PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan pertanyaan penelitian sebagai berikut: Bagaimana implementasi prinsip bagi hasil produk deposito mudharabah pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Kotabumi Kantor Cabang Bandar Lampung terkait dengan ketentuan Fatwa DSN-MUI NO . Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai informasi atau bahan bacaan bagi berbagai kalangan serta memberikan wawasan dan kejelasan kepada masyarakat tentang prinsip bagi hasil di bank syariah.
Penelitian Relevan
Kesamaan antara tesis ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah sama-sama meneliti tentang pembagian bagi hasil. 14 Erliani, Mengelola Pembagian Bagi Hasil Kepada Nasabah di Bank Syariah Mandiri Cabang Palangkaraya, (Palangkaraya: Tidak Diterbitkan, 2012). Makalah berjudul “Implementasi Bagi Hasil Pada Tabungan Sukarela Terhadap Peningkatan Jumlah Penabung” (Studi kasus SHSKUK Mekar Abadi, Desa Notoharjo, Kec.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan bagi hasil dalam tabungan sukarela terhadap peningkatan jumlah nasabah.
LANDASAN TEORI
Pengertian Deposito Mudharabah
Mengenai yang dimaksud dengan simpanan syariah, simpanan yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah, seperti yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional MUI, bahwa simpanan yang diperbolehkan oleh Islam adalah simpanan berdasarkan prinsip mudharabah. Deposito merupakan produk bank yang ditujukan untuk tujuan investasi berupa surat berharga, sehingga perbankan syariah akan menggunakan prinsip mudharabah. Berbeda dengan perbankan klasik yang memberikan kompensasi kepada investor berupa bunga, pada perbankan syariah imbalan bagi investor adalah penyertaan keuntungan sebesar nisbah yang disepakati di awal akad.
Sementara itu, nasabah akan mendapatkan keuntungan berupa bagi hasil yang besarnya sesuai dengan nisbah yang disepakati di awal akad.
Landasan Hukum Deposito Mudharabah
19/9/PBI/2007 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Kegiatan Penghimpunan dan Penyaluran Dana dan Jasa Perbankan Syariah, diubah dengan PBI No. 03/DSN-MUI/IV/2000, bahwa simpanan syariah yang dibenarkan berdasarkan prinsip mudharab dengan ketentuan sebagai berikut: 26. Dalam transaksi ini nasabah bertindak sebagai shahibul maal atau pemilik dana, dan bank bertindak sebagai mudharib atau dana Pengelola.
Dalam kapasitasnya sebagai mudharib, bank dapat melakukan berbagai jenis usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
Jenis-Jenis Deposito Mudharabah
Sedangkan jumlah hari dalam satu bulan yang menjadi penyebut/pembagi adalah hari kalender dari bulan yang bersangkutan dan 31 hari). Pembayaran bagi hasil deposito mudharabah mutlaqah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu pembayaran bagi hasil dilakukan setiap bulan pada tanggal yang sama dengan tanggal pembukaan deposito (anniversary date) dan pembayaran bagi hasil deposito dilakukan pada akhir bulan. Dalam deposito mudharabah muqayyadah, pemilik dana memberikan batasan atau persyaratan tertentu kepada bank syariah dalam pengelolaan investasinya, baik mengenai tempat, cara maupun tujuan investasinya.
Dengan kata lain, bank syariah tidak memiliki hak dan kebebasan penuh untuk menginvestasikan dana tersebut di berbagai sektor bisnis yang diharapkan menghasilkan keuntungan.
Bagi Hasil
- Pengertian Bagi Hasil
- Langkah-Langkah Distribusi Bagi Hasil
- Distribusi Bagi Hasil Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah
Secara rinci arti kata result mengacu pada perolehan atau pendapatan 31 Sedangkan menurut terminologi asing (bahasa Inggris), profit sharing dikenal dengan profit sharing. Bagi hasil adalah pembagian hasil usaha yang dilakukan oleh pihak-pihak yang melakukan akad yaitu nasabah dan bank syariah. 31 Muhammad Kamal Zubair, "Mekanisme Bagi Hasil Pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah", dalam Jurnal PENIPULAN Penelitian Sosial dan Keagamaan, (Parepair: Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Parepair), Vol.
Sehingga bagi hasil yang diperoleh masing-masing pihak bersifat fluktuatif atau tidak pasti dan tidak tetap serta akan berbeda setiap bulannya. Begitu pula dalam urusan bank syariah. jual beli, ijarah dan bagi hasil) terlebih dahulu harus dibiayai dengan modal eksternal, karena sebagian pendapatan utama bank syariah dimiliki oleh investor eksternal atau DPK. Pada prinsipnya hanya sumber dana dengan prinsip mudharabah yang mendapat bagi hasil, atau sumber dana mudharabah yang menjadi bagian dari bagi hasil.
Pemisahan ini dilakukan untuk mengetahui return masing-masing produk dan perhitungan bagi hasil masing-masing. Berdasarkan fatwa diatas, prinsip pembagian bagi hasil yang digunakan dalam perbankan syariah terbagi menjadi 2 yaitu pembagian hasil usaha berdasarkan prinsip bagi hasil dan pembagian hasil usaha berdasarkan prinsip bagi hasil (profit berbagi) dan berbagi kerugian). Bagi hasil adalah sistem bagi hasil berdasarkan total pendapatan yang diterima sebelum dikurangi dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut.
Jika bank syariah tidak jujur dalam menentukan biaya pengurusan dan mudharabah maka akan berdampak kecil pada keuntungan yang dihasilkan dan akan berdampak pada kecilnya bagi hasil yang diterima nasabah bahkan bisa mengakibatkan kerugian. Fakta yang terjadi saat ini penurunan bagi hasil pun akan berdampak pada deposan, apalagi hingga modalnya berkurang.
METODOLOGI PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Sifat Penelitian
- Sumber Data
- Sumber Data Primer
- Sumber Data Sekunder
- Teknik Pengumpulan Data
- Wawancara
- Dokumentasi
- Teknik Analisis Data
59 Wawancara dengan Tn. Iwan Setiawan selaku Kepala BPRS Kotabumi Cabang Bandar Lampung pada Jumat, 4 Januari 2019. 62 Wawancara dengan Sdr. Iwan Setiawan selaku Pemimpin Cabang BPRS Kotabumi Bandar Lampung pada Jumat, 4 Januari 2019. 73 Wawancara dengan Ibu Octa Liestia Pratiwi selaku Manajer Operasional BPRS Kotabumi, Cabang Bandar Lampung pada Jumat, 4 Januari 2019. . e.
78 Wawancara dengan Astriana Sari Selaku Customer Service BPRS Kotabumi Kantor Cabang Bandar Lampung pada Jumat, 04 Januari 2019. 86 Wawancara dengan Astriana Sari Selaku Customer Service BPRS Kotabumi Kantor Cabang Bandar Lampung pada Jumat, 4 Januari 2019. 88 Wawancara dengan Astriana Sari selaku Customer Service Kantor Cabang BPRS Kotabumi Bandar Lampung pada Jumat, 4 Januari 2019.
90 Wawancara dengan Ny. Astriana Sari selaku Customer Service Kantor Cabang BPRS Kotabumi Bandar Lampung pada Jumat, 4 Januari 2019. 94 Wawancara dengan Sdri. Octa Liestia Pratiwi selaku Operations Manager BPRS Kantor Cabang Kotabumi Bandar Lampung pada Jumat, 04 Januari 2019. Wawancara dengan Ibu. Dewi sebagai nasabah simpanan BPRS Kantor Cabang Kotabumi Bandar Lampung pada Jumat, 4 Januari 2019.
Dengan demikian, prinsip bagi hasil yang digunakan BPRS Kotabumi Cabang Bandar Lampung sesuai dengan Fatwa DSN no. Namun sesuai prinsip bagi hasil yang diterapkan BPRS Kotabumi, cabang Bandar Lampung tidak tercantum dalam aplikasi pembukaan rekening deposito.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sejarah BPRS Kotabumi Kantor Cabang Bandar Lampung
Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Kotabumi merupakan salah satu bentuk penanaman modal yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam bentuk badan usaha milik daerah yang bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Syamsurya Ryacudu yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Lampung didampingi oleh Mr. Hairi Fasyah dan Kepala Bank Indonesia Bandar Lampung Bpk. Dahlan dengan modal dasar Rp. Lima belas miliar Rupiah). Pemerintah Kabupaten Lampung Utara memilih badan usaha berbentuk Bank Syariah karena dilatarbelakangi oleh sejarah bank syariah, dimana pada saat krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998, Bank Syariah tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan perusahaan. .
Berdasarkan persentase kepemilikan saham, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara merupakan pemegang saham pengendali (PSP) karena memiliki 99,72% dari seluruh saham PT. Saat ini BPRS Kotabumi memiliki dua cabang yaitu cabang Bandar Lampung dan cabang Panaragan Tulang Bawang Barat serta satu kasir di Bukit Kemuning. BPRS Kotabumi Cabang Bandar Lampung merupakan cabang pertama di Jalan Zaenal Abidin Pagar Alam no.
1 D Gedong Meneng Bandar Lampung dan difungsikan secara resmi pada tahun 2014 yang diresmikan oleh Bapak Herman H.N selaku Walikota Bandar Lampung. 62. Setelah diresmikan, BPRS Kantor Cabang Kotabumi Bandar Lampung dipimpin oleh Bpk. Iwan Setiawan hingga Juli 2017. Bpk. Iwan Setiawan kemudian dipindahkan ke BPRS Kotabumi, kantor cabang Panaragan Tulang Bawang Barat dan manajemennya digantikan oleh Bpk. Nur yang sebelumnya adalah manajer BPRS Kotabumi, kantor cabang Panaragan Tulang Bawang Barat.
Tn. Iwan Setiawan kembali memimpin kantor cabang BPRS Bandar Lampung Kotabumi pada November 2017 hingga sekarang.
Dasar Hukum BPRS Kotabumi Kantor Cabang Bandar
Pembiayaan dengan sistem bagi hasil dimana BPRS Kotabumi dan nasabah sama-sama memberikan kontribusi modal. Produk simpanan mudharabah di BPRS Kotabumi menawarkan pilihan jangka waktu dan nisbah bagi hasil yang berbeda. Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nisbah bagi hasil BPRS KC Kotabumi Bandar Lampung bulan Desember 2018 untuk produk simpanan dengan jangka waktu 1 bulan adalah 40% untuk nasabah dan 60% untuk bank.
Ibu Octa selaku manajer operasional menyampaikan bahwa dalam pembagian bagi hasil di BPRS Kotabumi kantor cabang Bandar Lampung menggunakan sistem penerimaan aktual (cash basis) dan prinsip bagi hasil usaha menggunakan prinsip bagi hasil (profit sharing) . . Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat diketahui bahwa perhitungan pembagian bagi hasil yang akan diterima oleh deposan BPRS Kotabumi di kantor cabang Bandar Lampung menggunakan metode sentralisasi dimana bagi hasil dihitung di kantor pusat sehingga bagi hasil untuk semua kantor cabang adalah sama. 82 Wawancara dengan Ny. Octa Liestia Pratiwi selaku Manager Operasional BPRS Kantor Cabang Kotabumi Bandar Lampung pada Jumat 4 Januari 2019.
Untuk menghitung besarnya bagi hasil yang akan dibagikan kepada nasabah BPRS Kotabumi, digunakan rumus perhitungan sebagai berikut: 85. Untuk mempelajari cara menghitung hasil BPRS Kotabumi yang akan dibagikan kepada nasabah dapat diilustrasikan dengan contoh kasus. 85 Wawancara dengan Ny. Octa Liestia Pratiwi selaku Operations Manager BPRS Kantor Cabang Kotabumi Bandar Lampung pada Jumat, 4 Januari 2019.
Prinsip bagi hasil adalah bagi hasil dihitung dari pendapatan setelah dikurangi biaya pengelolaan dana. Pada dasarnya LKS dapat menggunakan prinsip bagi hasil bersih dan bagi hasil untuk membagi hasil usaha kepada mitranya (nasabah). Bagi hasil, yaitu bagi hasil yang dihitung berdasarkan pendapatan setelah dikurangi biaya pengelolaan dana.
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu nasabah simpanan BPRS Kotabumi cabang Bandar Lampung, bahwa dalam perjanjian pembukaan simpanan, BPRS Kotabumi tidak mengenal prinsip bagi hasil yang digunakan bank untuk membagi keuntungan simpanan tersebut. produk telah menjelaskan. Ia hanya mengetahui bahwa BPRS Kotabumi cabang Bandar Lampung beroperasi dengan prinsip syariah dan tidak menanyakan lebih lanjut mekanisme pembayaran bagi hasil deposito. Untuk menghindari ketidakpastian (grarar), BPRS Kotabumi harus menjelaskan prinsip bagi hasil yang digunakan dalam akad pembukaan rekening deposito agar sesuai dengan ketentuan fatwa yang berlaku.
Visi dan Misi Dasar Hukum BPRS Kotabumi Kantor Cabang