• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL - Bandung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL - Bandung"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

Dengan segala kemampuannya, penulis berhasil menyelesaikan penyusunan laporan kerja praktek yang berjudul “Pemantauan Lingkungan Kualitas Air Sungai di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kotabaru (2X7 MW) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2021”. Kwarsa Hexagon yang memberikan arahan dan kesempatan kepada saya untuk melakukan kerja praktek di PT.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang
  • Rumusan Masalah
  • Ruang Lingkup Kegiatan
  • Maksud dan Tujuan
  • Metodologi Penelitian
  • Identifikasi Masalah
  • Studi Literatur
  • Pengumpulan Data Sekunder
  • Analisis dan Pengolahan Data
    • Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN

Apa dampak parameter yang melebihi baku mutu terhadap kualitas air Sungai Kemuning? Bandingkan hasil pengukuran parameter fisik, kimia, dan biologi air Sungai Kemuning dengan baku mutu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Gambar 1.1 Metodogi Kerja Praktik
Gambar 1.1 Metodogi Kerja Praktik

LANDASAN TEORI

Studi literatur merupakan landasan teori yang digunakan untuk membantu analisis dan perhitungan dalam menilai status kualitas air sungai. Angka ini juga dijadikan pedoman ketika membandingkan kondisi air sungai yang ada dengan teori yang ada.

GAMBARAN UMUM LOKASI KERJA PRAKTIK

ANALISA DAN PEMBAHASAN

PENUTUPAN

Monitoring Lingkungan

Pemantauan lingkungan hidup merupakan salah satu kewajiban pemrakarsa yaitu pelaksanaan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup dalam proses pembangunan, sehingga dilakukan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (ECM) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021. Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan (ERP) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (EMP), pemrakarsa usaha dan/atau kegiatan diharapkan mempersiapkan laporan pelaksanaan rencana pengelolaan lingkungan hidup sampai dengan disajikan. dan rencana pemantauan lingkungan hidup kepada instansi terkait yang membidangi usaha dan/atau kegiatan penanggulangan dampak lingkungan hidup.

Sumber Daya Air

Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 13 Tahun 2010 tentang Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup serta Pernyataan Kompetensi Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup, pemantauan lingkungan hidup atau pemantauan lingkungan hidup adalah upaya mengamati, mencatat, mengukur, mendokumentasikan satu atau lebih lebih banyak komponen lingkungan hidup yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan mengenai pelaksanaan usaha dan/atau kegiatan, dengan menggunakan satu atau lebih parameter sebagai tolak ukur, dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terkendali dalam jangka waktu tertentu. Sungai merupakan sumber daya alam yang merupakan sumber daya yang mengalir, sehingga penggunaan air di bagian hulu akan mengurangi atau bahkan menghilangkan peluang penggunaan air di bagian hilir.

Parameter Pencemar Air

  • Suhu
  • Nitrogen (N)
  • Besi (Fe)
  • Mangan (Mn)
  • Timbal (Pb)
  • Merkuri (Hg)
  • Minyak dan Lemak
  • Total Coliform

Secara umum berdasarkan definisi di atas, zat-zat terlarut dalam air (larutan) harus dapat melewati suatu penyaring yang berdiameter 2 mikrometer (2×10-6 meter). Limbah dan bahan limbah industri akan mengubah pH air, yang pada akhirnya akan mengganggu kehidupan organisme perairan (Wardhana, 2004).

Kualitas Air

  • Klasifikasi Kualitas Air
  • Metode Storet
  • Metode Indeks Pencemaran (IP)

Golongan keempat, air untuk keperluan lain yang memerlukan mutu air yang sama dengan peruntukannya. Metode Storet merupakan metode yang umum digunakan untuk mengetahui status mutu air sungai.

Tabel 2.1 Penentuan Sistem Nilai Untuk Menentukan Status Mutu Air
Tabel 2.1 Penentuan Sistem Nilai Untuk Menentukan Status Mutu Air

Software Monitoring Lingkungan 1. Onlimo (Online Monitoring)

Lij : Konsentrasi parameter sesuai baku mutu air j (Ci/Lij)M : nilai Ci/Lij maksimum. Ci/Lij)R : berarti nilai Ci/Lij. Pada metode ini, data logger dapat segera mengirimkan data ke pusat data jika terjadi pencemaran air atau kejadian yang hasil pengukurannya melebihi baku mutu.

Latar Belakang Perusahaan

Lokasi Perusahaan

Struktur Organisasi

Visi dan Misi Perusahaan

Studi Lingkungan

Penyusunan kajian AMDAL pada pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU), pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga air (PLTA); Pemantauan lingkungan hidup pada pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU), pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), pembangkit listrik tenaga uap (PLTG), pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pembangkit listrik tenaga air (PLTA);

Rona Lingkungan Awal (Kualitas Air Permukaan)

KA-5: Sumur di sekitar lokasi PLTU KA-6: Sumur di sekitar pemukiman Sumber: Dokumen UKL-UPL Kotabaru, 2010.

Dampak Lingkungan Yang Akan Terjadi

Dampak Terhadap Kualitas Air Permukaan (Tahap Konstruksi) 1. Pembukaan dan Pematangan Lahan

  • Pembangunan Unit Sistem Pembangkit dan Fasilitas Penunjang Menurut Dokumen UKL-UPL PLTU Kotabaru 2x7 MW (2010),

Pembangunan unit sistem pembangkitan dan fasilitas pendukungnya Sesuai dokumen UKL-UPL PLTU Kotabaru 2x7 MW (2010), Berdasarkan dokumen UKL-UPL PLTU Kotabaru 2x7 MW (2010), perkembangan kualitas air permukaan pada kegiatan ini adalah merupakan dampak turunan dari kegiatan pembukaan lahan dan pembersihan yang dilakukan sebelum kegiatan konstruksi unit sistem pembangkitan dan fasilitas pendukungnya dimulai. Namun gangguan tersebut hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung terlalu lama sehingga intensitas perubahan kualitas lingkungan yang terjadi tidak terlalu signifikan. Apabila memperhatikan keadaan awal kualitas air di lokasi kegiatan yang tergolong baik dan kemungkinan terjadinya perubahan kualitas air permukaan akibat kegiatan pembangunan unit sistem pembangkitan dan fasilitas pendukungnya, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mempunyai dampak positif. dampak negatif yang kecil terhadap kualitas air permukaan di lokasi kegiatan.

Gambaran Umum Lokasi Pemantauan

  • Lokasi Kegiatan
  • Demografi Kependudukan
  • Kondisi Klimatologi
  • Tata Guna Lahan
  • Perkembangan Lingkungan Sekitar

Pembangunan PLTU Kotabaru (2X7 MW) dilengkapi dengan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) yang telah disetujui oleh Bupati Kabupaten Kotabaru melalui Keputusan Bupati Kotabaru No. KUM/2010 Tahun 2010 Menyetujui Kegiatan Pembangunan dan Operasional pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan pemantauan lingkungan hidup (UPL) PLTU Kotabaru (2X7 MW) PT. Berdasarkan Keputusan Bupati Kotabaru Nomor KUM Tahun 2009 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Pembangunan PLTU 2X7 MW di Desa Sigam Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru, maka total luas lahan pembangunan PLTU Kotabaru (2X7 MW) seluas ± 10 Ha. Sisi Barat: Kebun Warga - Hutan Rawa Peta lokasi pembangunan PLTU Kotabaru (2X7 MW) dan titik pemantauan air Sungai Kemuning disajikan pada Gambar 3.2.

Secara umum sarana dan prasarana yang akan dibangun pada PLTU Kotabaru (2X7 MW) dapat dilihat pada Tabel 3.8. Kondisi lingkungan sekitar PLTU Kotabaru (2X7 MW) terdiri dari laut, hutan mangrove, rawa dan hutan sekunder. Kegiatan pembangunan komplek perumahan ini terletak di pertigaan jalan akses menuju PLTU Kotabaru (2X7 MW) dan berjarak ±1,4 kilometer dari lokasi PLTU Kotabaru (2X7 MW).

Tabel 3.3 Koordinat Lokasi Usaha/Kegiatan
Tabel 3.3 Koordinat Lokasi Usaha/Kegiatan

Pelaksanaan Pemantauan Kualitas Air Sungai Kemuning

Pengambilan sampel plankton dan benthos di Sungai Kemuning (Triwulan IV) Gambar 4.2 Dokumentasi pengambilan sampel air permukaan di sungai. Metode pengukuran yang digunakan untuk mengukur parameter uji air Sungai Kemuning ditunjukkan pada Tabel 4.1.

Tabel 4. 1 Metode Pengukuran Parameter Uji Air Sungai Kemuning  No.  Parmeter Uji  Satuan  Metode Pengukuran
Tabel 4. 1 Metode Pengukuran Parameter Uji Air Sungai Kemuning No. Parmeter Uji Satuan Metode Pengukuran

Kualitas Air Sungai Kemuning

Analisis Parameter Fisika .1. Suhu

Hasil pengukuran parameter total padatan tersuspensi (TSS) pada triwulan I sebesar 208 mg/l, kondisi ini belum memenuhi baku mutu air sungai kelas 2 yang tercantum dalam PP no. 22 Tahun 2021 yaitu 50 mg/l. Sedangkan konsentrasi TSS pada air Sungai Kemuning pada triwulan II dan IV masing-masing sebesar 10 mg/l dan 12 mg/l yang memenuhi baku mutu air sungai kelas 2 PP No. 22 Tahun 2021. Dibandingkan dengan situasi di Teluk Lampung, konsentrasi TSS tergolong tinggi. Air sungai yang terletak di dekat laut juga dipengaruhi oleh aktivitas di sekitar aliran (ekonomi, jasa, industri) yang memberikan kontribusi padatan pada badan air (Hidayat et al., 2016).

Dibandingkan dengan kondisi serupa menurut (Firdaus dan Aryawati, 2015), konsentrasi TSS tertinggi pada stasiun yang mengarah langsung ke laut adalah 1.640 mg/L, hal ini disebabkan masukan TSS dari tanah yang terkikis dan diairi oleh derasnya aliran sungai. arus air. Berdasarkan nilai rata-rata yang diukur pada parameter TSS, konsentrasi parameter ini melebihi baku mutu air sungai kelas II sebagaimana ditetapkan dalam PP Nomor 22 Tahun 2021 sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai prasarana/sarana rekreasi air, ikan air tawar. bertani tidak. , peternakan, air untuk irigasi pertanian, dan penggunaan lain yang memerlukan kualitas air yang sama dengan penggunaan tersebut. Pada umumnya TDS di perairan disebabkan oleh limpasan pertanian, limbah domestik dan industri, namun berdasarkan letak titik pengambilan sampel, konsentrasi TDS yang melebihi baku mutu disebabkan oleh letak sungai yang dekat dengan laut (muara) sehingga sungai air bercampur dengan air laut yang mengandung TDS tinggi dan memiliki jumlah ion Na+ dan Cl- yang tinggi.

Gambar 4.3 Hasil Pemantauan Parameter Suhu (sumber: hasil perhitungan, 2021)
Gambar 4.3 Hasil Pemantauan Parameter Suhu (sumber: hasil perhitungan, 2021)
  • Amonia (NH 3 )
  • Nitrit (NO 2 )
  • Nitrat (NO 3 )
  • Minyak dan Lemak
  • Merkuri (Hg)
  • Timbal (Pb)
  • Dissolved Oxygen (DO)
  • Mangan (Mn)

Berdasarkan nilai rata-rata terukur, konsentrasi amonia terukur melebihi baku mutu kelas II PP No. Berdasarkan nilai rata-rata terukur, konsentrasi merkuri terukur melebihi baku mutu kelas II PP No. konsentrasi BOD terukur melebihi baku mutu Kelas II PP No.

Dilihat dari nilai rata-rata terukur, konsentrasi COD terukur melebihi baku mutu kelas II yang ditetapkan PP No. Jika dilihat dari nilai rata-rata terukur, konsentrasi DO terukur tidak melebihi baku mutu kelas II yang ditetapkan PP No. nilai rata-rata terukur konsentrasi mangan terukur tidak melebihi baku mutu kelas II yang ditetapkan PP no.

Gambar 4.6 Hasil Pemantauan Parameter pH  (sumber: hasil perhitungan, 2021)
Gambar 4.6 Hasil Pemantauan Parameter pH (sumber: hasil perhitungan, 2021)

Analisis Parameter Biologi .1. Total Coliform

Jumlah total koliform yang diukur selama periode pemantauan triwulan I, triwulan II, dan triwulan IV disajikan pada Gambar 4.16. Hasil pengukuran parameter fecal coliform di Sungai Kemuning pada periode pengukuran triwulan I adalah 6.200 koloni/100 ml, belum memenuhi baku mutu air sungai PP No.2 Tahun 2021 kelas 2 dengan nilai maksimal 1.000 koloni/100ml . Tingginya parameter fecal coliform pada perairan tersebut bukan disebabkan oleh aktivitas PLTU Kotabaru (2X7 MW), melainkan pembuangan limbah domestik dan limbah serta aktivitas industri di sekitar Sungai Kemuning.

Konsentrasi fecal coliform yang tinggi dapat menyebabkan kontaminasi pada organisme perairan, yang secara tidak langsung akan menimbulkan berbagai penyakit jika makhluk tersebut dikonsumsi oleh manusia. Dari nilai rata-rata terukur terlihat bahwa konsentrasi fecal coliform terukur melebihi baku mutu II. kelas ditentukan oleh PP no. Coliform fekal yang diukur pada periode tindak lanjut kuartal pertama, kuartal kedua, dan kuartal keempat ditunjukkan pada Gambar 4.17.

Gambar 4.17 Hasil Pemantauan Parameter Total Coliform (sumber: hasil perhitungan, 2021)
Gambar 4.17 Hasil Pemantauan Parameter Total Coliform (sumber: hasil perhitungan, 2021)

Perhitungan Status Mutu Air Sungai dengan Metode Storet

Menghitung nilai untuk menentukan status mutu air tiap parameter Sebagai contoh perhitungan, digunakan parameter fisika yaitu TSS untuk

Berdasarkan Tabel 2.1 mengenai pengertian sistem nilai penentuan status mutu air berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 115 Tahun 2003, skor kualitas parameter TSS bernilai -8 karena nilai maksimum parameter ini melebihi baku mutu. (-2) dan nilai rata-rata parameter TSS hasilnya melebihi baku mutu (-6) sehingga jika diakumulasikan hasilnya menjadi -8.

Akumulasi nilai mutu setiap parameter untuk menentukan status mutu air sungai Kemuning

  • Perhitungan Status Mutu Air Sungai dengan Metode Indeks Pencemaran (IP)

Cim : nilai maksimal suatu parameter Ci : nilai terukur suatu parameter Lij : nilai baku mutu.

Tabel 4.5 Status Mutu Air Sungai Kemuning Triwulan II dengan Metode Indeks  Pencemaran (IP)
Tabel 4.5 Status Mutu Air Sungai Kemuning Triwulan II dengan Metode Indeks Pencemaran (IP)

Menghitung Ci/Lij

Menghitung Ci/Lij Baru

Mencari Nilai Maksimum

Mencari Nilai Rata-Rata

Menghitung Indeks Pencemaran

  • Kesimpulan
  • Saran

Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air Sungai Kemuning terdapat 3 parameter fisik (Suhu, TSS, dan TDS), 12 parameter kimia (pH, amonia, nitrit, nitrat, minyak dan lemak, merkuri, timbal, BOD, COD, DO, Mangan dan Besi) dan 2 parameter biologis (total coliform dan fecal coliform) yang teridentifikasi pada air Sungai Kemuning. Berdasarkan hasil perbandingan kualitas air Sungai Kemuning yang diukur dengan Baku Mutu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Status kualitas air Sungai Kemuning berdasarkan hasil perhitungan dengan metode pengendapan termasuk dalam kelas D (cemar tinggi) dengan skor -116.

Status kualitas air Sungai Kemuning berdasarkan hasil perhitungan dengan metode Indeks Pencemaran (IP) dikategorikan tercemar ringan pada periode pengukuran Triwulan I (dengan nilai IP 3,31), Triwulan II (dengan nilai IP ) sebesar 5,00), dan Triwulan IV (dengan nilai IP 5,00).IP 2,30) pada tahun 2021. Penerapan pemantauan lingkungan hidup berbasis pemantauan online (Onlimo) yang memudahkan pengukuran kualitas air sungai secara terus menerus. Bolehkah menentukan status mutu air sungai hanya berdasarkan parameter yang melebihi baku mutu?

Tabel 4.7 Rekaptiulasi Perhitungan Status Mutu Air Sungai Kemuning dengan  Metode Storet
Tabel 4.7 Rekaptiulasi Perhitungan Status Mutu Air Sungai Kemuning dengan Metode Storet

DAFTAR PUSTAKA

APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK PENGELOLAAN KUALITAS AIR SUNGAI BRANTAS APLIKASI MODEL QUAL2Kw UNTUK PENGELOLAAN KUALITAS AIR SUNGAI BRANTAS. QUAL2Kw – Kerangka Pemodelan Kualitas Air di Aliran dan Sungai Menggunakan Algoritma Genetika untuk Kalibrasi. Analisis pencemaran logam berat dan merkuri pada perairan dan udang di Sungai Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak.

Referensi

Dokumen terkait