Plagiarism Checker X Originality Report
Similarity Found: 25%
Date: Monday, January 04, 2021
Statistics: 770 words Plagiarized / 3138 Total words
Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective Improvement.
--- Tersedia online di http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257
(Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ? --- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA- 1 ?0 ] Interaksionisme Simbolik Pementasan Teater Kampus Haerussaleh Haerussaleh,
[email protected] AfanFaizin, [email protected] Universitas Dr.
Soetomo Abstrak.
Penelitian ini diilhami dari pementasan teater yang memang merujuk pada Kajian Interaksi Simbolik Antara Pemain Dan Penonton. Dalam pementasan teater tersebut memberikan banyak fakta mengenai interaksi simbolik yang dihadirkan dalam urutan pentas, bagaimana proses terjadinya interaksi simbolik antara pelaku kesenian teater dengan penonton dan simbol-simbol apakah yang dapat membentuk terjadinya proses interaksi simbolik antara pelaku kesenian teater dengan penonton.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses interaksi simbolik terjadi pada setiap bagian pertunjukan dan simbol-simbol yang membentuk proses interaksi simbolik meliputi setting panggung, music atausuara, system pencahayaan, dan tatakostum. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Dari keempat judul yang dijadikan objek penelitian ditemukan bahwa pertunjukan teater kampus di lingkungan Uniersitas Dr Soetomo Surabaya rata-rata berbentuk teater dramatic dan berusaha untuk melakukan komuikasi terhadap penonton sebagai bagian dari konsep interaksionisme simbolik, (2) Terdapat relasi yang kuat antara Konsep Realitas Masyarakat yang tercermin dalam kesadaran kolektif
terhadap terbangunnya konsep pikiran, konsep diri, dan konsep tindakan dalam pementasan Teater Kampus, demikian juga dalam tema-tema yang diusung dalam pementasan; (3) terdapat simbol-simbol yang mendukung konsep pikiran, konsep diri,
dan konsep tindakan sebagaimana yang digagas Mead. Kata Kunci: Interaksionisme Simbolik, Teater kampus, Pementasan Abstract.
This research was inspired by theater performances which were indeed screened in the Symbolic Discussion Study Between Players and Spectators. In this theater performance there are many facts about symbolic interactions that are presented in sequence, how the symbolic interaction process between the theater and the audience and what symbols can form the process of symbolic interaction between the theater and the audience.
The results showed that the symbolic interaction process took place in every part of the show and the symbols that formed the symbolic interaction process included stage settings, music or sound, lighting systems, and custom procedures. The results of this study are: (1) From the point of view of the research objects found in the theater in Dr Soetomo University Uniersitas, Surabaya on average constructs dramatic theater and requires communication with viewers as part of the concept of symbolic interactionism, (2) The concepts, self-concepts, and concepts of action in the Campus Theater
performance, as well as in the themes that are carried in the performance; (3) There are symbols that support the concept of thought, self- concept, and the concept of
agreement that was initiated by Mead. Keywords: Symbolic Interactionism, Campus Theater, Staging Tersedia online di http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257 (Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ? --- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA-161] PENDAHULUAN Kajian dramaturgi terkait dengan analisis identitas manusia. Setiap identitas manusia adalah bagian dari aspek kejiwaan atau ranah psikologis yang berdiri sendiri.
Identitas manusia dapat saja mengalami perubahan bergantung dari interaksi individu tersebut dengan individu yang lain. Dalam perspektif inilah dramaturgi dapat dijadikan dasar analisis. Pola analisis tersebut berkaitan dengan penguasaan berbagai interaksi yang muncul. Berbagai interaksi dalam ranah sosial yang muncul dalam perspektif dramaturgi, dalam penelitian ini kemudian dikaitkan dengan interaksi yang muncul dalam pertunjukan teater yang dijadikan objek penelitian.
Dalam perspektif pertunjukan teater, manusia adalah aktor yang berusaha untuk menggabungkan dan meleburkan karakteristik personal dengan karakter yang diperankan. Peleburan tersebut bertujuan untuk proses penghayatan “pertunjukan dramanya sendiri”. Dalam upaya mencapai tujuan penghayatan tersebut, berdasarkan konsep dramaturgi, actor akan mengembangkan perilaku-perilaku yang mendukung perannya tersebut.
Selayaknya pertunjukan drama, seorang aktor dalam pertunjukan teater juga harus mempersiapkan kelengkapan pertunjukan. Kelengkapan ini antara lain: (1)
memperhitungkan setting; (2) kesesuaian kostum, (3) pembangunan dan penggunakan dialog dan tindakan non verbal lain. Semua aspek tersebut bertujuan untuk
menciptakan kesan yang baik pada lawan interaksi dan memuluskan jalan mencapai tujuan.
Semua aspek tindakan tersebut, Oleh Goffman disebut sebagai“impression
management”. Goffman juga melihat bahwa ada perbedaan akting yang besar saat aktor berada di atas panggung (“front stage”) dan di belakang panggung (“back stage”) drama kehidupan. Penelitian terhadap pertunjukan teater kampus di lingkungan
Universitas Dr.Sotomo ini, diilhami dari pementasan teater yang memang merujuk pada Kajian Interaksi Simbolik Antara Pemain Dan Penonton.
Dalam pengamatan awal, pementasan teater di lingkungan Universitas Dr.Soetomo memberikan banyak fakta mengenai interaksi simbolik yang dihadirkan dalam urutan pentas, bagaimana proses terjadinya interaksi simbolik antara pelaku kesenian teater dengan penonton dan simbol-simbol apakah yang dapat membentuk terjadinya proses interaksi simbolik antara pelaku kesenian teater dengan penonton.
Tersedia online di http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257 (Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ? --- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA- 1 ?2 ] Hasil penelitian difokuskan pada proses interaksi simbolik yang terjadi pada setiap detail dan setiap bagian pertunjukan, serta aspek simbol-simbol yang muncul dan terbentuk dalam proses interaksi simbolik.
Aspek-aspek tersebut meliputi setting panggung, tata pencahayaan, pengembangan property pementansan, musik pengiring, serta peralatan penunjang lainnya yang sangat diperlukan dalalam pementasan teater. Penampilan pementasan teater mahasiswa ini menggunakan properti yang cukup memadai, terutama aspek setting panggung.
Pertunjukan bisa dinilai sukses dan bisa mempunyai nilai mendalam bagi penonton juga tidak terlepas dari setting panggung dan tempat yang baik.
Dramaturgi adalah sandiwara kehidupan yang disajikan oleh manusia. Goffman membagi kondisi sebagai bagian depan (front) dan bagian belakang (back). Front mencakup setting, personal front (penampilan diri), dan expressive equipment
(peralatan untuk mengekspresikan diri). Adapun bagian belakang adalah the self, yaitu
semua kegiatan yang tersembunyi untuk melengkapi keberhasilan acting atau penampilan diri yang ada pada front.
Aspek-aspek interaksi simbolik melalui Tindakan yang menjadi dasar analisis adalah teori interaksi simbolik Herbet Mead (Ritzer, 2012: 603-604): (1) Gesture (Gerak Isyarat), (2) Simbol Signifikan, (3) Mind (Pikiran), (4) Self (Diri), dan (5) Society ( Masyarakat) Pada awalnya pementasan teater mahasiswa ini hanya untuk menampilkan kreativitas
kesenian dalam drama dan berinteraksi dengan para penikmat teater.
Melalui interaksionisme simbolik kemudian memunculkan asumsi bahwa dasar dari kehidupan bersama dari manusia adalah komunikasi, terutama lambang-lambang yang merupakan kunci untuk memahami kehidupan sosial manusia. Suatu lambang
merupakan tanda, benda atau gerakan yang secara sosial dianggap mempunyai arti-arti tertentu (Soekanto, 1982: 8).
METODE PENELITIAN Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan ini digunakan karena beberapa pertimbangan, pertama metode ini lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antar peneliti dan informan.
Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih cepat menyesuaikan diri dengan setting
penelitian dan mampu melakukan penajaman pola–pola yang dihadapi. Tersedia online di http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257 (Cetak)/ISSN
2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ?
--- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA-163] Obyek yang diteliti mengenai pementasan teater kampus, sebagai salah satu dari sekian banyak pementasan teater kampus di wilayah Kota Surabaya, maka yang diambil adalah pementasan teater kampus di Surabaya.
Judul pementasan yang diambil yakni: No Judul Pementas 1 Lumpur Sidoarjo Teater KU FKIP Unitomo 2 Danau Toba Teater kelompok Mahasiswa (tugas wajib mata kuliah penyutradaraan dan pementasan) 3 Iblis Guruku Teater kelompok Mahasiswa (tugas wajib mata kuliah penyutradaraan dan pementasan) 4 Kota Tak pernah berhenti
bernyanyi Teater KU FKIP Unitomo Metode pengumpulan data yang digunakan antara lain: (1) Obeservasi langsung terhadap subyek sebagaimana adanya dilapangan; (2) wawancara dengan pelaku pementasan tetaer: (3) perekaman audio visual pementasan;
(4) studi kepustakaan untuk memperkuat data, terutama sebagai acuan pengecekan ulang untuk kebenaran pengamatan.
Kemampuan peneliti untuk menyusun kerangka teoritis akan sangat terkait dengan upaya penelusuran studi kepustakaan, sebagai upaya memperoleh sejumlah referensi yang mendukung dan tepat untuk membahas lingkup kajian penelitian yang dilakukan Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar obervasi, lembar
wawancara, dan lembar transkrip data penelitian.
Secara garis besar teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi tiga, yaitu : pertama, Menganalisis bentuk penyajian pementasan teater kampus di Surabaya berdasarkan teori dramaturgi; kedua, Menganalisis interaksi simbolik berdasarkan teori Herbet Mead. aspek-aspek interaksi simbolik melalui Tindakan, Gesture (Gerak Isyarat), Simbol Signifikan, Mind (Pikiran), Self (Diri), Society ( Masyarakat) (Ritzer, 2012: 603-604);
ketiga, Mengalisis simbol-simbol apa saja yang dapat membentuk terjadinya proses interaksi simbolik antara pemain teater dan penonton.
Symbol yang akan dianalisis adalah simbol signifikan sebagai simbol yang maknanya secara umum disepakati oleh orang banyak Tersedia online di
http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257 (Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ?
--- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman
160-169--- [Jurnal Online FONEMA- 1 ?4 ] PEMBAHASAN Bentuk Penyajian Pementasan Teater Kampus Dari keempat judul yang dijadikan objek
penelitian ditemukan bahwa pertunjukan teater kampus di lingkungan Universitas Dr.Soetomo Surabaya rata-rata berusaha untuk melakukan komunikasi terhadap penonton berikut analisis bentuk penyajian dari data yang dijadikan objek penelitian.
Pertunjukan teater Lumpur Sidoarjo merupakan sebuah pertunjukan teater yang berusaha untuk melakukan komunikasi terhadap penonton mengenai dialektika yang dilakukan Aktor. Hal tersebut tergambar di dalam susunan dialog- dialog yang
diucapkan oleh para pemain. Konflik antar tokoh dan gambaran dikotomi antara laki-laki dan perempuan tergambar di dalam pertunjukan ini.
Pertunjukan teater Lumpur Sidoarjo ini menampilkan ralitas sosial yang terjadi di Sidoarjo. Dari aspek bentuk penyajian Teater Lumpur Sidoarjo menampilkan teater dramatik yang salah satu cirinya mampu menghadirkan laku cerita seperti kenyataan hidup yang sebenarnya.
Dalah satu bentuk komunikasi terhadap penonton yang dilakukan dalam pementasan teater Lumpur Sidoarjo tergambar dalam dialog berikut: “Kota lumpur, semua hancur…
Hai kau (menunjuk ke penonton) terbersitkah peka hatimu atas nasib saudaramu...?
Aktor dalam hal ini berupaya mengajak komunikasi penonton dengan menggiring
suasana dramatik hati agar penonton mampu menyatu dengan tema yang akan disajikan dalam pementasan teater.
Dari Bahasa yang digunakan oleh pemain pada tehnik muncul pertama tersebut telah dapat diduga bahwa sutradara mengarahkan opini para penonton peristiwa yang berlangsung mengarah pada kondisi yang terjadi di Sidoarjo. Tidak cukup dengan identifikasi pada bahasa yang digunakan, penggunaan bunyi yang terdiri dari: alur, karakter, dan tema, sedangkan tekstur pertunjukan teater merupakan apa yang secara langsung dialami oleh pengamat melalui perasaannya, terdiri dari: apa yang didengar melaluitelinga(dialog),apa yangdilihatmata (spektakel), dan apa yang dirasakan sebagai mood atau suasana melalui seluruh pengalaman indera.
Bentuk penyajian Teater dengan judul danau Toba, disajikan secara dramatik dengan mencoba mendekonstruksi suasana sedih yang tersaji dalam cerita asli Danau Toba menjadi lebih rileks dan jenaka, tanpa meninggalkan pesan dan makna mendalam dari amanat cerita Tersedia online di http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257 (Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ? --- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA-165] legenda tersebut.
Salah satu dialog aktor dalam upayanya mengajak berkomunikasi dengan penonton tergambar dalam monolog berikut: (latar sawah tempat tokoh utama bekerja) “Ahhh..
Susah hidup ini… setiap hari hidup sendiri.. mati sudah..” (dengan gerakan yang mendekati penonton dan disedih-sedihkan).. penonton tertawa Panas.. tak ada yang mengirimlan makanan .. mati sudah… (penonton tertawa) Kutipan tersebut merupakan monolog aktor ketika pertama kali keluar dari adegan pertama.
Dengan latar yang sesuai dengan tema, serta busana yang menggambarkan petani sedang mengejakan sawah, intonasi dan mimic yang disajikan secara instuitif mengajak penontoan terlibat. Aktor yang merupakan mahasiswa yang berasal dari Flores terkesan sangat komunikasi dengan logat khas NTT. Penonton pun berusaha mengajak
komunikasi actor dengan memanggil dan berusaha menggoda.
Kata “mati sudah” merupakan upaya actor untuk membahasakan keadaan hidupnya dan menertawakan diri sendiri. Keadaan tersebut merupakan situasi dramatik dan menjadi realitas hidup masyakat bawah (society). Keadaan serba kekurangan masyarakat tidak membuat mereka larut dalam suasana yang sedih dan menderita.
Kutipan berikut ini menunjukkan bahwa realitas pertunjukan teater modern mulai meninggalkan suasana kaku dan minimnya relasi atara pemain dan penonton: Selamat
malam teman teman cendikia Tetaplah di tempat duduk termanis Anda Dan pasanglah muka terpukai atas kehadirnnya.. Ajak mereka ke dalam sanubari Anda Tak perlu ku tutupi memang iblis guruku..
Narasi awal pementasan Teater Iblis guruku adalah prolog yang mengajak penonton untuk menikmati berbagai situasi. Meskipun terdengar sedikit absurd, namun apabila dikaji lebih mendalam pementasan teater Iblis Guruku tetap dalam bingkai tema Dramatik. Penonton diajak ke dalam tema untuk memahami keberadaan Iblis sebagai guru, bukan sebagai musuh.
Karena bila manusia membenci Iblis, itulah sebenarnya yang diharapkan Iblis sebagai sarana menjerumuskan manusia, yakni tenggelam dalam kebencian. Realitas ini
mungkin oleh kebanyakan masyarakat (society) dianggap absur, namun bila dikaji lebih Tersedia online di http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257
(Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ? --- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA- 1 ?6 ] mendalam, sangat realistis. Bahwa Iblis adalah guru yang hadir dengan wajah yang tidak indah. … tugasku berat.
Aku ditugaskan Tuhan untuk menjerumuskan manusia Namun Jika manusia mempunyai ketebalan iman dan ahli ibadah.. Akan sangat mudah menggodanya.. Yakni dengan cara membuat mereka, merasa telah beriman, menjadi ahli ibadah.. Akulah gurumu…
Insteraksionisme Simbolik dalam Pementasan Konsep Pikiran Mead Mendefinisikan pikiran sebagai proses percakapan seseorang dengan dirinya sendiri, tidak ditemukan di dalam diri individu, pikiran adalah fenomena sosial.
Self Talk yang terjadi di dalam diri actor merupakan akumulasi dari memori kolektif yang terbangun dari berbagai kesadaran yang berkembang di masyarakat. Kesadaran kolektif tersebut memenuhi ruang diri dana lam bawah sadar kemudian menjelma menjadi self tak. Dalam pementasan teater Lumpur Sidoarjo, konsep pikiran yang menjadi tema sentral adalah “Gan t i ru gi ”: Kami menagih janji ganti Rugi..
Ganti rugi tanah kami yang menjelma menjadi api Ganti rugi masa depan kami yang menguap menjadi asap. Konsep pikiran tentang “ganti rugi” telah menjadi musibah baru dibalik musibah semburan lumpur sendiri. Sementara semburan lumpur telah sedikit demikit bergeser dari konsep pikiran sebuah bencana menjadi “wisata”.
Namun konsep pikiran “ganti Rugi” menjadi tema penderitaan baru bagi masyarakat terdampak di sekitan semburan lumpur. Sutradara dalam pementasan ini “terhubung”
dengan kesadaran kolektif masyarakat tentang penderitaan dibalik musibah lumpur, yakni ruwetnya proses ganti rugi yang diterima masyarakat terdampak. Pementasan Teater Iblis Guruku merupakan “negasi” konsep pikiran masyarakat (Society) pada umumnya.
Bila konsep masyarakat umumnya menolak kejahatan, menolak Iblis pementasan Teater Iblis Guruku justru mempunyai konsep pikiran sebaliknya, berguru pada Iblis: Tersedia online di http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257 (Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ?
--- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA-167] “Kita sering
mengkambinghitamkan iblis Apakah kita harus memusuhinya? Sedang dia adalah guru terbaik.. Guru yang sebenarnya..
Konsep pikiran yang terkesan absurd tersebut sebenarnya sangat realistis bila dikaji lebih mandalam. Teater sebagai sebuah masyarakat berusaha mempengaruhi konsep pikiran penikmatnya dengan berpikir terbalik, mampu memandang sudut pndang yang lain. Konsep Pikiran Iblis Guruku dikatakan Sutradara sebagai pandangan di atas
dualitas, diatas persepsi persepsi benar salah, pandangan singular.
Dala wawancara dengan sutradara, dikatakan bawa dalam sebuah film tidak mungkin mnarik bila tidak ada tokoh jahatnya. Bila tokoh jahat mati, maka film akan selesai.
Begitu juga dengan khidupan ini, tak akan pernah berjalan bila Iblis Tidak ada. Iblis
“sengaja” diperankan Tuhan agar kehidupan ini berjalan sesuai skenarionya. Tanpa Iblis dunia ini selesai. Penonton diajak ke dalam tema untuk memahami keberadaan Iblis sebagai guru, bukan sebagai musuh.
Karena bila manusia membenci Iblis, itulah sebnarnya yang diharapkan Iblis sebagai sarana menjerumuskan manusia, yakni tenggelam dalam kebencian. Realitas ini
mungkin oleh kebanyakan masyarakat (society) dianggap absurd, namun bila dikaji lebih mendalam, sangat realistis. Bahwa Iblis adalah guru yang hadir dengan wajah yang tidak indah.
Konsep Diri Self talk yang dipicu oleh konsep pikiran kajian insteraksionisme simbolik berkelindan dengan bagaimana konsep diri terbentuk. Aktor memposisikan diri sebagi
“I’ yang berempati terdapat realitas yang terjadi di masyarakat. Terjadi penyatuan kesadaran antara realitas masyarakat yang terjadi di lapangan dengan kepekaan masyarakat teatear sebagai pelaku seni.
Konsep diri yang lain yang terdapat dalam pementasan Teater Lumpur Sidoarjo adalah
“Diri yang memanfaatkan korban” . Selalu ada dualitas dalam merealisasikan konsep pikiran atau self talk. Konsep pikirantentang “Ganti Rugi” tentunya juga peluang bagi orang yang memutuskan sisi lain dari perasaan empati, yakni “menangkap peluang”.
Realitas yang terjadi, Terkatung-katungnya proses pembayaran ganti rugi tentunya disebakan banyak faktor yang salah satunya kepentingan kelompok kelompok tertentu.
Hal tersebut ditanggkap oleh sutradara. Tersedia online di
http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257 (Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ?
--- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA- 1 ?8 ] Konsep Diri dalam Pementasan Teater Iblis Guruku adalah konsep diri yang netral, Singular. Tidak ekstrem di sisi kanan, juga tidak ekstrem di sisi kiri.
Konsep diri tersebut tergambar dalam kutipan berikut: Kini saatnya tabir rahasia itu disingkap selebar-lebarnya Kedamaian akan diperoleh Hanya dengan mengheningkan benci dan senang Menerima hitam sebagaimana memeluk putih Berguru dalam konsep diri dalam pementasan Iblis Guruku tidak hanya dilakukan pada orang baik, tapi juga berguru pada orang yang tidak baik.
Hidup terlalu singkat untuk mengalami semua kejelakan untuk diambil pelajaran, maka berguru pada orang yang berbuat salah untuk dijadikan sebagai pelajaran hidup adalah keputusan yang bijak. Teater sebagai masyarakat dalam pementasan Iblis Guruku
berusaha membongkar konsep masyarakat yang telah mengakar kuat tentang bahwa kehidupan hanya diperkenankan berdiri di satu sisi. Konsep Tindakan Konsep tindakan yang munculkan dalam pementasan teater Lumpur Sidoarjo berupa teriakan, kesedihan, kemarahan.
Emosi yang keluar adalah bentuk energy dari pikiran dan konsep diri yang menjelma menjadi tindakan. Luapan emosi itu juga tentunya merupakan bentuk empati nyata terhadap korban lumpur yang sebenarnya, sebagai entitas masyarakat (society) yang mempengaruhi secara lanngsungmaupu tidak langsung terciptanya pementasan LumpurSidoarjo ini.
Konsep tidakan yang lain muncul dalam latar, lighting yang lebih banyak didominasi bentiuk redup dan make up pemain yang didominasi kesedihan. Konsep tindakan dalam pementasan Teater Iblis Guruku adalah belajar untuk menjadi pengamat atas semua gelombang pikiran dan konsep diri. Gambaran tentang konsep tindakan tersebut terdapat dalam kutipan berikut: “aku bukan ilmu yang akan ku pelajari aku bukanlah pikiran yang sedang melintasiku aku melampaui semuanya” Menjadi pengamat pikiran
adalah upaya agar seseorang mampu memperbaharui koonsep pikirannya.
Demikian juga mengambil jarak atau melampuai konsep diri, berjaga jarak dengan perasaan akan membuat aku yang sejati akan mempu melihat segala hal dan Tersedia online di http://ejurnal.unitomo.ac.id./index.php/pbs ISSN 2621-3257 (Cetak)/ISSN 2621-2900(Online) http://dx.doi.org/ 1 ?.2 ??39 ?fn.v2 ??.20 ?
--- Vol 2, Nomor 2 November 2019, Halaman 160-169--- [Jurnal Online FONEMA-169] berntindak dengan lebih jernih. Melampaui pikiran dan perasaan: Itulah yang konsep tindakan dimanatkan sutradara dalam pementasan teater Iblis guruku.
SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa: (1) Dari keempat judul yang dijadikan objek penelitian ditemukan bahwa pertunjukan teater kampus rata-rata berbentuk teater dramatic dan berusaha untuk melakukan komuikasi terhadap
penonton sebagai bagian dari konsep interaksionisme simbolik, (2) Terdapat relasi yang kuat antara Konsep Realitas Masyarakat yang tercermin dalam kesadaran kolektif
terhadap terbangunnya konsep pikiran, konsep diri, dan konsep tindakan dalam pementasan Tetaer Kampus, demikian juga dalam tema-tema yang diusung dalam pementasan; (3) terdapat simbol-simbol yang mendukung konsep pikiran, konsep diri, dan konsep tindakan sebagaimana yang digagas Mead. DAFTAR PUSTAKA [1] Alo Liliweri, Prasangka & Konflik: Komunikasi Lintas Budaya dan Masyarakat Multikultur, (Yogyakarta: LKiS Yogyakarta.,
2005), hlm. 153 [2] Dadang Supardan, Pengantar Ilmu Social:Sebuah Kajian Pendekatan Structural (Jakarta: Bumi Aksara., 2007), hlm. 158 [3] Geogre Ritzer, Teori Sosiologi Klasik Sampai Perkembangan Terakhir Post Modern, Terjemahan Saut Pasaribu, ( Yogyakarta : Pustaka Belajar, Edisi kedelapan., 2012 ) [4] George Ritzer et al., Teori Sosiologi Modern (Terj.) (Jakarta: Prenada Media, 2004 [5] Margareth Paloma, Terj. Sosiologi Kontemporer Cet.
Ke-5 (Jakarta: Rajawali Press, 2000) [6] Pip Jones, pengantar teori-teori sosial, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1979 hlm.142
http://id.scribd.com/doc/117138570/BUKU-revisi-Sospemb [7] Rachmad K. Dwi Susilo, 20 tokoh sosiologi modern,(Jogjakarta:Ar-ruz Media,2008) hlm. 59. Ibid hlm:116 INTERNET SOURCES:
--- 2% - https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs/article/download/1246/627 7% - https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs/article/view/2060
<1% -
https://mafiadoc.com/proceeding-international-conference-of-_5986a9631723ddcf69a3 aeb6.html
<1% - https://quizlet.com/305582644/mcat-practice-exam-4-flash-cards/
<1% - http://scholar.unand.ac.id/26581/2/BAB%20I.pdf
<1% -
https://123dok.com/document/6qmwj95z-kampus-dengan-analisis-dramaturgi-kasus-m ahasiswi-kampus-medan.html
<1% - https://ridwanislam.wordpress.com/category/tak-terkategori/
1% -
http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/19196/Chapter%20II.pdf;sequen ce=4
<1% -
https://likusaen-nain.blogspot.com/2018/02/impression-management-im-pengelolaan.h tml
<1% - https://ejournal.unitomo.ac.id/index.php/pbs/article/download/1715/964
<1% -
https://sasaklover.blogspot.com/2016/09/teori-sosial-dramaturgi-erving-goffman.html 1% -
https://mtaufiknt.wordpress.com/2019/08/02/mengenal-calon-istri-lewat-dramaturgi/
1% - https://triaskun.id/2018/12/17/mentalitas-korban/
1% - http://jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/download/173/120
<1% -
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132326892/pengabdian/KEHIDUPAN+SOSIAL+MANUS IA.pdf
<1% - https://www.gurupendidikan.co.id/metode-penelitian-kualitatif/
<1% - http://eprints.umm.ac.id/27524/1/jiptummpp-gdl-dwienggara-32593-2-babi.pdf
<1% -
http://repository.unpas.ac.id/30056/5/7%20BAB%20III%20-%20Karina%20Anggiani%20
%28152050444%29.pdf
<1% -
https://www.researchgate.net/publication/318113083_Pengaruh_Digital_Marketing_Syst em_Terhadap_Daya_Saing_Penjualan_Susu_Kambing_Etawa
<1% -
https://issuu.com/unitpublikasiprogramstudiarsitektur/docs/seminar_ar_4151_semester_i _2016-201
1% -
https://jermanbe.blogspot.com/2015/01/penggunaan-bahasa-yang-baku-dan-tidak.htm l
<1% -
https://pustakailmuku.blogspot.com/2016/01/beberapa-hal-yang-perlu-di-perhatikan.ht
ml
<1% -
https://www.coursehero.com/file/p6cds6c/Metode-pengumpulan-data-yang-digunakan -dalam-penelitian-ini-yaitu-dengan-studi/
3% -
http://download.garuda.ristekdikti.go.id/article.php?article=781134&val=12829&title=A NALISIS%20BENTUK%20FUNGSI%20DAN%20MAKNA%20PERTUNJUKAN%20TEATER%2 0TANAH%20IBU%20SUTRADARA%20SYUHENDRI
<1% -
https://surabaya.tribunnews.com/2020/12/15/angka-inflasi-di-sidoarjo-masih-terkendali -lebih-rendah-dari-jatim-074-persen
1% -
https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/10108/3/T1_362010017_BAB%20II.pdf
<1% - https://ywsarsitek.blogspot.com/2010/
<1% -
https://www.kompasiana.com/katedrarajawen/5fc87329d541df1a6101bd82/yang-tidak- baik-tak-berakhlak-dan-tak-jujur-adalah-diriku
1% -
https://www.merdeka.com/jabar/30-kata-kata-diam-yang-bijaksana-inspiratif-dan-penu h-makna-kln.html
<1% -
https://www.academia.edu/34978952/Resolusi_Konflik_Keluarga_Berbasis_Local_Wisdom _Reaktualisasi_Filosofi_Masyarakat_Sulawesi_Utara_Torang_Samua_Basudara_
1% -
https://fuzinoviyanti.wordpress.com/2013/10/27/interaksionisme-simbolik-dan-dramatu gi/