Tujuan dilaksanakannya Praktek Kerja ini adalah untuk mengevaluasi sistem operasional di TPA Sarimukti. Perbandingan kegiatan operasional dan analisis kesesuaian kondisi eksisting di TPA Sarimukti yang telah diidentifikasi dengan literatur atau peraturan yang berlaku yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Pengelolaan Sampah sampah rumah tangga dan sejenisnya sampah rumah tangga. Memberikan rekomendasi perbaikan kegiatan operasional di TPA Sarimukti berdasarkan hasil analisis dan literatur yang ada.
Membahas kegiatan teknis operasional TPA Sarimukti untuk evaluasi (pencatatan sampah yang masuk ke TPA, penimbangan sampah yang masuk ke TPA, klasifikasi sampah, pembuangan sampah di area kerja, pendistribusian sampah ke dalam sel, pemadatan sampah, penyebaran tanah penutup. , pemadatan tanah penutup, pengoperasian gas ventilasi, pengolahan drainase dan pengomposan). Data primer merupakan data yang diperoleh melalui observasi langsung di lokasi penelitian TPA Sarimukti dalam bentuk dokumentasi. Pada tahap ini juga dilakukan evaluasi dengan membandingkan kondisi operasional TPA Sarimukti eksisting dengan teori yang ada.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Maksud dan Tujuan
- Ruang Lingkup
- Metodologi
- Sistematika Laporan
Untuk itu perlu dilakukan peningkatan kepadatan sampah agar volume yang tersedia dapat menampung sampah dalam jumlah yang lebih besar. Pemadatan yang baik akan mengurangi jumlah yang dibutuhkan untuk fasilitas TPA, sekaligus mengurangi risiko tanah longsor. Jenis truk pengangkut sampah yang masuk ke TPA Sarimukti adalah truk Drum, truk Arm roller dan truk Compactor untuk mengetahui jumlah sampah yang masuk ke TPA Sarimukti.
Perbandingan kegiatan operasional ini akan menjadi dasar rekomendasi perbaikan kegiatan operasional di lokasi penelitian.
TINJAUAN PUSTAKA
Sampah
- Definisi TPA
- Sumber dan Timbulan Sampah
- Pengelolaan Sampah
- Metode Pembuangan Sampah
Jenis sampah yang dihasilkan antara lain sampah makanan, kertas, karton, plastik, tekstil, kulit, sampah taman, kayu, kaca, logam, barang bekas rumah tangga, sampah B3 dan lain sebagainya. Karton Institut Teknologi Nasional, plastik, kayu, sisa makanan, kaca, logam, limbah berbahaya dan beracun dan sebagainya. Ada pula sampah yang berasal dari sungai atau saluran air hujan, dan jumlahnya cukup banyak.
Selain itu, jumlah sampah yang dihasilkan setiap sumber juga berbeda-beda, seperti terlihat pada Tabel 2.1. Secara umum teknik pembuangan akhir meliputi open dumping, control landfill dan saniter landfill (Damanhuri & Padmi, 2018). Cara ini merupakan penyempurnaan dari open dumping dimana sampah yang tertimbun ditutup dengan lapisan tanah secara berkala untuk mengurangi potensi gangguan lingkungan yang ditimbulkan.
Kegiatan Operasi TPA
- Pencatatan Sampah
- Penimbangan sampah yang masuk ke TPA
- Pemilahan Sampah
- Penuangan Sampah di Lahan Kerja
- Penyebaran Sampah di Sel
- Pemadatan Sampah
- Pemadatan Tanah Penutup
- Pengoperasian Ventilasi Gas
- Pengolahan Lindi
- Pengomposan
GAMBARAN UMUM LOKASI PRAKTIK KERJA
TPA Sarimukti
- Profil TPA Sarimukti
- Visi dan Misi TPA Sarimukti
- Lokasi TPA Sarimukti
- Sarana dan Prasarana TPA Sarimukti
- Struktur Organisasi TPA Sarimukti
- Jumlah Penduduk
TPA Sarimukti awalnya merupakan tempat darurat sebagai solusi krisis akhir pengelolaan sampah akibat bencana longsor di TPA Leuwigajah pada tanggal 21 Februari 2005. TPA Sarimukti digunakan untuk menangani sampah dari Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Barat. Kabupaten Bandung (Nurfadilah, 2018). Pada tanggal 25 Januari 2008, TPA Sarimukti disetujui sebagai Tempat Pengelolaan Kompos (TPM) berdasarkan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten.
Diharapkan dengan adanya perjanjian ini lahan hutan Sarimukti yang dijadikan TPA akan tetap terjaga kualitas lingkungannya dengan menerapkan pengolahan akhir sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di TPA Sarimukti (UPTD PSTR, 2020). Penerapan teknologi pengolahan akhir sampah di TPA Sarimukti yang nyaman, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Berdasarkan kriteria wilayah, TPA Sarimukti tidak terletak pada kawasan lindung/cagar alam, dengan kondisi geologi dan hidrogeologi TPA Sarimukti berada pada ketinggian 380 s/d 450 meter diatas permukaan laut dan mempunyai muka air tanah bertipe akuifer tidak tertekan. sekitar 10m - 15m, dan TPA ini memiliki kemiringan 10%-15% ke arah tenggara, sehingga kondisi tersebut kurang sesuai karena relatif bergelombang dan curam sehingga memudahkan terjadinya longsor dari tempat pembuangan sampah hingga pemukiman warga. Desa Sarimukti.
Wilayah kerja pembuangan atau penyimpanan sampah di TPA Sarimukti dibagi menjadi 4 zona sebagai berikut. Sarana dan prasarana di TPA menjamin terlaksananya kegiatan operasional di TPA dengan baik, sarana dan prasarana tersebut memerlukan pemeliharaan dan pemeliharaan. Institut Teknologi Nasional menggunakannya dengan tepat untuk memperpanjang umur bangunan dan infrastruktur.
Dari hasil survei diketahui ada beberapa sarana dan prasarana yang belum tersedia di TPA Sarimukti. TPA Sarimukti menangani pembuangan sampah di beberapa wilayah Provinsi Jawa Barat yaitu Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Oleh karena itu, jumlah penduduk di suatu wilayah sangat mempengaruhi jumlah sampah yang dihasilkan di TPA Sarimukti.
Di bawah ini tabel data jumlah penduduk beberapa wilayah yang sampahnya ditimbun di TPA Sarimukti dalam 10 tahun terakhir, tercantum pada Tabel 3.4.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat
- Profil Dinas Lingkungan Hidup
- Visi dan Misi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat
- Tugas Pokok dan Fungsi DLH Provinsi Jawa Barat
- Struktur Organisasi Dinas Lingkungan Hidup
Kemudian setelah terbitnya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 16 Tahun 2000 tentang Perubahan Badan Teknis Daerah Provinsi Jawa Barat menjadi Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BPLHD) Provinsi Jawa Barat. Organisasi BPLHD Provinsi Jawa Barat berubah lagi menjadi Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Barat (BPLHD) berdasarkan Peraturan Daerah No. 22 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Jawa Barat. Saat ini BPLHD belum berubah dari bentuk badan, melainkan menjadi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat.
Akibat adanya perubahan fungsi gedung sebagai tempat berkumpulnya Pengendali Citarum Harum, maka DLH Provinsi Jawa Barat saat ini bertempat permanen di JI. Dinas Lingkungan Hidup merupakan perangkat daerah di provinsi Jawa Barat yang tugas pokoknya melaksanakan pengelolaan lingkungan hidup. Institut Teknologi Nasional untuk pengendalian pencemaran lingkungan, konservasi dan pengendalian perubahan iklim, dan penataan peraturan perundang-undangan lingkungan hidup.
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat terletak di Desa Jatisari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, beralamat di Jl. Menyelenggarakan pekerjaan pemerintah di bidang lingkungan hidup yang meliputi Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup, Konservasi dan Pengendalian Perubahan Iklim serta Peraturan Undang-Undang Lingkungan Hidup yang menjadi kewenangan provinsi. DLH Provinsi Jawa Barat memiliki struktur organisasi yang menggambarkan interaksi, tugas dan tanggung jawab setiap bagian dan/atau jabatan yang diduduki.
Tugas pokok dan fungsi masing-masing bidang di DLH Provinsi Jawa Barat berupa: Tugas pokok: Merumuskan, menetapkan, mengarahkan, mengkoordinasikan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan tugas pokok instansi, serta mengkoordinasikan dan mengembangkan UPTB. Tugas Pokok : Mengkoordinasikan rencana dan program Badan, mengkaji rencana dan program, keuangan, kepegawaian dan manajemen umum.
Tugas Pokok: Melakukan peninjauan terhadap materi kebijakan teknis dan memfasilitasi pengaturan hukum, kemitraan dan pengembangan kapasitas lingkungan.
UPTD PSTR
- Tugas Pokok dan Fungsi UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Kegiatan Operasi TPA
- Pencatatan Sampah
- Penimbangan sampah yang masuk ke TPA
- Pemilahan Sampah
- Penuangan Sampah di Lahan Kerja
- Penyebaran Sampah di Sel
- Pemadatan Sampah
- Penyebaran Tanah Penutup
- Pemadatan Tanah Penutup
- Pengoperasian Ventilasi Gas
- Pengolahan Lindi
- Pengomposan
Sehingga dapat dikatakan jembatan timbang di TPA Sarimukti tidak memenuhi persyaratan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013. Berdasarkan klarifikasi UPTD PSTR (2022), pemilahan sampah yang dilakukan di TPA Sarimukti adalah pemilahan sampah organik dan anorganik. Dari pantauan, proses pengambilan sampah dari truk sampah tersebut terjadi di jalur shunting TPA Sarimukti.
Dari pantauan, di TPA Sarimukti, setelah sampah ditimbun, sampah diangkut dan didistribusikan di area TPA. Berdasarkan hasil observasi, pemadatan yang dilakukan di TPA Sarimukti kurang maksimal, terlihat dari kondisi alat berat yang tidak layak pakai. Jadi, sebaran tanah penutup di TPA Sarimukti dapat dikatakan memenuhi persyaratan Peraturan No. 3 Menteri Pekerjaan Umum Tahun 2013.
Namun mulai tahun 2021, proses penebaran cover soil di TPA Sarimukti tidak lagi dilakukan karena belum tersedianya anggaran untuk cover soil. Namun sejak tahun 2021, proses pemadatan tanah casing di TPA Sarimukti belum dilakukan karena belum disediakan anggaran untuk tanah casing. Tempat pengolahan lindi di TPA Sarimukti terletak pada titik terendah dari seluruh area TPA sehingga lindi dapat mengalir.
Kondisi kolam pemerataan di TPA IPL Sarimukti menunjukkan parameter kedalaman dan waktu penahanan tidak memenuhi kriteria desain yang ditentukan. Oleh karena itu, pola aliran udara pada kolam aerobik di TPA IPL Sarimukti masih belum merata. Selain itu, tidak adanya pola pembuangan lumpur pada kolam aerobik di TPA IPL Sarimukti dapat berdampak pada kekeruhan air lindi yang diolah di unit tersebut.
Sedangkan berdasarkan hasil observasi, penerapan bahan kimia pada unit proses DAF di TPA IPL Sarimukta tidak dilakukan karena masih dalam proses. Unit pengolahan filtrasi di TPA IPL Sarimukta terdiri dari dua jenis filter yaitu filter arang dan filter pasir. Kompos yang dihasilkan pada proses pengomposan di TPA Sarimukti akan dikantongi dan selanjutnya disimpan di gudang.
Rekapitulasi Kegiatan Operasi TPA
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kegiatan operasional di TPA Sarimukti terdiri dari registrasi sampah yang masuk ke TPA, penimbangan sampah yang masuk ke TPA, pemilahan sampah, pembuangan sampah di tempat kerja, pendistribusian sampah ke dalam sel, pemadatan sampah, penebaran tanah penutup, pemadatan sampah. tanah tertutup, pengoperasian ventilasi gas, pengolahan drainase dan pengomposan. Berdasarkan hasil observasi, dari 11 kegiatan operasional di TPA Sarimukti hampir seluruhnya mengalami keterbatasan dari segi biaya, keterbatasan sumber daya manusia yang berkompeten dalam pengoperasian dan pemeliharaan sarana dan prasarana di TPA Sarimukti, dan ketidakpatuhan. dan selesainya sarana dan prasarana dalam pelaksanaan operasional di TPA Sarimukti menyebabkan belum memadainya perlindungan terhadap dampak lingkungan dan belum memadainya pengolahan sampah di TPA Sarimukti. Perawatan dan pengecekan kondisi alat berat bekas sebaiknya dilakukan secara rutin agar kondisi alat berat tetap terjaga dan tetap berfungsi dengan baik.
Berdasarkan hasil observasi, perlu adanya perbaikan sarana dan prasarana khususnya dalam pelaksanaan operasional di TPA Sarimukti dalam menimbang sampah yang masuk ke TPA, agar jembatan timbangan segera diperbaiki dan diperlukan alat timbang. dikalibrasi dari waktu ke waktu, setidaknya dua kali setahun. Sel sampah Institut Teknologi Nasional memerlukan pengendalian terhadap aktivitas pemulung di kawasan TPA Sarimukti.
Saran
Perkiraan kandungan karbon organik terdegradasi (DOC) pada sampah kota yang masuk ke TPA Tanjung Belit di kota Pasir Pangaraian, provinsi Riau. Pengolahan Limbah Cair Mengandung Amonia Menggunakan Zeolit Alam Lampung Sebagai Bahan Pengikat Menggunakan Metode Flotasi Udara: Studi Kasus Pengaruh Koagulan Ph, Pac dan Surfaktan Sls. Evaluasi kinerja kolam fakultatif 2b dalam penurunan kadar dasar dan cod di instalasi pengolahan air limbah Bojongsoang Bandung.
Efektivitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (Ipal) di Kota Cirebon dalam Mengurangi Polutan Organik dan E-Coli. Perencanaan Pengolahan Air Limbah Domestik dengan Alternatif Media Biofilter (Studi Kasus: Kejawan Gebang, Kecamatan Keputih, Surabaya). Pengaruh Proses Aerasi Terhadap Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Di Ptpn VII Secara Aerobik (Bagian 4, Edisi 2).