PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga tidak mampu, dari keluarga yang memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS) atau yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Adanya kebijakan kartu Indonesia pintar yang berasal dari pusat ini mendorong sekolah untuk menerapkannya secara operasional.
Rumusan Masalah
Batasan Masalah
Sehingga dengan adanya permasalahan diatas maka penulis tertarik untuk melanjutkan penelitian dengan judul “Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar di Kota Bengkulu Dalam Perspektif Siyasah Syariah”.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Bagi peneliti sendiri, penelitian ini merupakan pembelajaran dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam proses perkuliahan.
Kajian Penelitian Terdahulu
Riska Anugrah z naslovom Implementation of the Smart Indonesia Program in Bandar Lampung City (Case Study of SDN 1 Pelita Tanjung Karang Pusat, Enggal District)13. 13 Riska Anugrah, Izvajanje programa Smart Indonesia v mestu Bandar Lampung (študija primera SDN 1 Pelita Tanjung Karang Pusat, Kec. Enggal).
Metode Penelitian
27 Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar (KIP), (Jurnal PDF, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015), h. Kartu Indonesia Pintar (KIP) diluncurkan oleh pemerintah dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
Sistematika Penulisan
LANDASAN TEORI
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor
Mengenai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar dapat dijelaskan sebagai berikut: 21. Program Indonesia Pintar yang selanjutnya disebut PIP adalah bantuan berupa uang tunai yang diberikan oleh pemerintah kepada siswa yang orang tuanya tidak mampu dan/atau tidak mampu membiayai pendidikannya, sebagai kelanjutan dan perluasan tujuan program Bantuan Siswa Miskin (BSM).
Hak-hak Anak dalam Islam
Implementasi Peraturan No. 12 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015 tentang program Indonesia Pintar di Bengkulu. Hal ini dibuktikan dengan masih terdapatnya pelajar yang berasal dari keluarga mampu yang terdaftar sebagai penerima dana Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan masih terdapat pelajar yang tergolong miskin yang tidak terdaftar sebagai penerima Dana Indonesia Pintar. kartu (KIP). Kami berharap dengan adanya Kartu Indonesia Pintar, tidak ada lagi siswa yang putus sekolah karena kekurangan dana.
Kelompok pelaksana dalam kaitannya dengan program Indonesia Pintar adalah pemerintah pusat (dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional, Direktorat Teknis Pendidikan Menengah), dinas provinsi, dinas kabupaten/kota, sekolah, dan lembaga penyalur. Yang dimaksud dengan kelompok sasaran Kelompok tersebut terdiri dari siswa berusia 6 sampai 21 tahun yang memiliki KIP, siswa dari keluarga Program Keluarga Harapan (PKH), ABK dan lain-lain. Peran dan bentuk tanggung jawab instansi dan sekolah dalam penyaluran program Indonesia Pintar. Sedangkan faktor pendukungnya adalah evaluasi program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dilakukan pada setiap periode program mengalami perubahan terutama pada mekanismenya, seperti: 1) Daftar siswa penerima Bantuan tersebut tidak tersinkronisasi.
Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar di Kota Bengkulu dalam perspektif Siyasah Syariah. Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 12 Tahun 2015 tentang Program Indonesia Pintar Dalam Perspektif Kota Bengkulu.
Konsep Kartu Indonesia Pintar (KIP)
- Pengertian KIP
- Tujuan KIP
- Prinsip KIP
- Sasaran KIP
- Pelaksanaan Program KIP
Peran Pemerintah dalam Pendidikan
Dengan hubungan seperti ini, pemerintah tidak mendominasi, memonopoli dan sebagainya terhadap lembaga pendidikan berbasis masyarakat. Permasalahan mahalnya harga buku di sekolah, mahalnya biaya pendidikan atau SPP yang tidak mampu dijangkau oleh kalangan bawah, bahkan di beberapa komunitas, telah memicu emosi di tengah masyarakat - sehingga salah satu teman LSM mengatakan bahwa “orang miskin dilarang pergi ke sekolah". Beberapa peran yang diharapkan dapat dilakukan oleh PNS dalam penyelenggaraan dan penguatan penyelenggaraan pendidikan berbasis masyarakat adalah: peran pengabdian masyarakat, peran fasilitator, peran pendamping, peran mitra, dan peran pendamping. penyandang dana.
Sebagai pelayan masyarakat, pemerintah dalam pengembangan pendidikan berbasis masyarakat sudah seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Sebagai pendamping, pemerintah harus melepaskan perannya dari penentu segala sesuatu dalam pengembangan program pembelajaran menjadi pendamping masyarakat yang harus senantiasa melayani dan memfasilitasi berbagai kebutuhan dan kegiatan masyarakat. Sebagai pendamping, mereka dilatih untuk mampu berkontribusi pada masyarakat dalam menjalankan peran sebagai pendamping.
Sebagai pemberi dana, pemerintah perlu memahami bahwa masyarakat yang mereka layani umumnya adalah orang-orang yang kurang baik, baik di bidang ilmu pengetahuan maupun ekonomi. Pemerintah berperan sebagai penyedia dana yang dapat menunjang segala kegiatan pendidikan yang diperlukan masyarakat, yang disalurkan berdasarkan usulan lembaga pemerintah.
Peran Pemerintah dalam Otonomi Pendidikan Bagi
Belajar untuk belajar bukanlah suatu tujuan, melainkan belajar untuk menjalani hidup dalam arti memiliki kehidupan yang baik. Untuk itu diperlukan modal sebagai modal dasar untuk melaksanakan apa yang diyakininya dapat dijadikan sumber kehidupan dari apa yang telah dipelajarinya. Pemahaman hubungan sekolah dan masyarakat menurut Abdurrachman adalah kegiatan untuk menanamkan dan memperoleh pemahaman tentang itikad baik, kepercayaan, penghargaan dari masyarakat, instansi pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
Hubungan sekolah dengan masyarakat merupakan suatu jaringan interaksi yang ingin dilihat sekolah diterima ditengah-tengah masyarakat guna meraih aspirasi dan simpati dari masyarakat. Hubungan antara sekolah dan masyarakat sangat bermanfaat dan membantu meningkatkan dukungan moral dan pemanfaatan masyarakat sebagai sumber belajar. Bagi masyarakat, mereka dapat belajar tentang sekolah dan inovasi yang dihasilkannya, menyalurkan kebutuhannya untuk berpartisipasi dalam pendidikan, memberikan tekanan dan tuntutan kepada sekolah.
Hubungan sukarela didasarkan pada prinsip bahwa sekolah merupakan bagian integral dari masyarakat. Hubungan dengan sekolah atau hubungan internal dengan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan atau memperkuat pemahaman atas segala kepemilikan materiil dan non materiil sekolah.
Fiqh Siyasah
- Pengertian Fiqh Siyasah
- Politik Islam
- Macam-macam Fiqh Siyasah
- Pengertian Siyasah Dusturiyah
- Ruang lingkup Dusturiyah
- Konsep Negara Hukum dalam Siyasah
Sebagaimana telah dijelaskan di atas, terdapat dua unsur penting dalam Fiqh Siyasa yang saling berkaitan, yaitu: 1. Jazuli, bahwa Fiqh Siyasa (siyasah syar'ijah) tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan (khidmah) tetapi juga dalam waktu dan sama-sama melaksanakannya. fungsi pengalihan (`ishlah). Fiqh Sijasah dalam konteks penerjemahan diartikan sebagai materi yang membahas tentang administrasi negara Islam (politik Islam).
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Fiqh Siyasah adalah hukum yang mengatur hubungan antara pemerintah dengan rakyatnya. 46 Muhammad Iqbal, Fiqh Siyasah‚ Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam, .., hlm. 190 .. oleh ketua negara atau kerajaan dalam peraturan rakyatnya, dalam hal ini berkaitan dengan sistem pendidikan atau dasar pendidikan. Djazuli, Fiqh Siyasah‚ Pelaksanaan Kepentingan Rakyat dalam Tanda-tanda Syariah‛, (Jakarta, Kencana, 2004), hlm. negara, tidak boleh memisahkan negara daripada kerajaan, begitu juga kerajaan mungkin wujud hanya sebagai organisasi yang tersusun dan digunakan sebagai instrumen negara.
56 Hasan Shadili, Pemimpin Redaksi Ensiklopedia Indonesia, .., hal 58 Muhammad Iqbal, Fiqh Siyasa‚ Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam, .., h.dari latar belakang sejarah negara yang bersangkutan, baik jumlah penduduknya, politik dan budaya. 59 Muhammad Iqbal, Fiqh Siyasa‚ Kontekstualisasi Ajaran Politik Islam, .., h. Dalam konteks ini, kekuasaan legislatif berarti kekuasaan atau wewenang pemerintahan Islam untuk menetapkan undang-undang yang akan diambil dan dilaksanakan oleh rakyatnya berdasarkan ketentuan-ketentuan yang ada. telah diwahyukan oleh Allah SWT dalam hukum Islam. 64 Muhammad Iqbal, Fiqh Siyasa‚ Kontekstualisasi Ajaran Politik Islam, .., h. penyesuaian", karena Al-Qur'an dan Sunnah belum merinci cara penyelesaian masalah secara rinci dan pasti. 65.
65 Muhammad Iqbal, Fiqh Siyasa‚ Kontekstualisasi doktrin politik Islam, .., h. 66 Muhammad Iqbal, Fiqh Siyasa‚ Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam, .., hal. 2) Penyelenggaraan pemilu yang lancar (langsung, umum, bebas, rahasia) dan adil (fair and fair) dalam bahasa politik Indonesia secara berkala.
Konsep Kebijakan Publik dalam Islam
Dalam kajiannya Fikh Siyasa, Siyasah Harbijah adalah pemerintahan atau kepala negara yang mengatur dan mengurus hal-hal dan permasalahan yang berkaitan dengan perang, peraturan perang, mobilisasi umum, hak dan jaminan keamanan perang, perlakuan terhadap tawanan perang, rampasan perang dan masalah perdamaian. al-qadha) mencakup tiga wilayah, yaitu: wilayah mazhalim, wilayah qadha, dan wilayah hisbah. 70. Kawasan Hisbah terus ada di sebagian besar negara Muslim hingga awal abad ke-20.
Aturan ini setidaknya dapat diartikan bahwa keputusan-keputusan seorang pemimpin pemerintahan harus selalu berorientasi pada kebaikan masyarakat. Jadi, jika kita berpegang teguh pada kaidah di atas, maka apa yang akan diputuskan oleh seorang pemimpin atau kebijakan apa yang diambilnya hendaknya mempunyai orientasi yang baik, yang akan membawa manfaat bagi orang yang dipimpinnya. Imam Syafiu beranggapan bahwa kedudukan pemimpin dalam suatu pemerintahan sama dengan kedudukan wali anak yatim.
Dapat dipahami dari perkataan Umar di atas bahwa wali anak yatim mempunyai hak penuh atas anak yatim tersebut. Jadi secara tidak langsung, seorang pemimpin harus memutuskan bahwa seorang imam bukanlah orang yang jahat.
GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN
Tugas dan Fungsi Dinas Pendidikan Kota Bengkulu
Dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) ditujukan kepada siswa miskin tingkat SD hingga SMA. Salah satu fenomena yang muncul adalah pemerataan pendidikan dan ketepatan sasaran kebijakan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum sepenuhnya tercapai. Kartu Indonesia Pintar khusus diberikan kepada siswa dari keluarga miskin atau terdampak bencana atau anak yatim piatu.
Ya, Kartu Indonesia Pintar adalah program bantuan yang diberikan pemerintah kepada warganya untuk bisa mengenyam pendidikan.” 85. Penyelenggaraan program Indonesia Pintar merupakan tugas sekolah untuk menginformasikan dan memberikan informasi tentang anak-anak yang tergolong dalam golongan kurang mampu kepada Dinas Pendidikan.” 88. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, penulis dapat menganalisis bahwa penerima Kartu Indonesia Pintar adalah peserta didik yang berasal dari keluarga yang sebenarnya berada pada tingkat tidak mampu dalam hal pembiayaan pendidikan.
Alokasi dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) diutamakan bagi siswa miskin, siswa yang bersekolah atau tidak bersekolah, hingga kembali bersekolah dengan bantuan tersebut. Berdasarkan penjelasan tersebut, program Indonesia pintar belum dapat dikatakan efektif karena belum memenuhi kriteria adil dan bertanggung jawab. Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 12 Tahun 2015 tentang program Indonesia Pintar di Kota Bengkulu adalah dalam pelaksanaan ketentuan Mendikbud telah diwujudkan sedemikian rupa sehingga penerima program Indonesia Pintar Kartu Indonesia adalah peserta didik yang berasal dari keluarga yang sebenarnya berada pada tingkat tidak mampu dalam hal pendanaan pendidikan.
Namun hal tersebut tidak ada artinya karena secara umum penerima manfaat program Indonesia Pintar dikategorikan mampu.
Visi dan Misi Dinas Pendidikan Nasional
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN