• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER "

Copied!
190
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan syarat pertama bagi seseorang untuk menerima dan memperoleh ilmu pengetahuan, yang nantinya dapat dijadikan tawaran dalam kehidupan sehari-hari.Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memperoleh pendidikan, salah satunya melalui lembaga pendidikan yang saat ini didirikan. di banyak lembaga pendidikan merupakan wadah untuk mendidik peserta didik menjadi individu yang lebih baik dengan visi dan misi tertentu. Salah satu cara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan (Ilmu Pengetahuan) adalah melalui kegiatan pembelajaran di sekolah atau madrasah yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir siswa, dengan mempelajari segala ilmu yang penting khususnya ilmu agama yang diajarkan melalui kacamata pelajaran pendidikan agama islam. , selanjutnya disebut PAI, di kelas pendidikan agama Islam peserta didik diharapkan mampu menjadi pribadi yang hebat dalam menggerakkan roda kehidupan sesuai dengan yang diharapkan. Pendidikan agama bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyelaraskan penguasaan ilmu pengetahuan.

Melihat kenyataan saat ini, siswa menganggap mata pelajaran agama Islam sebagai mata pelajaran yang remeh. Faktanya, tidak sedikit siswa yang menganggap kelas PAI tidak terlalu penting. Salah satu faktornya, menurut peserta, mata pelajaran PAI tidak diikutsertakan dalam ujian akhir nasional. Siswa hanya melihat PAI dari satu sudut saja, padahal materi PAI yang diberikan saat pembelajaran merupakan salah satu sarana yang memungkinkan siswa untuk terlibat dalam masyarakat. . Siswa yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah umumnya masih belum menyadari pentingnya belajar. Melalui sarana dan prasarana yang memadai, serta tenaga pengajar yang handal, kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat lebih efektif dan maksimal. Saat ini telah banyak dibangun sarana dan prasarana di berbagai sekolah, misalnya laboratorium yang dimiliki oleh lembaga sekolah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, laboratorium juga berfungsi untuk kegiatan praktek bagi siswa.

Ada beberapa mata pelajaran yang memerlukan laboratorium, salah satunya adalah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, yaitu mata pelajaran yang bertujuan untuk mengenalkan siswa terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan agama, mulai dari materi dasar Al-Qur'an dan Hadits hingga materi yang berkaitan dengan Fiqih. ilmu pengetahuan, sehingga diperlukan banyak inovasi dalam menerapkan atau menyampaikan materi pendidikan agama islam, yang tidak lain agar siswa menjadi tertarik dan tidak mudah bosan pada saat pembelajaran, sehingga perlu lebih diperhatikan lagi, mulai dari penggunaan media dalam pembelajaran, untuk komunikasi yang baik. terjadi antara guru dan siswa dalam memberikan pemahaman pada saat proses pembelajaran, apalagi mengingat waktu pembelajaran mata pelajaran PAI cukup singkat. 8.

Fokus Penelitian

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian dengan judul Penguatan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas XI melalui Laboratorium PAI di SMA Negeri 2 Jember Tahun Pelajaran 2016/2017.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Untuk menambah pengetahuan ilmiah bagi seluruh warga SMA Negeri 2 Jember khususnya guru, pegawai dan siswa tentang bagaimana proses pembelajaran PAI dapat terlaksana dengan lebih baik di laboratorium PAI.

Definisi Istilah

Merupakan salah satu sarana dan prasarana yang digunakan pada saat proses pembelajaran praktek yang memerlukan peralatan khusus. Laboratorium juga merupakan sarana dan prasarana yang wajib ada di sekolah dan berfungsi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.9. Merupakan sarana prasarana yang disiapkan khusus untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah, dilengkapi dengan peralatan yang berfungsi untuk keperluan selama proses pembelajaran pendidikan agama Islam.

Selain sarana dan prasarana di sekolah yang berfungsi untuk mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran, seorang guru juga memerlukan kurikulum yang baik yang berfungsi untuk meningkatkan mutu pembelajaran, melalui sistem dan desain pembelajaran yang dirancang oleh guru agar kegiatan pembelajaran berlangsung 10 .

Sistematika Pembahasan

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

Fungsi Laboratorium Pendidikan Agama Islam Dalam Pengembangan Kompetensi Siswa SMA Negeri 4 Magelang IAIN Walisongo Semarang. Bagaimana perencanaan pembelajaran pendidikan agama Islam melalui laboratorium PAI di SMA Negeri 2 Jember tahun ajaran 2016/2017. Siswa mengamati siaran tentang Kitab Allah SWT (video klip nabi Musa menerima kitab Taurat berjudul Sepuluh Perintah Allah – milik You Tube).

FOTO KEGIATAN
FOTO KEGIATAN

METODE PENELITIAN

Pendekatan dan Jenis Pendekatan

Lokasi Penelitian

Dalam penelitian ini sekolah yang diteliti adalah SMA Negeri 2 Jember yang terletak di kabupaten Jember. Alasan dilakukannya penelitian di sekolah ini karena saat ini di Kabupaten Jember satu-satunya laboratorium yang mempunyai laboratorium khusus pendidikan agama Islam adalah di SMA Negeri 2 Jember, bahkan sekolah atau lembaga yang mempunyai prinsip dasar keislaman masih belum mempunyai laboratorium khusus untuk Mapel. . PAI, padahal SMAN 2 Jember merupakan sekolah negeri yang didalam sekolahnya tidak hanya terdapat siswa muslim saja namun juga terdapat orang yang berbeda agama.

Proses pembelajaran di lab PAI menjadi salah satu hal utama yang akan kami bahas dalam penelitian ini. Lab PAI tidak hanya digunakan untuk memperkuat pembelajaran PAI saja, namun juga dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan siswa, misalnya melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, hadrah, debat yang fokus pada lab PAI.

Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah orang-orang yang diyakini dapat membantu mengumpulkan informasi dan memudahkan memahami keadaan pada saat penelitian, sedangkan informan terdiri dari:

Teknik Pengumpulan Data

Tujuan wawancara antara lain untuk merekonstruksi orang, peristiwa, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan dan kekhawatiran. Berbagai jenis wawancara telah dikemukakan dalam literatur, yang dapat dilakukan dalam penelitian kualitatif, dalam wawancara dapat melakukan wawancara tatap muka dengan partisipan, atau melalui telepon dan melakukan wawancara dengan kelompok tertentu. Wawancara seperti ini memerlukan pertanyaan tidak terstruktur dan terbuka yang dirancang untuk memperoleh pandangan setiap peserta34.

Dalam penelitian ini jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, karena wawancara jenis ini membebaskan kita dalam menentukan pertanyaan sehingga memudahkan kita dalam mengajukan pertanyaan.Data yang akan diperoleh dari wawancara adalah sebagai berikut. Dokumentasi berasal dari kata document yang berarti barang tertulis. Dalam melakukan teknik dokumentasi, peneliti meneliti objek-objek yang berupa tulisan dan dokumen seperti arsip, majalah, buku harian, notulen rapat dan lain sebagainya.35. Dokumen adalah bahan tertulis atau film apa pun yang tidak disiapkan atas permintaan peneliti.

Dokumen dapat berupa catatan, buku pelajaran, catatan harian, surat, risalah rapat, dan lain-lain. Dokumen pada dasarnya adalah catatan peristiwa masa lalu. Dokumen berbeda dengan catatan, artinya setiap pernyataan tertulis yang disiapkan oleh seseorang atau lembaga untuk tujuan pengujian. 36.

Analisis Data

Penyajian Data (Data Presentation), setelah data direduksi, langkah selanjutnya adalah menyajikan data.Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat berlangsung dalam bentuk uraian singkat, diagram hubungan antar kategori dan sejenisnya. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah menarik kesimpulan dan memverifikasi, dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif bisa menjawab atau tidak menjawab rumusan masalah yang dirumuskan di awal. Caranya, peneliti mentranskripsikan catatan-catatan yang dibuatnya selama berada di lapangan yang ditemuinya (tentunya pada saat dilakukan wawancara mendalam), jika wawancara itu direkam jelas itu pada tahap awal pengumpulan hasil rekamannya, setelah itu Mentranskripsikan semua catatan, peneliti membacanya secara keseluruhan dan memilah informasi penting dan tidak penting dengan memberi tanda.

Kemudian hasilnya diinterpretasikan sesuai dengan apa yang disampaikan dalam penggalan catatan tersebut untuk mengetahui apa yang disampaikan oleh informan atau dokumen yang ada dalam penggalan tersebut. Memasuki tahap penyajian data merupakan tahap analisis lanjutan dimana peneliti menyajikan hasil temuan penelitian dalam bentuk kategori atau pengelompokan. Dalam hal ini Miles dan Huberman merekomendasikan penggunaan matriks dan diagram untuk menyajikan hasil penelitian.38.

Keabsahan Data

Tahap-tahap Penelitian

Pelajar membuat kesimpulan data yang diperolehi daripada hasil perbincangan tentang pengertian beriman kepada kitab dan hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah swt. Guru mengajak murid membaca al-Quran sesuai dengan kepercayaan kepada kitab Allah. Guru mengajak murid membaca al-Quran sesuai dengan kepercayaan kepada kitab-kitab Allah.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Umum

Berbagai media tersedia di Lab PAI yang diarahkan oleh Pak Hafi selaku Koordinator Guru PAI.

Penyajian Data dan Analisis

Pembahasan Temuan

Mencari ayat al-Quran dan hadis tentang iman kepada kitab-kitab Allah SWT. Pembentangan/pelaporan hasil perbincangan tentang kepentingan beriman kepada Kitab-kitab Allah SWT?, serta hikmahnya. Ujian keupayaan kognitif dengan soalan aneka pilihan tentang beriman kepada Kitab-kitab Allah SWT.

Menunjukkan sikap aklaqul karimah dan menjadi teladan sebagai cerminan penghayatan terhadap keimanan terhadap Kitab-kitab Allah SWT. Mencari ayat al-Quran dan hadis tentang iman kepada kitab-kitab Allah SWT.

PENUTUP

Kesimpulan

Laboratorium PAI merupakan sarana prasarana sekolah yang berperan sebagai penunjang pembelajaran khususnya mata pelajaran agama Islam dengan tujuan untuk memaksimalkan proses pembelajaran dan memudahkan penerimaan siswa terhadap materi yang disampaikan guru. Dalam proses penyusunan kurikulum pendidikan agama Islam di laboratorium PAI sangat membantu para guru PAI dan memudahkan terutama dalam penentuan metode dan strategi pengajaran yang akan digunakan selama proses pengajaran. Proses pembelajaran di Lab Pendidikan Agama Islam dapat dikatakan cukup optimal dibandingkan dengan kelas pembelajaran pada umumnya, hal ini juga disebabkan oleh kelengkapan peralatan dan media pembelajaran serta kondisi Lab PAI yang terkesan lebih nyaman untuk belajar.

Meskipun tingkat efisiensi pembelajaran di laboratorium PAI sangat berbeda dengan di ruang kelas, mengunjungi laboratorium PAI sangat populer di kalangan siswa untuk mempraktikkan pembelajaran. Hal ini antara lain disebabkan oleh suasana pembelajaran yang nyaman, sehingga materi yang disampaikan dapat terserap secara maksimal.

Saran

  • Penelitian terdahulu
  • Penelitian terdahulu
  • Data pendidik dan tenaga kependidikan

Memiliki kegemaran membaca Al-Qur'an, mempunyai akhlak yang baik dan perilaku yang patut diteladani sebagai wujud keimanan terhadap kitab-kitab Allah SWT.

Referensi

Dokumen terkait