Tim penulis berharap artikel ini dapat memberikan informasi mengenai perubahan dan keberlanjutan tari Balanse Madam pada masyarakat Nias Padang saat ini. Keberadaan tari Nyonya Keseimbangan sangat unik diantara kesenian tradisional yang ada di kota Padang. Pertunjukan tari Balanse Madam biasanya dimainkan dengan iringan alat musik barat seperti drum set, gitar, kendang, kendang, biola, dan akordeon.
Hal ini berkaitan dengan musik pengiring tari Balanse Madam yang merupakan pengembangan dari musik Gamad. Skripsi ini bermanfaat bagi penulis untuk memberikan gambaran mengenai alat musik Gamad yang merupakan bagian dari alat tari Balanse Madam. Tesis Risnawati (2002) yang berjudul “Eksistensi Tari Nyonya Seimbang Pada Masyarakat Nias di Kota Padang Sumatera Barat”.
Tesis Risnawati memberikan gambaran bahwa ia tidak menyebutkan perubahan bentuk pertunjukan maupun keberlangsungan tari Balance Madam. Tesis Novina Yeni Fatrina (2009), berjudul “Keseimbangan Tari Nyonya pada Masyarakat Nias di Padang Sumatera Barat: Studi Banding Bentuk”. Sedangkan artikel ini membahas tentang perubahan bentuk pertunjukan tari Balanse Madam yang berlangsung pada tahun 1995 hingga saat ini.
Kajian bertajuk “Perubahan dan Keberlanjutan Tari Nyonya Seimbang Masyarakat Nias Padang” ini bertujuan untuk:
Teknik Pengumpulan Data
Fotografi data visual dimaksudkan untuk menangkap dan mengumpulkan data visual berupa gerak-gerik yang dilakukan oleh praktisi tari Balanse Madam, alat musik yang digunakan serta foto-foto pertunjukan tari Balanse Madam. Penelitian yang bertajuk “Perubahan dan Keberlanjutan Tari Nyonya Keseimbangan pada Masyarakat Nias Padang” ini dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai dengan Agustus 2017. Sebelum memaparkan hasil penelitian, alangkah baiknya dirumuskan topik permasalahan yang telah ada. merumuskan: (1) bagaimana perubahan bentuk pertunjukan tari Balanse Madam dari tahun 1995 hingga saat penelitian ini diajukan; (2) bagaimana kelanjutan tari Balance Madam setelah banyak seniman pendukungnya meninggal dunia?
Tim peneliti menemukan bahwa resistensi budaya masyarakat Nias Padang mulai melemah terhadap tari Balanse Madam sehingga terjadi perubahan pada beberapa elemen. Analisis awal terhadap tari Balanse Madam menunjukkan bahwa ketahanan budaya mulai rapuh pada kaidah tari Balanse Madam sehingga terjadilah perubahan. Namun kini tari Balanse Madam ditarikan oleh penari pria dan wanita yang belum menikah.
Berdasarkan data yang diperoleh, terlihat banyak penari yang sudah berusia lanjut dan sudah tidak mampu lagi menarikan tari Balanse Madam. Keadaan seperti inilah yang menjadi pemicu para seniman untuk terus berupaya menghidupkan kembali tari Balanse Madam, yaitu dengan mengajarkan dan menampilkan tari Balanse Madam bersama penari yang masih berusia remaja. Sayangnya kegiatan latihan tari Balanse Madam ini kurang dilakukan secara maksimal dan terus menerus karena hanya dilakukan ketika ada yang memesan tarian ini untuk suatu acara.
Diantara alat musik tersebut, irama biola memegang peranan penting dalam mengiringi tarian Balance Madam. Situasi seperti ini memaksa para penggiat tari Balanse Madam mencari alternatif lain agar tari Balanse Madam tetap bisa dipentaskan. Namun para penggiat tari Balanse Madam tetap melatih pemain biola, meski belum menghasilkan ritme musik yang sama dengan musik pengiring Balanse Madam sebelumnya.
Jika pemain biola berhalangan hadir, pihak penyelenggara juga menyiapkan alternatif lain yakni musik yang direkam menggunakan flash drive untuk mengiringi tarian Balanse Madam. Namun musik yang direkam dari flash drive tersebut juga menghasilkan ritme yang berbeda dengan musik pengiring tarian Madam's Balanse sebelumnya. Pertunjukan tari Balanse Madam diiringi organ tunggal (Koleksi Foto oleh Arif Prima Gunawan - Padang Ekspres, 03 Mei 2015).
Jurnal Nasional tidak terakreditasi, namun peneliti dalam hal ini telah memasukkan tulisan ke Jurnal Seni Budaya Mudra di ISI Denpasar. Berdasarkan
Alat musik ini awalnya dimainkan secara langsung oleh para musisi, namun saat ini banyak diantara musisi tersebut yang sudah tua, terkena stroke dan meninggal. Jurnal Nasional tidak terakreditasi, namun peneliti dalam hal ini telah mengirimkan artikel ke Jurnal Seni Budaya Mudra ISI Denpasar. Artikel jurnal tersebut akan dimuat pada Jurnal Seni dan Budaya Mudra Volume 33 No.1 edisi Februari 2018 (bukti terlampir).
Pemakalah dalam pertemuan ilmiah Nasional sudah dilaksanakan
Bahan Ajar sudah terbit. Dalam hal ini bahan ajar adalah bagian dari buku ajar
Penelitian yang bertajuk “Perubahan dan Keberlanjutan Tari Balanse Madam pada Masyarakat Nias Padang” ini berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada tari Balanse Madam ditinjau dari unsur-unsur tarinya. Berdasarkan hasil analisis terhadap tari Balase Madam, teridentifikasi adanya perubahan mendasar, yaitu: (1) dilonggarkannya aturan bagi penari Balase Madam; biasanya menari pasangan yang sudah menikah, namun sekarang remaja atau anak muda diperbolehkan menari; (2) perintah yang diberikan oleh komandan; komandan yang peneliti kenal pada tahun 1995 meninggal pada tahun 2014, sehingga terjadi pergantian komandan secara generasi, namun komandan ini masih sangat baru dan ada ketidakpastian dalam komando yang biasa diberikan oleh komandan sebelumnya; (3) irama musik pengiring tari Balance Madam; Keadaan ini sangat mengkhawatirkan para penggiat tari Balanse Madam sehingga perlu dilakukan pengawasan yang mendalam.
Agar tari Nyonya Keseimbangan dapat berlangsung dalam kehidupan masyarakat Nias Padang pada khususnya dan Kota Padang pada umumnya diperlukan kegiatan yang bersifat bhakti dengan memberikan pelatihan. Pelatihan ini dapat diberikan kepada masyarakat Nias Padang, Karang Taruna, paguyuban PKK, pelajar tingkat SMA se-Kota Padang. Tarian Nyonya Keseimbangan merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat Nias Padang yang saat ini sedang mengalami kerapuhan ketahanan budaya.
Kemudian terjadi pula perubahan pada musik pengiring tari Balanse Madam, baik dari segi irama maupun bentuk pengiringnya. Awalnya tari Balanse Madam diiringi langsung dengan menggunakan alat musik barat, seperti drum set, gitar, kendang, kendang, biola, dan akordeon. Pergantian komando ini dipengaruhi oleh regenerasi yang masih sangat singkat sehingga tugas pewaris sebagai panglima belum dapat berjalan sesuai harapan para penggiat tari Balanse Madam.
Keadaan tersebut terjadi karena saat ini tari Balanse Madam sudah jarang dipentaskan baik pada acara pernikahan, pada acara pelantikan kepala desa maupun pada acara-acara nagari. Jarang dipentaskannya tari Balanse Madam karena beberapa faktor, antara lain: (1) banyak penari tua yang mampu menarikannya lalu meninggal, (2) banyak pemusik yang sudah tua, terkena stroke dan meninggal. Dalam hal ini perlu adanya campur tangan dari pemerintah kota Padang untuk membuat suatu program yang dapat melestarikan kesenian khas kota Padang.
Artinya, rekaman tari Balanse Madam sudah ada sebelum banyak seniman yang sakit dan meninggal seperti tahun 2017. Kerja sama ini bisa berupa pemberian pelatihan tari Balanse Madam ke sekolah menengah, Karang Taruna dan PKK di kota Padang. . Kemudian memperkenalkan tari Balanse Madam sebagai tari pergaulan yang dapat digunakan pada acara-acara atau hiburan massal tradisional.
Bukti jurnal telah submit
Berfoto di depan poster yang dipajang pada Seminar Nasional “Seni, Teknologi, dan Masyarakat #2” di ISI Surakarta.
Kompetensi Dasar 2. Indikator
Tujuan Pembelajaran B. Penyajian
Latihan 2. Rangkuman