Instansi Pemerintah Kota Bengkulu yang melakukan pengelolaan sampah di Kota Bengkulu adalah Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu. Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu merupakan penggerak dalam pengelolaan sampah di Kota Bengkulu mulai dari pengelolaan sampah dan pengurangan sampah. Dengan mengetahui hal tersebut maka permasalahan yang ada dapat teratasi dan sistem pengelolaan sampah di Kota Bengkulu dapat berjalan lebih baik.
Tujuan dari kegiatan kerja praktek ini adalah untuk menilai kondisi terkini sistem pengelolaan sampah yang diterapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu. Menyusun laporan berdasarkan data yang diperoleh dan dianalisis untuk memberikan kesimpulan dan saran mengenai sistem pengelolaan sampah Kota Bengkulu. Melakukan survey langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi pengelolaan sampah yang ada di Kota Bengkulu khususnya di Kecamatan Gading Cempaka.
PENDAHULUAN
Latar Belakang (tambahin tentang kelembagaan)
Maksud dan Tujuan
Rumusan Masalah
Ruang Lingkup
Metodologi
Sistematika Laporan
GAMBARAN UMUM
Gambaran Umum Kecamatan Gading Cempaka
Gambaran Umum Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu
Tugas dan Fungsi bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3
Kondisi Pengelolaan Sampah di Kecamatan Gading Cempaka
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Sampah
Menurut undang-undang no. 18 Tahun 2008, pengertian sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah yang dikelola terdiri dari sampah rumah tangga, sampah sejenis sampah rumah tangga, dan sampah spesifik. Sampah rumah tangga merupakan sampah padat yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari di lingkungan keluarga, tidak termasuk feses dan sampah tertentu.
Sampah diartikan sebagai segala bentuk limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan manusia dan hewan kemudian dibuang karena tidak berguna lagi atau tidak diinginkan lagi keberadaannya. Sampah merupakan suatu barang yang dianggap tidak terpakai dan dibuang oleh pemilik/pengguna sebelumnya, namun bagi sebagian orang masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan tata cara yang benar (Panji Nugroho, 2013).
Sumber Sampah
Jenis Sampah
Sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari rumah tangga, tidak termasuk feses dan sampah tertentu 2) Sampah yang merupakan jenis sampah rumah tangga. Sampah yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya. Limbah yang mengandung B3, limbah B3, limbah bencana, limbah pembongkaran bangunan, limbah yang tidak dapat diolah secara teknologi dan/atau limbah yang dihasilkan secara tidak teratur.
Timbulan Sampah
Komposisi Sampah
Pengelolaan Sampah
Spesifikasi yang digunakan adalah Nomor Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Prosedur Teknis Operasional Pengelolaan Sampah Kota. Teknik operasional pengelolaan sampah merupakan satu kesatuan dan terpadu dalam suatu rantai dengan urutan yang berkesinambungan yaitu penyimpanan/penampungan, pengumpulan, transhipment, pengangkutan, pembuangan/pengelolaan. Organisasi dan manajemen memegang peranan penting dalam menggerakkan, mengaktifkan dan mengarahkan sistem pengelolaan sampah dalam lingkup bentuk kelembagaan, organisasi kepegawaian, dan pola pengelolaan.
Kelembagaan dalam sistem pengelolaan sampah mempunyai peranan yang sangat penting, antara lain: struktur organisasi, fungsi, tanggung jawab dan wewenang serta koordinasi vertikal dan horizontal badan pengelola (Suyasa, 2016). Sedangkan menurut Lembaga Administrasi Nasional (2004), berbagai hal yang diperhatikan dalam lembaga pengelolaan sampah adalah aspek tugas, tanggung jawab dan wewenang, aspek peraturan/legalitas dan aspek pembiayaan lembaga. Sebagaimana dikemukakan oleh Setyaningrum (2004), kemampuan sumber daya manusia yang handal dan profesional merupakan modal yang sangat kuat dalam menentukan keberhasilan suatu program pengelolaan sampah.
Peraturan berfungsi mengatur pembentukan kelembagaan, mengatur tugas, tanggung jawab, wewenang, susunan organisasi dan mengatur mekanisme pelaksanaan pengelolaan sampah (standar operasional prosedur) dan mekanisme pengawasan. Struktur organisasi ini juga mengatur mekanisme koordinasi agar pengelolaan sampah berjalan dengan baik. Dalam pengelolaan sampah, pemerintah kota/kabupaten dapat melibatkan pihak swasta dalam pengangkutan sampah ke tempat pembuangan sampah di lokasi yang tidak dilayani oleh dinas. Pihak swasta juga bisa mandiri mengelola usaha pengolahan sampah.
Secara umum sumber pendanaan pengelolaan sampah berasal dari pajak yang dibebankan kepada masyarakat dan berasal dari pemerintah (melalui subsidi). Selain itu, telah dilakukan upaya untuk memastikan biaya pengelolaan sampah dapat ditanggung oleh masyarakat (± 80%), dan Pemerintah Daerah menyediakan ± 20% untuk pelayanan publik, antara lain pembersihan jalan, pembersihan kanal, dan tempat umum ( Damanhuri, 2010). . Berdasarkan SNI, biaya pengelolaan sampah untuk jenis pembiayaan ini mencakup biaya investasi yang terdiri dari peralatan pengomposan.
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL, sarana/bangunan pengolahan serta biaya pengadaan dan perbaikan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Menurut Damanhur (2010), tanpa peran serta masyarakat penghasil sampah, maka seluruh program pengelolaan sampah yang direncanakan akan sia-sia. Partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah merupakan kemauan masyarakat untuk membantu mensukseskan program pengembangan pengelolaan sampah sesuai kemampuan masing-masing orang tanpa mengorbankan kepentingannya.
Peraturan Mengenai Pengeloaan Sampah
Sampah yang ada di Kecamatan Gading Cempaka berasal dari berbagai sumber yaitu pemukiman, pertokoan, perkantoran dan fasilitas umum. Aspek teknis operasional pengelolaan sampah di Kecamatan Gading Cempaka terdiri dari penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pengolahan akhir. Pemegang yang digunakan sebagai pemegang saham biasa di Kecamatan Gading Cempaka juga digunakan sebagai TPS di Kecamatan Gading Cempaka.
Namun pada tahap pengumpulan sampah di Kecamatan Gading Cempaka tidak dilakukan pemilahan sehingga seluruh sampah yang diangkut dan dipindahkan dicampur menjadi satu untuk mempercepat proses. Truk sampah yang digunakan untuk pengumpulan sampah di Kecamatan Gading Cempaka dapat dilihat pada Gambar 4.10. Lokasi dan jalur pengumpulan sampah dari truk sampah di Kecamatan Gading Cempaka dapat dilihat pada Tabel 4.3 dan Gambar 4.12.
Armada pengumpul sampah di Kecamatan Gading Cempaka mempunyai rute pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah pelayanan. Pola pengangkutan sampah yang diterapkan di Kecamatan Gading Cempaka menggunakan sistem kontainer angkat (Hauled Container System, HCS) dan sistem kontainer tetap (Stationary Container System, SCS). Jalur angkutan truk arm roller di kecamatan Gading Cempaka disajikan pada Tabel 4.5 dan Gambar 4.18.
6 Jalur Angkutan Truk Senjata di Kecamatan Gading Cempaka Jumlah lokasi kontainer dan jumlah TPS kontainer. Pengangkutan sampah dengan truk arm roll di Kecamatan Gading Cempaka mempunyai rute pelayanan yang disesuaikan dengan kondisi wilayah pelayanan. INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL Sampah di Kecamatan Gading Cempaka diangkut ke TPA Air Sebakul di Desa Air Sebakul.
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL Pengelolaan sampah di Kecamatan Gading Cempaka ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Analisis Peraturan
Sampah yang ada di Kecamatan Gading Cempaka tidak melalui proses pemilahan, namun sampahnya tercampur antara sampah organik dan non organik sehingga cukup sulit untuk dikelola lebih lanjut. Jumlah sampah yang dihasilkan di Kecamatan Gading Cempaka dihitung berdasarkan jumlah penduduk dikalikan rata-rata jumlah sampah yang dihasilkan per orang setiap harinya. Data yang diperoleh dari DLHK Bengkulu menunjukkan jumlah sampah yang dihasilkan di Kecamatan Gading Cempaka pada tahun 2020 sebanyak 31.556,8 kg/hari.
Yang direkomendasikan kepada pemerintah khususnya DLHK Bengkulu selaku pelaksana pengelolaan sampah di Kabupaten Gading Cempaka adalah melakukan edukasi dan mendorong pemilahan pada sumbernya. Pengumpulan sampah di Kecamatan Gading Cempaka juga dilakukan dengan cara menyapu jalan, yaitu menyapu satu kali sehari pada pagi hari sebelum pengumpulan dengan truk sampah. Rutinitas pengangkutan sampah dengan arm roller di Kecamatan Gading Cempaka dilakukan 3 sampai 5 kali dalam sehari dan biasanya pengangkutan dilakukan antara pukul 8 hingga 9 pagi.
Penentuan jalur pengangkutan sampah dengan menggunakan truk gandeng di Kecamatan Gading Cempaka telah memperhatikan kondisi lalu lintas jalan dan juga akses jalan yang digunakan oleh truk gandeng. Berdasarkan observasi, terdapat pula pengolahan sampah yang dilakukan secara perorangan oleh masyarakat sekitar Kecamatan Gading Cempaka, yaitu dengan cara membakar sampah baik di sekitar pemukiman warga maupun di lahan kosong.
Sumber, Timbulan dan Komposisi Sampah
Aspek Teknik Operasional Pengelolaan Sampah di Kecamatan Gading Cempaka 50
Perumahan komunal yang diterapkan di Kecamatan Gading Cempaka menggunakan kontainer dimana kontainer ditempatkan di beberapa lokasi di sepanjang jalan raya dan di fasilitas umum. Pada Towed Container System (HCS) di Kecamatan Gading Cempaka, truk sampah mengumpulkan sampah langsung dari rumah tangga yang dilayaninya dan akan langsung menuju ke TPA. Pengangkutan sampah dengan truk sampah di Kecamatan Gading belum mencapai jumlah siklus pengangkutan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 03 Tahun 2013, karena hanya sehari sekali sampah mengangkut seluruh sampah yang ada dan sampah tidak menumpuk.
Jalur pengangkutan truk sampah di Kecamatan Gading Cempaka mempunyai jalur yang sama dengan jalur pengumpulan langsung di Kecamatan Gading Cempaka. Hal ini dikarenakan pada pengangkutan HCS, sampah diangkut langsung dari sumber rumah tangga dan cara pengangkutannya sama seperti pengumpulan langsung di Kecamatan Gading Cempaka. Pengangkutan sampah dengan menggunakan truk sampah di Kecamatan Gading Cempaka mempunyai jalur pelayanan tersendiri yang disesuaikan dengan persyaratan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 Tahun 2013, dimana jalur tersebut harus memperhatikan lalu lintas, pekerja/petugas sampah, ukuran dan jenisnya. alat angkut dan kondisi daerah pelayanan. Sampah anorganik seperti plastik dan kertas merupakan jenis sampah yang sering dihasilkan di Kota Bengkulu selain sampah organik. Oleh karena itu, perlu pula dilakukan pengolahan sampah anorganik yang dapat dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Gading Cempaka.
Belum optimalnya peran DLHK Bengkulu sebagai lembaga pengelola sampah di Kabupaten Gading Cempaka disebabkan oleh keterbatasan DLHK Bengkulu baik dari segi biaya maupun personel, serta kurangnya kerjasama dengan pihak eksternal selain DLHK Bengkulu. Permasalahan pada aspek kelembagaan pengelolaan sampah di Kecamatan Gading Cempaka adalah kurangnya koordinasi dan kerjasama antara DLH Kota Bengkulu dengan pihak eksternal seperti masyarakat, LPM dan lembaga lain yang bergerak di bidang pendidikan atau persampahan.
PENUTUP
Kesimpulan
Jumlah sampah yang dihasilkan di Kecamatan Gading Cempaka pada tahun 2020 sebanyak 31.556,8 kg/hari, dengan komposisi sampah terbanyak adalah sampah basah seperti dedaunan, sampah dapur, sampah restoran, sampah sayuran, sampah buah-buahan. Permasalahan terbesar dari segi teknis pengelolaan sampah di Kecamatan Gading Cempaka adalah infrastruktur yang ada belum optimal, banyak infrastruktur yang ada yang rusak karena jarang dilakukan pemeriksaan dan pemeliharaan serta sumber daya manusia atau petugas jaga yang kurang memadai.
Saran
DLHK Bengkulu melakukan kerja sama dengan masyarakat atau lembaga swadaya masyarakat yaitu dengan melakukan edukasi masyarakat seperti menerapkan pemahaman pengelolaan sampah sejak usia dini melalui pendidikan di sekolah dan kehumasan seperti melibatkan masyarakat dalam program pemerintah, meningkatkan kesadaran dan menciptakan kesadaran masyarakat. platform seperti situs online sebagai tempat menyampaikan opini atau berita kepada/dari komunitas. Khalid, Zulhan (2018) Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah di Desa Bonto-bontoa Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Makassar: Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Bentuk ideal lembaga pengelolaan sampah daerah (studi di Kota Malang dan Kabupaten Gianyar).
Setiadi, Amos, (2015), Kajian Pengelolaan Sampah Masyarakat di Permukiman Perkotaan Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.