PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
1 Erna Wati, Wawancara tentang peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. 2 Alfiah Khasanah, wawancara tentang peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno , 12 Mei 2021.
Tujuan dan Manfaat Masalah
Penelitian Relevan
6 Alfiah Khasanah, Wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. 7 Riski Alfaiz, wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei , 2021.
LANDASAN TEORI
Pengertian Peran Guru Pembimbing
Guru adalah pendidik yang profesional, karena secara implisit ia telah dengan sukarela menerima dan memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang berada di pundak orang tua.2 Guru juga dapat diartikan sebagai orang yang telah memberinya ilmu atau kepribadian. ditugaskan kepada seseorang. atau sekelompok orang, sedangkan guru sebagai pendidik adalah seseorang yang berjasa bagi masyarakat dan negara. Guru adalah petugas lapangan dalam pendidikan, yang selalu bersentuhan dengan siswa sebagai objek utama dalam pendidikan.3 Guru sangat penting di masa depan seorang anak, itu akan menjadi guru.
Tugas Guru Pembimbing
Dengan adanya guru pembimbing diharapkan siswa dapat termotivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Seorang guru hendaknya menjadi fasilitator yang dapat memberikan fasilitas yang memudahkan siswa untuk belajar.
Syarat-syarat Guru Pembimbing SD/MI
Seorang guru pembimbing harus memiliki pengetahuan yang cukup luas, baik dari segi teori maupun praktek. Seorang guru pembimbing harus memiliki passion terhadap pekerjaannya dan juga terhadap anak atau individu yang dihadapinya.
Interaksi Sosial
- Pengertian Interaksi Sosial
- Macam-macam Interaksi Sosial anak
- Faktor-faktor Yang Mendasari Interaksi Sosial
- Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Menurut Gillin dan Gillin (1954) yang menyatakan bahwa interaksi sosial adalah hubungan antara orang secara individu, antara kelompok orang dan individu dengan kelompok. Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, antara kelompok dengan kelompok, antara individu dengan kelompok. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial adalah hubungan dengan individu atau sekelompok orang.
Karp Yoels menunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi untuk memulai komunikasi atau interaksi sosial. 21 Haris Aidil dan Asrinda Amalia, “Makna dan Simbol Proses Interaksi Sosial Kajian Komunikasi),” Universitas Muhammadiyah Riau 29 no. 1 (Juni. Berdasarkan pemaparan di atas, faktor interaksi sosial meliputi; faktor sugesti, faktor peniruan, faktor identifikasi, dan faktor simpati.
Terjadinya interaksi sosial karena adanya saling pengertian maksud dan tujuan masing-masing pihak dalam suatu hubungan sosial. Hal terpenting dalam interaksi sosial adalah saling pengertian antara kedua belah pihak; padahal kontak fisik bukanlah syarat utama dalam kontak sosial karena hubungan semacam itu belum tentu melibatkan saling pengertian. Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi jika tidak memenuhi dua syarat, yaitu sebagai berikut: 28.
Jenis dan Sifat Penelitian
Sumber Data
Dalam penelitian ini diperoleh data sekunder dari pihak lain seperti: guru kelas 3 dan 4 dan kepala sekolah SD N 2 Ganwarno.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara berbicara langsung dengan orang yang diwawancarai, tetapi daftar pertanyaan yang harus dijawab pada kesempatan lain juga dapat disediakan sebelumnya. Sebagai teknik pengumpulan data yang penting dalam penelitian kualitatif, terdapat tiga bentuk wawancara berikut ini. Teknik observasi ini memiliki karakteristik khusus dibandingkan dengan teknik wawancara dan angket atau kuisioner.
Teknik observasi ini menuntut peneliti untuk mengamati secara langsung atau tidak langsung subjek penelitian. Dalam observasi ini, peneliti yang mengumpulkan data secara terbuka menyatakan kepada sumber data bahwa ia sedang melakukan penelitian. Namun pada suatu saat, para peneliti juga tidak diungkapkan atau disamarkan dalam pengamatan mereka untuk menghindari agar data yang dicari tetap dirahasiakan.
Melalui observasi diperoleh data tentang peran guru pembimbing dalam interaksi sosial anak dalam proses belajar mengajar. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan kepada subjek penelitian, melainkan melalui dokumen. Metode ini digunakan peneliti untuk memperoleh data dari guru pembimbing yang keluar masuk kelas dan anak-anak yang mengikuti proses kegiatan pembelajaran yang berlangsung di SD N 2 Ganwarno.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Penulis menggunakan triangulasi sumber dengan cara membandingkan data yang diperoleh dari guru dengan data yang diperoleh dari anak dan kepala sekolah SD N 2 Ganwarno. Teknik triangulasi untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data ke sumber yang sama dengan menggunakan teknik yang berbeda. Triangulasi teknis disebut juga triangulasi metode yang digunakan untuk mengecek keefektifan metode yang akan digunakan dalam penelitian.
Penulis menggunakan teknik triangulasi ini untuk membandingkan dan mengecek apakah hasil data yang diperoleh dari ketiga teknik pengumpulan data tersebut di atas sama atau berbeda, jika sama maka data tersebut kredibel, jika berbeda maka peneliti berpendapat diskusi lebih lanjut dengan sumber data. Pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara mengecek dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu dan situasi yang berbeda. Pengumpulan data dengan teknik wawancara pada pagi hari saat informan masih segar, tidak banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel.
Untuk itu, untuk menguji kredibilitas data dapat dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi atau teknik lain pada waktu atau situasi yang berbeda. Penulis menggunakan teknik ini dengan mewawancarai kembali narasumber yang sama tetapi pada waktu yang berbeda. Penggunaan teknik ini karena untuk mengecek konsistensi dan kebenaran data yang diperoleh selama observasi peran guru dalam interaksi sosial siswa SDN 2 Ganwarno.
Teknik Analisis Data
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Erna Wati pada Selasa, 12 Mei 2021 tentang peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno menjelaskan bahwa dalam hal interaksi sosial dengan siswa, hal-hal yang berjalan dengan baik dan efisien. 5 Erna Wati, Wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. . ikuti dengan baik.6. 9 Erna Wati, wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. . baik.10. wawancara dengan Riski Alfaiz kelas V” Terkait dengan jenis interaksi sosial yang saya ketahui yaitu melalui layanan bimbingan kelompok, agar interaksi berjalan dengan lancar. 11.
10 Alfiah Khasanah, wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. 11 Riski Alfaiz, wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei , 2021. 15 Alfiah Khasanah, wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021.
16 Riski Alfaiz, Wawancara tentang peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. 19 Alfiah Khasanah, wawancara tentang peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. 20 Riski Alfaiz, Wawancara tentang Peran Pengawasan Guru dalam Interaksi Sosial Siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei Sari, Wawancara tentang aktivitas belajar siswa dengan prestasi belajar pendidikan agama Islam.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Profil SD N 2 Gantiwarno
Sekolah ini terletak di Desa Ganmulyo, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur. Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 3 m2, dengan total 4 unit dan terdiri dari 6 ruang kelas, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang guru dan 1 ruang UKS. Guru di SD N 2 Ganwarno berjumlah 11 orang, terdiri dari 7 orang PNS dan 4 orang lainnya masih berstatus honorer.
Sejarah singkat Berdirinya Keadaan SD N 2 Gantiwarno
Visi Misi dan Tujuan SD N 2 Gantiwarno
Kondisi SD N 2 Gantiwarno
Sarana dan Prasarana SD N 2 Gantiwarno
Temuan Khusus
- Peran Guru Pembimbing Dalam Interaksi Sosial Siswa Di SD N 2
5 Erna Wati, Wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. Berdasarkan hasil wawancara dengan Riski Alfaiz kelas V “Mengenai macam-macam interaksi sosial yaitu terbagi menjadi 3 yaitu kerjasama, kompetisi dan tantangan, dimana dalam 3 bacaan tersebut berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara Karina Aulia Sari dengan kelas V” Mengenai jenis interaksi sosial yang berbeda yaitu dibagi menjadi 3 yaitu , bekerja sama, saling bersaing saat berinteraksi dengan guru dan terakhir saling bertentangan. 8.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Alfiah Khasanah, beliau mengatakan bahwa terkait bentuk interaksi sosial saat ini, seperti biasa, saling berinteraksi, bekerjasama dan berkomunikasi satu sama lain. 9 Erna Wati, Wawancara terkait peran guru pembimbing dalam interaksi sosial antar siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. Wawancara dengan Karina Aulia Sari kelas V “Berkaitan dengan bentuk-bentuk interaksi sosial, interaksi sosial dengan guru saat ini efektif berjalan 12.
18 Erna Wati, Wawancara tentang peran supervisi guru dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021. Berdasarkan hasil wawancara dengan Riski Alfaiz kelas V” terkait upaya guru mengatasi interaksi sosial siswa, yang saya pahami guru mengatasinya dengan melakukan pendekatan dengan siswa yaitu seperti berinteraksi di dalam kelas dengan siswa 20 Riski Alfaiz, Wawancara tentang Peran Guru Pembimbing dalam Interaksi Sosial Anak Siswa di SD N 2 Ganwarno, 12 Mei 2021.
Pembahasan
Mengenai peran guru sebagai pembimbing dalam interaksi sosial siswa di SD N 2 Ganwarno, dalam memberikan bentuk peran guru sebagai pembimbing yaitu melalui layanan bimbingan kelompok untuk melihat sejauh mana keberhasilan dan kesadaran siswa. siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dapat disimpulkan bahwa peran guru sebagai pembimbing dalam interaksi sosial tidak hanya memberikan pengajaran, tetapi juga melatih siswa untuk terus melakukan interaksi sosial yang baik. Adapun bentuk peran guru sebagai supervisor yaitu dengan memberikan bimbingan kelompok kepada siswa.
Peran guru pembimbing dicontohkan sebagai berikut: Guru tidak hanya baik dalam perilaku tetapi juga mampu berkomunikasi dengan pemateri yang baik tentang hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Berkaitan dengan sikap aktif penuh tanggung jawab dan keteladanan dalam segala aspek kegiatan tersebut, peran guru pembimbing dalam interaksi sosial antar siswa di sekolah dapat dikatakan cukup berhasil. Kepada guru pembimbing agar tetap membimbing dan menginstruksikan siswa untuk selalu berinteraksi sosial dengan baik, mengajarkan dan mengingatkan mereka akan kewajibannya sebagai seorang muslim selama berada di . di dalam kelas maupun di luar kelas, serta memberikan teguran bila ada siswa yang tidak mengembangkan interaksi sosial dengan baik.
Pengaruh intensitas akses anak terhadap gadget dan tingkat kontrol orang tua terhadap interaksi sosial anak sekolah dasar atas di SD 1 Pasuruhan Kidul Kudus Jawa Tengah.” Pelatihan Guru Sekolah Dasar Universitas PGRI Yogyakarta 05, no. Peran guru kelas dalam meningkatkan interaksi sosial antar siswa dalam proses pembelajaran di SDN 008 Sungai Jalau. Peran guru dalam mengembangkan interaksi sosial anak autis di SD Al Firadaus.” Universitas Muhammadiyah Surakarta (blog), 2017.
PENUTUP
Saran
Kepada siswa kelas V agar tetap berkomunikasi dengan baik secara pergaulan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Variabel Aktivitas dan Media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Guru di Koridor Ruang Toilet Ruang Kantin.