Hal inilah yang menyebabkan Al-Quran begitu viral dalam kehidupan seluruh umat Islam. Oleh karena itu, motivasi sangat penting untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dalam menghafal Al-Quran. Kurangnya respon dari lingkungan akan berdampak positif terhadap kurangnya kedisiplinan siswa untuk belajar menghafal Al-Quran.
Penulis melihat aktivitas menghafal Al-Qur'an telah banyak melahirkan cendekiawan muslim yang intelektual. Bagaimana Perencanaan Tahfidz Juz 'Amma mengajarkan untuk meningkatkan motivasi siswa menghafal Al-Quran di Madrasah. Bagaimana penerapan pembelajaran Tahfidz Juz 'Amma dalam kegiatan meningkatkan motivasi siswa menghafal al-Quran di Madrasah Tsanawiyah Zaidul Ali Sukorejo Sukowono Jember tahun ajaran 2019-2020.
Kegiatan hafalan ini hanya terfokus pada juz terakhir dalam Al-Qur'an yaitu juz amma (30). Al-Qur'an, dimana terdapat semangat dan gairah yang tinggi dalam menghafal Al-Qur'an. Penelitian terdahulu ini membahas tentang pembelajaran membaca Al-Qur’an dalam meningkatkan kualitas hafalan dan pemahaman mufrodat.
Jika digabung maka yang dimaksud dengan motivasi menghafal Al-Qur’an adalah situasi atau kondisi yang dialami seseorang.
PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Operasional
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
Al-Quran merupakan mukjizat terbesar yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW secara mutawatir dan masih terjaga keasliannya dari dulu hingga sekarang. Artinya ketika menghafal Al-Qur'an hendaknya niatnya hanya untuk beribadah kepada Allah saja, karena niat sangat besar pengaruhnya terhadap kualitas hafalan kita. Seseorang yang ingin menghafal Al-Qur’an harus mempunyai tekad yang kuat atau kemauan yang besar untuk menghafalnya.
Dengan tekad yang besar dan kuat untuk menghafal Al-Qur'an, Insya Allah semua ujian akan lulus tanpa kendala. Menghafal Al-Qur'an tidak hanya memerlukan kemauan yang besar, namun juga memerlukan kedisiplinan dan keterampilan dalam meningkatkan hafalan dan efisiensinya. Seorang hafiz Al-Qur'an wajib bertalak dengan gurunya agar bacaannya didengar dan dikoreksi oleh gurunya.
Untuk memudahkan proses ini, maka penggunaan Al-Qur'an yang disebut sudut Al-Qur'an akan sangat berguna. Antara strategi hafazan yang banyak membantu proses menghafaz al-Quran ialah penggunaan sejenis mushafi walaupun tidak ada syarat penggunaannya.
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Subyek Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Keabsahan Data
- Tahap – tahap Penelitian
- Sistematika Penelitian
- Pendiri
- Struktur Organisasi Madrasah
- Visi Misi, dan Tujuan Madrasah
- Nilai – nilai yang dianut
- Guru dan Karyawan Madrasah
- Penyajian Data dan Analisi Data
- Pembahasan Temuan
Sesuai dengan jenis penelitian deskriptif, penelitian ini berupaya mendeskripsikan implementasi kegiatan keagamaan dalam membentuk kepribadian umat Islam di dunia. Penentuan sumber data dalam penelitian kualitatif bersifat purposive, yaitu ditentukan dengan cara menyesuaikannya dengan tujuan penelitian atau tujuan tertentu.43 Pemilihan sekelompok topik didasarkan pada ciri-ciri tertentu yang dianggap berkaitan erat dengan yang telah diketahui sebelumnya. karakteristik populasi. Data merupakan hal yang sangat substantif dalam penelitian, sehingga dalam mengumpulkan data tidak hanya harus mempertimbangkan tingkat efisiensinya saja, namun lebih dari itu juga harus mempertimbangkan kesesuaian teknik yang digunakan dalam menggali dan mengumpulkan data tersebut.
Observasi sebagai salah satu teknik pengumpulan data mempunyai ciri khas dibandingkan dengan teknik lainnya, jika wawancara hanya sebatas komunikasi dengan orang lain, maka observasi tidak terbatas pada orang saja, melainkan objek alam lainnya. Wawancara dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dengan perantara untuk memperoleh data.45. Wawancara bebas adalah wawancara dimana pewawancara bebas bertanya apa saja, namun juga mengingat data apa saja yang akan dikumpulkan.
Program kegiatan pembelajaran Tahfidz Juz Amma, akan dilakukan wawancara kepada kepala madrasah dan wakil kepala kurikulum madrasah. Teknik dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak ditujukan secara langsung kepada subjek penelitian, melainkan melalui dokumen. Metode ini diusulkan untuk mendeskripsikan data yang berkaitan dengan masalah pokok yang diperoleh dalam suatu penelitian, serta menganalisisnya berdasarkan kualitas data yang menjadi bahan deskriptif.
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk deskripsi singkat, grafik, hubungan antar kategori, dan lain-lain. Kesimpulan yang disampaikan masih bersifat sementara dan akan berubah kecuali ditemukan bukti pendukung yang kuat pada pengumpulan data tahap selanjutnya. Namun apabila kesimpulan yang disampaikan pada tahap awal didukung dengan bukti-bukti yang valid dan konsisten pada saat peneliti kembali ke lapangan untuk mengumpulkan data, maka kesimpulan yang disampaikan merupakan kesimpulan yang dapat diandalkan.
Sedangkan triangulasi teknis memeriksa data dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Bandingkan apa yang orang katakan tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan orang sepanjang waktu. Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan yang akan dilakukan mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian aktual hingga laporan penelitian.
PENUTUP
Saran
Siswa membaca Q.S. AL LAHAB dirangkai berulang-ulang agar hafalannya lancar dan benar. Siswa membaca Q.S. AL KAFIRUN bersama-sama berulang-ulang agar dapat mengingatnya dengan lancar dan benar. Siswa membaca Q.S. AL MAUN dirangkai berulang-ulang agar hafalannya lancar dan benar.
Pelajar membaca Q.S. AL QORIAH bersama-sama berulang kali sehingga hafalannya lancar dan betul. Pelajar membaca Q.S. AL ADIYAT bersama-sama berulang kali sehingga hafalannya lancar dan betul. Pelajar membaca Q.S. AL ZALZALAH bersama-sama berulang kali sehingga hafalannya lancar dan betul.
Siswa membaca Q.S. AL BAYINAH bersama-sama berulang-ulang agar teringat dengan lancar dan benar. Siswa membaca Q.S. AL QODAR dirangkai berulang-ulang agar hafalannya lancar dan benar. Siswa membaca Q.S Al-Ghaasyiyah secara bersama-sama secara berulang-ulang agar hafalnya lancar dan benar.
Siswa melafalkan Q.S Al-Ghaasyiyah secara bersama-sama beberapa kali agar hafalnya lancar dan benar. Siswa membaca Q.S. AL Subuh beberapa kali bersama-sama mengingatnya dengan lancar dan benar. Siswa membaca Q.S. Al Fajr beberapa kali bersama-sama menghafalkannya dengan lancar dan benar.
Pelajar membaca Q.S. AL Balad beberapa kali bersama sehingga menghafalnya dengan lancar dan betul. Pelajar membaca Q.S. AL INSYIRAH beberapa kali bersama sehingga menghafalnya dengan lancar dan betul. Pelajar membaca Q.S Al-Ghaasyiyah bersama-sama beberapa kali sehingga menghafaznya dengan lancar dan betul.
Siswa membaca Q.S AL MUTHAFFIF secara bersama-sama berulang kali agar hafalannya lancar dan akurat. Siswa membaca Q.S AL INSYIQAAQ secara bersama-sama berulang kali agar dapat menghafalkannya dengan lancar dan akurat.