TUGAS MATA KULIAH AGAMA KATOLIK
INTER MIRIFICA
Dekrit Gereja Tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial
Anggota Kelompok :
1. Banggi Bima (PENS)
2. John Vernando Purba (PPNS)
3. Theresia Andriani (PPNS)
Inter Mirifica
Dekrit Tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial
1. (Makna suatu ungkapan)
DI ANTARA penemuan-penemuan teknologi yang MENGAGUMKAN, yang terutama pada zaman sekarang, berkat perkenaan Allah, telah digali oleh kecerdasan manusia dari alam tercipta, yang oleh Bunda Gereja disambut dan diikuti dengan perhatian istimewa ialah penemuan-penemuan, yang pertama-tama menyangkut jiwa manusia, dan membuka peluang-peluang baru untuk menyalurkan dengan lancar sekali segala macam berita, gagasan-gagasan, pedoman-pedoman. Diantara penemuan-penemuan itu yang paling menonjol ialah upaya-upaya, yang pada hakekatnya mampu mencapai dan menggerakkan bukan hanya orang-orang perorangan, melainkan juga massa, bahkan seluruh umat manusia; misalnya: media cetak, sinema, radio, televisi dan sebagainya, yang karena itu memang tepatlah disebut media komunikasi sosial.
2. (Mengapa Konsili membahas masalah komunikasi sosial)
Bunda Gereja menyadari, bahwa upaya-upaya itu, kalau digunakan dengan tepat, dapat berjasa besar bagi umat manusia, sebab sangat membantu untuk menyegarkan hati dan mengembangkan budi, dan untuk menyiarkan serta memantapkan Kerajaan Allah. Gereja menyadari pula bahwa manusia dapat menyalahgunakan media itu melawan maksud Sang Pencipta ilahi dan memutar-balikannya sehingga mengakibatkan kebinasaan. Bahkan hatinya yang penuh keibuan merasa cemas dan sedih, menyaksikan betapa besarlah kerugian yang sering sekali ditimbulkan bagi masyarakat karena penyalahgunaannya.
Maka Konsili mendukung sepenuhnya perhatian dan kewaspadaan para Paus dan Uskup dalam perkara sepenting itu, dan memandang sebagai kewajibannya membahas masalah-masalah utama berkenaan dengan upaya-upaya komunikasi sosial. Selain itu Konsili percaya, bahwa ajarannya maupun tata-laksana yang disajikannya, akan bermanfaat bukan saja bagi keselamatan umat beriman kristen, melainkan juga bagi kemajuan seluruh masyarakat.
Kesimpulan yang dapat dipetik dari keseluruhan isi Dokumen Gereja
“ Inter Mirifica “
Inter Mirifica atau Dekrit tentang Upaya-Upaya Komunikasi Sosial adalah salah satu Dekret dari Konsili Vatikan II. Dekret ini disetujui oleh para Bapa Konsili dalam pemungutan suara 1.960 berbanding 164, dan diresmikan oleh Paus Paulus VI pada 4 Desember 1963.
Inter Mirifica sendiri diambil dari baris pertama dokumen tersebut dan dalam bahasa Inggris “Among the Wonderful” atau “Di antara yang Mengagumkan” yang merupakan penggalan dari kalimat awal baris dokumen tersebut yakni “ Di antara penemuan-penemuan teknologi yang mengagumkan..”
Dokumen Inter Mirifica menegaskan betapa pentingnya komunikasi sosial ditengah kehidupan dunia, dimana setiap individu maupun organisasi dapat saling menjalin komunikasi yang tentunya sangat bermanfaat demi keberlangsungan kehidupan di tengah dunia. Manusia sebagai makhluk sosial memiliki satu ciri khas yaitu tidak dapat hidup sendiri karena setiap manusia membutuhkan interaksi dengan sesamanya.
Gereja memiliki tugas dan kewajiban dalam mewartakan kerjaan Allah. Karena itulah gereja memandang betapa komunikasi sosial sangat penting. Media komunikasi yang kini semakin maju dipandang mampu membantu gereja dalam karya pewartaannya demi mengejar keselamatan segenap umat manusia.
Setiap manusia berhak atas segala bentuk informasi, sebab komunikasi peristiwa- peristiwa maupun hal-hal yang berlangsung secara umum dan tepat pada waktunya menyajikan pengertian yang cukup lengkap dan berkesinambungan kepada siapa saja, sehingga khalayak ramai dapat secara efektif bekerja sama demi kesejahteraan umum dan serentak serta lebih mudah dalam mendukung usaha meningkatkan kemajuan seluruh masyarakat (Inter Mirifica, Art 5 : Hak atas Informasi).
Akan tetapi media komunikasi yang semakin berkembang tersebut tidak hanya memiliki dampak positif melainkan juga terdapat dampak negatif. Gereja memandang bahwa perkembangan media komunikasi sosial perlu disikapi dengan etika moral oleh setiap individu guna mengendalikan dan menyadari bahwa tidak semua informasi yang beredar selalu positif. Hal ini ditunjukkan melalui dokumen Gereja Inter Mirifica dalam Bab Satu tentang Ajaran Gereja.
Oleh sebab itu gereja juga membahas beberapa hal berkaitan etika dan kewajiban- kewajiban setiap lapisan masyarakat atas media komunikasi sosial diantaranya :
1. Setiap orang secara mutlak wajib berpegang teguh pada prioritas tata moral yang objektif
2. Pemberitaan kejahatan moral melalui media komunikasi sosial hendaknya jangan lebih merugikan daripada menguntungkan khalayak ramai dalam menampilkan kebenaran dan kebaikan. Hendaknya penampilan dan penuturannya sepenuhnya mematuhi hukum-hukum moral.
3. Setiap lapisan masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan media komunikasi sosial untuk memberi perannya dalam menyebarluaskan pandangan-pandangan umum yang sesuai dengan kebenaran dan cinta-kasih.
4. Sebagai individu yang mempunyai hati nurani, hendaklah kita bertindak dengan dasar cinta-kasih dan menjunjung tinggi kebenaran dan tidak menutup-nutupi kebenaran melalui media komunikasi sosial tersebut.
5. Kaum muda dan para orang tua memiliki peran yang sangat berpengaruh terhadap etika dan moral generasi dalam perkembangan media komunikasi.
Kaum muda hendaknya tidak mudah menelan bulat-bulat informasi yang ia terima dari media massa, alangkah bijaksananya bila apa yang mereka lihat, dengar dan baca dikomunikasikan terlebih dahulu kepada para ahli, guru atau orang tua. Sedangkan orang tua hendaknya mengontrol serta menjaga dengan sungguh-sungguh supaya tayangan ataupun terbitan-terbitan yang bertentangan dengan iman serta tata susila jangan sampai memasuki ambang pintu rumah tangga.
6. Kewajiban moral utama untuk dengan tepat menggunakan upaya-upaya komunikasi sosial ada pada para wartawan, pengarang, aktor, penulis scenario, pelaksana, penyusun acara, distributor, produsen, pemasar, resensor dan orang-orang lain yang juga berperan serta dalam pelaksanaan dan penyaluran komunikasi. Hendaknya mereka senantiasa menyadari bahwa kaum muda membutuhkan media cetak maupun tayangan-tayangan sehat dan menghibur hati kepada perkara-perkara yang lebih luhur.
7. Pemerintah hendaklah ikut serta mengembangkan nilai-nilai keagamaan, budaya dan kesenian, begitu pula melindungi para pemakai jasa komunikasi sosial agar dapat dengan bebas menggunakan hak-hak mereka dengan sewajarnya.
Apa relevansi dikrit Inter Mirifica dengan kehidupan masa sekarang ?
Komunikasi sosial tidak akan pernah bisa punah di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara manusia. Setiap individu membutuhkan komunikasi dan interaksi guna membangun komunitas dan hubungan sosial dengan individu lainnya. Komunikasi akan selalu ada dan menjadi perhatian khusus, terutama di zaman sekarang di mana perkembangan teknologi terkhusus di bidang komunikasi dan media informasi sangat pesat dan besar pengaruhnya di tengah kehidupan manusia.
Ajaran sosial gereja tentang komunikasi sosial, masih relevan terhadap problematika kehidupan di zaman modern ini, terlihat dari maraknya berita dari berbagai penjuru dunia yang mana bisa saja disalahgunakan oleh pihak- pihak atau oknum-oknum tertentu untuk tujuan tertentu pula. Isi dalam Dokumen Inter Mirifica masih sangat sesuai dengan keadaan komunikasi sosial yang terjadi saat ini, sehingga penting bagi kita kaum beriman bersama dengan Gereja untuk tetap mewartakan keselamatan dan kerajaan Allah di tengah dunia dengan ikut serta menjadi garam dan terang dunia. Kita dapat melakukan berbagai macam cara untuk tetap mempertahankan pesan yang terkandung dalam dokumen gereja ini agar tetap terlaksana dengan baik demi keselamatan dan kesejahteraan umat manusia.
Sebagai contoh :
* di masa sekarang ini, media komunikasi sosial kerap disalahgunakan untuk menyebar informasi-informasi hoax, diskriminasi, maupun kejahatan- kejahatan komunikasi lainnya yang mana hal ini bila tidak dicermati dan ditanggapi secara kritis mampu menyebabkan perpecahan.
* Pengaruh budaya asing akibat semakin luasnya globalisasi melalui media komunikasi juga dinilai dapat mengancam kebudayaan lokal di suatu negara.
Hal ini menjadi perhatian kita bersama dimana kebudayaan asing yang masuk ke suatu negara belum tentu sesuai dengan adat istiadat dan kebiasaan lokal di negara tersebut, sehingga dikhawatirkan dapat melunturkan nilai kebudayaan serta mengubah nilai moral di negara tersebut.
Sebagai generasi muda yang beriman, kita dapat melakukan berbagai hal untuk mengantisipasi hal ini terus terjadi. Kita dapat memulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu dengan melatih diri untuk mampu selektif dan bersifat kritis atas informasi yang beredar. Kemudian, kita dapat menerapkannya
dalam kehidupan kita sehari-hari dengan memberi contoh yang baik kepada sesama melalui pribadi kita sendiri ataupun dengan melakukan sosialisasi serta yang paling utama adalah jangan pernah takut untuk mengungkapkan kebenaran.
Hal ini juga telah dibahas dan tercantum dalam dokumen gereja Inter Mirifica, sehingga masih sangat relevan dengan kenyataan yang terjadi di masa sekarang ini. Bukan tidak mungkin bahwa isi dalam Inter Mirifica akan tetap relevan hingga ke masa mendatang karena perkembangan teknologi akan terus berkembang.