PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Ekonomi Islam memandang bahwa penggunaan teknologi informasi dengan menggunakan perdagangan elektronik (e-commerce) pada hakekatnya diperbolehkan atau diperbolehkan. Penelitian ini berusaha untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan teknologi informasi dalam proses dan transaksi ekonomi dan bagaimana perspektif ekonomi Islam terkait masalah ini.
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat dan Signifikasi Penelitian
Penelitian Terdahulu yang Relevan
Diantara ketiga jurnal tersebut terdapat kesamaan peneliti yaitu dari sudut pandang pemanfaatan teknologi informasi dalam bisnis. 6 Tona Aurora Lubis Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Kota Jambi Journal of Regional Development and Financing Perspectives Vol.
Sistematika Penulisan
Bab ini berisi kesimpulan dan saran, menarik kesimpulan dari hasil penelitian dan memberikan kritik dan saran yang membangun tentang bagaimana pemanfaatan teknologi informasi untuk bisnis konveksi di Kota Metro dengan ekonomi Islam telah dipelajari dan penelitian yang akan datang. Daftar pustaka ini memuat judul buku, artikel yang berkaitan dengan penelitian ini.
LANDASAN TEORI
Teknologi Informasi
- Defini Teknologi Informasi
- Ruang Lingkup Teknologi Informasi
- Peran Teknologi Informasi
Menurut Kadir dan Triwahyuni, teknologi informasi secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu perangkat lunak dan perangkat keras. Selain itu, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga memiliki dampak positif dan negatif dalam kehidupan sehari-hari.
E-Commerce
- Definisi E-commerce
- Jenis-jenis E-commerce
Pandangan populer tentang e-commerce adalah penggunaan Internet dan komputer dengan browser web untuk membeli dan menjual produk.15. Oleh karena itu konsep e-commerce adalah proses jual beli yang terjadi melalui internet, dimana website digunakan sebagai wadah untuk melakukan proses tersebut.
E- Marketing
Dalam bidang pemasaran internet atau media online, pemasaran disebut pemasaran internet atau internet marketing. Pemasaran internet kemudian menjadi bagian dari model pemasaran lainnya, yaitu pemasaran elektronik atau disebut juga pemasaran elektronik (e-marketing), dan internet digunakan sebagai media pemasaran dan bisnis.
E-Payment
Micropayment juga biasa disebut dengan consumer-to-consumer (C2C), dengan jumlah transaksi umumnya di bawah Rp 130.000,00.
Jual Beli Online Dalam Ekonomi Islam
Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa jual beli melalui internet adalah jual beli yang terjadi di media elektronik, dimana transaksi jual beli tidak mengharuskan penjual dan pembeli untuk bertemu atau bertatap muka secara langsung, dengan n menentukan karakteristik, jenis barang, sedangkan harga dibayar dulu baru barang dikirim. Karena jual beli atau berbisnis seperti online berdampak positif karena dianggap praktis, cepat dan mudah. Ketika transaksi jual beli selesai, kedua belah pihak akan mengadakan perjanjian jika barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan, barang dapat dikembalikan dan uang pembeli dikembalikan, harus ada kesepakatan dari awal bahwa kedua belah pihak penjual dan pembeli42.
Dalam jual beli online, banyak kali kita terserempak dengan ramai pembeli yang berasa kecewa setelah melihat pakaian yang telah dibeli secara online. Sebelum perkara ini berlaku kepada anda lagi, anda harus betul-betul fikirkan sama ada harga yang ditawarkan bersesuaian dengan kualiti barang yang bakal anda beli.
Jual Beli Online Menurut Fatwa MUI
Artinya pelaku usaha konvektif memahami bahwa penggunaan teknologi informasi dalam usahanya sangatlah penting. Pemanfaatan teknologi informasi juga menjadi alat pemasaran dan pembayaran bagi usaha konveksi yang ada di Kota Metro. Pemanfaatan teknologi informasi pada usaha konveksi di Kota Metro dalam hal pemasaran menggunakan : Google Maps, Whatsapp, Instagram dan Facebook.
Bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dalam bisnis konveksi Anda khususnya dalam kaitannya dengan pemasaran melalui media elektronik? . satu. Apa masukan anda untuk perusahaan konveksi dalam memasarkan usahanya melalui teknologi informasi menurut ahli ekonomi islam.
Pandangan Mahzab Syafii Terhadap Jual Beli Online
METODE PENELITIAN
Rancangan Penelitian
Dilihat dari jenisnya, penelitian pemanfaatan teknologi informasi dan perspektif ekonomi Islam dengan studi kasus ini dimaksudkan untuk mencoba mengamati dan mencoba mencari kebenaran dari perkembangan dan fenomena yang terjadi pada bisnis konveksi di Kota Metro. Tujuan dari studi kasus adalah untuk mengembangkan pengetahuan yang mendalam tentang objek yang bersangkutan, yang berarti bahwa studi kasus harus dicirikan sebagai penelitian eksploratif. Menurut Linco dan Guba yang dikutip oleh Deddy Mulyana, penggunaan studi kasus memiliki beberapa keuntungan, yaitu: 4.
Studi kasus menyajikan deskripsi yang luas mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan uraian di atas, maka metode eksploratif yang digunakan layak digunakan dalam penelitian ini.
Metode Penelitian Delphi
Pertanyaan wawancara di atas merepresentasikan pemanfaatan teknologi informasi dalam aspek pemasaran dengan menggunakan perspektif ekonomi Islam yang menekankan prinsip kejujuran, tanggung jawab,. Peneliti melakukan survei terhadap 13 konveksi kota metro mengenai rata-rata penggunaan teknologi informasi dalam bisnisnya, khususnya pemasaran terbatas pada Google Maps, Facebook, Instagram dan WhatsApp. Menurut Romdon Muhammad Ubaidilah90 mengatakan pemanfaatan teknologi informasi pada bisnis transportasi dengan menggunakan Google Maps, Whatsaap, Instagram dan Facebook termasuk dalam kategori cukup.
Aspek pemasaran terhadap pemanfaatan teknologi informasi bagi pelaku usaha konveksi. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa media pemasaran melalui temuan di lapangan menunjukkan bahwa media pemasaran melalui teknologi informasi bagi pelaku usaha konveksi menggunakan Instagram, Facebook, WhatsApp dan Google Maps. Menurut Dr Rio Satria, M.E.Sy mengungkapkan bahwa dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam aspek pemasaran dengan memanfaatkan. Pemanfaatan teknologi informasi pada usaha konveksi di Kota Metro mengenai aspek pembayaran pelaku usaha konveksi di Kota Metro menggunakan teknologi informasi dengan metode transfer atau e-wallet.
Bagi pelaku usaha konveksi, potensi teknologi informasi dapat dikembangkan apabila pelaku usaha konveksi dapat memanfaatkannya secara maksimal seperti yang ditunjukkan oleh pakar teknologi informasi. Setelah melihat hasil penelitian, peneliti akan menindak para pelaku usaha Konveksi di lingkungan penelitian untuk mengedukasi mereka tentang penggunaan teknologi informasi dalam aspek pemasaran dan pembayaran. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dalam dunia bisnis, manfaat apa yang dapat Anda peroleh dari penggunaan teknologi informasi tersebut?
Prinsip Dasar Teknik Delphi
Langkah-langkah Penelitian Delphi
Isu atau permasalahan yang ditemukan peneliti terkait dengan kecurangan yang terjadi pada pelaku usaha yang menggunakan teknologi informasi sebagai alat jual beli dan pembayaran. Semua item pertanyaan juga mengalami peningkatan jumlah poin, kecuali pertanyaan nomor 7 yang berkaitan dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi oleh media. Posisi Ekonomi Islam dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam aspek pemasaran dan pembayaran tidak bertentangan dengan Ekonomi Islam, sepanjang rukun dan syaratnya terpenuhi.
Tira Nur Fitria, Bisnis Perdagangan Online dalam Hukum Islam dan Hukum Negara, Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, Halaman 52-62 Tona Aurora Lubis Pemanfaatan Teknologi Informasi Pada Usaha Mikro dan Kecil. Dengan penggunaan teknologi informasi saat ini, apakah berpengaruh terhadap permodalan di perusahaan Anda? .. h) Kadang berpengaruh i) Sering berpengaruh.
Kelebihan dan Kekurangan Delphi
Sumber Data
Jika penelitian menggunakan wawancara atau pedoman wawancara sebagai alat pengumpulan data, sumber data disebut partisipan, yaitu orang yang menjawab pertanyaan penulis, baik berupa pertanyaan tertulis maupun lisan. Sugiono menjelaskan bahwa pengumpulan sumber data dalam melakukan penelitian kualitatif dipilih melalui purposive sampling yaitu teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pertimbangan khusus tersebut, misalnya orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang kita harapkan atau mungkin dia adalah penguasa sehingga memudahkan penulis untuk mengeksplorasi objek/situasi sosial yang diteliti, yang bersifat snowball sampling. yaitu teknik sampling Sumber data yang awalnya kecil jumlahnya lama kelamaan menjadi besar 12.
Dalam penelitian ini yang menjadi informan kunci (key informant) atau informan utama adalah pelaku usaha konveksi. Data sekunder yang sumbernya berupa buku, dalam penelitian ini adalah data yang berkaitan dengan pelaku usaha konveksi di Kota Metro.
Metode Pengumpulan Data
Wawancara terstruktur umumnya digunakan jika semua sampel penelitian dianggap memiliki kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Kelebihan dari wawancara terstruktur ini adalah tidak adanya pertanyaan mendalam yang memungkinkan terjadinya kebohongan terhadap informan yang diwawancarai. Pertanyaan yang diajukan dalam wawancara terstruktur biasanya berupa pertanyaan tertutup dimana informan harus memilih berdasarkan pilihan jawaban yang disajikan oleh pewawancara.
Wawancara terstruktur ini digunakan untuk menggali informasi secara mendalam terkait pemanfaatan teknologi informasi.Metode ini digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang lengkap dari para pelaku usaha. Selain itu, teknik yang digunakan dalam wawancara terstruktur juga sangat sistematis, bisa dikatakan wawancara formal.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa metode pembayaran yang digunakan oleh pengusaha konveksi di Kota Metro masih sebatas media transfer/electronic payment card dan SMS banking/m-payments, padahal jika bisnis yang dijalankan mengikuti perkembangan teknologi informasi, masih banyak k fungsi menarik k dalam pembayaran.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Konveksi Kota Metro
Industri UKM Konveksi di Kota Metro
Pernyataan yang dibuat dalam penelitian ini terdiri dari 5 pernyataan para ahli ekonomi dan teknologi informasi mengenai pemanfaatan teknologi informasi dalam perspektif ekonomi Islam. Hal yang sama diungkapkan oleh Use p. Saprudin., MTI91 selaku akademisi dan praktisi Kampus Metro Darma Wacana menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam bisnis konveksi dapat merambah ke wilayah nasional bahkan internasional melalui Facebook Ads dan Google Ads.
C1.Putaran Pertama Delphi
- Prosedur Delphi
- Instrumen Penelitian
- Waktu Pelaksanaan Wawancara Putaran I dan Putaran II . 83
Analisa Pemanfaatan TI Menurut Ahli Teknologi
- Aspek Pemasaran
- Aspek Pembayaran
Potensi Pemanfaatan Teknologi Informasi Usaha
Pesatnya perkembangan teknologi informasi menyebabkan para pelaku usaha mendorong usahanya untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi guna memenuhi tuntutan pasar yang semakin modern.98 Mengingat pembaruan dalam dunia bisnis akan selalu ada bersama-sama. bersama waktu. Kemudahan yang diberikan oleh teknologi informasi memanjakan konsumen dan menekan produsen untuk terus berinovasi mengikuti permintaan. Instagram, Facebook, WhatsApp, dan Google Maps tidak bertentangan dengan ekonomi Islam. Asalkan memenuhi unsur jual beli dan etika bisnis islami serta bersungguh-sungguh menggunakan pemasaran teknologi informasi sebagaimana mestinya. Juga dr. Rio Satria, M.E.Sy menyatakan bahwa yang diperjualbelikan meliputi yang suci, bermanfaat, jual beli tidak terkait dengan barang tertentu, jual beli tidak terbatas waktu, barang hilang atau barang yang sulit diperoleh karena tidak jelas, dimiliki sendiri dan spesifikasi barangnya benar-benar diketahui. Menurutnya, pemasaran melalui teknologi informasi harus sesuai dengan etika bisnis Islam.
Apakah mereka perlu mempertahankan atau bahkan meningkatkan prinsip ekonomi Islam, rata-rata yang memberikan jawaban akan meningkatkan prinsip ekonomi Islam atau etika bisnis Islam ketika pemasaran melalui teknologi informasi. Cara memanfaatkan teknologi informasi adalah dengan memaksimalkan media sosial yang tersedia, baik berbayar maupun tidak berbayar.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Sistem informasi itu sendiri pada aspek pemasaran dan pembayaran tidak bertentangan dengan ekonomi Islam, sepanjang tidak melanggar etika bisnis Islam dan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti yang dikemukakan para ekonom Islam. Teknologi informasi dan ekonomi syariah dapat diintegrasikan melalui satu aplikasi yaitu melalui kerjasama dengan marketplace dan perbankan syariah. Pada aspek pemasaran akan memberikan arahan menggunakan media online dengan tetap mengikuti ketentuan jual beli dalam Islam.
Sedangkan pada aspek pembayaran, peneliti akan memberikan petunjuk cara penggunaan pembayaran digital yang tersedia di bank syariah. Berdasarkan hasil wawancara dengan perusahaan konveksi di Kota Metro mengenai pemanfaatan teknologi informasi, pengusaha konveksi menggunakan Google Maps, WhatsApp, Instagram dan Facebook.