PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Sebagai sarana untuk mengembangkan kreativitas seni Islami serta menambah wawasan dan pengetahuan terkait dengan permasalahan yang sedang dikaji, yaitu PERAN MAHASISWA PENCINTAI SENI DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SENI ISLAM DI IMPAS IAIN METRO LAMPUNG. Berdasarkan hasil penelitian di UKM IMPAS tentang peran mahasiswa pecinta seni dalam mengembangkan kreativitas seni Islam di Himpunan Mahasiswa Pencinta Seni IAIN Metro Lampung melalui wawancara, observasi dan dokumentasi akan peneliti jelaskan. IMPAS IAIN Metro UKM dalam mengembangkan kreativitas seni Islami bagi anggota UKM IMPAS merupakan contoh yang baik bagi anggota UKM IMPAS dalam mengembangkan kreativitas seni Islami.
Ketua UKM IMPAS ini menjadi contoh yang baik bagi anggota UKM IMPAS dalam mengembangkan kreativitas seni Islami. Di UKM IMPAS, faktor pendukung untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa pecinta seni Islam hampir lengkap, seperti kepala inventaris UKM IMPAS, seperti fasilitas dan Dengan pertunjukan seni di kampus, kami dapat mengundang siswa lain untuk berpartisipasi. dalam kegiatan UKM IMPAS untuk mengembangkan kreativitas seni Islami.
Berdasarkan hasil penelitian dapat dianalisis peran mahasiswa pecinta seni dalam pengembangan kreativitas seni Islami di himpunan mahasiswa pecinta seni IAIN Metro Lampung melalui wawancara langsung dengan ketua UKM IMPAS, sekretaris, bendahara , ketua invertaris UKM IMPAS, koordinator divisi musik dan anggota UKM IMPAS. Faktor pendukung pelaksanaan peran mahasiswa pecinta seni dalam pengembangan kreativitas seni Islami yaitu: adanya dukungan dari dosen dan mahasiswa lainnya, membuat UKM IMPAS selalu ingin mengembangkan bakat dan kreativitas seni Islami.
Penelitian Releven
LANDASAN TEORI
- Pengertian MahasiswaPecinta Seni
- Macam-macam Seni Islam
- Peran Mahasiswa Pecinta Seni
- Mengembangkan Kreativitas Seni Islam
- Pengertian Mengembangkan Kreativitas Seni Islam
- Model Pengembangan Kreativitas Seni Islam
- Faktor-faktor Penghambat Kreativitas Seni Islam
- Hakikat Kreativitas Seni dalamIslam
- Peran Mahasiswa Pecinta Seni dalam Mengembangkan Kreativitas Seni
Pengembangan seni Islam yang sudah mendarah daging pada diri siswa sehingga dapat lebih mematangkan kreativitas seni Islam seperti kaligrafi, hadrah, dll. Pengembangan kreativitas seni Islami melalui kegiatan seni memiliki kedudukan penting dalam berbagai aspek perkembangan seseorang. Bentuk dan isi Al-Qur'an telah memberikan karakteristik yang menonjol yang merupakan representasi dari pola seni Islam yang tak terbatas.
Hakikat kreativitas dalam seni Islam adalah menemukan sesuatu yang baru atau relasi baru dari sesuatu yang sudah ada. Perkembangan kreativitas seni rupa Islami dapat muncul dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan seni rupa Islami. Pengembangan kreativitas seni Islam melalui kegiatan seni memiliki kedudukan penting dalam berbagai aspek perkembangan seseorang, tidak hanya dalam memfasilitasi kreativitas untuk berkembang dengan baik, tetapi juga dalam kemampuan kognitif manusia.
Pengembangan kreativitas seni Islam, yaitu melatih kemampuan pada siswa yang sudah memiliki bakat dalam seni Islam. Sehingga banyak siswa yang tidak dapat dengan leluasa mengembangkan kreativitas seni Islami sehingga menjadi monoton tanpa perkembangan.
METODOLOGI PENELITIAN
Sumber Data
- Sumber Data Tambahan
Data harus diperoleh dari sumber data yang benar, jika sumber data tidak benar maka akan mengakibatkan data yang dikumpulkan salah. Sumber data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Klasifikasi sumber data berguna bagi penulis sebagai acuan untuk memilah data yang seharusnya menjadi prioritas dalam penelitian.
Sumber data primer adalah sumber data yang diperoleh peneliti melalui perkataan dan tindakan atau pengamatan 37 Kejadian atau peristiwa yang berkaitan dengan masalah atau fokus penelitian harus diamati secara langsung di lokasi yang akan diteliti, dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara langsung dengan Ketua IMPAS dan para kader IMPAS yang terkait dengan kegiatan keagamaan UKM IMPAS dalam pengembangan kreativitas seni Islam mahasiswa. Sumber data tambahan adalah segala bentuk dokumen, baik tertulis maupun fotografi.38 Kemudian pendapat lain menjelaskan bahwa dokumen tidak dapat diabaikan dalam suatu penelitian, terutama dokumen tertulis seperti buku, jurnal ilmiah, arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi.39 Sumber data sumber tambahan atau tertulis yang digunakan peneliti dalam penelitian ini, terdiri dari dokumen-dokumen yang meliputi: Sejarah berdirinya UKM IMPAS, keadaan kader IMPAS, keadaan sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder sehingga data yang diperlukan untuk penelitian terkumpul sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Teknik Pengumpulan Data
- Wawancara/Interview
- Observasi
Ada tiga jenis wawancara seperti: Wawancara terbimbing, wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan mengajukan serangkaian pertanyaan lengkap dan terperinci yang dirujuk dalam wawancara terstruktur. Dalam prakteknya, pewawancara membawa pedoman yang hanya berupa garis besar dari hal-hal yang akan ditanyakan. Berdasarkan teori tersebut, jenis wawancara yang digunakan peneliti adalah wawancara bebas terbimbing dengan menggunakan alat wawancara terpandu.
Teknik interview atau wawancara dalam penelitian ini dilakukan peneliti untuk mencari informasi sejauh mana kegiatan keislaman berlangsung di UKM IMPAS dan bagaimana hasilnya bagi para kader yang telah mengikuti kegiatan tersebut, apakah ada perkembangan kreativitas yang dicapai oleh kader IMPAS sendiri. Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi yang disertai dengan catatan keadaan atau perilaku objek sasaran.48 Yang diamati adalah mengenai peran mahasiswa pecinta dalam pengembangan kreativitas seni Islam. Sebagai alat evaluasi dalam dunia penelitian dan pengajaran, digunakan dalam melakukan penelitian atau proses.
Observasi nonpartisipatif, yaitu: Peneliti berada di luar garis kegiatan obyek pengamatan, misalnya peneliti hanya melakukan pengawasan terhadap apa yang akan diteliti, sehingga peneliti tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut. Observasi semu partisipatif, yaitu: Pengamat terlibat pada waktu-waktu tertentu, dan pada waktu lain pengamat berada di luar situasi yang akan diteliti. Ketiga jenis observasi tersebut menggunakan observasi peneliti non partisipan karena peneliti hanya memantau, tidak ikut serta dalam kegiatan.
Selain itu, peneliti dapat mengamati secara diam-diam sehingga pengamat tidak menyadari keberadaan peneliti. Observasi yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi langsung terhadap pelaksanaan kader yang dilakukan sesuai dengan program Islami UKM IMPAS. Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala atau fenomena yang diselidiki.
Penelitian ini menggunakan metode observasi non partisipan, peneliti tidak terlibat langsung dalam proses yang diteliti. Berdasarkan kutipan di atas, dokumentasi dimaksudkan sebagai metode pengukuran data yang digunakan dalam suatu penelitian dengan mencatat beberapa hal yang terdokumentasi. Karena metode observasi dan wawancara tidak mendapatkan semua data seperti jumlah anggota IMPAS, hasil kegiatan dan sejarah berdirinya UKM IMPAS.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Teknik Analisis Data
- Reduksi Data
- Penyajian Data
- Kesimpulan (conclusion drawing/verification)
Sasaran dalam PKD ini adalah seluruh anggota UKM IMPAS yang masih aktif di UKM IMPAS. Dimana PAB ini merupakan pembekalan calon anggota UKM IMPAS baru untuk menjadi anggota UKM IMPAS. Pembahasan ini juga akan bertema terkait permasalahan yang ditemukan di IMPAS UKM.
Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan, peran UKM IMPAS dalam melakukan kegiatan berbasis Islam cukup baik. Respon yang baik dari mahasiswa lainnya sangat membantu saat UKM mengadakan kegiatan IMPAS.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Lokasi Penelitian
Deskripsi Hasil Penelitian