden paling sedikitI
(satu) kali dalamI
(satu) tahun atau sewaktu-waktu jika diperlukan.2.
Menteri Kesehatan untuk:a. berkoordinasi dengan Menteri
PerencanaanPembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional dalam
perencanaankegiatan percepatan peningkatan akses
dan
mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan;b,
menJrusun dokumen strategi yang memuat lokasi dan volume pemenuhan sarana, prasarana, alat kesehatan dan/atau peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan;c,
merumuskan . . .PRESIOEN
REPUBL|K INOONESIA
-2-
NEPUEUK INOONESIA
-3-
c.
merumuskan standar dan kriteria sarana, prasarana, alat kesehatan, dan sumber daya manusia kesehatan di pusat kesehatan masyarakat, unit pelayanan kesehatandi tingkat
desa/kelurahan,pos
pelayanan terpadu, laboratorium kesehatanmilik
pemerintah pusat atau pemerintah daerah, dan rumah sakit milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah sebagai acuan dalam rencana pemenuhannya;d.
merumuskankriteria
pemilihan lokasidan
volume pemenuhansarana, prasarana, alat
kesehatan,dan/atau peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan;
e. melakukan pemetaan, penilaian
denganmempertimbangkan hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan
oleh
Gubernur,dan
penetapan sasar.rnpercepatan peningkatan akses
dan mutu
pelayanankesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan di pusat kesehatan masyarakat, unit pelayanan kesehatan
di tingkat
desa/kelurahan, pos pelayanan terpadu, laboratorium kesehatanmilik
pemerintah pusat atau pemerintah daerah, dan rumah sakit milik pemerintah pusatatau
pemerintah daerah, yang membutuhkan sarana, prasarana,dan/atau alat
kesehatan sertapeningkatan sumber daya manusia kesehatan untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan;
f. berkoordinasi dengan Menteri
Keuangan,Menteri Perencanaan Pembangunan
Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Menteri Dalam Negeri dalam rangka sinkronisasi perencanaan dan penganggaran kegiatan percepatan peningkatan akses
dan mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanan kesehatanlanjutan
untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan;g.
men3rusun rancangan besaran pagu anggaran untukpemenuhan sarana, prasarana, alat
kesehatandan/atau peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan;
h.
menJrusundan
menetapkan pedomanumum
danpetunjuk teknis percepatan peningkatan akses dan
mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanankesehatan lanjutan
untuk
mendukung implementasi transformasi kesehatan;l. menyediakan . . .
PRESIDEN
REPUELTK INDONESIA
-4-
i.
menyediakanalat
kesehatan pada pusat kesehatan masyarakat,unit
pelayanan kesehatandi
tingkatdesa/ kelurahan, pos pelayanan terpadu, laboratorium kesehatan
milik
pemerintah pusatatau
pemerintahdaerah, dan rumah sakit milik pemerintah pusat atau pemerintah daerah;
j.
melakukanserah terima alat
kesehatan kepadapemerintah daerah dalam bentuk hibah sesuai dengan ketenhran peraturan perundang-undangan;
k. melakukan pelaporan terhadap
pelaksanaanpemenuhan
sarana, prasarana, alat
kesehatan,dan/ atau peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan dalam kegiatan percepatan peningkatan akses
dan mutu
pelayanan kesehatanprimer
dan pelayanan kesehatanlanjutan untuk
mendukung implementasi transformasi kesehatan kepada Presidenmelalui
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; danl.
berkoordinasi dengan Gubernur, Bupati/Wali kota, dan pimpinan kementerian/lembagaterkait,
pada setiaptahapan dari
perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan kegiatan pertepatan peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutanuntuk
mendukung implementasi transformasi kesehatan.3.
Menteri Keuangan untuk:a. memberikan fasilitasi dan dukungan
teknispenganggaran
yang
diperlukanuntuk
penyediaansarana, prasarana, alat kesehatan,
dan/ataupeningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan dalam rangka percepatan peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan untuk mendukung implementasi transformasi
kesehatan sesuai dengan
ketentLran peraturan perundang-undangandan
kemampuan keuangannegara; dan
b. berkoordinasi dengan Menteri
Kesehatan,Menteri Perencanaan Pembangunan
Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Menteri Dalam Negeri dalam rangka sinkronisasi perencanaan dan penganggaran kegiatan Percepatan peningkatan akses
dan mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanan kesehatanlanjutan
untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan.4. Menteri...
4
REPUBUK INDONESIA
-5-
Menteri Dalam Negeri untuk:
a, melakukan koordinasi dan sinkronisasi
denganGubernur
dan
Bupati/Wali kota terkait pemenuhan sarana, prasarana,dan/atau dat
kesehatan sertasumber daya manusia
kesehatan datram rangka percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanankesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan
untuk mendukung implementasi
transformasi kesehatan;b.
memfasilitasi percepatan proses hibah alat kesehatandari Menteri
Kesehatankepada Gubernur
danBupati/Wali kota;
c.
menyiapkan dukungan kebijakanyang
dibutuhkanuntuk mendorong pemerintah daerah
dalam pemenuhan sarana dan prasarana serta sumber dayamanusia kesehatan dalam rangka
percepatanpeningkatan akses
dan mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanan kesehatanlanjutan
untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan;d.
melakukan fasilitasi dan advokasi kepada Gubernur dan Bupati/Wali kota untuk mengalokasikan anggaran yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk penyediaan sarana dan prasarana serta pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, sertauntuk operasional dan pemeliharaan
sarana,prasarana, dan/
atau alat
kesehatan dalam rangka percepatan peningkatan aksesdan mutu
Pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutanuntuk mendukung implementasi
transformasi kesehatan; dane. melakukan
pembinaandan
pengawasan kepadapemerintah daerah dalam rangka
p€rcePatanpeningkatan akses
dan mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanan kesehatanlanjutan
untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional untuk:
a.
berkoordinasidengan Menteri
Kesehatan dalam perencanaan kegiatan percepatan peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutanuntuk
mendukung implementasi transformasi kesehatan;5
b.
melakukan . . .PRESIDEN
REPUEUK INOONESIA
-6-
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan
Reformasi Birokrasiuntuk
berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan, Gubernur, dan Bupati/Wali kota dalam pendayagrnaan dan memfasilitasi formasi kebutuhan tenaga medis dan tenagakesehatan yang menjadi prioritas pelaksanaan kegiatan percepatan peningkatan
akses dan mutu
pelayanankesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan.
Kepala Badan Pengawasan Keuangan
dan
Pembangunarruntuk:
a. melakukan pendampingan dan
pengawasanakuntabilitas dalam kegiatan percepatan peningkatan akses
dan mutu
pelayanan kesehatanprimer
dan pelayanan kesehatanlanjutan untuk
mendukung implementasi transformasi kesehatan;b.
menyampa.ikan rekomendasi kepada Menteri Kesehatan,Gubemur,
dan Bupati/Wdi kota
terhadap potensi permasalahan yang dapat menimbulkan risiko dalamsetiap tahapan
pelaksanaankegiatan
percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanan kesehatanlanjutan
untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan; danc.
mengoordinasikan pengawasan yang dilakukan olehAparat Pengawasan Intern Pemerintah lainnya dalam pelaksanaan kegiatan percepatan peningkatan akses
dan mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan
untuk
mendukung implementasi transformasi kesehatan.6
7
8.
Kepalab.
melakukan reviu terhadap hasil pemetaan, penilaian,dan penetapan sasaran percepatan peningkatan akses
dan mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan
kesehatan lanjutan yang diusulkan
olehMenteri Kesehatan; dan
c. berkoordinasi dengan Menteri
Kesehatan,Menteri Keuangan, dan Menteri Dalam Negeri dalam rangka sinkronisasi perencanaan
dan
penganggarankegiatan percepatan peningkatan akses
dan
mutupelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan.
8
REPUEUK INDONESIA
-7
-Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklh unhrk berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan, Gubemur, dan Bupati/Wali kota
dalam
mempercepatpemberian izrn dan
inspeksipemanfaatan sarana, prasarana, dan alat kesehatan yang memiliki radiasi dalam kegiatan percepatan peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan
kesehatan
lanjutan untuk mendukung
implementasi transformasi kesehatan.Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan untuk:
a.
mempercepat proses kredensialing unttrk pelaksanaanpelayanan kesehatan yang
menggunakan alat kesehatan yang dibutuhkan dalam kegiatan percepatanpeningkatan akses
dan mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanan kesehatanlanjutan
untuk mendukung implementasi transformasi kesehatan,berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan; dan
b. berkoordinasi dengan Menteri
Kesehatan,Menteri
Keuangan,Ketua
DewanJaminan
Sosial Nasional, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan, dan pihak terkait lainnyauntuk
mendukung harmonisasi pelaksanaan programjaminan
kesehatan nasional termasuk ketahanan dana jaminan sosial kesehatan dengan kegiatan percepatan peningkatan akses dan' mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanankesehatan lanjutan
untuk
mendukung implementasi transformasi kesehatan.1O. Para Gubernur untuk:
a.
melakukan verifrkasidan
validasihasil
pemetaankebutuhan sarana, prasarana, dan/ atau alat kesehatan serta sumber daya manusia kesehatan yang dilakukan
oleh pemerintah daerah kabupaten/kota
unfttkpenguatan pusat kesehatan
masyarakat,unit
pelayanan kesehatandi
tingkat desa/kelurahan, pos pelayanan terpadu, laboratorium kesehatan milik pemerintah daerah kabupaten/kota, dan rumah sakit milik pemerintah daerah kabupaten/kota yang menjadi sasaran percepatan peningkatan aksesdan
mutupelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan;
b.
melakukan.. .9
1
+
I
PRESIDEN
REPUBLTK INDONESIA
-8-
b.
melakukan pemetaan kebutuhan sarana, prasarana, dan/ atau alat kesehatan serta sumber daya manusiakesehatan untuk laboratorium kesehatan
milik pemerintah daerah provinsidan
rumahsakit
milik pemerintah daerah provinsiyang
menjadi sasaran percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanankesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan;
c.
menyampaikan usulan kebutuhan sarana, prasarana, dan/ atau alat kesehatan serta sumber daya manusia kesehatanuntuk
laboratorium kesehatan dan rumah sakit mitik pemerintah daerah provinsi yang menjadi sasaran percepatan peningkatan aksesdan
mutupelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan kepada Menteri Kesehatan;
d,
mengalokasikananggaran yang bersumber
dari anggaran pendapatandan belanja
daerah untukpenyediaan sarana dan prasarana, pemenuhan sumber
daya manusia
kesehatan,serta
operasional danpemeliharaan sararna,
prasarana, dan/atau
alatkesehatan dalam rangka percepatan peningkatan akses
dan mutu pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan;
e.
menyediakan dukungan lahanuntuk
pembangunan sarana dan prasarana serta menyediakan sumber dayamanusia kesehatan termasuk
peningkatan kapasitasnya, dalam rangka percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatanprimer
dan pelayanan kesehatan lanjutan;f.
mengoordinasikan dan memfasilitasi Bupati/Wali kotauntuk
mengusulkan kebutuhan sarana, prasarana, dan/atau alat kesehatan serta sumber daya manusiakesehatan untuk penguatan pusat
kesehatanmasyarakat,
unit
pelayanan kesehatandi
tingkatdesa/kelurahan, pos pelayanan terpadu, laboratorium kesehatan
milik
pemerintah daerah kabupaten/ kota,dan rumah sakit milik pemerintah
daerah kabupaten/kotayang
menjadi sasaran percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanan kesehatanlanjutan
kepadaMenteri Kesehatan;
S,
mengoordinasikan . . .REPUBUK TNDONESIA
-9-
g.
mengoordinasikan dan memfasilitasi Bupati/Wali kota dalam pemenuhan lahan untuk pembangunan saranadan
prasarana, penyediaan sumber daya manusiakesehatan, sarana, prasarana, dan/atau
alatkesehatan,
serta
pelayanan kesehatan dan/atau kegiatan pengampuanuntuk
percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatanprimer
dan pelayanan kesehatan lanjutan;h.
menerima dan melakukan pencatatan terhadap proses hibah alat kesehatan dari Menteri Kesehatan; dani. menginstruksikan pimpinan fasilitas
pelayanankesehatan
untuk
mengoperasikandan
melakukanpemeliharaan alat kesehatan yang
telah diserahterimakan dalam bentuk hibah alat kesehatandari
Menteri Kesehatandalam rangka
percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan.11.
Para Bupati/Wali kota untuk:a,
melakukan pemetaan kebutuhan sarana, prasar€rna,dan/atau alat kesehatan serta sumber daya manusia
kesehatan untuk penguatan pusat
kesehatan masyarakat,unit
pelayanan kesehatandi
tingkatdesa/kelurahan, pos pelayanan terpadu, laboratorium kesehatan
milik
pemerintah daerah kabupaten/kota,dan rumah sakit milik pemerintah
daerahkabupaten/kota
yang
menjadi sasaran percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan;b.
mengalokasikananggaran yang bersumber
dari anggaran pendapatandan belanja daerah
untuk penyediaan sarana dan prasarana, pemenuhan sumberdaya manusia
kesehatan,serta
operasional danpemeliharaan
sarana, prasarana,
dan/atau
alat kesehatandalam
kegiatan percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatanprimer
dan pelayanan kesehatan lanjutan;c.
menyediakan dukungan lahanuntuk
pembangunan sarana dan prasarana serta menyediakan sumber dayamanusia kesehatan termasuk
peningkatan kapasitasnyauntuk
kegiatan percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatanprimer
dan pelayanan kesehatan lanjutan;d.
menyampaikan . . .KETIGA
KEENAM
d.
menyampaikan usulan kebutuhan sarana, prasarana, dan/atau alat kesehatan serta sumber daya manusiakesehatan untuk penguatan pusat
kesehatanmasyarakat,
unit
pelayanan kesehatandi
tingkatdesa/kelurahan, pos pelayanan terpadu, laboratorium kesehatan
milik
pemerintah daerah kabupaten/kotadan rumah sakit milik pemerintah
daerah kabupaten/kotayang
menjadi sasaran percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatanprimer dan
pelayanan kesehatanlanjutan
kepada Menteri Kesehatan;e.
memfasilitasi pemenuhan lahan unhrk pembangunansarana dan
prasarana, penyediaansumber
dayamanusia kesehatan, sarana, prasarana, dan/ atau alat kesehatan,
serta
pelayanan kesehatan dan/atau kegiatan pengampuanuntuk
percepatan peningkatan aksesdan mutu
pelayanan kesehatanprimer
dan pelayanan kesehatan lanjutan;f.
menerima dan melakukan pencatatan terhadap proses hibah alat kesehatan dari Menteri Kesehatan; danS. menginstnrksikan pimpinan fasilitas
pelayanankesehatan
untuk
mengoperasikandan
melakukanpemeliharaan alat kesehatan yang
telah diserahterimakan dalam bentuk hibah alat kesehatandari
Menteri Kesehatandalam rangka
percepatan peningkatan aksesdan mutu
pclayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan.Para Menteri, Kepala Badan, Direksi Badan Penyelenggara
Jaminan Sosial Kesehatan, Gubemur, dan Bupati/Wali kota baik secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri melakukan pemantauan
dan
evaluasi terhadap pelaksanaan Instruksi Presidenini
paling sedikitf
(satu) kali dalamI
(satu) tahunatau sewaktu-waktu apabila diperlukan.
Pendanaan untuk pelaksanaan percepatan peningkatan akses pelayanan kesehatan primer dan pelayanan kesehatan lanjutan
untuk
mendukung implementasi transformasi kesehatan dibebankan pada anggaran pendapatan dan belanja negara, anggaran pendapatan dan belanja daerah, dan sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan penrndang- undangan.Melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan penuh tanggung jawab.
Instruksi
Presidenini berlaku sampai
dengan tanggal3l
Desember 2029.Instruksi . . . KEEMPAT
KELIMA
PNESIDEN
NEPUIUK INDONESIA
- lo-
REPUBUK INDONESIA
- 1l
-Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan.
Dikeluarkan di Jakarta
pada tanggal 14 Februai 2025
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
PRABOWO SUBIANTO
Salinan sesuai dengan aslinya KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
Bidang Perundang-undangan dan Hukunl,
Djaman