Dengan tujuan : 1) Menganalisis internalisasi nilai-nilai multikultural demokratis untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi, 2) Menganalisis internalisasi nilai-nilai multikultural pluralistik untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi, 3) Menganalisis internalisasi nilai-nilai multikultural pluralistik untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi, 3) Analisis internalisasi nilai-nilai multikultural humanis untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi. Dengan tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Menganalisis internalisasi nilai-nilai demokrasi multikultural untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi.
للهاَ ُؿْوُس ر
ة عْػيِرَّشلاُدِصا ق م
ﺃﺃ
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Analisis Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural Humanistik untuk Meningkatkan Toleransi Beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi 3. Analisis Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural Humanistik untuk... Meningkatkan Toleransi Beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi... positif kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam multikultural. Penelitian ini merupakan media untuk menambah wawasan dan khazanah keilmuan bagi para peneliti tentang bagaimana menulis artikel ilmiah yang baik sebagai landasan dalam melakukan penelitian dan menulis artikel ilmiah selanjutnya serta memberikan wawasan terpadu terhadap disiplin ilmu yang berkaitan dengan multikulturalisme.
Definisi Istilah
Kaitannya dengan nilai-nilai multikultural yang dimaksud di sini, nilai-nilai multikultural meliputi pluralisme, demokrasi, humanisme. Berdasarkan pengertian istilah tersebut, yang dimaksud dengan internalisasi nilai-nilai multikultural untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung adalah suatu proses sistematis yang bertujuan untuk membangun nilai-nilai multikultural secara intensif dan mendalam.
Sistematika Penulisan
Hasan Basri, Penanaman Nilai Multikultural melalui Pendidikan Agama Islam di SMK Triatma Jaya Semarang. Bedanya, penelitian peneliti fokus pada internalisasi nilai-nilai multikultural dalam aktivitas keagamaan-budaya.
Kajian Teori
- Tinjauan tentang Internalisasi a. Pengertian Internalisasi
- Tinjauan tentang multikultural a. Pengertian Multikultural
- Toleransi Beragama
Menurut Muhaimin Azzet, memahami hak dan kewajiban diri sendiri dan orang lain dalam berinteraksi sosial sangat penting untuk bisa melakukan hal tersebut. Lembaga pendidikan bertanggung jawab mengembangkan karakter peserta didiknya agar dapat memahami hak dan kewajiban dirinya dan orang lain dalam masyarakat. Meskipun pluralisme mengupayakan komitmen bersama terhadap kemanusiaan, namun hal tersebut tidak menghilangkan keberagaman komitmen yang terdapat pada masing-masing agama.47.
Solidaritas adalah kesediaan untuk mengutamakan kepentingan dan bekerja sama dengan orang lain di atas kepentingan pribadi. Dengan demikian, toleransi dapat diartikan sebagai sikap positif dalam menghargai perbedaan dengan orang lain guna menjalankan kebebasan dasarnya sebagai manusia. Oleh karena itu, tidak ada gunanya memaksakan keyakinan kita pada orang lain.
Mengurangi perbedaan yang ada antar agama. c.) Tunjukkan persamaan-persamaan yang terdapat dalam agama-agama.
Lokasi Penelitian
Kehadiran Peneliti
Jadi kehadiran peneliti dalam penelitian ini sangat penting yaitu sebagai pengamat yang utuh, peneliti mengamati objek penelitian dan diketahui subjek penelitian. Peneliti berperan sebagai pengamat dan supervisi terhadap objek penelitian serta melakukan wawancara terhadap subjek penelitian yang berkaitan dengan masalah yang diteliti yaitu Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural untuk Meningkatkan Toleransi Beragama di SMA Negeri 1 Siliragung Banyuwangi. Untuk kemudian memberi makna terhadap data yang diperoleh sesuai dengan rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini.
Subjek Penelitian
Supono, M.Pd selaku kepala SMPN 1 Siliragung Banyuwangi, alasan pemilihan mata pelajaran tersebut karena mata pelajaran berperan sebagai pengatur kebijakan secara penuh terhadap seluruh kegiatan di sekolah, termasuk pelaksanaan internalisasi nilai-nilai multikultural untuk meningkatkan toleransi beragama siswa. Sugeng Widodo, S.Pd selaku Wakil Kepala Humas SMPN 1 Siliragung Banyuwangi, alasan pemilihan subjek karena subjek berperan sebagai contact person topik penelitian. Hj.Sumarni, S.Ag dan Ali Mudori, S.Pd, S.Pd selaku guru pendidikan agama Islam, alasan pemilihan subjek karena subjek merupakan informan yang mempunyai tugas utama mengajarkan pendidikan agama Islam sekaligus sebagai pelaksana inti dalam proses internalisasi nilai-nilai multikultural untuk meningkatkan toleransi peserta didik dalam perspektif ajaran Islam.
Wiwik Ambarwati, S.Pd.H selaku guru agama Hindu, alasan pemilihan subjek karena subjek merupakan informan yang mempunyai tugas utama mengajarkan agama Hindu, sekaligus sebagai praktisi sentral dalam proses pendidikan. internalisasi nilai multikulturalisme untuk meningkatkan toleransi peserta didik dalam perspektif ajaran Hindu. Dliyaus, Elsa dan Queena selaku siswa SMPN 1 Siliragung Banyuwangi berperan sebagai subjek dan objek dalam melakukan internalisasi nilai-nilai multikultural untuk meningkatkan toleransi beragama dikalangan mereka sebagai siswa.
Sumber Data
Sri Pinaring, selaku guru pendidikan agama Kristen, Edi Suwito, sebagai guru pendidikan agama Hindu, Fido, Cendana dan Fairuz sebagai siswa di SMPN 1 Siliragung Banyuwangi. Sedangkan sumber data non manusia dalam penelitian ini berupa: studi dokumenter seperti foto, video, rekaman, gambar, arsip lembaga, serta catatan atau tulisan yang berkaitan dan berkaitan dengan pembahasan internalisasi nilai-nilai multikultural kepada masyarakat. meningkatkan toleransi beragama, khususnya pada tiga keterbatasan yang menjadi fokus penelitian ini.
Teknik Pengumpulan Data
Dengan demikian, data apa pun yang relevan dengan internalisasi nilai-nilai multikulturalisme untuk meningkatkan toleransi beragama tetap terjaga dan kemudian digunakan untuk mendukung hasil penelitian. Peneliti menandai setiap data terkait dengan fokus penelitian yaitu internalisasi nilai-nilai multikulturalisme untuk meningkatkan toleransi beragama. Dalam hal ini data yang diperoleh berupa kegiatan-kegiatan kebiasaan yang terkandung dalam proses internalisasi nilai-nilai multikulturalisme guna meningkatkan toleransi beragama.
Ekstrak, Pada tahap ini peneliti membuat rangkuman atau CV dari berbagai data yang diperoleh yang berkaitan dengan fokus penelitian. Data terkait jawaban fokus penelitian adalah data terkait internalisasi nilai-nilai multikulturalisme untuk meningkatkan toleransi beragama.
Keabsahan Data
- Tahapan Penelitian
Pada fase ini peneliti mencoba mencari makna dari data yang telah direduksi dan disarikan atau dikumpulkan dengan cara membandingkan, mencari pola, tema, persamaan, mengelompokkan dan mengkaji hasil yang diperoleh dalam penelitian. Data yang sama diperoleh dengan teknik observasi kemudian diuji reliabilitasnya dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Triangulasi teknis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengecek dan membandingkan data yang diperoleh dari teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi mengenai perolehan nilai-nilai multikulturalisme untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung Banyuwangi.
Dalam penelitian ini dilakukan pengecekan anggota dengan cara mengkonfirmasi data kepada beberapa narasumber pada saat pengumpulan data, kemudian dilakukan pengecekan kembali keakuratan dan kesesuaiannya dengan penelitian internalisasi nilai-nilai multikulturalisme untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung Banyuwangi. Bab ini memuat data dan hasil penelitian yang diperoleh di lapangan dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, mulai dari data umum hingga data khusus.
Paparan Data Dan Analisis
- Internalisasi Nilai Multikultural Demokratis Untuk Meningkatkan Toleransi Beragama Di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi
- Internalisasi Nilai Multikultural Pluralis Untuk Meningkatkan Toleransi Beragama Di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi
- Internalisasi Nilai Multikultural Humanis Untuk Meningkatkan Toleransi Beragama Di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi
Menurut saya sangat demokratis, karena kita merujuk juga pada sistem pendidikan nasional bahwa setiap peserta didik berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Kegiatan di luar jam pelajaran dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial, pemilihan ketua OSIS dan juga pemilihan ketua kelas, sedangkan penerapan demokrasi pada jam pelajaran adalah memberikan kesempatan yang sama kepada siswa untuk bertanya. Proses internalisasi dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui pembelajaran di kelas menurut agama masing-masing dengan bimbingan guru agama sesuai agama yang dianut siswa, dan kedua melalui kegiatan di luar jam pelajaran yaitu melalui acara rukuk. yaitu dengan memberikan arahan bagaimana demokrasi dapat dicapai melalui ibadah pagi yaitu santri berangkat ke tempat ibadah masing-masing untuk melaksanakan ibadah sesuai ajaran agamanya, selain itu.
Pada tahap transformasi nilai ini, yang ada hanyalah pengetahuan dan pengakuan akan pentingnya pluralisme atau pemahaman yang menghargai perbedaan yang ada dalam suatu masyarakat, hal ini didasari oleh keberagaman agama yang dianut masyarakat Indonesia. Dalam hal ini guru memberikan contoh dengan menggunakan metode keteladanan yang digunakan antara rekan guru dengan guru dan siswa.
Internalisasi nilai multikultural demokratis Untuk meningkatkan toleransi beragama Di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi
Begitu pula dengan bagaimana SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi menerapkan nilai-nilai demokrasi multikultural kepada siswanya. Untuk membahas proses internalisasi nilai-nilai demokrasi multikultural, internalisasi sendiri mempunyai beberapa tahapan yaitu tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai, tahap transinternalisasi.107 Dari teori tersebut dan menghubungkannya dengan data empiris yang diperoleh di lapangan, dapat diketahui bagaimana pelaksanaan proses internalisasi nilai Multikulturalisme demokrasi di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya internalisasi nilai-nilai multikulturalisme demokratis yang dilakukan oleh guru pada saat pembelajaran di kelas, tidak hanya oleh guru PAI atau agama saja, melainkan seluruh guru. atau wali kelas bahkan wali kelas selalu menyampaikan, mengajar, memberi contoh terkait nilai-nilai demokrasi multikultural, seperti memberikan persamaan hak kepada siswa yang ingin bertanya. Secara tidak langsung guru melakukan tahapan internalisasi yang dalam hal ini adalah internalisasi nilai-nilai demokrasi multikultural.
Internalisasi nilai-nilai demokrasi lainnya juga diwujudkan melalui keteladanan kepada peserta didik, khususnya di luar kelas. Berdasarkan standar kompetensi lulusan, standar isi dan pedoman kurikulum yang dikembangkan oleh Badan Standar Pendidikan Nasional (BSNP), yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 19 Tahun 2005, dijelaskan dalam kajian teoritis bahwa internalisasi nilai-nilai demokrasi multikultural tanpa diskriminasi agama dan ras, budaya dan adat istiadat serta status sosial ekonomi dan gender, maka kurikulum dibuat tanpa memandang tingkat pendidikan.
Internalisasi nilai multikultural pluralis Untuk meningkatkan toleransi beragama Di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi
Proses internalisasi nilai-nilai multikultural pluralistik untuk meningkatkan rasa toleransi di SMPN 1 Siliragung Banyuwangi meliputi pembinaan dan pengawasan siswa. Internalisasi nilai-nilai multikultural pluralistik juga terdapat pada mata pelajaran PAI dari materi kelas IX seperti pada kurikulum 2013, materi yang sesuai dengan muatan nilai-nilai pluralistik yaitu pada “Sejarah Islam Nusantara”. Menjelaskan agama mana yang pertama kali masuk ke Indonesia, sehingga memberikan stimulus bagi peserta untuk belajar bahwa tidak membedakan agama atau kepercayaan. Sementara itu, internalisasi nilai-nilai multikultural pluralistik juga terdapat pada ajaran agama non-Muslim yaitu Kristen.
Dari teori tersebut, SMPN 1 Siliragung mempunyai strategi yang sangat baik, yaitu salah satu cara untuk menanamkan prinsip pluralisme adalah dengan memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk beriman secara bebas, menjalankan ibadah sesuai keyakinannya, dan tidak makan dan minum selama bulan Ramadhan. . Hal ini sudah lama diterapkan di lingkungan SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi, baik dikalangan siswa, guru, warga sekolah dan sebaliknya.
Internalisasi nilai multikultural humanis Untuk meningkatkan toleransi beragama Di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi
- Bagaimana Internalisasi nilai multikultural demokratis Untuk meningkatkan toleransi beragama Di SMPN 1 Siliragung-
- Bagaiamana Internalisasi nilai multikultural pluralis Untuk meningkatkan toleransi beragama Di SMPN 1 Siliragung-
- Bagaimana Internalisasi nilai multikultural humanis Untuk meningkatkan toleransi beragama Di SMPN 1 Siliragung-
Dengan menjadi karakter rasul umat Islam di dunia khususnya masyarakat SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi. Selain materi VII. kelas, nilai-nilai humanistik multikultural juga terdapat pada bahan ajar PAI Kelas IX yaitu pada materi “Qanaah dan Tasamuh”. Bagaimana internalisasi nilai-nilai demokrasi multikultural untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung- meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi.
Bagaimana mengadopsi nilai-nilai pluralistik multikultural untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung- meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi. Bagaimana mengadopsi nilai-nilai humanis multikultural untuk meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung - meningkatkan toleransi beragama di SMPN 1 Siliragung-Banyuwangi.
Saran
Tesis: Internalisasi Nilai Multikultural Siswa Melalui Budaya Religius di SD Islamic Global School Kota Malng. Bagaimana proses penanaman nilai-nilai demokrasi multikultural agar peserta didik menunjukkan mampu menghargai hak dan kewajiban, berjiwa kebangsaan, dan cinta tanah air. Bagaimana proses penanaman nilai-nilai demokrasi multikultural agar peserta didik menunjukkan sikap toleransi antar sesama umat beriman, mengedepankan sikap terbuka, menciptakan suasana aman dan damai.
Bagaimana proses memunculkan nilai-nilai demokrasi multikultural, sehingga peserta didik menunjukkan sikap menghargai kebebasan, kerjasama yang baik, rela berkorban, peduli, menolong. Bisakah para pelajar ini menjadi toleran dalam beragama jika membawa nilai-nilai multikultural tersebut?