• Tidak ada hasil yang ditemukan

INTRA QUR'ANIC INTERPRETATION - Digilib UIN SUKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "INTRA QUR'ANIC INTERPRETATION - Digilib UIN SUKA"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

Di mata sarjana Barat yang mempelajari al-Quran, bahasa yang terkandung dalam teks al-Quran akan menjadi objek kajian yang sentiasa menarik untuk diteliti. Penyelidikan Robinson adalah berdasarkan pembahagian kronologi Noldekë dan Schwally mengenai wahyu al-Quran kepada ayat-ayat Makkiyah dan Madaniyah. Beliau juga merumuskan formula enam daftar, yang digunakannya sebagai panduan untuk menganalisis komposisi huruf dalam Al-Quran (terutama yang ditetapkan oleh Noldekë sebagai huruf Mekah).

Melalui analisis urutan ayat-ayat tersebut, ia menemukan adanya hubungan kohesif-koheren yang terbangun dalam setiap surat Al-Qur'an. Oleh karena itu, cara yang paling mudah untuk mendekati Al-Qur'an adalah melalui jalan batin (di dalam Al-Qur'an). Namun apabila kekurangan-kekurangan tersebut dibenahi dan kemudian dikembangkan menjadi konsep yang lebih komprehensif, nampaknya metode ini dapat menjadi model bagi model-model membaca Al-Qur’an yang lain.

Hamzah

Namun dalam transliterasi ini, artikel dibedakan menjadi artikel yang diikuti huruf syamsiyyah dan artikel yang diikuti huruf qamariyyah. Jika diikuti huruf syamsiyyah, ditulis dengan huruf syamsiyyah setelahnya tanpa huruf lam. Seluruh keluarga besar penulis di Bojonegoro Jawa Timur, khususnya almarhum ayah dan ibu saya, terima kasih atas motivasi dan doanya, serta saudara-saudara saya atas dukungannya selama penulis mengerjakan skripsi ini.

Teman-teman semua khususnya teman-teman dari Program Studi Agama dan Filsafat Konsentrasi SQH yang selalu memberikan motivasi dan semangat kepada penulis serta kepada semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah bekerja sama membantu menyelesaikan skripsi ini. Semoga bantuan ikhlas dari semua pihak mendapat amal dan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Akhir kata penulis memohon kepada Allah SWT taufiq dan bimbingan-Nya, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis secara pribadi dan bermanfaat bagi semua pihak.

Latar Belakang Masalah

9 Al-Farahi dan Islahi, dua orang guru dan murid yang mempunyai satu gagasan mengenai tema kesatuan Al-Qur'an. Jika disalahartikan dan tidak dicermati, maka inilah akhir Al-Qur'an. Pertama, Urtext, yaitu plagiarisme lengkap korpus Al-Qur'an yang mendapat persetujuan resmi sesaat setelah wafatnya Muhammad SAW.

17 Dalam upaya menyusun Al-Qur'an secara kronologis, Noldekë bukanlah pendiri diskusi ini. Beliau membagi tahapan turunnya Al-Qur’an menjadi enam (lima tahapan di Mekkah, satu tahapan di Madinah). Oleh karena itu, cara mendekati Al-Qur'an yang paling tepat adalah melalui jalan batin.

Rumusan Masalah

Kedua, banyak hal baru yang disoroti dan luput dari perhatian para sarjana klasik, seperti: pembahasannya tentang peran bunyi sebagai alat penentu makna, penemuan bentuk-bentuk simetri pada huruf, termasuk pembahasan tentang kiasmus. atau lebih dikenal dengan struktur silang, dan yang tidak kalah pentingnya adalah pembaharuan beberapa teori ulūm al-Qur'ān klasik seperti makkiyah-madaniyyah dan asbāb an-nuzūl, serta pembahasan kronologi al-Qur'an. . Penulis menggunakan teori strukturalis De Saussure untuk menganalisis pemikiran strukturalis Neal Robinson. Melihat model pembahasan yang meliputi morfologi, struktur, diakronik-sinkronik, parole dan beberapa pembahasan lain yang digunakan Robinson dalam mengurai struktur huruf, terlihat jelas bahwa Robinson merupakan aplikator teori strukturalisme.

Oleh karena itu, penulis menggunakan komponen-komponen yang terdapat dalam teori strukturalisme De Saussure sebagai acuan dan tolak ukur untuk mengkonstruksi pemikiran Robinson sehingga selanjutnya dapat diketahui detail pemikirannya mengenai teori tersebut. Bagaimana konstruksi metodologi pendekatan intra-Qur'an yang ditawarkan Neal Robinson untuk menganalisis struktur surat-surat Al-Qur'an. Sejauh mana relevan metode pendekatan yang digunakan Neal Robinson dalam menganalisis koherensi struktur Al-Qur'an.

Tujuan dan Kegunaan Penalitian

Untuk menggali potensi unik pemikiran tentang konsep keutuhan Al-Qur'an yang dimiliki oleh sosok Neal Robinson yang belum banyak dikenal di kalangan pemikir muslim Indonesia. Mengacu pada pemikiran tentang koherensi Al-Qur'an, yang terlintas di benak adalah gagasan kerjasama antara Farahi-Islahi atau Angelika Neuwirth, sehingga dengan mengkaji penelitian Neal Robinson diharapkan ada alternatif gaya yang berbeda. pikiran. Jika tujuan penelitian ini tercapai, tentu kita akan memperoleh rumusan pemikiran yang tepat untuk menjajaki kemungkinan pengembangan metode ini dengan membaca surat-surat lain yang belum dievaluasi oleh Neal Robinson.

Kajian Pustaka

Isu sentral yang menjadi perhatian El-Awa adalah hubungan tekstual yang terjalin antar ayat dalam Al-Qur'an. Dalam pandangannya, teori Robinson mempunyai beberapa kelemahan terkait dengan tawaran kronologi Al-Qur'an dan pembahasannya tentang redaksi fawātiḥ as-suwar. Salah satu gagasan penting dari penelitian ini, misalnya, diungkapkan oleh Hamiduddin al-Farahi dalam konsep naẓm sebagai gagasan baru dalam kajian kesatuan Al-Qur'an.

Konsep naẓm Farahi lebih maju dibandingkan konsep sebelumnya yang hanya mengungkap linearitas Al-Qur'an secara parsial atomistik hingga organik-holistik. Ia menekankan adanya korelasi antar ayat sehingga membentuk satu huruf utuh dalam Al-Qur'an. Konsep ini dibedah oleh Abdul Halim dengan judul Konsep Naẓm Hamiduddin al-Farahi dan Implikasinya terhadap penafsiran Al-Qur'an.

Untuk membuktikan argumennya mengenai koherensi Al-Qur'an, Islahi membagi Al-Qur'an secara keseluruhan menjadi enam bagian. Mir mencatat secara singkat bahwa tema kesatuan surah atau Al-Qur'an berakar kuat dan bermula dari keilmuan umat Islam. Dalam peta pemikiran Al-Qur'an, baik klasik maupun modern, Robinson sebenarnya bukanlah satu-satunya aplikator teori struktural.

Wacana kebahasaan dalam kajian Al-Qur’an sendiri telah lama dipelajari oleh para sarjana Islam, baik klasik maupun kontemporer. Hal ini sangat mudah dibuktikan, karena Al-Qur'an sendiri merupakan realitas linguistik. 26 Ahmad Zaki Mubarok, Pendekatan Strukturalisme Linguistik dalam Tafsir Al-Qur'an Kontemporer, (Yogyakarta: Elsaq Press, 2007), hal.

Buku ini merupakan referensi terpenting untuk mengeksplorasi lebih jauh metode yang digunakan Robinson dalam menganalisis Al-Qur'an.

Sistematika Pembahasan

Pada tahap analisis tafsir ini, langkah yang dilakukan adalah mencari hubungan antara beberapa elemen sistem dengan elemen lainnya, apa hubungan atau keterkaitan metode keutuhan Al-Qur'an metode Robinson dalam menganalisis struktur surat-surat Al-Qur'an? Al-Qur'an dan pengaruhnya terhadap penafsiran secara umum. Di antara ulama tersebut ada beberapa yang mempunyai pengaruh besar terhadap pemikiran Robinson, yaitu Angelika Neuwirth dan ahli kronologi Al-Qur'an Theodore Noldekë. Bab keempat merupakan bab dimana penulis menganalisis secara kritis data-data bab sebelumnya, yakni kaitannya dengan metode Robinson yang ditawarkan untuk menyelidiki struktur batin Al-Qur’an.

Dan juga subbab untuk menggali relevansi tafsir Robinson dengan keunikan metodenya dalam mengkaji Al-Qur'an. Model bacaan seperti ini tentu tidak pernah kita temukan dalam tafsir klasik yang mayoritas hanya membahas sebagian struktur sintaksis atau morfologi kata-kata dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Pertama, sebelum mendekati Al-Qur'an, pembaca harus berempati terhadap Al-Qur'an, artinya harus memahami makna Al-Qur'an bagi umat Islam.

Sebenarnya hal ini bisa dikurangi dengan memahami posisinya. Selain itu, pembaca juga harus tahu bahwa bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang digunakan dalam Al-Qur'an. Bacaannya menjadi kurang tepat jika seseorang menggunakan produk terjemahan untuk memahami makna Al-Quran. Kedua, menurut Robinson, metode yang paling tepat digunakan untuk membaca Al-Qur’an adalah metode ganda diakronis-sinkronis.

Kedua cara tersebut bisa berhasil jika kita mengetahui kronologi Al-Qur'an dengan baik. Gagasan baru yang diperkenalkan oleh Robinson adalah penggunaan fonologi sebagai indikator pemisahan bagian-bagian sebuah surat, padahal biasanya (khususnya dalam tradisi keilmuan Al-Qur'an Muslim) digunakan pemisahan berdasarkan tema. Bahkan, gagasan Robinson tersebar di banyak tulisannya tentang Al-Qur'an, yang diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah.

Teori ini dapat menjadi landasan yang kuat ketika pembaca ingin membahas tema-tema tertentu dalam Al-Qur'an.

Penutup dan Saran

Ali, Muhammad, “Kontekstualisasi Al-Qur'an: Kajian Ayat Makiya dan Madaniyya Melalui Pendekatan Historis dan Fenomenologis,” dalam Jurnal Hunafa, Vol. Boullata, Issa J., ―Resensi Buku Kajian Al-Qur'an: Sumber dan Metode Penafsiran Alkitab‖, dalam The Muslim World, Vol. Eckelman, Dale F., “Tafsir Alquran, Ruang Publik, dan Intelektual Keagamaan dalam Tulisan Said Nursi,” dalam Jurnal: Dunia Muslim, Ibrahim M.

Gatje, Helmut, Al-Qur'an dan Tafsirnya: Teks Pilihan dengan Interpretasi Klasik dan Muslim, trans. Halim, Abdul, Konsep Naẓm Hamiduddin al-Farahi dan Implikasinya terhadap Tafsir Al-Qur'an, Skripsi yang diterbitkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2013. Al-Qur'an, dalam Majalah Kodifikasia: Jurnal Penelitian Keagamaan dan Sosial Budaya .

Mir, Mustansir, Koherensi dalam Al-Qur'an: Kajian Konsep Islam Naẓm dalam Al-Qur'an Tadabbur-I, (Indianapolis: America Trust Publication, 1986). Mubarok, Ahmad Zaki, Pendekatan Strukturalisme Linguistik pada Tafsir Al-Qur'an Kontemporer, (Yogyakarta: Elsaq Press, 2007). Neuwirth, Angelika, Bentuk dan Struktur Al-Qur'an, Ensiklopedia Al-Qur'an, ed.

Surah Ali Imran dan orang-orang yang paling mengklaim Ibrahim‖, dalam Jurnal Kajian Al-Qur'an, Vol. Struktur dan Tafsir Surah al-Mu'minūn, makalah asli berjudul "The Qur'an: Text and Interpretation" diberikan seminar di SOAS University of London pada tahun 1999. Sinai, Nicolai, "The Qur'an as Process ‖ , Al-Qur'an dalam Konteks: Investigasi Sejarah dan Sastra ke dalam Lingkungan Al-Qur'an, ed.

Wansbrough, John, Qur'anic Studies: Sources and Methods of Scriptural Interpretation, (New York: Promotheus Books, 2004). The Textuality of the Qur'an, Makalah yang sediwa pada tanggal September 20, 1996 dalam memperingati 25 Tahun pendanginya NIAS (Netherlands Institute for Advanced Study in the Humanities and Social Sciences). The oaths in the Qur'an have functions to solemnize, confirm or add force to statements - the Rider Oaths are closely related to eschatological passages.

Referensi

Dokumen terkait