• Tidak ada hasil yang ditemukan

internalisasi nilai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "internalisasi nilai"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Bagaimana internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam pada aspek moral untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2017/2018. Bagaimana internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam aspek ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2017/2018.

Tujuan Penelitian

Untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai pendidikan agama Islam dapat diinternalisasikan dalam aspek moral untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah pada tahun ajaran.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada program studi pendidikan agama Islam.

Definisi Istilah

Menurut Ramayulis, pendidikan agama Islam adalah suatu upaya sadar dan terencana untuk mempersiapkan peserta didik (setiap manusia) untuk mengetahui, memahami, menghayati dan beriman, bertakwa dan berakhlak mulia, serta mengamalkan ajaran agama Islam dari pokok-pokoknya. sumbernya, kitab suci Al-Qur'an dan Hadits, melalui kegiatan bimbingan, latihan pengajaran dan penggunaan pengalaman.12 Ajaran Islam secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu iman (aqidah), ibadah dan moralitas.13 Islam dengan demikian memiliki tiga nilai yaitu aqidah, ibadah dan akhlak, dan ketiga nilai tersebut diinternalisasikan dalam konteks lokasi penelitian yang peneliti datangi, tepatnya di SMP Negeri 1 Jenggawah. Guru pendidikan agama Islam dalam penelitian ini adalah seseorang yang memberikan ilmu berdasarkan ajaran Islam berupa bimbingan dan kepedulian terhadap murid-muridnya. Nah, dalam hal ini seorang guru pendidikan agama Islam diharapkan tidak hanya sekedar memberikan ilmu yang dibutuhkan siswanya, namun juga mentransformasikan nilai-nilai tersebut ke dalam diri siswa yang berakal Islami.

Sikap toleransi sangat penting untuk ditegakkan, apalagi di Indonesia yang berbeda agama, budaya, suku dan bahasa, karena dengan toleransi diharapkan kita bisa saling menghormati keberagaman yang ada. Sebagaimana tertuang dalam sila ketiga yaitu persatuan Indonesia, salah satu cara untuk mewujudkannya adalah melalui sikap saling toleransi.

Sistematika Pembahasan

Bab kedua berisi tinjauan pustaka terhadap penelitian-penelitian terdahulu dan kajian teoritis terkait masalah penelitian yang ingin dipecahkan sesuai dengan fokus penelitian dan tujuan penelitian. Kajian teoritis mengenai internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam oleh guru PAI untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah. Bab empat yaitu penyajian dan analisis data berisi uraian tentang objek penelitian, penyajian dan analisis data, serta pembahasan temuan penelitian lapangan.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Kajian Teori

Sedangkan pengertian pendidikan Islam adalah pendidikan dengan landasan filosofi dan tujuan serta teori yang dibangun untuk melaksanakan praktik pendidikan berdasarkan nilai-nilai dasar Islam yang terkandung dalam Al-Quran dan Hadits. 16 Jadi nilai-nilai pendidikan Islam adalah sifat-sifat atau hal-hal yang melekat pada pendidikan Islam yang dijadikan landasan manusia untuk mencapai tujuan hidup manusia yaitu mengabdi kepada Allah SWT. Menurut Ahmadi, tujuan pendidikan Islam sejalan dengan pendidikan kehidupan manusia dan perannya sebagai ciptaan Allah SWT, yaitu sekedar untuk beribadah kepada-Nya.18. Sedangkan berbuat zalim, berbohong, marah, dendam, kikir dan curang termasuk dalam akhlak yang buruk.21 Akhlak dalam Islam juga mempunyai ruang lingkup yaitu akhlak manusia terhadap Allah SWT, akhlak manusia terhadap manusia lain dan akhlak manusia terhadap lingkungan. a) Akhlak yang bertentangan dengan Allah SWT.

Mencintai Allah SWT melebihi cintanya kepada segala sesuatu dan setiap orang, dengan mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, ikhlas menerima segala qadha dan qadarnya setelah usahanya, memohon pertolongan, memohon keampunan, bertawakal dan berserah diri hanya kepada-Nya. adalah salah satu bentuk cinta kepada Allah SWT. Berdoa atau memohon kepada Allah SWT mengikut kehendak hendaklah dilakukan dengan sebaik-baiknya, dengan penuh keikhlasan, dengan penuh keyakinan bahawa doa itu akan dimakbulkan oleh Allah SWT. Ibadah secara ringkas diertikan sebagai korban, iaitu ibadah manusia kepada Allah SWT sebagai satu bentuk pengharaman.

Ibadah berarti mengabdikan diri kepada Allah SWT. Telah dikatakan sebelumnya bahwa bagi orang (pendeta) yang beriman kepada Allah SWT, nafas dan geraknya serta segala aktivitas yang dilakukannya dimaksudkan sebagai manifestasi Allah SWT. 23. Jadi apapun amalan yang dilakukan seorang muslim, selama itu baik dan dimaksudkan hanya untuk Allah SWT, maka amalan tersebut patut disembah di sisi Allah SWT. Ikatan dalam pengertian ini merujuk pada makna dasar bahwa manusia terikat oleh kesepakatan yang kuat untuk menerima dan mengakui keberadaan Sang Pencipta yang mengatur dan mengendalikannya, yaitu Allah SWT.

Sedangkan toleransi antar umat beragama berarti memberikan hak kepada pemeluk agama lain untuk tetap eksis. Dalam konteks sosial, toleransi antar umat beragama berarti memperlakukan orang lain di luar agamanya dengan hormat dan bermartabat. Sebab perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan serta terjalinnya kerukunan antar umat beragama.

Karena hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan umat beragama menjadi tanggung jawab umat beragama itu sendiri.

METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang didalamnya peneliti melakukan pengamatan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap gejala-gejala subjek atau objek yang diteliti, baik dalam situasi sebenarnya maupun dalam situasi khusus yang dilakukan secara sadar 45. Metode observasi yang digunakan dalam hal ini penelitian adalah observasi partisipatif pasif, hadir tetapi tidak terlibat. Jadi dalam hal ini peneliti datang ke tempat kegiatan orang yang diamati tetapi tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.46.

Kegiatan proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Jenggawah bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Jenggawah. Wawancara merupakan suatu proses tanya jawab dalam penelitian yang dilakukan secara lisan, dimana dua orang atau lebih bertemu secara langsung. Teknik dokumenter merupakan teknik pengumpulan data yang tidak ditujukan langsung pada subjeknya, melainkan melalui dokumen.

Serta dokumen atau foto relevan yang diperoleh dari berbagai sumber yang diakui keabsahannya untuk memperkuat analisis fokus penelitian.

Analisis Data

Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif. Penyajian data memudahkan untuk memahami apa yang akan terjadi dan merencanakan pekerjaan selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami. Temuannya dapat berupa gambaran atau gambaran suatu benda yang sebelumnya redup atau gelap, sehingga menjadi jelas setelah diperiksa.

Keabsahan Data

Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara memverifikasi data yang diperoleh dari berbagai sumber.52 Sedangkan triangulasi teknis adalah penggunaan berbagai teknik pengungkapan data yang dilakukan terhadap sumber data.53. Maka setelah dilakukan analisis data, peneliti selanjutnya melakukan pengecekan keabsahan dan kredibilitas data dengan bantuan triangulasi sumber yaitu memeriksa dan membuktikan apakah data yang diperoleh dari lapangan sesuai dengan fakta yang ada atau tidak, dengan menggunakan beberapa sumber antara lain primer. sumber data atau sekunder. Sumber data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh langsung dari sumbernya berupa wawancara, pendapat individu atau kelompok, atau hasil observasi terhadap suatu objek, peristiwa, atau hasil tes.

Peneliti harus mengumpulkan data dengan cara menjawab pertanyaan penelitian (metode survei) atau dengan menyelidiki objek (metode observasi), sedangkan sumber data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara atau tidak langsung berupa buku, catatan bukti-bukti yang ada. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik triangulasi dalam penelitian ini untuk memverifikasi kredibilitas data yang diperoleh dari lapangan. Apabila ternyata diperoleh situasi atau data yang berbeda, peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data lain untuk memastikan data tersebut dianggap benar.

Tahap-Tahap Penelitian

Hal di atas menginspirasi peneliti untuk meneliti dan ingin melakukan analisis lebih mendalam mengenai internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah. Observasi penelitian dilakukan untuk memperoleh data mengenai internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah. Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam pada aspek moral untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2017/2018.

Sikap toleransi di SMP Negeri 1 Jenggawah dalam aspek moral sangat penting karena saling menghormati satu sama lain. Hal ini merupakan bentuk toleransi yang ditunjukkan siswa SMP Negeri 1 Jenggawah. Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam aspek ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun pelajaran 2017/2018.

Berdasarkan uraian di atas maka ibadah dengan internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam sangat penting untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah. Santunan anak yatim diikuti oleh siswi muslim dan non muslim SMP Negeri 1 Jenggawah.66. Berdasarkan hasil, internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam aspek ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun pelajaran 2017/2018 dilaksanakan dengan sholat zuhur berjamaah, salat zuhur, istighosah berjamaah, salat jumat, dan santunan anak yatim. .

Berdasarkan teori yang telah dijelaskan di atas maka dapat disimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam pada aspek ibadah yang mendorong sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun pelajaran 2017/2018 adalah dilaksanakan melalui salat zuhur, salat zuhur, istighos berjamaah, salat jumat dan sedekah kepada anak yatim. Internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam sudut pandang ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2017/2018 dilakukan melalui salat zuhur, salat zuhur, istighos bersama, salat Jumat dan santunan anak yatim. Bagaimana internalisasi pendidikan agama Islam dalam perspektif moral untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah-Jember Tahun 2017/2018.

Bagaimana penerapan pendidikan agama Islam dalam hal ibadah untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah-Jember Tahun 2017/2018. “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam Oleh Guru PAI Untuk Menumbuhkan Sikap Toleransi Antar Umat Beragama Di SMP Negeri 1 Jenggawah”. Penanaman nilai-nilai pendidikan agama Islam oleh guru PAI untuk menumbuhkan sikap toleransi antar umat beragama di SMP Negeri 1 Jenggawah tahun ajaran 2017-2018.

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini berarti bahwa faktor kemampuan dosen mendorong mahasiswa untuk berperan aktif memiliki pengaruh yang paling tinggi diantara faktor-faktor yang lainnya dalam kaitannya

Penolakan sebagian shahabat dan lainnya terhadap hadis-hadis itu dengan ayat dari surat al-An’am itu bukan berarti bahwa mereka tidak menerima pengharaman apa yang telah diharamkan