PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Cara menyelesaikan sengketa administratif kepemilikan tanah bersertifikat ganda oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bengkulu. Bagaimana pandangan fiqh siyasa terhadap penyelesaian sengketa administratif kepemilikan tanah bersertifikat ganda oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bengkulu?
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Persamaan peneliti terdahulu dengan penulis adalah sama-sama membahas tentang peran Kantor Pertanahan dalam penyelesaian beberapa sertifikat. Persamaan peneliti terdahulu dengan penulis adalah sama-sama membahas tentang peran Kantor Pertanahan dalam penyelesaian beberapa sertifikat.
Metode Penelitian
- Jenis Penelitian
- Pendekatan Penelitian
- Waktu dan Lokasi Penelitian
- Subjek / Informan Penelitian
- Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Sistenamatika Penulisan
34 Riki Dendih Saputra, Penyelesaian Sengketa Kepemilikan Tanah dengan Sertifikat Ganda Berdasarkan Peraturan Badan Pertanahan Nasional Wilayah Tangsel, 2017, hal. 21- 22. 44 Vanny Anugrah Sari, Penyelesaian Sengketa Pertanahan Akibat Penerbitan Sertifikat Ganda oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Padang Panjang, hal. 32 55 Vanny Anugrah Sari, Penyelesaian sengketa pertanahan akibat penerbitan duplikat sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Padang Panjang, 2017, hal. 34-35.
Dalam menyelesaikan sengketa pertanahan, Badan Pertanahan Nasional telah melaksanakan tugasnya berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak. Rio Rustandi. Dengan ketentuan tersebut, Badan Pertanahan Nasional menekankan salah satu tugasnya yaitu sebagai lembaga penyelesaian sengketa pertanahan. Pandangan Fikh Siyasa Tentang Penyelesaian Sengketa Administratif Terhadap Kepemilikan Tanah Sertifikasi Ganda Oleh Badan Terhadap Kepemilikan Tanah Sertifikasi Ganda Oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bengkulu.
84 Vanny Anugrah Sari, Penyelesaian sengketa pertanahan akibat penerbitan duplikat sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional Kota Padang Panjang, hal. 32. Penyelesaian sengketa administratif kepemilikan tanah multisertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui jalur di luar pengadilan dan melalui jalur pengadilan.
KAJIAN TEORI
Teori Pendaftaran Tanah
Pendaftaran Tanah Menurut A.P Parlindungan : “Pendaftaran tanah berasal dari kata matrikel (bahasa Belanda matrikel), suatu istilah teknis untuk suatu pendaftaran (pendaftaran) yang menunjukkan luas, nilai dan kepemilikan sebidang tanah. adalah untuk kepentingan negara, baik negara sebagai penguasa maupun sebagai pengguna tanah. Untuk menjamin kepastian hukum, pemerintah akan melakukan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. peraturan.
Penyajian data dilakukan oleh Kantor Pertanahan Negara Kabupaten/Kota, khususnya Bagian Tata Usaha Pendaftaran Pertanahan. Daftar tanah yaitu suatu dokumen berupa daftar yang memuat data hukum dan fisik suatu benda pendaftaran tanah yang telah mempunyai hak. Asas kekinian artinya data-data yang diperoleh dalam pelaksanaan pendaftaran tanah harus dipelihara sedemikian rupa sehingga data-data tersebut tetap terjaga sesuai dengan kenyataan.
Sistem pendaftaran tanah di Indonesia menurut PP 24/1997 menggunakan sistem pendaftaran tanah publikasi negatif dengan tren positif. Maksud dari sistem publikasi negatif dengan trend positif adalah sistem pendaftaran tanah ini menggunakan sistem Torrens/pendaftaran hak milik, namun sistem publikasinya belum bisa bersifat positif murni.
Teori Sertifikat
Akta merupakan suatu dokumen yang memuat data-data hukum dan data fisik yang dikumpulkan dan disajikan, serta diterbitkannya sertifikat sebagai bukti hak atas tanah yang telah didaftarkan. Sertifikat hak guna bangunan lebih diutamakan daripada hak milik atau hak pengelolaan, karena hal itu memang dimungkinkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari namanya saja kita sudah bisa memahami bahwa itu hanya sebatas hak guna bangunan, bukan hak milik.
Apabila jangka waktunya telah habis, maka perlu diperpanjang untuk dapat menggunakan hak atas tanah tersebut. Jika kita tinggal di apartemen atau rumah susun, maka sertifikat yang akan kita peroleh adalah Surat Keterangan Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHSRS). Jika sertifikat tanah kita masih berbentuk Girik, segera urus ke SHM, karena Girik rawan pengakuan pihak lain yang tidak bertanggung jawab.
Surat ini memuat tanggal kepemilikan tanah dan pernyataan bahwa tanah tersebut memang milik kami. Dengan proses panjang tersebut, Anda bisa membayangkan dan mempersiapkan dokumen apa saja yang diperlukan sebagai syarat untuk mendapatkan sertifikat tanah.
Teori Tahkim
Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pertanahan Nasional 8. Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor: 34 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penanganan dan penyelesaian permasalahan pertanahan.57. Menurut hasil wawancara dengan Bapak Rio Rustandi selaku Staf Umum Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Bengkulu, cara penyelesaian sengketa yaitu.
Dalam penyelesaian sengketa, Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara menerbitkan pembatasan hak atas tanah, membatalkan sertifikat, atau mengubah data. Seperti pada wawancara dengan Ibu Marliyanti selaku Koordinator Reformasi Pertanahan dan Pemberdayaan Tanah Masyarakat, penulis menanyakan mengenai peran dan fungsi BPN yaitu peranan dan fungsi Badan Pertanahan Nasional sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian, penyelesaian sengketa administratif mengenai kepemilikan tanah multisertifikat yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bengkulu adalah melalui mediasi, negosiasi, arbitrase dan konsiliasi.
Dalam perspektif fiqh siyasa penyelesaian sengketa administrasi penguasaan tanah dengan sertifikat ganda oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bengkulu, arbitrase dapat disamakan dengan istilah Tahkim. Badan Pertanahan Nasional Kota Bengkulu sebagai penyelenggara urusan pemerintahan di bidang pertanahan hendaknya lebih meningkatkan kinerjanya dan berperan baik kepada masyarakat dalam menyelesaikan sengketa.
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Sejarah Badan Pertanahan Nasional Kota Bengkulu
Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah, kedudukan, tugas, fungsi, susunan organisasi, dan tata kerja ditetapkan kembali dengan Keputusan Presiden Nomor 95 Tahun 2000 tentang Badan Pertanahan Nasional, dan tata kerja satuan kerja daerah, dengan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2002 juncto Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kedudukan BPN diubah berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2006 menyusul Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2006 tentang Badan Pertanahan Nasional terdaftar sebagai Badan Vertikal. Kantor Wilayah BPN di Bengkulu berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BPN di Jakarta.
Sejarah Kota Bengkulu
Selain Fort Marlborough, perseroan juga membangun Fort York di Bengkulu dan Fort Anne di Mukomuko. Berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956, Bengkulu merupakan kota kecil dengan luas wilayah 17,6 km2 di provinsi Sumatera Selatan. Setelah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu, Kotamadya Bengkulu pun menjadi ibu kota provinsi tersebut.
Peta Kota Bengkulu
Orientasi Wilayah
Profil Badan Pertanahan Nasional
Perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang penataan ruang, hubungan hukum agraria-pertanahan, prasarana agraria-pertanahan, pengelolaan pertanahan-agraria, pengadaan tanah, pengendalian pemanfaatan ruang dan kepemilikan tanah, serta pertimbangan permasalahan agraria, tata ruang, dan pertanahan; Koordinasi tugas, perawatan dan dukungan administratif untuk semua organisasi perlindungan lingkungan Kementerian Pertanian dan Tata Ruang. Memberikan dukungan substantif kepada seluruh unsur organisasi dalam kerangka Kementerian Pertanian dan Tata Ruang 61.
Struktur Badan Pertanahan Nasional
Peraturan Menteri Pertanian dan Fisik/Badan Pertanahan Nomor 11 Tahun 2016 tentang Penyelesaian Perkara Pertanahan Dalam perkara pertanahan membedakan antara sengketa, konflik, dan perkara pertanahan. Tipologi perkara pertanahan adalah jenis sengketa pertanahan, perkara dan konflik yang diajukan dan diproses oleh Landstyrelsen, ada beberapa tipologi dalam sengketa pertanahan, misalnya sengketa warisan dan putusan pengadilan”. Hingga saat ini peran kami sebagai anggota Landstyrelsen adalah ada dalam upaya penyelesaian sengketa pertanahan di tempat ini para pegawai Landstyrelsen telah mengunjungi lokasi sengketa untuk mengetahui apa penyebab timbulnya konflik dan.
Peran Badan Pertanahan Nasional dalam proses penyelesaian sengketa bersertifikasi ganda adalah melalui mediasi, dimana mediasi ini menyelesaikan sengketa pertanahan melalui konsultasi para pihak, dimediasi oleh mediator dari Badan Pertanahan Nasional, dan selanjutnya jika para pihak sepakat maka akan dilakukan proses penyelesaian sengketa pertanahan melalui mediasi. masalah terselesaikan, tetapi jika mereka tidak menemukan pelanggan. Jika sudah tercapai kesepakatan maka proses pengadilan akan menyusul. Berdasarkan wawancara dengan Ibu Yenriani selaku Koordinator Tim Isi Umum dan Staf, penyelesaian sengketa pertanahan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Penerbitan sertifikat hak atas tanah hasil konversi bekas hak lama dan hak milik adat oleh Badan Pertanahan Nasional; apabila timbul perselisihan, Pengadilan Negeri berwenang memeriksa, memutus, dan menyelesaikannya.
Berdasarkan hasil wawancara dan uraian di atas dapat dipahami bahwa penyelesaian sengketa administratif kepemilikan tanah dengan sertifikat ganda oleh Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Bengkulu dilakukan oleh Dinas Penanganan dan Pengendalian Masalah Pertanahan dan biasanya juga melalui Subbagian Sengketa, Konflik, dan Penanganan Perkara yang menangani Pertanahan melalui mediasi, perundingan, arbitrase, dan konsiliasi di luar pengadilan. 82 Tika Nurjanah, Penyelesaian Sengketa Sertifikat Ganda Hak Atas Tanah (Studi Kasus pada Pengadilan Tata Usaha Negara Makasar), hal 136.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pandangan Fiqih Siyasah Terhadap Penyelesaian Sengketa
Sertifikat ganda, yaitu suatu bidang tanah mempunyai lebih dari satu sertifikat, terjadinya tumpang tindih seluruhnya atau sebagian. Duplikat sertifikat terjadi karena sertifikat tersebut tidak terpetakan pada peta pendaftaran tanah atau peta situasi kawasan. Penyebab permasalahan sertifikat ganda di Indonesia bisa terjadi karena disengaja, tidak disengaja atau kesalahan administratif.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa proses penetapan hak atas tanah, termasuk penerbitan surat keputusan dan sertifikat, sangat bergantung pada keterangan hukum yang disampaikan oleh pihak yang meminta atau memperoleh hak kepada Badan Pertanahan Nasional. Apabila menteri yang disebutkan dalam surat pengaduan tidak berada di wilayah Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, maka kepala Kantor Pertanahan dapat langsung memerintahkan kepala bagian sengketa untuk memberitahukan kepada pelapor bahwa pengaduannya bersifat material di luar hak milik. yurisdiksi Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. Undang-Undang Arbitrase mengatur mengenai penyelesaian perselisihan atau perbedaan pendapat antara para pihak dalam suatu hubungan hukum yang telah mengadakan perjanjian arbitrase yang di dalamnya dengan tegas diatur bahwa segala perselisihan atau perbedaan pendapat yang timbul dari hubungan hukum itu akan diselesaikan melalui arbitrase atau alternatifnya. penyelesaian konflik.
Peran Badan Pertanahan Nasional dalam proses penyelesaian sengketa administratif multisertifikat adalah menampung pengaduan masyarakat mengenai sengketa, pengaduan ditindaklanjuti dengan mengidentifikasi permasalahan apakah BPN berwenang atau tidak. Setelah kami melakukan pengecekan dan langsung turun ke lapangan untuk mengukur kembali lahan yang bersangkutan, tim akan menyiapkan laporan hasilnya, yang dapat menjadi masukan bagi rekomendasi penyelesaian masalah tersebut. Masyarakat harus mewaspadai lahan disekitarnya agar tidak menempati atau mengambil alih lahan yang bukan miliknya.