• Tidak ada hasil yang ditemukan

interaksi sosial dan komunikasi islam badan

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "interaksi sosial dan komunikasi islam badan"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

(1)

i

INTERAKSI SOSIAL DAN KOMUNIKASI ISLAM BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MELAKUKAN

PROGRAM PEMBANGUNAN DESA PANDAN INDAH KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA

KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Oleh:

Jumaini 180301043

JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2022

(2)

ii

INTERAKSI SOSIAL DAN KOMUNIKASI ISLAM BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MELAKUKAN

PROGRAM PEMBANGUNAN DESA PANDAN INDAH KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA

KABUPATEN LOMBOK TENGAH Skripsi

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Mataram

untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Sosial (S.Sos)

Oleh:

Jumaini 180301043

JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2022

(3)

iii

(4)

iv

(5)

v

(6)

vi

PENGESAHAN

Skripsi oleh: Jumaini, NIM: 180301043 Interaksi Sosial dan Komunikasi Islam Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Melakukan Program Pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya telah dipertahankan di depan dewan penguji jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Mataram pada tanggal_30 Desember 2022

Pengesahan Dewan Penguji

Dr. Abdul Malik, M.Ag., M.Pd.

(Ketua Sidang/Pemb. I)

Andri Kurniawan, M.Sos (Sekertaris Sidang/Pemb. II)

Dr. Siti Nurul Yaqinah, M.Si ________________

(Penguji I)

Gemuh Surya Wahyudi, S,I. Kom., M.A ________________

(Penguji II)

Mengetahui

Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Dr. Muhammad Saleh M.A NIP. 197209121998031001

(7)

vii

MOTTO

kepada Allah, dimana saja berada. Susullah perbuatan jelek dengan perbuatan baik, maka kebaikan dapat menghapus kejelekan. Dan bergaullah (Diriwayatkan oleh Tirmidzi, dia berkata: Hadis ini hasan, dan disebagian naskah, hadis ini adalah hasan sahih)

PERSEMBAHAN

(8)

viii

mbahkan untuk Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK), Universitas, Islam Negeri (UIN) Mataram, Ibundaku tercinta Bapakku Tersayang bapak Sanim dan

KATA PENGANTAR

(9)

ix

Alhamdulillah. Puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan saya kesempatan, kesehatan, ketenangan, kemudahan serta nikmat lainnya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini.

Sholawat dan salam saya haturkan kepada Nabi besar Muhammad SAW karena dengan rahmat dan hidayahnya kita dapat menikmati indahnya islam.

Skripsi ini adalah sebuah karya tulis ilmiah hasil penelitian yang menjadi tugas akhir dari proses menuntut ilmu dijenjang perkuliahan yang kemudian diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Fakultas dakwah dan ilmu komunikasi di Universitas Islam Negeri Mataram. Penulis menyadari penyelesaian skripsi ini tidak terlepas dari keterlibatan berbagi pihak yang telah mendukung serta membantu proses penyelesaian. Untuk itu dengan tulus hati penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sedalam-dalamnya:

1. Bapak Dr. Abdul Malik, M. Pd. M.Ag selaku pembimbing I dan Bapak Andri Kurniawan,M,Sos selaku pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan, motivasi, dan koreksi mmendetail,terus-menerus, dan tanpa bosen di tengah kesibukannya menjadikan skripsi ini lebih matang dan cepet selesai.

2. Bapak Najamudin, M.Si selaku ketua jurusan KPI yang selalu mendorong dan memotivasi penulis.

3. Bapak Dr. Muhamad Saleh Ending M.A selaku Dekan FDIK UIN Mataram.

4. Bapak Frof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. Rektor UIN Mataram yang telah menyediakan dan memfasilitasi penulis tempat untuk menimba ilmu dan pengalaman hingga kesuksesan penulis dalam menyelsaikan skripsi ini tidak terlepas dari jasa bapak.

5.

Ayahandaku Bapak Sanim yang selalu memberikan aku motivasi, - rta memberikan aku fasilitas pribadi hingga aku bisa lebih mudah dalam menyelesaikan pendidikan dijenjang sarjana ini.

6. Untuk guru-guruku tercinta yang telah memberikan aku ilmu hingga aku memiliki bekal untuk sampe kejenjang perguruan tinggi.Terimakasih yang sebesar-besarnya semoga Allah membalasnya.

(10)

x

7. Untuk saudara-saudaraku, kak Aerani, Kak Umar, Siti khadijah, Kak Sariani, Kak Kamaludin yang selalu memberikan motivasi,bantuan, dukungan serta semangat untuk segera menyelesaikan pendidikan dijenjang sarjana ini.

8. Untuk Pemdes dan BPD dan masyarakat Pandan Indah yang telah meluangkan waktu serta mau direpotkan sehingga saya lebih mudah untuk menyelesaikan skripsi saya ini.

9. Untuk sahabat-sahabatku tercinta Ati Ningsih, Nida Ul Hasanah Susilawati, Nur Ayuni, Nur

yang telah selalu memberikan semangat, motivasi, memberikan kebahagian, ketenangan ketika merasa setres dan hampir menyerah ketika menyelesaikan skripsi ini.

10. Tetangga-tetangga rumahku, karib kerabat dekat maupun jauh yang selalu bertanya kapan wisuda, kapan nikah, dan kapan kerja terimakasih berkat pertanyaan-pertanyaan kalian saya jadi semangat dan membangunkan diri dari rasa malas yang meronta-ronta untuk segera mengerjakan skripsi ini dengan cepat.

11. Teman-teman Grup BAR-BARA yang senantiasa menampung saya ketika dimataram, mau saya repotin, memberikan aku dukungan, selalu membuat kelucuan di grup. Semangat terus Nurul, Yuli,Nauran, Ainun,Ine, Dini, Keke,Ria yang satu per satu sudah menyandang gelar sarjana. Meskipun aku jarang ikut kumpul tapi percayalah aku rindu kalian dan semoga kebaikan dan ketulusan kalian terhitung menjadi amal ibadah dan mendapat Ridho dari Allah SWT.

Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi orang lain.

Pandan Indah, 9 Agustus 2022 Penulis

Jumaini

(11)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN ... vi

HALAMAN MOTTO ... vii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGATAR ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

ABSTRAK ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... xv

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 4

D. Ruang Lingkup Penelitian ... 5

E. Telaah Pustaka ... 6

F. Kerangka Teori ... 8

1. Interaksi sosial ... 8

2. Masyarakat ... 14

3. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ... 15

4. Program Pembangunan ... 16

5. Komunikasi Pembangunan ... 18

6. Komunikasi Islam ... 20

7. Nilai-Nilai Komunikasi Islam ... 23

8. Teori S-O-R ... 26

G. Metode Penelitian ... 29

1. Pendekatan Penelitian ... 29

2. Kehadiran peneliti ... 29

3. Lokasi penelitian ... 30

4. Sumber data ... 30

5. Teknik pengumpulan data ... 31

6. Teknik analisis data ... 33

7. Pengecekan keabsahan data ... 34

H. Sistematika Pembahasan ... 35

(12)

xii

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN... 36

A. Gambaran Umum Desa Pandan Indah ... 36

1. Sejarah Berdirinya Desa Pandan Indah ... 36

2. Letak Geografis Desa Pandan Indah ... 38

3. Keadaan Ekonomi Desa Pandan Indah ... 40

4. Keadaan Budaya Desa Pandan Indah ... 41

5. Visi dan Misi Desa Pandan Indah ... 42

6. Struktur Kepengurusan Desa Pandan Indah ... 44

7. Struktur Badan Permusyawaratan Desa (BPD ... 45

8. Data Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Jumlah Jiwa dalam Setiap Dusun ... 45

9. Data Pembangunan Desa Pandan Indah ... 46

B. Interaksi Sosial Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dalam Melakukan Program Pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah ... 47

C. Penerapan Komunikasi Islam BPD Dalam Implementasi Program Pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah ... 55

BAB III PEMBAHASAN ... 61

A. Interaksi Sosial Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dalam Melakukan Program Pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah ... 61

B. Penerapan Komunikasi Islam BPD Dalam Implementasi Program Pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah ... 66

BAB IV PENUTUP ... 76

A. Kesimpulan ... 76

B. Saran ... 76

Daftar Pustaka ... 78

(13)

xiii

DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Perbedaan dan Persamaan Penelitian, 7

Tabel 2.1 Anggota BPD dan Jumlah Jiwa di Desa Pandan Indah,45 Tabel 2.2Data Program Pembangunan Desa Pandan indah, 46

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Hal ini dapat dilihat pada skema ,27 Gambar 1.2 kerangka teori S-O-R, 28

Gambar 2.1 Struktur Kepengurusan Desa Pandan Indah, 44 Gambar 2.2 Struktur Badan Permusyawaratan Desa,45

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Pedoman Wawancara, 84 Lampiran 2 Dokumentasi, 86

Lampiran 3 Surat Izin Penelitian, 87 Lampiran 4 Rekomendasi Penelitian, 88 Lampiran 5 Surat Balasan Penelitian, 89 Lampiran 6 Riwayat Hidup, 89

(16)

xvi

INTERAKSI SOSIAL DAN KOMUNIKASI ISLAM BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MELAKUKAN

PROGRAM PEMBANGUNAN DESA PANDAN INDAH KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA

KABUPATEN LOMBOK TENGAH Oleh

Jumaini 180301043 ABSTRAK

Skripsi dengan judul Interaksi Sosial dan komunikasi Islam Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Melakukan Program Pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah ini dilatar belakangi oleh keingintahuan peneliti bagaimana interaksi sosial dan komunikasi Islam BPD dengan masyarakat dalam melakukan program-program pembangunan desa Pandan Indah.

Penelitian ini bertujuan untuk 1)Untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan masyarakat dalam melakukan program pembangunan desa Pandan Indah, 2)Untuk mengetahui Bagaimana penerapan komunikasi Islam BPD dalam implementasi program pembangunan desa Pandan Indah. Adapun jenis peneltian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, data display (penyajian data), dan verifikasi (menarik kesimpulan).

Adapun hasil penelitian, mengenai interaksi BPD dengan masyarakat Pandan Indah dalam melakukan program pembangunan desa Pandan Indah sangat kurang beigitu efektif dilihat dari sikap BPD yang tertutup kepada masyarakat mengenai program pembangunan desa. Selain itu juga banyak dari pembangunan yang ada di desa Pandan Indah yang tidak tepat sasaran dan juga tidak diketahui mana program desa, provinsi maupun kabupaten.

Sedangkan mengenai penerapan perspektif komunikasi Islam, BPD menerapkannya ketika dalam forum musyawarah saja. Komunikasi Islam yang diterapkan oleh BPD dalam melakukan program pembangunan ketika dalam forum musyawarah ini adalah qaulan Sadidan, qaulan baligan dan qaulan layyinan. Adapun nilai-nilai komunikasi Islam yang ditemukan dalam penelitian ini adalah nilai humanisasi, liberasi dan trasendensi.

Kata Kunci: Interaksi Sosial, Komuniksi Islam, BPD dan Masyarakat BAB I

(17)

2

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mengenai interaksi sosial sendiri diartikan sebagai hubungan sosial timbal balik yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-orang perseorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang dengan kelompok-kelompok manusia.1

Dalam kehidupan bermasyarakat interaksi adalah salah satu syarat dalam bersosial. Karna dengan bersosialisasi bisa membuka peluang antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya untuk bisa saling mengenal. Masyarakat adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Baik itu kebutuhan sandang,pangan maupun papan. Oleh karena interaksi sosial sebagai kunci dari semua kehidupan sosial maka tidak mungkin akan ada kehidupan bersama dan membentuk organisasi sosial dengan tujuan untuk mewujudkan berbagai macam tujuan.

Sebagai mahluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri dalam artian sebagai makhluk yang sama-sama saling membutuhkan serta hidup secara berdampingan. dengan adanya hubungan timbal balik yang baik sesuai dengan kaidah-kaidah kesilaman yang telah di atur oleh agama melalui Al-

dalam bermasyarakat akan menjadi rukun dan damai.

Masyarakat desa adalah masyarakat yang selalu memiliki ciri-ciri yang biasanya tampak dalam keseharian mereka. masyarakat desa juga memiliki ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban. Hal yang menyebabkan timbulnya kelompok-kelompok sosial (sosial group) di dalam kehidupan manusia tidak dapat hidup secara mandiri.

Kelompok-kelompok sosial merupakan kesatuan sosial yang terdiri dari kumpulan individu-individu yang bersama dan hidup bersama dengan mengadakan hubungan timbal balik yang cukup intensif dan teratur, sehingga dari padanya diharapkan adanya pembagian tugas,

1Abdulsyani, Sosiologi Skematika Teori dan Terapan (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2012) hlm 68

(18)

3

stuktur, serta norma-norma tertentu yang berlaku bagi mereka.2 Di desa ada namanya pemerintah desa dimana di dalam kesetruktural

Pada pemerintahan desa, ada namanya Kepala Desa yang di pilih langsung oleh penduduk desa yang sudah memiliki hak pilih. Calon kepala desa yang sudah terpilih tersebut kemudian ditetapkan oleh Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) dan disahkan oleh Bupati atau Walikota. Lembaga BPD ini bertugas mengontrol penyelengaraan pemerintah di desa. Anggota BPD ini dipilih dari penduduk desa yang ditetapkan melalui musyawarah. Angota BPD bertugas selama 6 tahun dan dapat diangkat atau diusulkan kembali untuk satu kali masa jabatan.3

Dari fungsi-fungsi yang sudah di paparkan di atas mengenai BPD, dapat kita ketahui bahwa sangat besar pengaruh dan tanggung jawab seorang BPD dalam suatu desa. Lebih-lebih lagi mengenai program- program pembangunan desa yang memang merupakan keinginan dan kebutuhan dari masyarakat sendiri. Maka dari itu BPD perlu melakukan interaksi dan komunikasi yang baik serta terbuka kepada seluruh elemen masyarakat khususnya masyarakat yang ada di desa Pandan Indah. Namun di Pandan Indah sendiri BPD tidak terlalu populer dikalangan masyarakat. Terutama masyarakat yang bisa dibilang awam. Meraka hanya mengenal pemerintahan sebatas kepala desa, kepala dusun dan selebihnya mereka tidak mengenal bahkan mereka tidak mengetahui perangkat-perangkat apa saja yang berada di desa. Sehingga mereka tidak terlalu mengenal BPD baik itu Fungsi maupun kewajiban-kewajiban dari BPD tersebut. Masyarakat yang paham tentang bermedia lebih senang berkomunikasi dan mengeluarkan aspirasi melewati media sosial, sepeti di Facbook yang memang ranahnya menyangkut banyak publik. Jika masyarakat memiliki keluhan atau pendapat, mereka akan mengeluarkan pendapat mereka dengan mengirimkannya ke grup Save Pandan Indah. 4

2 Dwi Narkowo & Bagong Soyanto. Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan (Jakarta: Prenada Media Group, 2014) hlm 23

3 Dyah Sriwilujeng, Pendidikan Kewarnegaraan (Jakarta: Esis, 2003), hlm. 6

4 Observasi awal ke-1, Pandan Indah 12 Oktober 2021

(19)

4

Desa Pandan Indah memiliki 11 dusun yakni; Mengkoneng, Bolor Gejek, Kereak, Aik Kerit, Sukalalem, Panggongan, Rigi, Nangker, Kelambi 1, Kelambi 2, dan Dangah. Dari masing-masing dusun diwakili oleh masing-masing anggota BPD. Namun ada juga anggota BPD yang mewakili 2 dusun karna di Pandan Indah sendiri ada 9 anggota BPD sedangkan ada 3 dusun yang tidak memiliki anggota BPD yaitu; Aik kerit, Bolor Gejek, dan Nangker. Dari semua dusun di desa Pandan Indah merupakan penganut dari agama Islam dan menjunjung tinggi norma dan agama yang ada di desa Pandan Indah.

Maka dari banyaknya dusun tersebut BPD biasanya melakukan musyawarah ketika ada suatu problem yang akan diselesaikan.

Musyawarah yang biasa BPD lakukan seperti Musyawarah Desa (Musdes), Musyawarah Dusun (Musdus) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Adapun sejauh ini kegiatan yang dilakukan oleh BPD desa Pandan Indah ialah membantu Kinerja Pemdes dalam hal mepersiapkan dan mensukseskan berlangsungnya acara pemilihan kepala desa. BPD desa Pandan Indah juga pernah menjadi Fasilitator hearing pada acara Ikatan Mahasiswa Pandan Indah yang dilakukan di Kantor Desa Pandan Indah. Selain itu juga dimasa pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi masyarakat Pandan Indah begitu sulit dan pemerintah memberikan bansos kepada masyarakat berupa beras dan sembako maka BPD juga yang menyeleksi siapa masyarakat yang berhak untuk mendapatkan bansos tersebut.5

Dari banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh BPD Desa Pandan Indah maka penulis sangat tertarik untuk meneliti mengenai BPD. Yang dimana BPD sangat berpengaruh dalam hal pembanggunan desa.Penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti ini bukanlah satu-satunya yang pernah dilakukan, sebelumnya ada

mengambil satu penelitian sebagai penelitian terdahulu yang relevan.

Adapun hasil dari penelitian terdahulu menunjukkan bahwa komunikasi BPD Desa Lara efektif dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat di desa Lara. Implikasi dalam

5 Observasi awak ke-2, Pandan Indah 13 Oktober 2021

(20)

5

penelitian terdahulu adalah BPD Desa Lara sebaiknya meningkatkan efektivitas komunikasi untuk dapat meningkatkan aspirasi dari masyarakat agar tersalurkan dengan baik, demi pembangunan Desa Lara Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara yang lebih baik lagi.

Dan masyarakat harus mempertahankan rasa toleransi yang tinggi dan tutur bahasa yang baik dan sopan. Kemudian menyalurkan segala saran dan keritiknya.6 Dalam penelitian terdahulu dengan penelitian yang sekarang tidak menutup kemungkinan nantinya akan memiliki kesamaan.Berangkat dari ketidak tahuan dan sikap acuh masyarakat terhadap BPD di desa Pandan Indah serta pentingnya BPD dalam struktur pemerintahan desa maka inilah alasan penulis mengambil penelitian yang berjudul tentang eraksi Sosial dan Komunikasi Islam BPD dalam Melakukan Program Pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Interaksi Sosial Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dengan masyarakat dalam melakukan program pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah?

2. Bagaimana penerapan komunikasi Islam BPD dalam Implementasi program pembangunan desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah?

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui bagaimana interaksi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terhadap masyarakat dalam melakukan program pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah b. Untuk mengetahui Bagaimana penerapan komunikasi Islam

BPD dalam implementasi program pembangunan Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah?

6

(Skripsi,FDIK UIN Alauddin Makassar, Makasar 2017), hlm. 1

(21)

6 2. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini secara garis besar dapat diklarifikasikan menjadi dua yaitu:

a. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam pengembangan khazanah pengetahuan tentang komunikasi. Khususnya interaksi dan penerapan persfektif komunikasi Islam Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Desa Pandan Indah ini dalam melakukan program pembangunan desa.

Serta bisa membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut tentang permasalahan yang sejenis.

b. Manfaat Praktis

Hasil dari penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Pandan Indah dalam melakukan program pembangunan desa.

Dan penelitian ini juga sebagai bekal bagi penulis dalam ilmu pembangunan desa.

D. Ruang Lingkup Penelitian Dan Seting Penelitian 1. Ruang Lingkup Penelitian

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang sesuai dengan apa yang dinginkan dan agar mempermudah proses penelitian maka peneliti membatasi pembahasan yaitu mengenai interaksi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) serta penerapan komunikasi Islam dalam implementasi program pembangunan desa Pandan Indah.

2. Seting Penelitian

Lokasi penelitian yaitu Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Alasan kenapa penulis memilih desa tersebut karna desa tersebut merupakan tempat tinggal penulis sehingga penulis bisa mengamati apa yang sedang terjadi. Penulis juga memilih desa ini sehingga memudahkan penulis dalam hal menghemat biaya, tenaga, dan waktu serta mempermudah perolehan data.

(22)

7 E. Telaah Pustaka

Setelah peneliti membaca beberapa skripsi maka peneliti menemukan judul skripsi terdahulu yang hampir sama dengan skripsi peneliti saat ini. Namun pada skripsi-skripsi yang terdahulu setelah penulis baca terdapat beberapa perbedaan dengan skripsi peneliti saat ini. Dalam hal ini penulis bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti menjiplak atau plagiat hasil karya orang lain.

Maka penulis mempertegas perbedaan antara masing-masing fokus masalah yang dibahas pada skripsi-skripsi sebelumnya. Adapun skripsi yang peneliti ambil diantaranya:

1. Skripsi yang ditulis oleh Rastiana Rajat Mahasiswi UIN Alauddin Makasar Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Ilmu

Komunikasi Efektivitas Komunikasi

BPD Desa Lara dalam Menyalurkan Aspirasi Masyarakat Desa Dalam skripsi Rastiana rajat ini fokus penelitianya adalah tentang efektivitas komunikasi BPD dan jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menekankan hasil penelitiannya dengan angka-angka statistik.7

Sedangkan perbedaan yang mendasar pada penelitian ini terletak pada jenis penelitianya. Adapun persamaannya adalah terletak pada objek yang diteliti yakni BPD dan interasksinya dengan masyarakat.

2. Komunikasi Organisasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam Pembangunan Masyarakat di Desa Terong Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul. Skripsi ini ditulis oleh Muhammad Rifqi Mahasiswa APMD Yogyakarta Jurusan Ilmu Komunikasi tahun 2018. Dalam skripsi Rifqi fokus tentang komunikasi organisasi BPD dan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif.8

Sedangkan pada penelitian yang akan penulis teliti adalah mengenai interaksi BPD yang termasuk didalamnya perilaku dan

7 54-62

8

(Skripsi, APMD Yogyakarta, Yogyakarta, 2018), hlm 8

(23)

8

komunikasi dalam persepektif komunikasi islam serta efek dari komunikasi tersebut terhadap masyarakat dan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Adapun persamaannya sama-sama meneliti tentang BPD serta masalah pembangunan desa dan jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif.

3. Interaksi Masyarakat Desa Dan Pengaruhnya Terhadap Solidaritas Sosial. Skripsi ini ditulis oleh Sofia Sitoresmi Mahasiswi UIN Raden Intan Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Usuluddin dan Studi Agama tahun 2019. Dalam skripsi ini fokus pada intraksi masyarakat dan pengaruh terhadap solidaritas.9 Sedangkan pada penelitian ini yang akan diteliti mengenai interaksi BPD bersama masyarakat Pandan Indah dan termasuk didalamnya juga mengenai komunikasinya.

Adapun persamaannya sama-sama membahas mengenai interaksi dan juga menggunakan jenis penelitian yang sama yaitu kualitatif..

Tabel 1.1

Perbedaan dan Persamaan Penelitian

No. Nama Judul Tema Persamaan Perbedaan 1 Rastian

a Rajat Efektivitas Komunikasi BPD Desa Lara Kecamatan Baibunta Luwu Utara

Efektivitas Komunikas i

Objek penelitian yang sama yakni BPD

Penelitian Restiana Rajat menggunakan penelitiian kuantitatif yakni menekankan hasil penelitiannya disajikan dalam bentuk angka-angka statistik sedangkan pada penelitian ini mengunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.

2 Muham

mad Rifqi

Komunikasi Organisasi BPD dalam Pembang unan

Masyarakat di

Komunikas i Organisasi

Objek peneitian yang sama yakni BPD dan masalah

Pada penelitian Rifqi fokus meneliti tentang komunikasi organisasi BPD dan mengunakan jenis penelitian

9

So Skripsi,FUSA UIN Raden Intan, Lampung, 2019), hlm 2

(24)

9 Desa Terong Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul

pembangunan desa serta mengunakan jenis penelitian yang sama yaitu kualitatif

kualitatif deskriptif sedangkan pada penelitian ini meneliti mengenai interaksi BPD dengan masyarakat dan termasuk juga didalamnya komunikasi yang dalam perspektif islam.

Dan juga dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif fenomenologi.

3 Sofia Sitores mi

Intraksi Masyarakat Desa dan Pengaruhnya Terhadap Solidaritas Sosial

Intraksi Sosial

Fokus penelitian yang sama yakni mengenai interaksi dan menggunakan jenis

penelitian yang sama yakni kualitatif

Pada penelitian Sofia meneliti tentang interaksi masyarakat dan pengaruhnya terhadap solidaritas sosial sedangkan pada penelitian ini meneliti mengenai interaksi BPD dengan

masyarakat dalam hal melakukan program pembangunan serta respon dari masyarakat Pandan Indah.

F. Kerangka Teori 1. Interaksi Sosial

Interaksi adalah hubungan timbal-balik (sosial) berupa aksi saling mempengaruhi. Dalam kehidupann bermasyarakat terdapat 3 definisi yang mencangkup pengertian dari interaksi sosial, yakni:

a. Interaksi antara individu dengan individu

Individu yang satu memberikan pengaruh, rangsangan, dan stimulus kepada individu lainnya. Sedangkan individu yang terkena pengaruh tersebut akan memberikan reaksi, tanggapan, atau respon.

b. Interaksi antara individu dengan kelompok

Individu yang memberikan pengaruh, rangsangan, dan stimulus kepada kelompok sosial.

c. Interaksi antara kelompok dengan kelompok

(25)

10

Hubungan interaksi antara kelompok sosial yang memberikan pengaruh, rangsangan, dan stimulus kepada kelompok sosial.10

Ciri dari interaksi sosial yaitu:

1) Jumlah pelakunya lebih dari satu orang

2) Terjadi komunikasi di antara pelaku kontak sosial 3) Mempunyai makssud atau tujuan yang jelas

4) Dilaksanakan melalui suatu sistem sosial tertentu.11

Mengenai tatacara berinteraksi sosial ini terdapat dalam QS.Luqman ayat 18-19

Artinya: Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karna sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-seburuk

suara (Qs.Lukman 18-19)

Kata ughdudh ( ) terambil dari kata dalam arti penggunaan sesuatu tidak dalam potensinya yang sempurna.

Maka dapat memandang ke kiri dan ke kanan secara bebas.

Perintah ghabdh jika ditujukan kepada mata maka kemapuan itu hendaknya di batasi dan tidak digunakan secara maksimal.

Demikian juga suara, dengan perintah diatas, seseorang diminta untuk tidak berteriak sekuat kemampuannya, tetapi dengan suara perlahan namun tidak harus berbisik.12

10 Agung dan Raharjo, Buku Kantong Sosiologi SMA IPS, (Yogyakarta: Pustaka Widyatama, 2009), h 16

11 Ibid, h.15

12 M.Quraisy Shihab,Tafsir Al-Mishbah vol 2,(Jakarta: Lentera Hati, 2002) h.139-140

(26)

11

Adapun syarat terjadinya interaksi sosial menurut Soerjono Soekarno yaitu:

a. Kontak sosial

Kontak dapat diartikan bersama-sama menyentuh.

Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak selalu terjadi melalui interaksi hubungan fisik, sebab orang bisa melakukan kontak sosial tanpa harus menyentuhnya.

Contoh: bicara lewat telepon.13 b. Komunikasi Sosial

Komunikasi sosial merupakan komunikasi yang terjadi dalam masyarakat yang dilakukan oleh individu- individu dalam masyarakat yang ujungnya adalah integrasi dan adaptasi sosial.14

Dengan komunikasi maka manusia bisa mengekspresikan dirinya, membentuk interaksi sosial yang baik, dan juga bisa mengembangkan keperibadiannya. Dalam masalah sosial, kegagalan komunikasi bisa menghambat rasa saling pengertian, kerja sama (Cooperation),toleransi, dan juga mengikis norma- norma kemanusian dalam masyarakat. Dalam Al- mengenai komunikasi sebagai salah satu fitrah manusia terdapat dalam QS. Al-Rahman: ayat 1-4.

Artinya: Allah yang Maha Pengasih. Yang telah mengajarkan

Al- manusia.

Mengajarkannya pandai berbicara. (QS. Al-Rahman:

1-4)

Menurut Hamka menjelaskan pada ayat ke 4 bahwa Rahman Allah SWT, kepada manusia tadi lebih sempurna lagi, karena manusiapun diajar oleh Tuhan menyatakan perasaan

13 Ibid, h.17

14 Titin Setiawi dan Vilya Dwi Agustin, Modul Komunikasi Sosial, (Bandung:

Media Sains Indonesia, 2021), hl.14-15

(27)

12

hatinya dengan kata-kata. Itulah yang di dalam bahasa Arab yang disebut hati, sehingga timbullah bahasa-bahasa. Kita pun sudah sama memaklumi bagaimana pentingnya kemajuan bahasa karena kemajuan ilmu pengetahuan. Suatu bangsa yang maju, terutama dilihat orang dalam kesanggupannya memakai bahasa. Alangkah malangnya yang tidak sanggup memakai lidahnya untuk menyatakan perasaan hatinya. Sebab itu jelaslah bahwa pemakaian Bahasa adalah salah satu diantara Rahman Allah.15

Dalam kehidupan sehari-hari manusia membutuhkan interaksi antara satu dengan yang lain. Alat interaksi itu secara akumulatif lazi

ketergantungan (interpendensi) antar manusia baik secara individu maupun secara kelompok. Karna itu disadari atau tidak, komunikasi merupakan bagian penting (urgent) dari kehidupan manusia. Sementara itu, Mudjoto dalam teknik komunikasi yang di kutip oleh Widjaya menyatakan bahwa fungsi komunikasi itu meliputi:

a. Komunikasi merupakan alat suatu organisasi sehingga seluruh kegiatan organisasi itu dapat diorganisasikan (dipersatukan) untuk mencapai tujuan tertentu.

b. Komunikasi merupakan alat untuk mengubah perilaku para anggota dalam suatu organisasi.

c. Komunikasi adalah alat agar informasi dapat disampaikan kepada seluruh anggota organisasi.16

Setiap melakukan komunikasi pasti memiliki efek, baik itu efek secara kognitif, afektif maupun konatif atau psikomotorik.

Pada dasarnya komunikasi memiliki 3 dampak, yaitu:

a. Memberikan informasi, meningkatkan pengetahuan, menambah wawasan (kognitif).

b. Menumbuhkan perasaan tertentu, menyampaikan pikiran, ide atau pendapat (afektif).

15 Hamka, Tafsir Al-Azhar, h. 209-210

16 Zikri Fachrul Nurhadi, Teori Komunikasi Kotemporer, (Depok : KENCANA, 2017), h.6-7

(28)

13

c. Mengubah sikap, perilaku dan perbuatan (konatif/psikomotorik).17

Efek ialah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan atau dilakukan penerima pesan sebelum dan sesudah menerima pesan. Keefektivitasan dan keberhasilan suatu komunikasi dapat dilihat dari sejauhmana dan bagaimana efek yang terjadi pada komunikan setelah dia menerima pesan (informasi) komunikasi. Jika komunikan mau mengubah, membentuk perbuatan baru atau melakukan sebagaimana yang diharapkan dalam komunikasi berarti proses komunikasi tersebut telah memberikan efek positif bagi komunikan.18

Pada ilmu komunikasi, secara sederhana efek komunikasi diartikan sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator terhadap komunikan.19

Komunikasi yang efektif biasanya akan memudahkan pihak komunikator maupun komunikan untuk mengeluarkan gagasan, perasaan, atau buah pikiran sehatnya, sehingga komunikasi antara kedua belah pihak dapat berkembang lebih komunikatif.

Untuk dapat melakukan komunikasi yang efektif, yang mengarah kepada komunikasi yang komunikatif diperlukan keterampilan berkomunkasi yang tepat, serta pemahaman mengenai hubungan antarpersonal dann psikologi sosial. Cara berkomunikasi dengan cara berpikir positif yang mengarah kepada komunikasi yang komunikatif, efektif, dan efesien, anatara lain dapat dilakukan dengan memperhatkan hal-hal sebagai berikut:

a. Komunikator harus mengetahui posisi dirinya.

b. Mengetahui posisi komunikan.

c. Mengetahu dan mempersiapan materi pembicaraan dengan baik.

17 Ibid, h. 12

18 Herri Zan Pieter, Dasar-Dasar Komunikasi Bagi Perawat,(Jakarta:

KENCANA, 2017), h.36

19A. Rusdiana, Etika Komunikasi Organisasi,(Bandung: Pustaka Tresna Bhakti Bandung,2018),h.164

(29)

14

d. Mengetahui tempat berkomunikasi.

e. Memberikan kesempatan kepada lawan bicara untuk memahami pesan atau informasi serta kesempatan untuk menanggapi setiap reaksi, saran, dan usul atau gagasan.

f. Menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan materi pembicaraan.

g. Mengupayakan untuk dapat berbicara dengan gaya atau sikap yang menyenangkan lawan bicara.

h. Menghargai dan menghormati lawan bicara secara konsisten.

i. Mengupayakan untuk tidak menampilkan gaya otoriter, berlebihan (over acting), dan terlalu reaktif (over reacting).

j. Mengupayakan untuk menghindarkan diri dari percakapan yang tidak perlu atau terlalu jauh menyimpang dari materi pembicaraan utama, kecuali diperlukan untuk menghindarkan kejenuhan dengan membuat lelucon (joke) yang sehat dan sopan.

k. Menghindari untuk mengeluarkan ucapan yang bersifat menilai, menyalahkan, atau mengkritik, kecual pada saat tertentu diperlukan dan ada kewenangan untuk melakukan itu.

l. Menghindari untuk memberikan tanggapan yang mengandung pemberian nasehat atau mendikte, kecuali pada saat tertentu diperlukan dan ada kewenangan untuk melakukan itu.

m. Menghindari untuk berbicara dan memberikan tanggapan yang menonto, kaku, dan tidak toleran kepada lawan bicara.

n. Menghindari untuk memberikan tanggapan yang bersifat menyudutkan, menekan, melemahkan atau mengancam komunikan.20

2. Masyarakat

Istilah masyarakat berasal dari bahasa Arab syaraka, yang berarti ikut serta, berpartisipasi, atau musyaraka yang berarti saling bergaul. Dalam bahasa Inggris, kata masyarakat diterjemahkan

20 Atep Adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Perima, (Jakarta: PT Elex Media Komputindo,2003), h. 80-81

(30)

15

menjadi dua pengertian yaitu community dan society. Masyarakat dalam pengertian community dapat dilihat dari dua sudut pandang sebagai unsur stastik dan dinamis.21 Dari sudut pandang statis, community terbentuk dalam suatu wadah atau tempat dengan batas-batas tertentu, maka ia menunjukkan bagian dari kesatuan- kesatuan masyarakat sehingga ia dapat pula disebut sebagai masyarakat setempat, misalnya kampung, dusun, atau kota-kota kecil. Masyarakat setempat adalah suatu wadah dan wilayah kehidupan sekelompok orang yang ditandai oleh adanya hubungan sosial. Disamping itu, dilengkapi pula oleh oleh adanya perasaann sosial, nilai-nilai dan norma-norma yang timbul atas akibat dari adanya pergaulan hidup atau hidup bersama-sama. Sementara dari sudut pandang dinamis, community artinya menyangkut suatu proses yang terbentuk melalui faktor psikologis dan fungsional misal masyarakat pegawai negeri sipil, masyarakat ekonomi, masyarakat mahasiswa dan sebagaiannya.22

Adapun ciri-ciri dari masyarakat yaitu:

a. Manusia yang hidup bersama b. Bercampur untuk waktu yang lama

c. Sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan d. Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama23

3. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Dalam perjalanan ketatanegaraan pemerintah desa, telah ditetapkan beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang desa, antara lain: Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang pokok-pokok Pemerintahan di Daerah, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa (UU Pemerintahan Desa 1979), Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda 1999), Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda 2004), dan terakhir desa mempunyai undang-undang sendiri yaitu

21 Sudariyanto, Intraksi Sosial,(Semarang: ALPRIN, 2010), h.2

22 Ibid, h.3

23 Ibid, h.7

(31)

16

Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa (UU Desa) dan ditegaskan kembali didalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.24

Pada pasal 55 UU Desa menyatakan bahwa BPD mempunyai fungsi: a) membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa; b) menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa; dan c) melakukan pengawasan kinerja kepala desa. Bahkan didalam pasal 32 dijelaskan bagaimana peran BPD dalam penyelengaraan pemerintahan desa. Dalam pasal itu dinyatakan bahwa :

a. Badan permusyawaratan Desa (BPD) memberitahukan kepada Kepala Desa mengenai akan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa secara tertulis 6 bulan sebelum masa jabatan berakhir;

b. Badan permusyawaratan Desa (BPD) membentuk panitia pemilihan Kepala Desa;

c. Panitia pemilihan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bersifat mandiri dan tidak memihak;

d. Panitia pemilihan Kepala Desa sebagaimana dimaksud pada (3), terdiri atas unsur Kepala Desa, lembaga kemasyarakatan, dan tokoh masyarakat desa.

Keanggotaan BPD sendiri diatur dalam pasal 56 yang menyatakan:

a. Anggota Badan Permusyawaratan (BPD) merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah yang pengisiannya dilakukan secara demokratis;

b. Masa keanggotaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) selama 6 tahun terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah/janji;

c. Anggota Badan Permusyawaratan Desa sebagaimana pada ayat (1) dapat dipilih untuk masa keanggotaan paling banyak 3 kali secara berturut-turut atau tidak secara beturut-turut.25

24 Darmini Roza dan Laurensius Arliman S, Peran Badan Permusyawaratan Desa di Dalam Pembangunan Desa dan Pengawasan Keuangan Desa, Jurnal Ilmu Hukum (vol.4,No.3, Tahun 2017), h.69.

25Ibid, h.612

(32)

17

Dalam kedudukan yang sejajar dengan pemerintahan desa, BPD menjadi mitra kerja pemerintahan desa dan dapat menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang mengawasi jalannya pemerintahan desa. Berdasarkan kedudukannya itu, BPD pada dasarnya memiliki tugas-tugas pokok untuk: 1) merumuskan peraturan-peraturan (legislating function) yang dibutuhkan oleh desa; 2) bersama-sama kepala desa membuat Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Desa (budgetting function); dan 3) mengawasi eksekutif desa (kepala desa beserta perangkatnya) dalam pelaksanaan pemerintahan sehari-hari (conroling faction).26

Rapat Badan Permusyawaratan Desa dipimpin oleh pimpinan Badan Permusyawaratan Desa. Rapat dinyatakan sah apabila kehadiran anggota sekurang-kurangnya ½ (seperdua) dari jumlah keseluruhan anggota Badan Permusyawaratan Desa dengan keputusan yang akan ditetapkan atas dasar suara terbanyak. Rapat Badan Permusyaratan Desa yang membahas maupun akan memutuskan kebijakan yang bersifat prinsipil dan strategi kepentingan masyarakat desa.27

4. Program Pembangunan

Program adalah penjabaran dari langkah-langkah dalam mencapai tujuan itu sendiri. Dalam hal ini, program pemerintah berarti upaya untuk mewujudkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang telah ditetapkan.28

Cangkupan kinerja program meliputi:

a. Relevansi

Relevansi program bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian program baik dari pengelola program (internal) dan kelompok sasaran program maupun dari pemangku

26

Pen Skripsi, Fakultas Hukum

Universitas Sam Ratulangi Manado, 2014), h.8

27 Hasan Basri, Manajemen Pemerintahan Desa (Bandung: Media Sains Indonesia, 2022), h.11-12

28 Muhammad Amin Cakrawijaya, Bambang Rianto, d

Pembangunan Infrastruktur Perdesaan di Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jurnal Program Wilayah dan kota,(Vol.25, No. 2, Tahun 2014), h.139

(33)

18

kepentingan yang secara tidak langsung (eksternal) terkait dengan pelaksanaan program. Secara umum hasil temuan menunjukkan bahwa program ini sangat sesuai (sangat relevan). Secara umum para pemangku kepentingan berpendapat bahwa bahwa program ini sangat sesuai dengan bahkan sesuai dengan tujuan dan sasaran program.

b. Efectivenes

Dalam model partisipatif efektivitas dievaluasi di berbagai tingkatan antara lain evaluasi program di tingkat individu yaitu kelompok sasaran program. Secara kualitatif melalui wawancara mendalam ditanya seberapa besar program bermanfaat bagi kelompok sasaran, komunitas dan di tingkat desa.

c. Impact

Secara keseluruhan dampak program pembangunan seharusnya memberi manfaat langsung dan tidak langsung baik terhadap kelompok sasaran maupun diluarnya.

d. Sustainability

Keberlanjutan program pembangunan dievaluasi setelah tahap implementasi selesai dilakukan, untuk mengevaluasi seberapa besar program pembangunan dapat terus berlanjut.

e. Replicability

Dari hasil evaluasi program dapat dirumuskan aspek- aspek penting yang harus diperhatikan dan dapat dirumuskan

sebagai suatu rum bagi program

pembangunan yang mempunyai sasaran dan tujuan yang sama.29

Pembangunan dalam persefektif sosiologi, prioritas pembangunan adalah usaha untuk mencapai perbaikan ekonomi secara menyeluruh dan sebagai upaya pemberantasan angka kemiskinan. Pembangunan dilaksanakan atas dasar aspirasi masyarakat yang menghendaki peningkatan taraf hidup menjadi menjadi lebih baik, dengan visi dan misi kepemimpinan yang

29 Sulasti Sardjo, dkk, Implementasi Model Evaluasi Formatif Program Pembangunan Sosial, (Jakarta: Pustaka Obor Indonesia, 2016), h.24

(34)

19

kondusif yang memiliki visi prospektif jauh ke depan untuk memajukan masyarakat. Perpaduan aspirasi masyarakat dan visi para pemimpin dituangkan dalam rencana pembangunan nasional.

Ada tiga indikator keberhasilan pembangunan masyarakat, yaitu produktivitas, efisiensi, dan partisipasi masyarakat. Pembangunan dikatakan berhasil apabila produktivitas masyarakat meningkat disertai dengan efisiensi pelaksanaan pembangunan. Tingkat efisiensi dapat dicapai dengan meningkatkan penguasaan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.30

5. Komunikasi Pembangunan

Komunikasi pembangunan berasal dari dua kata, yaitu komunikasi dan pembangunan. Komunikasi secara sederhana berarti proses pertukaran pesan antara komunikator (pengirim) dan komunikan (penerima).

Sedangkan pembangunan menurut Rogers dan Soemaker adalah suatu jenis perubahan sosial dimana ide-ide baru diperkenalkan pada suatu system sosial untuk menghasilkan pendapatan perkapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui produksi yang lebih moderen dan organisasi sosial yang lebih baik.31

Komunikasi pembangunan membutuhkan media dalam penyampaian pesan. Media yang digunakan harus murah cepat dan masal. Oleh karna itu, diperlukan suatu model untuk merumuskan bagaimana penyampaian pesan pembangunan secara cepat murah dan masal. Maka munculah istilah jurnalistik pembangunan.

Menurut Sumadi, jurnalisme pembangunan merupakan peliputan pembanngunan sebagai proses daripada sebagai peristiwa pembangunan yang dimaksud. Penekanan dalam berita pembangunan bukan pada kejadian di saat tertentu , melainkan pada apa yang terjadi pada priode tertentu tersampaikan, diterima dan direspon khalayak sehingga menghasilkan proses perubahan sosial dan ekonomi yang berkesinambungan jangka panjang.

30 Adon Nasrullah Jamaludin, Sosiologi Pembangunan, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2016), h.6

31 Suryani, Komunikasi Pembangunan dalam Media Cetak Lokal (Bandung:

Media Sains Indonesia, 2021), h.13

(35)

20

Karakter berita pembangunan terdiri dari tiga hal yaitu:

a. Memberikan relevansi suatu proyek pembangunan dengan kebutuhan nasional dan terutama kebutuhan lokal.

b. Memperhatikan perbedaan antara rencana program dan implementasinya.

c. Memperhatikan perbedaan aatara dampak yang dirasakan masyarakat.32

Proses komunikasi dalam program pembangunan desa memiliki ciri hubungan sosial khusus. Pembahasan tentang hubungan sosial mampu menggali pola-pola kompetisi maupun koordinasi di antara komunikator. Jaringan di dalam hubungan sosial ini cenderung dipilih untuk meningkatkan efektivitas program pembangunan. Penguatan makna civil society dan komunitas kini banyak diwujudkan dalam bentuk pembentukan kelompok. Ragam kelompok dalam program pembangunan desa mencangkup kelompok orang miskin, kelompok elit/penilai, kelompok Pemda, kelompok pemerintah pusat, kelompok swasta/

pendamping, kelompok LSM/wartawan.33

Kontribusi komunikasi pada teori pembangunan yakni teori pembangunan merupakan pola pikir yang berfungsi mengupas dan memecahkan persoalan-persoalan pembangunan. Ada tiga teori pembangunan yang utama yaitu:

a. Teori modernisasi pada teori ini komunikasi berperan untuk membantu mempercepat proses peralihan masyarakat tradisional menjadi masyarakat moderen, khususnya peralihan dari kebiasaan-kebiasaan yang menghambat pembangunan ke arah sikap baru yang tanggap terhadap pembaruan.

b. Teori ketergantungan dan keterbelakangan dalam teori ini komunikasi menjalankan fungsinya secara linier, karna informasi pembangunan terpusat dan dikuasai oleh elit yang ada diperkotaan atau negara maju.

32 Ibid, h.14-15

33 Muhamad Fajar Pramono, Komunikasi Pembangunan dan Media Massa, Jurnal LPPM UNIDA (Vol 1, No,1, Tahun 2016), h.47

(36)

21

c. Teori penyadaran dalam teori ini komunikasi menjalankan fungsi memberikan peranan yang besar pada masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan.34

6. Komunikasi Islam

Komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan-pesan keislaman dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi dalam Islam. Maka komunikasi Islam menekankan pada unsur pesan (message),yakni risalah atau nilai-nilai Islam, dan cara (how), dalam hal ini tentang gaya bicara dan penggunaan bahasa (retorika). Pesan-pesan keislaman yang disampaikan dalam komunikasi Islam meliputi seluruh ajaran Islam, meliputi akidah (iman), syariat (Islam), dan akhlak (ihsan). 35

Dalam perspektif Islam juga, komunikasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia karna segala gerak langkah kita selalu disertai dengan komunikasi. Komunikasi yang dimaksud adalah komunikasi yang Islami, yaitu komunikasi berakhlak al-karimah atau beretika. Komunikasi yang berahlak al- karimah berarti komunikasi yang bersumber kepada Al-

Hadis (Sunah Nabi).36

Komunikasi Islam merupakan bidang kajian baru yang menarik perhatian sebagian akdemis di berbagi perguruan tinggi.

Keinginan untuk melahirkan komunikasi Islam muncul akibat falsafah, pendekatan teoritis, dan pendekatan teoritis, dan penerapan komunikasi yang berasal dari dan dikembangkan di Barat dan Eropa tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya Islam. Oleh karna itu, timbul keinginan untuk mengkaji kembali berbagi aspek ilmu komunikasi menurut persepektif agama, budaya dan cara hidup umat Islam.37

Komunikasi Islam adalah sistem komunikasi umat Islam.

Artinya bahwa, komunikasi Islam lebih fokus pada sistemnya

34Andy Corry Wardhani, Kontribusi Komunikasi pada Teori Pembangunan, Jurnal (Vol, 4, No, 2, Tahun 2022), h.265

35 Ahmad ghulusy, Ad- (Kairo: Darul Kijab), h.9

36 Ujang Saefullah, Kapita Selekta Komunikasi Pendekatan Budaya dan Agama (Bandung: Simbiosa Media, 2007), h.63

37 Syukur Kholil, Komunikasi Islam, (Bandung: Ciptapustaka Media, 2007), h.2

(37)

22

dengan latar belakang filosofi (teori) yang berbeda dengan persefektif komunikasi non Islam. Dengan kata lain sistem komunikasi Islam adalah proses penyampaian pesan antara manusia yang didasarakan pada ajaran Islam. Komunikasi Islam adalah cara komunikasi yang bersifat Islami (tidak bertentangan dengan ajaran Islam).38

Peranan komunikasi ini untuk umat Islam ialah agar setiap dari muslim bisa menerapkan komunikasi Islam secara baik yang berpedoman kepada Al-

proses penyampaian pesan antara komunikator kepada komunikan dengan menggunakan prinsip-prinsip komunikasi Islam yang ada

didalam Al- Dengan tujuan

munkar (menyuruh berbuat yang gah dari yang munkar). Dalam kegiatan komunikasi Islam ini maka komunikator harus berpedoman kepada prinsip komunikasi Islam yang

digambarkan dalam Al- nsip dari

komunikasi Islam yang digambarkan dalam Al- ialah:39

1. Memulai pembicaraan dengan salam 2. Berkata dengan lemah lembut 3. Menggunakan perkataan yang baik

4. Menyebut hal-hal yang baik tentang diri komunikan 5. Menggunakan hikmah dan nasehat yang baik Berlaku Adil 6. Menyesuaikan bahasa dan isi pesan dengan keadaan komunikan 7. Berdiskusi dengan cara yang baik

8. Lebih dahulu mengatakan apa yang dikomunikasikan 9. Mempertimbangkan pandangan dan fikiran orang lain

10. ketika melakukan komunikasi yang

berat.

Komunikasi yang baik adalah yang dapat diterima oleh publiknya. Termasuk dengan memahi etika komunikasi antar manusia sebagai salah satu strategi mendapatkan good will. Dalam perspektif Islam terdapat beberapa etika komunikasi profetik atau

38 Andi Abdul Muis, Komunikasi Islam, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001), h.65-66

39 Ibid, h.813

(38)

23

komunikasi kenabian yang dikenal atas beberapa unsur dasar yaitu Siddiq, komunikasi yang jujur. Amanah, komunikasi yang dapat dipercaya. Tabligh, komunikasi yang disampaikan dalam Fathanah,komunikasi yang didasari oleh pengetahuan yang kuat (cerdas). Disebut juga sebagai sifat-sifat Nabi Muhammad Saw.40

Terdapat beberapa etika komunikasi Islam yang terdapat didalam Al-

a. Qaulan Sadidan yaitu pembicaraan, ucapan atau perkataan yang benar, baik dari segi subtansi (materi, isi pesan) maupun redaksi (tata bahasa). Dari segi subtansi, komunikasi Islam harus menginformasikan atau menyampaikan kebenaran, faktual, hal yang benar saja. Jujur tidak berbohong, juga tidak merekayasa atau memanipulasi fakta.

b. Qaulan Balighan yaitu Berkomunikasi secara efektif, tepat sasaran dan tujuan. Komunikator menggunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa komunikan.

c. Qaulan Maysuran yaitu berkomunikasi tanpa tendensi, menggunakan argumentasi yang rasional dan dapat diterima.

d. Qaulan Layyinan berarti perkataan yang lemah lembut.

Berkomunikasi dengan menggunakan pilihan kata yang tepat agar diperoleh efek seperti yang diharapkan.

e. Qaulan Kariman yaitu berkomunikasi yang disesuaikan dengan pendidikan, ekonomi, dan starta sosial.

f. berkomunikasi sesuai dengan kode etik bahasa dan tidak memprovokasi.41

Dalam perspektif agama mengenai tinjauan komunikasi ini begitu banyak ayat-ayat komunikasi yang ditunjukkan kepada kita dalam menjalin hubungan sosial dan kepentingan lainnya. Seperti yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 263 berikut ini:

40 Andri Kurniawan, Public Relations, (Mataram:Sanabil, 2021), h 149

41 Iswandi Syahputra, Komunikasi Profetik, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2007), h 145-146.

(39)

24

Artinya: Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.

Allah Maha Kaya, Maha Penyantun (Qs. Al-Baqarah 263)

Menurut al-Asfihani dalam dalam Tafsirnya, Khitab (sasaran yang dituju) pada ayat ini mencangkup dua hal:

Pertama,ditunjukkan kepada orang yang meminta. Dengan demikian, ayat ini tidak saja memerintahkan seorang pemberi agar berkata baik kepada orang yang diberi. Ayat ini juga memerintahkan kepada peminta agar meminta kepada orang lain dengan perkataan yang baik.42

7. Nilai-Nilai Komunikasi Islam

komunikasi Islam memiliki dua rujukan utama yang merupakan pedoman hidup bagi kaum muslimin, yaitu Al-

dan Hadis Nabi Muhammad Saw. kedua sumber inilah yang memberikan karakteristk Islam. Selain Al- - kitab yang disampaikan oleh para ulama serta disiplin ilmu lainnya yang turut memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu komunikasi secara umum dan komunikasi Islam pada khususnya.

Al-

perjalanan mengarungi kehidupan agar sampai ke tujuan dengan selamat. Dan salah satu aktivitas yang memerlukan paduan atau pedoman adalah komunikasi. Karna setiap manusia membutuhkan membutuhkan komunikasi ini sebagai mahluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain. 43

Sifat Al- furqan menegaskan bahwa ada hal yang menjadi ciri khas kaum muslimin yang membedakannya dengan selain mereka. Ciri khas ini akan menjadi pembeda sekaligus tanda pengenal bahwa seseorang tersebut adalah seorang muslim. Ciri khas Islam secara umum tersebut juga termanifestasikan dalam ajaran-ajaran yang bersifat khusus seperti

42Afrizal El Adzim Syahputra, https://tafsiralquran.id/tasir-surah-baqarah-ayat- 263-etika-memberi-dan-meminta-bantuan. (29 November 2022, pukul 06: 05 AM)

43 Abimanyu Satrio Prakoso, Nilai-Nilai Komunikasi Islam Dalam Filsafat

Hidup Masyarakat Lampung, Jurnal Dakwah (Vol.20, No.2,Tahun 2019),h 196-197.

(40)

25

ilmu komunikasi. Di antaranya adalah meyakini bahwa komunikasi adalah bagian daripada ibadah kepada Allah, bukan sekedar untuk kepuasan diri dan menyenangkan orang lain. Seorang muslim harus meniatkan segala perbuatan baiknya untuk Ibadah,karna tugas utama manusia di muka bumi adaah ibadah.44

Mengenai hal ini Kuntowijoyo kemudian merumuskan mengenai sosial profetik yang memiliki tiga pilar yaitu:

humanisasi,liberasi, dan transendensi dari misi historis Islam bagaimana terkandung dalam Al-

ditampilkan sebagai ilmu sosial yang tidak hanya memberikan penjelasan tentang realitas sosial dan mentransformasikannya, tetapi sekaligus memberikan petunjuk kearah mana transformasi itu dilakukan dan untuk tujuan apa. Ilmu sosial profetik tidak sekedar mengubah demi perubahan sendiri tetapi mengubah berdasarkan cita-cita etik dan profetik tertentu.45

Asal mula gagasan ilmu sosial profetik, seperti yang telah diakui oleh Kuntowijoyo terinspirasikan dari tulisan-tulisan Roger Garaudy dan Muhammad Iqbal. Dari pemikiran Garaudy, maka Kuntowijoyo mengambil pemikiran mengenai filsafat profetiknya.

Filsafat barat tidak mampu memberikan tawarann yang memuaskan karna hanya terombang-ambing dalam dua kutub yakni idealis dan matrealis tanpa berkesudahan. Filsafat Barat itu lahir dari bagaimana ilmu pengetahuan itu dimungkinkan, Garaudy memberikan saran agar mengubah pertanyaan itu menjadi bagaimana kenabian (wahyu) itu dimungkinkan? Filsafat barat telah membunuh Tuhan dan manusia, karna itu ia mengajukan filsafat kenabian dengan mengakui wahyu.46

Adapun maksud dari tiga pilar ilmu profetik yang digali oleh Kuntowijoyo diatas bermakna sebagai berikut:

a. Humanisasi

Humanisasi berasal dari bahasa latin humanitas yang

44 Harjani Hefni, Komunikasi Islam, (Jakarta: Kencana, 2015), h 31

45 Kuntowijoyo, Paradigma Islam Interprete nsi Untuk Aksi,(Bandung: Mizan, 1991), h 16

46 Roger Garaudy, Janji-janji Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1982), h 139-168

(41)

26

terminologi berarti memanusiakan manusia, menghilangkan kebendaan, ketergantungan, kekerasan, dan kebencian dari manusia.47

b. Liberasi

Liberasi bertujuan membebaskan bangsa dari kekejaman

kemiskinan, keangkuhan teknologi, dan pemerasan kelimpahan. Kita menyatu rasa dengan mereka yang miskin,

mereka yang terperangkap dalam kesadaran teknokratis, dan mereka yang tergusur oleh kekuatan raksasa.48

c. Trasendensi

Trasendensi ini Kuntowijoyo hendak menjawab problem hubungan agama dan ilmu sosial. Kuntowijoyo memaknai transendensi dalam arti keimanan kepada Allah yang diderivikasikan dari Surat Ali Imran ayat 110:

Artinya: Kamu (Umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia,(karna kamu)menyuruh mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka.

Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (QS.

Al-Imran 110)

Melalui ayat ini pulalah ia meletakkan tiga pilar bagi ilmu sosial profetik yaitu humanisasi liberasi (tanhauna anil munkar) dan transendensi 49 nahi munkar sebagai social control, yang dilakukan oleh individu,

47 Menuju Paradigma Islam Humanis (Yogyakarta: Gema Media, 2003), h 90

48 Kuntowijoyo, Paradigma Islam...h, 228-230

49Depertemen Agama RI, Al- -Karim dan Terjemahannya (Semarang:

Karya Toha Putra, 2000), h 50

(42)

27

keluarga, masyarakat, dan organisasi dalam rangka perbaikan bersama dengan menghindari kerugian bersama.

munkar merupakan kewajiban mukmin dimana saja dan kapan saja, dalam segala dimensi, baik politik, ekonomi, sosial, budaya,

pendidikan, dan lainnya.50 8. Teori S-O-R (Stimulus Organism Respon)

Model komunikasi yang sangat bawah yakni model komunikasi SOR. Teori komunikasi ini ditemukan oleh Houland pada tahun 1953. Disiplin ilmu komunikasi ini sangat mempengaruhi model komunikasi ini, khususnya yang beraliran bbehavioristik. Hal ini dapat berlangsung, sebab psikologi komunikasi memiliki objek kajian yang serupa, yakni rohani manusia; meliputi opini, prilaku, kognisi, afeksi serta kondisi.

Kualitas dari rangsangan (stimulus) yang berkomunik asi dengan organisme merupakan pemicu anggapan yang sangat mendasar dari teori S-O-R. Penyebab terjadinya perubahan perilaku itu tergantung kepada kualitas rangsangan yang berkomunikasi

dengan organism yang merupakan prinsip-prinsip ko munikasi, itulah sebenarnya asumsi dasar dari teori SOR, stimulus

(S), organism (O) dan respons (R) yangt merupakan istilah dari model komunikasi ini.51

Gambar 1.1

Hal ini dapat dilihat pada skema sebagai berikut:

50 Abdurrahman , Menuju Islam Humanis (Yogyakarta: Gema Media 2003), h 90

51 Marlina, Eri Yusnita Arvianti Dkk, Ilmu Komunikasi, (Sulawesi Tengah: Cv.

Feniks Muda Sejahtera, 2022), h 27

Stimuluus Organisme:

Respon:

Perubahan Sikap

(43)

28

Dari skema diatas, terlihat bagaimana alur model komunikasi ini berperan dalam perkembangan sikap. Dalam arti, setiap tindakan pasti ada respon dan juga komunikasi. Penting juga untuk diperhatikan bahwa agar suatu perubahan sikap terjadi, stimulus yang diberikan harus memenuhi tiga faktor, yaitu perhatian, pemahaman, dan penerimaan.52

Dalam proses teori ini ada aksi dan reaksi. Dan dalam hal ini BPD dan masyarakat Pandan Indah melakukan aksi dan reaksi berupa ucapan atau tindakan. BPD memberikan aksi atau stimulus kepada masyarakat Pandan Indah agar terjadi reaksi atau respon dari masyarakat sesuai yang diharapkan.

Bagi teori S-O-R, proses belajar serupa dengan proses dari pergantian perilaku. Proses dalam belajar yang dilakukan oleh individu adalah sebagai berikut:

a. Pesan (stimulus) saling menerima atau menolak pesan yang disampaikan oleh komunikator maupun komunikan merupakan bagian dari pesan. Bila terjadi penolakan maka proses belajar tidak terjadi.

b. Jika stimulus diterima, memberi makna bahwa atensi dari komunikan (organisme). Dan komunikan memahami dengan baik stimulus yang diberikan komunikator, berarti stimulus tersebut berlangsung efisien dan proses belajar dapat terjadi.

c. Apabila stimulus yang diberikan komunikator dapat dicerna dengan baik oleh komunikan, sehingga terjalin kesediaan buat berperan demi stimulus yang sudah diterimanya maka komunikan dapat mengambil sikap dan stimulus itu.

d. Sikap yang diambil komunikan (individu) tersebut dapat berlanjut menjadi menjadi sebuah tindakan misalkan perubahan prilaku pada komunikan, hal ini karna ada dorongan dari masyarakat serta fasilitas yang memadai.53

Berdasarkan konsep teori di atas maka terbentuklah gambar kerangka teori dalam penelitan ini sebagai berikut:

52Andi Rahmat Abidin dan Mustika Abidin, Urgensi Model Stimulus Organism Response (S-O-R) Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran, Jurnal Pendidikan Agama Islam ( Vol.6, No. 2, ahun 2021), hlm 77-78

53 Ibid, hlm 28

Gambar

Tabel  2.1 Anggota BPD dan Jumlah Jiwa di Desa Pandan Indah,45  Tabel  2.2Data Program Pembangunan Desa Pandan indah, 46
Gambar 2.1 Struktur Kepengurusan Desa Pandan Indah, 44  Gambar 2.2 Struktur Badan Permusyawaratan Desa,45
Gambar 1.2 kerangka teori S-O-R
Foto dengan Ketua BPD Pandan Indah
+3

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Hasil penelitian yang dilakukan dilapangan dan responden dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa pada Evaluasi Penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Di

“Dari semua materi-materi Rasil mulai dari siaran radio, tv, youtube dll, masyarakat bisa menilai sendiri ya seperti apa Rasil itu, karna mau seberapa banyak statement yang

(4) Panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (2), mengadakan musyawarah untuk menentukan calon anggota BPD paling sedikit 2 (dua) kali dan paling banyak 3 (tiga) kali dari kuota

Terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT karena pada hari ini kita dapat melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang)

Interaksi antar teman sebaya begitu penting dalam pengembangan kecerdasan emosional, hal ini sebagaimana diungkapkan Mussen, dkk (1984: 111) yang melihat bahwa

(4) Panitia sebagaimana dimaksud pada ayat (2),mengadakan musyawarah untuk menentukan calon anggota BPD paling sedikit 2 kali dan paling banyak 3 kali dari kuota jumlah

Keanggotaan BPD yang didasarkan pada musyawarah dan mufakat dapat dipertanyakan kedemokratisannya apabila kita sandingkan dengan teori di atas. Apakah musyawarah

(4) Apabila ternyata terdapat calon anggota BPD yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2), maka panitia musyawarah tingkat desa berhak